Vicha Faradika, S.Hum, Alumni Sastra Inggris, Bagi Pengalaman dan Beri Masukan untuk Kurikulum Berbasis KKNI Jurusan Sastra Inggris FIB Unand

30 Maret 2018

FIB - Vicha Faradika, S.Hum., alumni dari Jurusan Sastra Inggris FIB Unand Angkatan 2011, diundang dalam acara Lokakarya Kurikulum Berbasis KKNI Jurusan Sastra Inggris FIB Unand pada Rabu (28/3/2018) bertempat di Ruang Sidang Dekanat FIB Unand. Tujuan dari kedatangannya adalah sebagai narasumber (selaku alumni) untuk berbagi pengalaman dengan para dosen dari Jurusan Sastra Inggris FIB Unand terkait dengan kurikulum. Pada saat ini Vicha Faradika, S.Hum. bekerja sebagai pewarta bilingual di Antara Sumbar. Selain itu, ia juga sedang melanjutkan pendidikan S2 nya di Unand dengan bidang Ilmu Linguistik.

Vicha Faradika, S.Hum. berkata bahwa ketertarikannya terhadap dunia jurnalistik muncul karena kesukaannya melihat beberapa program berita Najwa Shihab di televisi. Ia menambahkan bahwa pada awalnya ia berkeinginan untuk menjadi seorang presenter di televisi. Akan tetapi, karena tidak ingin jauh dari keluarga dan keinginan untuk melanjutkan kuliah, akhirnya ia memutuskan untuk bekerja menjadi seorang reporter di Antara Sumbar.

”Sebenarnya  ketertarikan dalam jurnalistik itu sendiri muncul karena waktu dulu itu saya suka melihat beberapa program berita di televisi contohnya presenter yang paling saya suka itu adalah Najwa Shihab. Dulu saya punya keinginan untuk bekerja sebagai seorang presenter di televisi. Akan tetapi karena satu dan lain hal, ternyata nyangkutnya di Antara. Sebenarnya alasannya juga karena saya ingin melanjutkan pendidikan dan supaya bisa dekat juga dengan keluarga. Pada waktu itu, ketika Antara buka lowongan, ya udah saya langsung melamar. Saya setelah tamat tidak pernah melamar kerja kemanapun. Saya tamatnya pada bulan Februari tahun 2015. Setelah saya tamat, saya tidak melamar kerja sampai berbulan-bulan. Ketika Antara buka lowongan, saya langsung masukin lamaran. Itu adalah lamaran kerja pertama saya dan langsung diterima,” jelasnya.

Vicha Faradika, S.Hum. menyampaikan bahwa mahasiswa lulusan Sastra Inggris memiliki beberapa keuntungan jika terjun ke dunia jurnalistik dibandingkan dengan jurusan lainnya. Kelebihan ini yaitu keahlian Bahasa Inggris itu sendiri.

“Jika dibandingkan dengan jurusan lain kita punya nilai lebih di Bahasa Inggris. Kalau yang lain hanya bisa menulis berita dalam Bahasa Indonesia, sementara kita bisa menulis dalam Bahasa Inggris juga. Itu sebenarnya poin lebih buat kita. Apalagi kalau ada Menteri dari luar negeri atau orang luar negeri (bule) yang datang, kita lebih diutamakan. Misalnya Untuk mewawancarai mereka dan segala macamnya. Kita sudah paham dengan hal itu, karena itu sudah kita dapat sebelumnya di bangku perkuliahan pada beberapa mata kuliah misalnya pada mata kuliah conversation dan kita telah belajar banyak hal. Jadi, itu semua adalah poin lebih buat kita,” tuturnya.

