Kepada Wisudawan, Dekan FIB Unand Berjanji akan Dirikan Lembaga Sertifikasi Profesi

12 September 2017

FIB—Dekan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas periode baru, 2017—2021, Dr. Hasanuddin, M.Si. melantik 73 mahasiswa sebagai wisudawan pada Sabtu (26/8/2017). Mereka berasal dari Program Studi Sastra Jepang sebanyak 32 orang, Program Studi Sejarah dan Sastra Inggris sebanyak 21 orang, Program Studi Sastra Indonesia sebanyak 11 orang, dan Program Studi Sastra Minangkabau sebanyak 9 orang. Di antara para wisudawan tersebut, sebanyak enam orang dinobatkan sebagai bintang aktivis kampus karena pengabdian dan prestasi yang diraih selama mengikuti perkuliahan.

Dekan FIB Unand, Dr. Hassanudin, M.Si., dalam kata sambutan mengungkapkan bahwa di Fakultas Ilmu Budaya untuk tahun mendatang, akan didirikan sebuah lembaga sertifikasi profesi agar setiap mahasiswa yang tamat dapat bekerja sesuai kompetensi yang dimiliki pada sertifikat pendamping ijazah (SPI). Ada sejumlah profesi-profesi tertentu yang bisa dijalani oleh alumni FIB Unand, yakni penerjemah, jurnalistik, editor,  penulis, kritikus, dan aktor.

“Atas restu dari bapak-bapak dan ibu-ibu, kita akan membuat sebuah lembaga sertifikasi profesi agar setelah tamat mahasiswa memiliki sertifikat pemdamping ijazah dengan profesi-profesi tertentu. Hal ini diharapkan dapat terwujud secepatnya,” ungkap Dr. Hasanuddin, M.Si.

Kepada wisudawan tersebut, disampaikan juga bahwa wisudawan bisa melanjutkan studi di FIB. “Untuk calon mahasiswa kami di program studi S-2, kami sudah menyediakan empat jurusan di pascasarjana FIB Unand, yaitu Linguistik, Sejarah, Ilmu Sastra, dan Kajian Budaya. Jika Saudara tidak melanjutkan studi, saya juga percaya bahwa wisudawan/wisudawati tahun ini mertuupakan angkatan potensial untuk terjun ke dunia kerja,” ujar Dekan FIB Unand.

Kepada wisudawan, Dekan FIB Unand mewakili civitas akademika di lingkungan fakultas meminta maaf kepada para wisudawan jika pada saat menempuh pendidikan ada yang merasa tersinggung dan tidak terlayani dengan baik. “Maafkanlah kami. Jikalau ada di antara wisudawan yang berbuat, telah terlebih dahulu kami maafkan, kecuali soal utang-piutang karena hal itu harus diselesaikan dengan pihak yang bersangkutan,” tutur Dekan FIB Unand, Dr. Hassanudin, M.Si.

Lulusan terbaik FIB Unand, Ilvi Rahmi, dari Program Studi Sastra Jepang, mengucapkan syukur dan ucapan terima kasih kepada orang tua dan seluruh dosen yang telah memberikan ilmu kepadanya sehingga dapat meraih IPK tertinggi, yakni 3,70. Ia mengungkapkan ke depannya setiap wisudawan pasti bisa melanjutkan perjuangan, baik akan studi S-2 ataupun bekerja. “Dima bumi dipijak, di situ langik dijunjuang. Dima ado usaho, di situ ado jalan,” ujarnya dalam bahasa Jepang.

Ir. Zulferi, M.Pd., orang tua wisudawan dari Tessa Qurrata Aini mengucapkan selamat kepada wisudawan/wisudawati atas nama seluruh orang tua yang berbahagia pada hari tersebut. “Kami juga mengucapkan selamat kepada Pak Dekan yang baru dilantik. Semoga FIB menjadi lebih maju dari sebelumnya. Saya mengucapkan terima kasih kepada pimpinan dan panitia pelaksana yang telah memberikan kepercayaan kepada saya untuk menyampaikan pembukaan  sebagai wakil dari pada wisudawan. Saya meminta maaf kepada para orang tua karena tidak semuanya bisa saya hubungi untuk menanyakan apa yang ingin disampaikan. Pertama, saya mengucapkan terima kasih kepada dekan dan seluruh jajaran, serta bapak ibu ketua jurusan, termasuk dosen yang mensukseskan proses belajar anak kami. Dalam pengamatan saya, beberapa hal yang menarik di FIB Unand, wisudawan diiringi oleh kesenian Minangkabau. Hal ini tidak saya lihat di fakultas lain. Kemudian, dari segi pelayanan, yang sangat berkesan bagi saya ialah saat bimbingan skripsi, dosen pembimbing sekarang berbeda dengan kami dulu pada tahun 1970-an dan tahun 1980-an. Dosen pembimbing bisa bisa dihubungi via handphone. Bagi saya, hal tersebut merupakan kemajuan yang sangat membantu anak kami,” ungkap orang tua dari Tessa Qurrata Aini.

Di luar acara pengukuhan wisudawan, wisudawan terbaik FIB Unand, Ilvi Rahmi mengungkapkan bahwa ia memiliki cita-cita untuk menyambung pendidikan S-2. Akan tetapi,  hal tersebut dimungkinkan jika ia mendapat beasiswa. Sementara itu, orang tua wisudawan dari Khairunnisa mengungkapkan bahwa ia melihat nilai lulusan saat ini sangat bagus. “Kalau kita melihat wisuda kali ini, nilai mereka bagus dan rata-rata indeks prestasi mereka tinggi. Hanya saja ketika mendapat pekerjaan, terkadang nilai tidak berhubungan dengan jenis pekerjaan. Mendapatkan pekerjaan pada hari ini menurut saya tergantung rezeki. Ada lulusan terbaik, tapi lama mendapat pekerjaan ataupun mereka bekerja tidak sesuai jurusan,” ungkap Ilya Sofnita, orang tua dari Khairunnisa. Menurutnya, kebijakan Dekan FIB Unand yang akan menyediakan sertifikat pendamping ijazah diharapkan dapat mengatasi hal tersebut.

 

Humas FIB: Rafli Aditya, Ria Febrina, dan Gading Rahmadi

 

Read 138 times