Jurusan Sastra Jepang FIB Unand Akan Selenggarakan NAT bagi Mahasiswa dan Umum pada 1 April 2018 Mendatang

29 Maret 2018

FIB – Lembaga swasta Nihonggo Achievment Test (NAT) menjalin MOU dengan Unand awal Maret 2018 lalu dalam penyelenggaraan ujian tulis kemampuan bahasa Jepang. Kehadiran NAT di perguruan tinggi sendiri merupakan yang kedua di Indonesia setelah Universitas Indonesia (UI). NAT yang diperuntukkan bagi mahasiswa dan umum ini direncanakan akan diselenggarakan pada 1 April 2018 mendatang.

Bagi mahasiswa Jurusan Sastra Jepang FIB Unand, hasil atau sertifikat NAT itu sendiri berguna untuk mengukur kemampuan bahasa Jepang yang dimilikinya, dan nantinya juga dibutuhkan sebagai sarat untuk mengikuti wisuda dan mengikuti beasiswa serta untuk melamar pekerjaan di instansi tertentu.

Salah seorang mahasiswa Sastra Jepang FIB Unand, Yofane Permata Lestari, yang telah mendaftar sebagai peserta NAT mengatakan cukup terbantu dengan hadirnya ujian ini karena diadakan sampai enam kali setahun berlokasi di Unand,.

Menurutnya, mahasiswa Sastra Jepang selama ini hanya mengenal JLPT (Japanese langague proficiency test) yang diselenggarakan oleh pemerintah lewat kerjasamanya dengan The Japan foundation. Untuk daerah Padang, JLPT cuma diadakan sekali setahun dan bertempat di Universitas Bung Hatta. Faktor frekuensi penyelenggaraan dan kemudahan lokasi ujian inilah menurutnya keberadaan NAT di Unand adalah sesuatu hal yang bagus.

Argumen yang senada juga disampaikan oleh Idrus, M.Hum., dosen Jurusan Sastra Jepang FIB Unand yang juga selaku koordinator penyelenggara ujian tersebut. Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa jumlah peserta yang sudah mendaftar sampai saat ini ada sekitar 33 orang, dan 5 diantaranya adalah mahasiswa sastra Jepang FIB Unand.

Karena alasan jumlah peserta yang masih terhitung sedikit, maka ujian pada periode ini akan diselenggarakan di FIB Unand ketimbang di UPT Pusat Bahasa UNAND.

“Karena ujian ini diselenggarakan oleh instansi swasta dan tidak mendapat bantuan dari pemerintah serta turunnya nilai tukar rupiah terhadap dolar, membuat sebagian besar mahasiswa Jurusan Sastra Jepang Unand mengeluhkan insert pendaftaran ujian yang terbilang cukup tinggi untuk para calon peserta, yaitu sejumlah 30 dolar atau jika dirupiahkan bernilai Rp. 400.000.- sehingga jumlah peserta yang ikut tidak sebanyak JLPT yang sudah menjadi langganan mahasiswa Jurusan Sastra Jepang Unand untuk mengikuti ujan kemampuan bahasa Jepang,” ungkap Idrus, M.Hum.

(Reporter: Rafly Adithya, Editor: Ayendi, Admin: Gading Rahmadi)

Read 213 times