Wisuda II Tahun 2017, Pengukuhan Terakhir oleh Dekan FIB Unand

29 Mei 2017

FIB—Nabila Putri Yayu, mahasiswa Jurusan Sastra Inggris meraih predikat sebagai wisudawan terbaik karena berhasil menyelesaikan kuliah degan indeks prestasi komulatif (IPK)  3,78 dan lulus dengan pujian. Dekan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas, Prof. phil. Gusti Asnan mengukuhkannya secara langsung di hadapan wisudawan, orang tua, dan pimpinan fakultas pada Sabtu, 20 Mei 2017 di Ruang Seminar FIB Unand.

Pengukuhan Nabila Putri Ayu sebagai wisudawan terbaik fakultas diprediksikan menjadi pengukuhan terakhir di tingkat fakultas. Rektor Universitas Andalas, Prof. Dr. Tafdil Husni, S.E., MBA mengungkapkan bahwa wisuda II tahun 2017 akan menjadi perayaan wisuda terakhir di fakultas. Selanjutnya, wisudawan akan dilantik secara terpusat di auditorium seperti pada tahun 2010.

Tak hanya itu, pengukuhan wisudawan II tahun 2017 ini juga merupakan pengukuhan terakhir oleh Dekan FIB Unand, Prof. phil. Gusti Asnan karena mulai 1 Agustus 2017 nanti, FIB Unand akan dipimpin oleh dekan terpilih, Dr. Hasanuddin, M.Si. Meskipun menjadi pengukuhan terakhir, Prof. phil. Gusti Asnan menyambut baik sejumlah mahasiswa FIB yang sudah berhasil menyelesaikan studi.

“Jumlah wisudawan kali ini merupakan paling sedikit di antara periode wisuda sebelumnya, yakni hanya 42 orang, yaitu 16 orang dari Jurusan Sastra Jepang, 14 orang dari Jurusan Sastra Inggris, 8 orang dari Ilmu Sejarah, 3 orang dari Jurusan Sastra Indonesia, dan 1 orang dari Jurusan Sastra Daerah. Hal ini disebabkan oleh waktu wisuda yang berdekatan dengan bulan puasa dan juga bukan merupakan akhir semester. Biasanya, sejumlah mahasiswa akan ramai pada akhir semester genap karena dapat menyelesaikan studi sesuai dengan jadwal yang diharapkan. Selain itu, mahasiswa biasanya akan berlomba untuk menyelesaikan masa studi ada masa tersebut karena sudah berada pada masa akhir agar tidak membayar uang kuliah lagi,” ujar Dekan FIB Unand, Prof. phill Gusti Asnan.

Dalam pidatonya, Prof. phill Gusti Asnan membicarakan mahasiswa yang menjadi wisudawan tercepat di FIB Unand. “Wisudawan tercepat di antaranya dari Jurusan Sastra Inggris dan Jurusan Sastra Jepang. Hampir semua wisudawan tercepat berasal dari kaum perempuan. Hanya satu orang saja dari kaum laki-laki. Hal ini membuktikan srikandi-srikandi masa depan dan RA Kartini muda sebagai penerus semakin berkibar di ranah pendidikan. Kegigihan dan tekad untuk kuliah dengan tercepat dan tentunya dengan terbaik juga dilakukan oleh kaum perempuan yang menjadi wisudawati FIB. Bahkan, di antara yang tercepat ini, juga menjadi bintang aktivis kampus. Artinya, tidak ada lagi alasan kuliah lama dengan alasan berorganisasi. Semuanya bisa berjalan dengan beriringan asalkan pandai mengatur waktu,” ujar Prof. phill Gusti Asnan.

Wisudawan terbaik, Nabila Putri Yayu, mahasiswa Jurusan Sastra Inggris mengungkapkan bahwa kegigihannya sebagai srikandi muda bermula sejak gagal dari bangku sekolah dasar. “Saya giat belajar bemula ketika tidak berhasil mendapatkan nilai baik di sekolah dasar. Alhasil, saya susah masuk SMP negeri. Saya pun masuk SMP swasta yang saat itu tidak dikenal orang-orang. Saya pun mulai giat belajar dan terus mengulang pelajaran setelah diberikan materi oleh guru. Hal itu berlanjut hingga saya duduk di bangku SMA dan perkuliahan. Saya selalu mengulangi pelajaran. Dalam pikiran saya, saya harus membalas jerih payah kedua orang tua, menjadi contoh bagi ketiga adik-adik, dan mempersiapkan diri untuk hidup dengan mapan pada masa yang akan datang,” ungkap Nabila Putri Yayu.

Kepada rekan-rekan wisudawan lainnya, Nabila Putri Yayu berpesan bahwa pengukuhan mereka sebagai wisudawan kali ini merupakan langkah awal untuk memulai hidup yang lebih layak dan mapan. Baginya, keberhasilan hidup seorang mahasiswa akan ditunjukkan setelah dikukuhkan sebagai seorang sarjana.

Selain Nabila Putri Yayu, sejumlah wisudawan juga dilantik oleh Dekan FIB Unand sebagai bintang aktivis kampus pada periode wisuda II tahun 2017 ini. Mereka ialah Dini Alvionita dan Faisal Tanjung (Jurusan Sastra Jepang), Rian Nofiandri (Jurusan Ilmu Sejarah),  Nadiatul Khairiah (Jurusan Sastra Indonesia), dan Rahmayulianti, Khairani Fauzana, dan Haris Sibhgatullh Fil Quds (Jurusan Sastra Inggris).

Reporter: Dini Alvionita, Editor:Ria Febrina, Admin: Gading Rahmadi

Read 309 times