Hima Saje FIB Unand Usung Mitologi Jepang pada Bunkasai XIII

03 Mei 2017

Wakil Dekan II FIB Dr. Nopriyasman, Ketua Prodi Sastra Jepang Imelda Indah Lestari beserta panitia BunkasaiFIB—Himpunan Mahasiswa Jurusan Sastra Jepang sukses mengadakan Bunkasai XIII. Acara yang berlangsung di auditorium Universitas Andalas ini dilaksanakan selama tiga hari berturut-turut, yakni pada 17—19 April 2017. Mengusung tema mitologi, auditorium Universitas Andalas pun disulap dengan aura mitologi bercorak ungu. Tidak hanya panggung dan stand, bunga sakura pun dihiasi dengan ungu.

Untuk tahun 2017, tagline yang diusung oleh Bunkasai XIII ialah mitologi yang bersemayam di negeri matahari terbit. Sebagai wujud mitologi tersebut, pada hari pertama, Bunkasai XIII pun dimeriahkan dengan pawai. Tepat pukul delapan pagi, panitia Bunkasai XIII dan para cosplayer meramaikan acara dengan mengajak seluruh mahasiswa dan masyarakat di sekitar Unand untuk datang ke auditorium Universitas Andalas. Selanjutnya, mereka melakukan pawai dengan berkeliling Universitas Andalas. Pawai ini telah berlangsung sejak 2012 dan masih dilanjutkan hingga tahun ini.

Wakil Dekan II FIB Universitas Andalas, Dr. Nopriyasman, M.Hum., secara resmi membuka Bunkasai XIII ini. Dalam pembukaan resmi tersebut, Dr. Nopriyasman, M.Hum. mengungkapkan bahwa acara Bunkasai yang dilaksanakan secara rutin ini diharapkan menjadi ajang promosi Jurusan Sastra Jepang FIB Unand.

“Saya berharap Bunkasai ini juga dapat menjadi agenda untuk mengukur kemampuan, baik peserta maupun panitia. Di Bunkasai ini, terdapat berbagai macam lomba yang dapat diikuti karena setiap tahun terus memiliki inovasi baru. Saya berharap ke depannya acara Bunkasai ini semakin diminati dan ramai pungunjung,” ujar Dr. Nopriyasman, M.Hum.

Acara Bunkasai XIII ini dimeriahkan oleh berbagai stand. Auditorium Universitas Andalas dimeriahkan oleh stand souvernir, stand kosmetik, stand baju, stand baca, stand buku, dan stand panitia. Pada bagian luar auditorium Unand, sejumlah stand yang ada ialah stand makanan dan minuman. Stand masakan Jepang yang diselenggarakan oleh panitia Bunkasai XIII pada tahun ini memiliki menu yang beragam. Pengunjung pun tidak bingung untuk memilih makanan. Bahkan, pada tahun ini, stand masakan jepang yang digelar oleh panitia Bunkasai XIII mampu meraih keuntungan yang lebih besar dari tahun-tahun sebelumnya, yakni sebesar 17 juta dalam tiga hari perayaan Bunkasai XIII.

Panita PJ stand yang juga merupakan mahasiswa Jurusan Sastra Jepang angkatan 2015, Wina, menjelaskan bahwa beberapa dari penyewa stand Bunkasai XIII pada tahun ini merupakan pelanggan dari tahun sebelumnya. “Kami dari panitia tidak kesulitan untuk mencari penyewa stand. Walaupun biaya stand ditingkatkan pada tahun ini, penyewa stand yang baru juga ada pada tahun ini,” jelasnya.

Selain menikmati beragam stand bazar, para pengunjung juga dapat menyaksikan live band dan mini drama yang diseleggarakan oleh panitia dan mahasiswa senior Jurusan Sastra Jepang FIB Unand. Acara ini merupakan acara puncak perayaan Bunkasai XIII. Pada acara puncak tersebut, sebagian panitia berada di tribun atas Auditorium Unand dan membawa serpihan kertas yang telah disiapkan untuk ditaburkan dari atas tribun. Seluruh panitia yang terkait, baik hantu di obake house maupun para cosplayer, turut andil dalam acara puncak ini. Bahkan, akhir mini drama tersebut ditutup dengan bendera Indonesia dan bendera Jepang yang dibawakan oleh panitia Bunkasai XIII.

 

Reporter: Dini Alvionita, Editor: Ria Febrina, Admin: Gading Rahmadi

Read 119 times