Mahasiswa HMI FIB Unand Buka Lapak Bacaan “Pojok Harapan” Tidak untuk Motivasi Bisnis

31 Maret 2018

FIB - Mahasiswa FIB Universitas Andalas yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) membuka lapak bacaan yang bernama “Pojok Harapan” yang terletak di pojok koridor Gedung F disamping depan ruang F 1.14 pada Selasa, 27 Maret 2018. Kegiatan ini rutin dilakukan setiap hari tersebut mulai dari pukul 10.00 hingga 16.00 WIB.

“Lapak baca ini diberi nama Pojok Harapan,” ujar Alif, salah seorang mahasiswa Jurusan Sejarah BP 16 yang menjadi anggota HMI. Ini menurutnya memiliki arti pojok hari-hari panjang. Arti ini bermakna bahwa lapak ini adalah tempat bagi mahasiswa untuk menghabiskan hari-hari setelah melakukan aktivitas kampus dengan kegiatan yang bermanfaat, yang salah satunya dengan membaca. Lapak ini didirikan pada bulan Agustus 2017 atas prakarsa dari para anggota. “Kalau tanggal berdirinya saya lupa, yang pasti pada awal bulan Agustus 2017 lapak ini mulai dirintis dan bulan November sudah mulai berjalan,” tambahnya

Alif menjelaskan lapak baca ini menyediakan berbagai macam jenis buku yang dapat dibaca langsung maupun dipinjam oleh mahasiswa Unand dan khususnya mahasiswa FIB Unand. Lokasi yang dipilih memang sengaja di Gedung F tepatnya disisi samping depan ruang F 1.14, dekat dengan perpustakaan Unand. Tempat ini dianggap strategis karena salah satu tempat mahasiswa lalu lalang dari parkiran serta dekat dengan musholla. Pendirian lapak ini merupakan program kerja dari HMI FIB.

Program ini awalnya bermula dari tiga orang mahasiswa Sejarah yang melihat buku-buku yang berada di LPK (Labor Penulisan Kreatif). “Dulunya lapak baca ini sudah dimulai oleh LPK, namun berhenti di tengah jalan, sehingga buku-buku tersebut seperti tak berguna. akhirnya Saya bersama teman Saya, Dani dan Zul berinisiatif untuk membuka lapak baca agar buku-buku itu berguna kembali,” ungkap Alif, yang menjadi koordinator dari lapak baca “Pojok Harapan” tersebut.

Modal awal pendirian lapak ini mengandalkan kas anggota HMI Buku-buku yang ada di lapak ini berasal dari sumbangan para anggota dan beberapa dosen Fakultas Ilmu Budaya serta mahasiswa lainnya. “Lapak ini hanya bertujuan untuk mempermudah mahasiswa untuk menambah sumber bacaannya, dan tidak memiliki tujuan ekonomi apapun. Keuntungan yang didapat dari lapak ini bagi HMI yaitu bisa mendapat teman baru yang tertarik untuk membaca buku serta menambah amal ibadah” ujar Safridani, selaku salah satu anggota HMI.

Diawal pendiriannya, Alif dan kawan-kawannya mendapat tantangan yang cukup berat dari berbagai mahasiswa lainnya, tetapi mereka memegang prinsip segala sesuatu harus tercapai walaupun banyak rintangan yang harus mereka hadapi. “Kami banyak mendapatkan cemooh atau ejekan dari banyak orang saat mendirikan lapak ini. Orang menganggap kalau pendirian lapak ini sia-sia karena didirikan di belakang perpustakaan. Akan tetapi kami tetapi mendirikannya tanpa memperdulikan perkataan orang.” ungkap Alif. 

Kemudian Alif berargumen tentang banyaknya orang yang menganggap kalau pendirian lapak ini termasuk dalam lapak baca yang didirikan oleh salah satu UKM FISIP yang berada di Gedung E. Dengan hal ini maka anggota HMI memutuskan untuk memberi nama lapak tersebut, agar mahasiswa lain tidak menganggap lapak ini sebagai bagian dari lapak FISIP lagi.

Lebih lanjut, terkait dengan prosedur dalam peminjaman buku di lapak ini, Asril menjelaskan yaitu dengan membawa kartu tanda pengenal, seperti KTM, ataupun KTP. Kartu tersebut akan dititipkan selama waktu peminjaman pada salah satu anggota HMI. Hal tersebut bertujuan sebagai jaminan apabila terjadi masalah dalam hal peminjaman buku. Buku yang dipinjam hanya boleh satu buku untuk satu orang. Waktu peminjaman yang diberikan adalah satu minggu. Apabila ada mahasiswa yang terlambat mengembalikan buku maka akan didenda, tetapi pembayaran denda tidak ditetapkan ukurannya hanya dibayar secara sukarela oleh para mahasiswa yang kena denda.

“Sejauh ini belum ada terjadi permasalahan seperti kehilangan buku ataupun masalah lainnya terkait dengan peminjaman. Kami selalu berpikiran positif pada setiap mahasiswa yang ingin meminjam buku,“ jelas Asril, selaku anggota HMI.

Kemajuan yang sudah dicapai oleh lapak baca pojok harapan yaitu meningkatnya jumlah pembaca di lapak ini yang pada awalnya sangat sedikit, dan di bulan pertama pembukaan lapak ini bahkan tidak ada mahasiswa yang meminjam buku. Untuk terus meningkatkan jumlah pembaca, maka mereka memiliki strategi-strategi tertentu.

“Rencananya diakhir bulan akan diadakan bedah buku yang sering dibaca dan dipinjam oleh para mahasiswa di lapak ini. Tujuannya untuk menambah pengetahuan bagi para pembaca dan saling bertukar pikiran dengan cara diskusi isi buku.” timpal Alif lagi.

(Reporter : Muthia Delima Putri, Editor: Ayendi, Admin: Gading Rahmadi)

Read 186 times