Selasa, 09 Januari 2018 08:19

FIB Unand Adakan Klinik Penyuntingan Artikel untuk Publikasi di Jurnal Internasional

FIB—Dalam rangka meningkatkan publikasi hasil penelitian dosen, Dekan FIB Unand, Dr. Hasanuddin, M.Si. mengadakan lokakarya penulisan ilmiah untuk publikasi di jurnal yang bereputasi, khususnya jurnal internasional.

 

“Klinik ini merupakan program dekan dalam periode 2017—2021. Tujuan diadakan kegiatan ini ialah meningkatkan kualitas dan kuantitas publikasi hasil penelitian dosen FIB di jurnal yang bereputasi,” ujar Dekan FIB Unand, Dr. Hasanuddin M.Si.

 

Lebih lanjut, Dekan FIB Unand mengungkapkan bahwa tujuan diadakan klinik jurnal ini ialah untuk meningkatkan jumlah dosen yang berpredikat profesor. “Saat ini dosen yang profesor di FIB baru sekitar 4% dari 107 dosen. Salah satu faktor penghambat untuk menjadi profesor ialah publikasi di jurnal internasional. Untuk itu, perlu diadakan kegiatan seperti ini secara berkala nantinya.”

Lokakarya ini terdiri atas penjelasan materi tentang teknik penulisan artikel di jurnal dan klinik penyuntingan artikel secara intensif. Keduanya difasilitasi oleh Prof. Dr. I Nyoman Darma Putra, M.Litt. dari Universitas Udayana, Bali. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 4—5 Oktober 2017 ini dilaksanakan di Ruang Seminar Fakultas Ilmu Budaya. “Terhimpun 15 artikel yang masuk dalam klinik penyuntingan. Kita berharap separuh dari artikel tersebut bisa dipublikasi tahun depan,” tambahnya.

Menurut Dr. Hasanuddin, M.Si., menghadirkan Prof. Dr. I Nyoman Darma Putra, M.Litt. sebagai fasilitator karena saat ini ia juga menjadi editor jurnal kajian budaya di Bali.

“Beliau mempunyai track record yang bagus dan juga berasal dari bidang yang sama dengan kita, yaitu kajian budaya,” ungkap Dr. Hasanuddin, M.Si.

Dalam penyampaian materinya, Prof. Dr. I Nyoman Darma Putra, M.Litt.  menuturkan bahwa dalam menulis artikel, khususnya yang ditujukan untuk publikasi di jurnal, penting mencari tahu jurnal mana yang akan dituju. “Dalam menulis artikel, pastikan dulu target jurnalnya, baru kemudian menulis. Jangan menulis, kemudian mencari jurnal yang cocok untuk artikel tersebut,” terangnya.

Prof. Dr. I Nyoman Darma Putra, M.Litt. juga menuturkan bahwa dalam menulis artikel perlu diperhatikan perbedaan antara artikel dan ringkasan disertasi. “Jangan menyamakan artikel jurnal dengan disertasi atau tesis. Jika ingin merngubah ke dalam bentuk jurnal, disertasi atau tesis perlu ditulis ulang,” pesannya.

 

Reporter: Sonia, Editor: Ria Febrina, Admin: Gading Rahmadi

Read 346 times