Dekan FIB Unand Dorong 386 Mahasiswa Baru untuk Raih Bonus Demografi Eropa dan Amerika

18 Agustus 2017

FIB—Sebanyak 386 mahasiswa baru disambut oleh civitas akademika Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas. Melalui kegiatan Orientasi Proses Belajar Mengajar (OPBM) 2017, Dekan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas, Dr. Hasanuddin, M.Si. beserta pimpinan fakultas dan pimpinan jurusan di FIB Unand menyambut dengan ramah seluruh mahasiswa baru dalam silaturahmi keluarga FIB tersebut.

Dekan Fakultas Ilmu Budaya, Dr. Hasanuddin, M.Si. mengungkapkan bahwa  mahasiswa baru ini merupakan kelompok elite yang berhasil bergabung dengan FIB Unand. “Kelompok elite yang bermakna positif karena kalian merupakan kelompok orang-orang yang menang. Hanya 10% orang yang diterima dari 3000-an calon yang telah mendaftar,” jelas Dr. Hasanuddin, M.Si.

Kepada mahasiswa baru, Dekan FIB berharap agar mahasiswa baru dapat mengubah perspektif yang berkembang di tengah masyarakat pada hari ini yang mengungkapkan bahwa kampus merupakan menara gading yang tidak peduli dengan lingkungan. “Perspektif ini harus diubah dengan kreativitas sehingga keberadaan perguruan tinggi bermanfaat bagi masyarakat.”

Lebih lanjut, Dr. Hasanuddin, M.Si. menjelaskan bahwa upaya yang dapat dilakukan mahasiswa ialah dengan mengikuti program kreativitas mahasiswa. “Mahasiswa harus belajar mengidentifikasi, memetakan, dan menemukan alternatif solusi bagi berbagai masalah di tengah masyarakat,” ungkapnya.

Tak hanya itu, Dekan Fakultas Ilmu Budaya juga menekankan bahwa masyarakat Indonesia diuntungkan pada hari ini dengan adanya bonus demografi. “Mahasiswa dari sekarang harus menyiapkan diri bersaing di tingkat global. Sebab, pada saat tamat nanti, Indonesia dan beberapa negara Asia, seperti Cina dan Vietnam memiliki bonus demografi. Bonus demografi merupakan suatu kondisi yang menunjukkan bahwa angkatan kerja Indonesia lebih besar dibandingkan angkatan kerja dari negara Eropa dan Amerika. Penyebabnya, di negara Eropa dan Amerika, terdapat kebijakan baru yang menguntungkan masyarakat Indonesia. Di antaranya tidak mau punya anak lebih dari satu, tidak mau menikah, dan juga menjadi single parent. Lima tahun ke depan, pasar kerja Indonesia berpeluang mengisi pasar Eropa dan Amerika. Oleh sebab itu, bagi mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya, diharapkan untuk menguasai bahasa asing,” ungkap Dr. Hasanuddin, M.Si.

Dalam penyambutan tersebut, Dr. Hasanuddin, M.Si. mengharakan agar seluruh mahasiswa baru mampu menyelesaikan studi selama empat tahun. “Seperti perintah agama, selesaikan satu urusan segera agar bisa bersungguh-sungguh mengerjakan urusan lain. Setelah tamat, Anda pun bisa segera mendapatkan pekerjaan,” ungkapnya.

Sesuai dengan harapan Dekan FIB Unand, OPBM 2017 mengambil tema “Pandai dek baraja, cadiak dek taraja”. Maksudnya, mahasiswa baru yang berada di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas diharapkan dapat membiasakan diri menerima dan menghargai pendapat orang lain sehingga mereka akan menjadi pribadi yang lebih baik. Dengan memaknai pandai dek baraja, mahasiswa FIB diharapkan rajin belajar, baik akademis dan non-akademis agar ahli dalam bidang keimuan di FIB Unand, baik linguistik, sastra, filologi, dan sejarah. Begitu juga dengan cadiak dek taraja, agar mahasiswa FIB tidak lelah mengulang mempelajari pengetahuan yang diperoleh agar cekatan dalam satu bidang ilmu.

Prof. Oktavianus, Wakil Dekan bidang akademik FIB Unand mengungkapkan bahwa semua mahasiswa baru FIB harus pandai dan cadiak  dalam menjalani proses perkuliahan selama berada di Fakultas Ilmu Budaya. Pimpinan FIB berharap agar mahasiswa FIB tidak menjadi mahasiswa kupu-kupu alian kuliah pulang saja, melainkan dapat menjadi mahasiswa yang dapat menyeimbangkan kemampuan akademik dan non-akademik.

Pada acara pengenalan kegiatan akademik, Prof. Oktavianus menjelaskan sistem perkuliahan kepada mahasiswa baru. Salah satu bagian yang ditekankan ialah IPK selama berada pada satu tahun pertama. “Pada akhir tahun pertama, IPK Saudara akan dipantau. Bagi mahasiswa yang memiliki IPK di bawah 2, akan diberi peringatan keras. Mahasiswa tersebut akan membuat surat perjanjian di atas materai agar dapat meningkatkan IP sehingga jumlah SKS yang diperoleh sesuai dengan rencana akademik. Jika tidak ada perubahan, mahasiswa tersebut akan di-drop out pada semester kelima,” ungkap Prof. Oktavianus.

