Rayakan Dies Natalis, FIB Unand Fasilitasi Mahasiswa untuk Berwirausaha melalui Bazar

28 Februari 2018

FIB—Dalam rangka merayakan Dies Natalis FIB Unand ke-36, Dekan Fakultas Ilmu Budaya Unand mengajak mahasiswa untuk berwirausaha. Hal ini ditunjukkan melalui fasilitas yang diberikan oleh pimpinan FIB Unand berupa kesempatan melakukan pameran produk di sejumlah stand di sepanjang koridor FIB mulai Senin, 26 Februari 2018 sampai 7 Maret 2018.

“Salah satu unggulan pameran kita ialah pameran motif batik. Pameran ini diharapkan menjadi core karena akan diikuti dengan launching wirausaha batik. Pada 7 Maret 2018 nanti, FIB Unand akan mengadakan kegiatan membatik yang diawali oleh rektor,” ungkap Dr. Hasanuddin, M.Si., Dekan FIB Unand.

Dekan FIB Unand ini mengungkapkan bahwa ada puluhan motif batik yang sudah dipatenkan dosen FIB Unand. “Dua orang dosen FIB Unand yang sedang menggalakkan hal tersebut ialah Prof. Herwandi dan Dr. Pramono. Mahasiswa yang berminat untuk mengembangkan motif batik tersebut, juga akan difasilitasi dengan bergabung melalui UKM Wirausaha Batik. Pembinanya sudah ada,” ungkap Dr. Hasanuddin, M.Si.

Lebih lanjut, Dr. Hasanuddin, M.Si. mengungkapkan bahwa banyak peluang produk-produk unik hasil kreativitas mahasiswa yang bisa dikembangkan, bahkan berpeluang untuk sukses. “Selain batik bermuatan lokal, ada handycraft yang sudah dikembangkan mahasiswa,” ungkapnya.

Terkait hal tersebut, Wakil Dekan III FIB Unand mengungkapkan bahwa stand yang disediakan oleh FIB Unand merupakan bentuk kewirausahaan yang telah dilakukan mahasiswa. “Dengan kesadaran berwirausaha sejak dini, mahasiswa diharapkan bisa menciptakan lapangan pekerjaan sendiri,” ungkapnya.

Mahasiswa FIB Unand Berwirausaha

Harapan Pimpinan FIB Unand ini diungkapkan salah satunya melalui wirausaha milik Andesta Herli, mahasiswa Jurusan Sastra Indonesia. Andesta Herli menerbitkan sejumlah buku melalui rumah penerbit miliknya, portalkata.

“Buku-buku terbitan portal kata sudah dijual secara online, terutama melalui media sosial. Di Bazar ini, kami mempromosikannya melalui stand Aksara Corner. Bahkan, di stand ini, tidak hanya buku terbitan portalkata, buku terbitan dari sejumlah penerbit lain juga dihadirkan,” ujar Annisa Irfayuli, pemilik Aksara Corner.

Dengan adanya bazar di FIB ini, Annisa Irfayuli mengakui bahwa adanya kenaikan dalam penjualan buku yang dimiliki. “Alhamdulillah, penjualan kami naik berkat ada bazar ini. Melalui bazar ini, tidak ada penaikkan harga terhadap buku yang kami jual, namun ada beberapa buku yang harganya dikurangi,” ungkap mahasiswa Jurusan Sastra Indonesia ini.

Tak hanya Annisa Corner, Rona Almos, S.S., M.Hum., Ketua Bazar FIB Unand mengungkapkan bahwa sebanyak 20 stand telah meramaikan Bazar FIB Unand. ”Lima belas stand tersebut justru milik mahasiswa FIB dan lima lainnya merupakan milik wirausahawan dari luar FIB,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Rona Almos, S.S., M.Hum. mengungkapkan bahwa beberapa kewirausahaan milik mahasiswa FIB Unand ialah Nashobag yang menjual tas hasil produksi sendiri dan Nona Jewelry yang menjual aksesori handmade.

Berkontribusinya mahasiswa FIB Unand dalam bazar ini, menurut Rona Almos, S.S., M.Hum. tidak terlepas dari kesadaran mereka setelah mengikuti kuliah Kewirausahaan, khususnya di Jurusan Sastra Minangkabau. “Sejak 2011 lalu, mahasiswa Jurusan Sastra Minangkabau telah mendalami wirausaha melalui mata kuliah. Lalu, mereka diajak praktik dengan membuat gagasan unik dan menjadikannya sebagai salah satu kewirausahaan,” ungkapnya.

Terkait hal tersebut, Wakil Dekan III FIB Unand, Imelda Indah Lestari, S.S., M.Hum. menyatakan bahwa belum semua jurusan yang memiliki mata kuliah Kewirausahaan. “Namun, mata kuliah tersebut bisa menjadi masukan karena sekarang FIB sedang menyusun kurikulum berbasis KKNI,” jelasnya.

Meskipun demikian, kegiatan wirausaha yang dilakukan mahasiswa FIB diharapkan terus meningkat. Bahkan, Dekan FIB Unand, Dr. Hasanuddin, M.Si. berharap semua mahasiswa FIB dapat memiliki kesadaran untuk berwirausaha. “Wirausaha itu menantang dan menjanjikan. Sebab, produk-produk unik atau khas merupakan ciri kewirausahaan yang membutuhkan kreativitas dan inovasi untuk menggagasnya,“ ungkapnya.

Dengan demikian, setiap produk kewirausahaan merupakan kreativitas yang perlu terus dikembangkan. “Dengan adanya wirausaha, mahasiswa tidak akan canggung tamat kuliah. Apalagi, bazar yang diselenggarakan ini dihadirkan untuk mengajak banyak orang berkunjung ke FIB,” ungkap Imelda Indah Lestari, S.S., M.Hum.

Imelda Indah Lestari, S.S., M.Hum. juga mengungkapkan bahwa kegiatan bazar ini memberi kemudahan kepada civitas FIB Unand untuk membeli sesuatu dan menyaksikan secara dekat produk terbaik yang menjadi kreavitas unggulan mahasiswa.

 

(Humas FIB: Ria Febrina dan Sonia, Admin: Gading Rahmadi)

Read 192 times