Jurusan Sejarah FIB Unand Rapat Kerja Sama dengan Dinas Sosial dan Nagari Bidar Alam Kabupaten Solok Selatan

01 Mei 2018

FIB - Bertempat di Ruang Sidang Dekanat FIB Unand pada Jum’at, 20 April 2018, Jurusan Sejarah FIB Unand menerima kunjungan rombongan Kepala Dinas Sosial dan PMD Pemerintah Kabupaten Solok Selatan, Wali Nagari Bidar Alam, Bamus, tokoh masyarakat, dan pemuda setempat dalam rangka kerjasama.

Dialog dibuka oleh Sekretaris Jurusan Sejarah, Yudhi Andoni, M.A, dengan menyampaikan secara garis besar tentang informasi dan beberapa pembahasan yang nantinya akan didiskusikan, diantaranya dalam waktu dekat yaitu kuliah lapangan mahasiswa Jurusan Sejarah di Bidar Alam, serta kemungkinan kerja sama yang akan dilakukan antara Jurusan Sejarah dengan Dinas Sosial Kabupaten Solok Selatan dan Nagari Bidar Alam.

Selanjutnya forum diskusi diberikan kepada Ketua Jurusan Sejarah Unand, Dr. Anatona, M.Hum., yang terlebih dahulu memperkenalkan beberapa dosen yang hadir, diantaranya Drs. Armansyah, M.Hum., Dr. Wannofri Samry, M.Hum., Yudhi Andoni, M.A., Prof. Dr. Herwandi, M.Hum., dan beberapa mahasiswa yang juga nantinya akan menjadi panitia kuliah lapangan dan pengabdian masyarakat di Bidar Alam, yang akan berangkat pada tanggal 27-29 April 2018.

Mengawali diskusi, Dr. Anatona, M.Hum. mengungkapkan tugas Tri Dharma Perguruan Tinggi bagi dosen, yaitu: pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat.

“Jadi kita dosen termasuk mahasiswa keluar kampus memberikan ilmu yang sudah didapat di kampus, membagikannya pada masyarakat luas. Umumnya ini dalam bentuk dialog-dialog, dan pembekalan. Dalam kerangka itu pula kami dari Jurusan Sejarah mengundang Bapak-Bapak dari Solok Selatan. Apa kira-kira yang bisa kita kaitkan program-program yang ada di Jurusan Sejarah Unand ini yang cocok dengan program-program yang ada di Solok Selatan, baik yang lebih atas, seperti Pemda, termasuk Dinas Sosial, maupun mungkin skopnya lebih lokal, kenagarian,” ungkapnya.

Kemudian Dr. Anatona, M.Hum. menyebutkan Jurusan Sejarah di usia yang ke-36 sejauh ini memiliki ikatan paling kuat dengan Kabupaten Solok Selatan ketimbang dengan yang lain. Salah satunya adalah Jurusan Sejarah punya sekolah binaan di Solok Selatan, yaitu SMA 5, jauh sebelum itu juga dosen Sejarah Unand sudah melakukan penelitian disana, diantaranya mencari data-data tentang PDRI yang juga sampai ke Bidar Alam.

Meneruskan pembicaraanya, lalu Dr. Anatona, M.Hum. masuk ke inti diskusi. “Jadi tentu apa yang kita bincangkan hari ini adalah program kita jangka pendek maupun jangka panjang. Tentu salah satunya membuat Solok Selatan lebih dikenal lagi terutama dalam aspek sejarah. Kemudian kita bisa bersama-sama mengangkat daerah ini, pemerintah dan perguruan tinggi. Inilah yang mau kita rangcang dan kalau bisa itu dibuatkan MoUnya. Mungkin diawal-awal tidak terlalu banyak-banyak dua atau tiga kegiatan tapi berjalan. Misalnya 2018 apa, dan seterusnya. Seperti tadi ada usulan pendirian museum dan sebagainya. Dan juga pengusulan tokoh-tokoh  untuk menjadi pahlawan nasional dan sebagainya, dan itu tentu bisa kita lakukan,” kata Dr. Anatona, M.Hum mengakhiri pengantarnya.

Selanjutnya perkenalan dan tanggapan disampaikan Kepala Dinas Sosial Kabupaten Solok Selatan, Hapison, yang mewakili rombongan. 

“Pertama, terkait dengan rencana kunjungan adik-adik mahasiswa dalam waktu dekat ini ke Bidar Alam, kami sangat senang ketika mengetahui informasi itu. Jadi Bidar Alam itu adalah Basis PDRI yang selama ini memang masih kurang dikenal dan kurang muncul kepermukaan. Disana ada peran serta dan kontribusi masyarakat Bidar Alam dalam mempertahankan kemerdekaan,”  jelasnya.

