ISoL III FIB Unand, Peserta Disambut Gubernur Sumbar dan Walikota Padang

29 Agustus 2017

FIB—Sebanyak 67 pemakalah International Seminar on Linguistic (ISoL) III Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Andalas, dari delapan negara di dunia disambut dengan tarian khas Minang di Auditorium Gubernuran Sumatera Barat pada Rabu malam (23/08/2017).

Tarian khas Minang berupa tari pasambahan dan tari piring dipersiapkan khusus oleh Gubernur Sumatera Barat, untuk menjamu seluruh peserta. Hal tersebut diungkapkan oleh Wakil Gubernur Sumatera Barat, Nasrul Abit, mewakili Gubernur Sumatera Barat, dalam sambutan pembukaan ISoL III FIB Unand. Nasrul Abit berterima kasih kepada panitia ISoL III yang telah mengagendakan pertemuan peserta ISoL III dengan pemerintah Sumatera Barat.

“Kami sebagai pemerintah daerah berterima kasih kepada Universitas Andalas yang ikut memberitahukan aktivitas kampus, khususnya dalam melibatkan beberapa negara asing. Kedatangan tamu dari daerah dan negara lain tersebut tentunya juga menjadi tanggung jawab pemerintah daerah untuk ikut memberikan jamuan terbaik agar menjadi kenangan yang baik bagi seluruh peserta itu sendiri,” jelas Wakil Gubernur Sumatera Barat, Nasrul Abit.

Dalam kesempatan tersebut, Nasrul Abit mengajak seluruh peserta ISoL III FIB Unand untuk menikmati keindahan alam Provinsi Sumatera Barat setelah seminar selesai. “Potensi wisata yang sedang dikembangkan di Provinsi Sumatera Barat saat ini ialah Pulau Mandeh. Bapak dan Ibu peserta dapat menikmati keindahan Raja Ampat Sumatera Barat dengan mengunjungi daerah tersebut,” jelasnya.

Dalam pembukaan ISoL III FIB Unand ini, Dr. Asdi Agustar, Wakil Rektor II Universitas Andalas, yang menggantikan Rektor Universitas Andalas dalam menyambut peserta ISoL III FIB Unand ini, juga menyampaikan kepada seluruh peserta agar kerja sama dalam seminar internasional ini tidak akan menjadi kerja sama terakhir, tetapi dapat terwujud dalam  berbagai kegiatan ilmiah lainnya.

Meskipun tanpa kehadiran rektor, Dr. Asdi Agustar mengungkapkan bahwa Universitas Andalas sangat mendukung terselenggaranya ISoL III FIB Unand ini karena persoalan bahasa di tengah-tengah masyarakat juga menjadi tanggung jawab universitas dalam membantu memberikan solusi yang cerdas kepada masyarakat. “Dengan adanya ISoL III FIB Unand ini, saya berharap berbagai persoalan bahasa di tengah masyarakat dapat diatasi dengan berbagai pemikiran oleh ahli bahasa yang berkumpul pada kesempatan ini,” ungkapnya.

Tak hanya Dr. Asdi Agustar, Asisten II Pemerintah Kota Padang, Erwenpendi, yang mewakili Walikota Padang dalam menjamu peserta ISoL III FIB Unand juga mengungkapkan  bahwa masyarakat harus mencari solusi yang baik untuk mengatasi persoalan berbahasa.

Dalam rangka penutupan ISoL III FIB Unand, Erwenpendi mewakili Walikota Padang menjelaskan bahwa diselenggarakannya seminar internasional linguistik ini dapat menjadi salah satu solusi untuk mengatasi berbagai persoalan kebahasaan. “Salah satu eksistensi dari pembelajaran bahasa itu sendiri ialah peran bahasa saat ini berpengaruh besar terhadap pembangunan daerah,” ungkapnya.

Oleh karena itu, Erwenpendi mengharapkan agar seminar ini juga dapat memberi kontribusi yang besar dalam pembangunan daerah Kota Padang.

Bagi Prof. Dr. Oktavianus, Wakil Dekan I FIB Unand, harapan Pemerintah Daerah Kota Padang ini sudah menjadi tujuan dari terselenggaranya seminar internasional linguistik ketiga ini. “ISol dapat memberikan sumbangsih untuk pembangunan Indonesia dan juga untuk ruang lingkup kecil, seperti Kota Padang. Dalam acara ini, kita bisa membangun kembali sebuah produk yang gagal dan saling berbagi ilmu mengenai penelitian linguistik antarnegara,” tutur Prof. Dr. Oktavianus.

Menanggapi harapan Walikota Padang tersebut, Lilik Rita Lindayani, salah seorang pemakalah dari Universitas Sulawesi mengungkapkan bahwa ia telah merasakan bahwa bahasa memberikan sumbangsih yang besar dalam pembangunan negara. “Pengajar bahasa Indonesia di 71 negara lain saat ini telah mewujudkan kerja sama ekonomi yang dapat memperkuat ekonomi negara Indonesia. Saya misalnya, setelah mengajar bahasa Indonesia di India untuk Program SAME BIPA, telah melanjutkan kerja sama pendidikan ini menjadi kerja sama ekonomi. Saat ini saya telah menjadi pengimpor sapu lidi dan berbagai produk khas dari Sulawesi untuk dipasarkan di India. Hal ini terkait dengan kepercayaan masyarakat India kepada negara Indonesia yang telah diterimanya melalui bahasa,” jelasnya.

Oleh sebab itu, bagi Lilik Rita Handayani mewakili peserta ISoL III FIB Unand merasakan bahwa perlu terus dilaksanakan kerja sama antara peneliti bahasa dengan pemerintah daerah dan juga pemerintah negara agar bahasa bisa ikut membangun negara,” ungkapnya.

Terkait hal tersebut, pimpinan FIB Unand melalui Prof. Dr. Oktavianus berterima kasih kepada peserta ISoL III yang telah memaknai pentingnya seminar internasional ini. Mewakili Dekan FIB Unand, Prof. Oktavianus juga mengucapkan terima kasih kepada Gubernur Sumatera Barat dan juga kepada Walikota Padang yang telah menjamu pemakalah, baik pada pembukaan  ISoL III maupun pada penutupan ISoL III. Ia juga mengapresiasi kerja sama dan kerja keras panitia yang mengangkat acara ISOL III ini dan berharap agar dapat dilanjutkan menjadi seinar rutin dua tahunan pada ISol IV nanti.

 

Humas FIB: Rina Septhiari, Ria Febrina, dan Gading Rahmadi

Read 126 times