Kegiatan ESOC 2018 (English Student on Camp) Jurusan SasIng FIB Unand Terlaksana Sesuai Rencana

28 April 2018

FIB - Jurusan Sastra Inggris FIB Unand melaksanakan kegiatan ESOC (English Student on Camp) pada tanggal 20-22 April 2018 di Pantai Tiram, Nagari Ulakan, Pariaman. Tema kegiatan ESOC kali itu adalah “Self Building through Camping, Gathering and Social Dedication.

Dalam acara tersebut mahasiswa baru angkatan 2017 dirubah sikap dan pola pikirnya dari sebelumnya sebagai seorang pelajar di tingkat SMA menjadi seorang mahasiswa di universitas. Mahasiswa baru dituntut tidak hanya pintar dalam bidang akademik, tetapi juga menjadi mahasiswa yang mampu mengorganisir diri dan kelompok.

Panitia inti dalam acara ESOC tersebut adalah mahasiswa Sastra Inggris angkatan 2015, sedangkan mahasiswa pembantunya dari angkatan 2016. Adapun jumlah total panitia sebanyak 72 orang. Ada 6 divisi yang dibentuk oleh panitia untuk menyukseskan acara yaitu divisi advanced, acara, perlengkapan, P3K, pubdokmas, dan konsumsi. Disamping itu, 4 orang dosen juga turut hadir ke lokasi ESOC, yaitu Donny Eros, M.A. dan Edria Sandika, M.Hum. selaku dosen pendamping, Rika Handayani, M.AAD, M.Hum. selaku pembina EDSA, dan Hanafi, M.App. Ling., Ph.D.  selaku ketua jurusan.

Handa Putra Maiza selaku ketua pelaksana ESOC tahun ini berkata bahwa ada perbedaan pada kegiatan ESOC kali itu dengan ESOC sebelumnya yaitu dari segi materi yang diusung dalam kegiatan.

“Kegiatan ESOC tahun sekarang itu sangat berbeda dengan tahun sebelumnya karena tahun sebelumnya materinya lebih banyak berupa LBT (Literary Basic Training) yang materinya itu berupa materi-materi drama dan materi dasar dasar. Sementara untuk tahun sekarang kita ganti menjadi latihan dasar kepemimpinan karena tujuan utama kita untuk menumbuhkan bibit muda unggulan guna untuk EDSA (English Department Student Association) yang lebih baik kedepannya,” tuturnya.

Lebih lanjut, Handa Putra Maiza menyampaikan bahwa kegiatan ESOC kali itu terdiri dari beberapa kegiatan diantaranya latihan dasar kepemimpinan, games yang berhubungan dengan LDK, penampilan bakat yang diadakan pada Sabtu malam, dan pengabdian masyarakat berupa aksi bersih pantai dan donasi buku yang mana buku tersebut diberikan ke Kantor Wali Nagari Ulakan.

Donny Eros, M.A. selaku dosen pendamping berkata bahwa kegiatan ESOC tersebut sangat penting bagi mahasiswa baru dengan tujuan agar mereka sadar bahwa tugas mereka selaku mahasiswa tidak hanya sekedar belajar tetapi mereka juga mempunyai fungsi sosial. “Mahasiswa baru kalau tidak ada kegiatan ESOC ini mereka tentu pikirannya hanya belajar saja tanpa mereka tahu sebenarnya mereka juga punya fungsi sosial,” ungkapnya.

Donny Eros, M.A. juga menambahkan  menurut pengamatannya di lapangan mahasiswa sangat partisipatif. Hal itu terlihat dari keaktifan peserta mengikuti setiap kegiatan yang diberikan oleh panitia ESOC..

“Kalau untuk peserta ESOC sendiri saya melihatnya mereka sangat partisipatif karena mereka mengikuti semua runtutan jadwal acara dengan aktif. Misalnya ketika mereka harus mengikuti diskusi mereka mengikuti. Ketika latihan minat dan bakat mereka juga ikut berpartisipasi. Ketika mereka harus melaksakan kegiatan pengabdian masyarakat mereka mengikuti dengan sungguh-sungguh. Ketika dihadirkan anak-anak sekitar mereka juga aktif memberikan semangat kepada anak-anak tersebut untuk belajar dan segala macamnya. Jadi mereka semuanya sangat partisipatif dan juga mengikuti setiap kegiatan dan tidak ada yang menolak,” ujarnya.

Hanafi, M.App. Ling., Ph.D. selaku ketua Jurusan Sastra Inggris yang juga hadir untuk memonitor dan memberi motivasi untuk acara tersebut berkata bahwa kegiatan ESOC merupakan kegiatan wajib Jurusan Sastra Inggris setiap tahun dan akan ada beberapa sanksi yang diberlakukan ketika mahasiswa baru tidak mengikuti kegiatan tersebut.

“Jadi, dengan mereka tidak datang kesana sekurang-kurangnya mereka tidak punya akses yang memadai untuk itu. Buku-buku berbahasa Inggris misalnya, di RC lebih lengkap dibanding perpustakaan fakultas. Jika mereka tidak menjadi anggota EDSA otomatis mereka tidak bisa meminjam buku dan menggunakan seluruh fasilitas yang ada di RC. Nah hukuman administrarif seperti itulah yang bisa diberikan oleh jurusan,” ujarnya saat ditemui disela-sela kesibukannya.

Lebih lanjut, Hanafi, M.App. Ling., Ph.D. menyampaikan beberapa harapannya setelah acara ESOC selesai selesai dilaksanakan yaitu agar mahasiswa Jurusan Sastra Inggris bersatu, sadar dengan lingkungannya, dan sadar dengan kebutuhannya.

“Acara ESOC ini adalah acara yang dibuat oleh jurusan untuk mahasiswa yang memiliki beberapa tujuan, dan saya memiliki beberapa harapan dengan diadakannya kegiatan ESOC ini. Pertama adalah agar mahasiswa Jurusan Sastra Inggris dapat bersatu. Kedua agar mahasiswa sadar dengan lingkungan, sadar dengan posisinya dimana, dan sadar dengan kekuatan mereka. Ketiga agar mahasiswa juga sadar dengan kebutuhannya bahwa mereka tidak hanya butuh menjadi mahasiswa yang hebat secara akademik tapi juga mahasiswa yang punya kemampuan organisatoris karena  ketika keluar dari jurusan atau universitas orang tidak hanya melihat ilmu-ilmu akademik yang dimilikinya tapi orang juga akan melihat mampu tidak dia berkomunikasi dengan baik, baik berkomunikasi dalam Bahasa Inggris maupun Bahasa Indonesia serta orang juga akan melihat mampu atau tidak mereka memperlihatkan simpati dan empatinya kepada masyarakat,” ungkapnya.  

Suciati Agustin yang merupakan salah seorang peserta dalam kegiatan ESOC tersebut berkata bahwa kegiatan itu sangat bermanfaat.

“Menurut saya kegiatan ESOC ini sangat bermanfaat karena melalui kegiatan ini saya bisa mengenal tentang jurusan saya. Saya juga bisa mengeal senior, dosen dan kawan-kawan angkatan saya. Disamping itu, melalui kegiatan ini saya juga diajarkan bagaimana cara berorganisasi yang baik dan benar serta  saya juga diajarkan untuk melatih kekompakan dengan teman-teman yang lain melalui games yang dibuat oleh panitia,” jelasnya.

Reporter: Mita Handayani, Editor: Ayendi, Admin: Gading Rahmadi

Read 154 times