Atas rasa senangnya itu maka Hapison kemudian menyampaikan ia tidak ingin mahasiswa nantinya mengalami kendala dilapangan di daerahnya. Oleh karena itu ia telah melakukan persiapakan berupa penyediaan transportasi.

“Jadi kami di setiap kecamatan itu memiliki Bus. Kita sudah pinjam Bus dengan kapasitas 48 orang, jadi  itu adalah bus ukuran besar. Jadi kalau kurang kita tambahkan lagi nantinya, jadi cukup untuk mengantarkan mahasiswa untuk kembali ke Padang nantinya. Jadi terkait transportasi untuk di lapangan dan untuk kembali ke Padang, Bapak dan Adik-Adik mahasiswa tidak usah memikirkan lagi karena bus dari sana akan mengantarkan nantinya,” sebut Kadis Sosial Solok Selatan.

Sebetulnya Hapison ingin menumpangkan harapan yang lebih kepada mahasiswa dan dosen setiap kali berkunjung ke Nagarinya agar bisa memberikan informasi yang jelas terkait sejarah dari daerah tersebut. Hal tersebut dilandasinya karena ia paham kampus memiliki pengetahuan itu berdasarkan bidangnya. Betapa kemudian menurut Hapison, Bidar Alam menjadi basis PDRI disana tapi kenapa kemudian belum dimunculkan kepermukaan. “Iya, kami awam tentang informasi PDRI, jadi tentu kami butuh informasi itu agar generasi kami nantinya tidak melupakan itu semua,” terangnya.

Terkait dengan mahasiswa yang akan KKN di Kabupaten Solok Selatan, Hapison menyatakan kesiapan setiap Nagari akan membantu mahasiswa sebesar Rp. 2.500.000. “Jadi, setiap nagari akan mempersiapkan dana itu. Ya, diharapkan dapat membantu keuangan selama ber-KKN yang lebih kurang selama satu bulan,” ia menambahkan.

Pada akhir penjelasannya, Hapison berharap kerja sama tersebut nantinya betul-betul bisa dilaksanakan dan dilanjutkan seperti yang telah disampaikan juga oleh Ketua Jurusan Sejarah FIB Unand. Sebagai tambahan dari  salah satu bagian dari kerja sama tersebut, ia juga berharap pada saat Hari Bela Negara nanti kepada Unand dan khususnya Jurusan Sejarah agar bisa memusatkan kegiatannya di Bidar Alam.

“Kami berharap dari Unand dan Jurusan Sejarah khususnya bisa membantu mengarahkan nantinya. Iya, tentu hal-hal yang bersifat kesejarahan, perjuangan bangsa dan lain-lainnya bisa dilakukan oleh Jurusan Sejarah berdasarkan kapasitasnya,” katanya.

Meneruskan penjelasan Kadis Sosial dan PMD Pemerintah Kabupaten Solok Selatan, Wali Nagari Bidar Alam juga sempat memberikan keterangan terkait dengan kondisi terakhir masyarakat daerahnya. Ia berkata, “Bahwa masyarakat di Nagari Bidar Alam sekarang juga sedang melakukan program, dimana rumah-rumah masyarakat disana dicat berwarna merah-putih sebagai bentuk nasionalisme dan perjuangan masyarakat di Bidar Alam.”

Beberapa poin penting yang dihasilkan untuk kemudian ditindaklanjuti lebih jauh dari rapat kerjasama tersebut, diantaranya: Penulisan buku, pengembangan situs PDRI, serta pendidrian museum PDRI di Bidar Alam. Beberapa poin itu kemudian akan diperkuat dengan MoU atau MoE minimal oleh Jurusan Sejarah dan Nagari Bidar Alam. Pada prinsipnya semua sepakat untuk melakukan kerjasama.

Sebelum dialog ditutup, Dekan FIB Unand, Dr. Hasanuddin, M.Si. melayangkan komentarnya.   “Iya pada prinsipnya fakultas sangat mendukung adanya kerja sama ini. Sesungguhnya Unand dengan Pemerintah Kabupaten Solok Selatan juga sudah ada kerja sama, diantaranya seperti tadi, KKN di Solok Selatan. Jadi kita juga bisa lebih khususkan lagi, seperti tadi Jurusan Sejarah dengan Nagari Bidar Alam, dan Fakultas dengan Dinas Sosial Solok Selatan. Tapi bagi saya itu tidak jadi masalah, meskipun Fakultas belum tandatangani PKS dengan Dinas Sosial misalnya. Jurusan dengan Nagari jalan saja dan mengerjakan program yang telah disepakati, dan pada prinsipnya Fakultas sangat mendukung kerja sama ini, dan kalau bisa segera dilaksanakan,” jelasnya.

 

Reporter: Jusman, Editor: Ayendi, Admin: Gading Rahmadi

Read 82 times