Lebih lanjut, Wakil Dekan bidang akademik mengungkapkan bahwa pimpinan dan dosen Fakultas Ilmu Budaya berharap agar seluruh mahasiswa dapat menyelesaikan studi sesuai dengan waktu yang ditentukan. Hal tersebut akan berpengaruh kepada akreditasi jurusan, akreditasi fakultas, dan akreditasi universitas.

“Kami tidak membatasi setiap kegiatan Anda selama berada di Fakultas Ilmu Budaya. Silakan berkegiatan, namun imbangi kegiatan akademik dengan kegiatan non-akademik yang berkaitan dengan minat dan bakat,” ungkap Prof. Oktavianus.

Menurut Rahmat Fadli, Ketua Panitia OPBM 2017, penyambutan mahasiswa baru FIB Unand tahun 2017 ini dijalani dengan konsep yang ramah. Panitia tidak lagi menyiapkan sistem perploncoan yang dapat menyakiti mahasiswa baru. “Kali ini terdapat perubahan orientasi mahasiswa baru, yaitu perploncoan. Pada tahun sekarang, semua perploncoan dihapuskan, seperti shocking time yang sebelumnya diselesaikan dengan kekerasan, pada tahun ini, kita tetap memberikan masalah kepada mahasiswa baru, namun diselesaikan dengan cara musyarawah,” ungkapnya.

Mahasiswa Jurusan Ilmu Sejarah ini mengungkapkan bahwa pada awalnya perubahan pola OPBM ini sangat menyulitkan karena perlu koordinasi yang intensif kepada pimpinan FIB, dosen, senior, dan alumni. “Namun, berkat komunikasi yang baik, kami bisa menghadapinya,” ungkap Rahmad Fadli.

Sementara itu, Imam Insan Kamil, salah seorang mahasiswa baru mengungkapkan bahwa ia menikmati masa-masa menjalani OPBM di Fakultas Ilmu Budaya. “Sangat seru karena kami merasakan ketegangan selama beberapa hari menjalani OPBM. Namun, ketegangan tersebut akhirnya mencair dan pada penutupan OPBM, kami merasakan kelegaan yang luar biasa,” ungkapnya.

Mahasiswa Jurusan Sastra Indonesia ini sangat terkesan dengan kerja sama panitia dalam mengkoordinasi setiap kegiatan dalam OPBM. Namun, dia sangat menyayangkan ketika masih terjadi kemoloran waktu. “Banyak kegiatan yang terlaksana di luar jadwal,” ungkapnya.

Sebagai mahasiswa baru Universitas Andalas, ia juga mengalami pengalaman baru selama menaiki bus kampus. “Semuanya berdesakan dan saling tidak mengalah. Ini pengalaman tak terduga yang saya dapatkan di Universitas Andalas,” ungkapnya.

Meskipun demikian, ia tetap bangga dengan Universitas Andalas. Bahkan, ia bertekad untuk memajukan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas dengan segala prestasi yang akan diraih selama perkuliahan nanti.

Selama OPBM 2017 ini, mahasiswa baru memang telah mengikuti sejumlah kegiatan, seperti pengenalan kampus dan proses perkuliahan; pengenalan unit kegiatan mahasiswa fakultas (UKMF) mulai dari BEM FIB, Teater Langkah, Relair Cinema, Labor Penulisan Kreatif (LPK), Forum Studi Islam FIB, Mapala FIB, dan UKOS; pengenalan perpustakaan; serta pengenalan dosen, tenaga kependidikan, dan senior di lingkungan Fakultas Ilmu Budaya.

Sejumlah kegiatan tersebut diharapkan dapat memperkenalkan Fakultas Ilmu Budaya Unand kepada mahasiswa baru sehingga memberikan ketertarikan kepada mereka untuk berkegiatan. Mahasiswa baru diharapkan juga dapat aktif, kreatif, kiritis, dan inovatif dalam segala hal sehingga dapat membangun karakter yang sadar dengan situasi dan kondisi di lingkungan Fakultas Ilmu Budaya Unand.

Menurut Rahmad Fadli, Ketua OPBM 2017, OPBM 2017 ini diharapkan dapat mengajak mahasiswa baru untuk lebih peduli terhadap pengembangan HIMA jurusan tanpa mengabaikan jurusan lain. “Setiap jurusan di Fakultas Ilmu Budaya memiliki keunggulan, setiap mahasiswa harus bisa menghargai,” ungkapnya.

Selain itu, mahasiswa baru yang diajak untuk mengenal minat dan bakat karena UKMF Ilmu Budaya diharapkan dapat mewadahi pelatihan minat dan bakat mereka. “Kepada mahasiswa baru, diharapkan agar dapat menjaga iklim dalam aspek akademis maupun non-akademis yang didampingi oleh HIMA dan UKM FIB Unand,” harapan Rahmad Fadli kepada mahasiswa baru.

 

Reporter: Widya Glawry, Editor: Ria Febrina, Admin: Gading Rahmadi

Read 197 times