Vicha Faradika, S.Hum. melihat bahwa ada perbedaan yang sangat mencolok untuk materi yang diberikan kepada mahasiswa pada mata kuliah Pengantar Jurnalistik sekarang ini di Jurusan Sastra Inggris FIB Unand jika dibandingkan dengan mata kuliah Pengantar Jurnalistik  (pada waktu itu bernama Dasar-Dasar jurnalistik) ketika di era Vicha Faradika, S.Hum. Pada masa ia duduk di bangku kuliah, mata kuliah Pengantar Jurnalistik ini hanya mengajarkan mahasiswanya tentang jurnalistik dan bagaimana teori membuat berita. Dalam artian lain, dosen hanya mengajarkan mengenai konsep dasar jurnalistik itu sendiri. Sementara Pengantar Jurnalistik pada saat sekarang ini, dosen sudah mengajarkan mahasiswanya untuk praktek secara langsung dalam pembuatan berita, mewawancarai narasumber, dan sekaligus mengambil foto untuk diletakkan pada berita yang telah dibuat.

“Kalau saya lihat, materi dalam mata kuliah Pengantar Jurnalistik pada masa Saya dengan yang sekarang ini sangat jauh berbeda. kalau dulu, angkatan Saya hanya diajarkan tentang apa itu jurnalistik dan bagaimana teori atau cara membuat berita. Kalau sekarang kan sudah jauh berbeda. Ibu Dr. Rina Marnita, AS., M.A., selaku dosen mata kuliah Pengantar Jurnalistik sudah meminta mahasiswa melakukan praktek jurnalistik secara langsung. Beliau meminta untuk membuat berita sekaligus dengan foto dan bahkan juga ada video wawancaranya. Nah, nanti semuanya diunggah ke blog pribadi masing-masing. Beliau tinggal buka blog mahasiswa dan melihat berita mereka. Ini semua beda banget dengan masa saya dulu,” paparnya.

Disisi Iain, ia juga memberikan masukan agar mata kuliah Pengantar Jurnalistik yang ada di Jurusan Sastra inggris pada saat sekarang ini dapat diperdalam dari segi materi. Ia juga berkata bahwa tidak ”haram” hukumnya bagi pemula dari Jurusan Sastra Inggris untuk membuat berita dalam Bahasa Indonesia. Dalam pandangannya, tidak bisa dipungkiri bahwa Bahasa Indonesia adalah modal atau pijakan awal agar seseorang dapat membuat sebuah berita.

“Kalau untuk Pengantar Jurnalistik yang sekarang memang sebaiknya materinya lebih mendalam lagi. Untuk pemula, tidak masalah beritanya ditulis dalam Bahasa Indonesia terlebih dahulu. Jadi dalam membuat berita, kitakan awalnya diajarkan 5 W + 1 H. Kita memulainya dari Bahasa Indonesia karena kita tidak bisa langsung menulis dalam Bahasa Inggris. Bagaimana kita akan membuat sebuah berita tanpa kita memahami isi dari berita itu sendiri. Jadi beritanya kita buat dalam Bahasa Indonesia dulu. Setelah paham prinsip-prinsip dan dasar-dasar kode etik jurnalistiknya, sudah bisa buat beritanya dan juga termasuk foto dan videonya, baru kita alihkan ke Bahasa Inggris. Sebaiknya, dahulukan membuat berita dalam Bahasa Indonesia walaupun kita dari Jurusan Sastra Inggris. Kita tidak bisa memungkiri bahwa yang menjadi dasar awal kita bisa membuat berita itu Bahasa Indonesia,” ungkapnya.

Ia juga berharap agar alumni dari Jurusan Sastra Inggris FIB Unand mampu menguasai tiga hal  pokok yang sangat mendasar dalam dunia jurnalistik jika memang ingin berkecimpung di dunia jurnalistik yaitu knowledge (pengetahuan), skill (kemampuan), dan attitude (sikap).

 “Kalau benar-benar ingin terjun ke dunia jurnalistik atau wartawan ada tiga hal yang harus dilakukan oleh seseorang khususnya alumni dari Jurusan Sastra Inggris. Pertama, kita harus memperkaya ilmu pengetahuan karena sebenarnya yang terpenting dalam jurnalistik itu adalah knowledge (pengetahuan). Kemudian didukung oleh skill (kemampuan) dan attitude (sikap). Jadi kalau memang mau jadi wartawan yang tiga itu harus diasah terlebih dahulu,” simpulnya.

(Reporter: Mita Handayani, Editor: Ayendi, Admin: Gading Rahmadi)

 

 

Read 265 times