Mahasiswa Sastra Indonesia FIB Unand Adakan Gebyar Puisi dan Karangan Tingkat SD se-Kota Padang

10 Mei 2018

FIB—Sabtu, 28 April 2018, mahasiswa Jurusan Sastra Indonesia angkatan 2017 mengadakan Gebyar Puisi dan Karangan Tingkat SD se-Kota Padang. Bertempat di Taman Budaya Sumatera Barat, Gebyar Puisi dan Karangan ini mengusung tema “Menulis Kreatif untuk Apresiasi Sastra Masa Depan”.

Ardiyansyah, mahasiswa Jurusan Sastra Indonesia angkatan 2017 selaku ketua panitia menyatakan bahwa acara Gebyar Puisi dan Karangan ini merupakan tugas akhir untuk mata kuliah Pengantar Manajemen Kesenian. Mata kuliah ini menuntut mahasiswa untuk bisa mengadakan acara kesenian, baik berupa pertunjukan maupun perlombaan. Namun, menurut Ardiyansyah, acara Gebyar Puisi dan Karangan ini tidak hanya sekadar pelepas tugas mata kuliah, tetapi memiliki tujuan tertentu.

“Acara ini memang merupakan tugas dari mata kuliah Pengantar Manajemen Kesenian. Namun, acara ini juga bertujuan meningkatkan minat dan bakat siswa/siswa SD dalam bidang sastra,” tutur Ardiansyah.

Gebyar Puisi dan Karangan ini merupakan yang pertama diadakan oleh mahasiswa Jurusan Sastra Indonesia FIB Unand. Ke depan, acara ini akan dijadikan agenda tahunan dan telah disahkan oleh Dekan FIB Unand.

Acara Gebyar Puisi dan Karangan kali ini diadakan dengan tiga cabang lomba, yaitu Lomba Baca Puisi, Lomba Menulis Puisi, dan Lomba Menulis Karangan. Lomba tersebut dinilai oleh tiga orang juri, yakni Dr. Zurmailis, M.Hum., dosen Sastra Indonesia FIB Unand yang juga merupakan dosen pengampu mata kuliah Pengantar Manajemen Kesenian; Anisa Irfayuli, mahasiswa Sastra Indonesia FIB Unand angkatan 2013 yang juga aktif dalam menulis; dan Atikah Hidayati, mahasiswa Sastra Indonesia FIB Unand angkatan 2014 yang pernah juara dalam Lomba Baca Puisi se-Kota Padang dan tingkat Sumatera Barat.

Oleh karena dua orang dewan juri terlambat hadir, pembukaan acara Gebyar Puisi dan Karangan terpaksa ditunda dari jadwal yang telah ditentukan. Namun, panitia tidak kehabisan akal. Untuk mengisi kekosongan sambil menunggu dewan juri, para peserta diberi kesempatan menampilkan bakat.

Karena banyak peserta yang ingin menampilkan bakat, penampilan bakat kemudian dilanjutkan ketika menunggu makan siang yang belum datang. Akhirnya, berbagai bakat ditampilkan oleh para peserta. Ada yang menyanyi, bercerita, bahkan bertausiah, atau ceramah. Hal ini membuat yang hadir merasa bahagia, tak terkecuali guru pendamping yang melihat anak didiknya ceria.

Rahmatika, S.Pd., salah seorang guru pendamping dari SD Kartika 1-12 merasa bahagia dengan adanya acara ini. “Saya sudah sering mendampingi anak dengan acara serupa, tetapi saya juga menikmati acara ini. Acaranya bagus, tetapi kalau boleh saran, ke depan pesertanya dibatasi. Jika aturannya hanya tingkat SD, nantinya tidak adil karena ada yang membawa SD kelas VI, sedangkan saya juga membawa siswa kelas I. Dia anak kandung saya. Jadi, saya sekaligus mendampingi siswa dari dua SD, yakni SD Kartika 1-12 dan SD 29, yakni anak kandung saya,” tutur Rahmatika, S.Pd. yang juga merupakan guru bahasa Indonesia.

Selain itu, Rahmatika, S.Pd. juga menyarankan ke depan, cabang lombanya lebih banyak lagi karena Gebyar Puisi dan Karangan kali itu hanya memiliki tiga cabang lomba, yakni Lomba Menulis Puisi, Lomba Baca Puisi, dan Lomba Karangan.

“Saya juga menyarankan ke depan agar cabang lomba lebih banyak lagi karena anak-anak ini memiliki banyak bakat. Seperti tadi, ada yang bercerita dalam penampilan bakat,” ujar Rahmatika, S.Pd. menambahkan.

Lomba Menulis Puisi memiliki kriteria penilaian, yakni puisi harus sesuai dengan tema, keutuhan dan keselarasan, diksi dan gaya bahasa. Pada akhirnya, lomba dimenangkan oleh Amanda dari SD Alai sebagai Juara I, Chairannisa dari SD Ganting Utara sebagai Juara II, dan Cut Puteri dari SD Kartika sebagai Juara III. Sementara itu, untuk Lomba Karangan dengan kriteria penilaian ialah keutuhan, keselarasan, diksi, dan gaya bahasa, dewan juri memutuskan Reysha dari SD 03 Bandar Buat sebagai Juara I, Alghifari dari SD Kartika sebagai Juara II, dan Asysyfa dari SD Alai sebagai Juara III.

Adapun untuk Lomba Baca Puisi, kriteria penilaian ialah penghayatan, penampilan, intonasi, pelafalan, vokal, dan mimik. Dewan juri memutuskan Zafira dari SD 03 Bandar Buat sebagai Juara I, Diva Naula dari SD Purus sebagai Juara II, dan Putri dari SD Purus sebagai Juara III. Setelah mengumumkan pemenang masing-masing lomba, dewan juri juga mengumumkan SD Bandar Buat sebagai Juara Umum.

Selain mengumumkan Juara I sampai Juara III untuk masing-masing cabang lomba serta Juara Umum, dewan juri juga menobatkan Muhammad Fadil dari SD 29 sebagai Pembaca Puisi Favorit. Muhammad Fadil merupakan peserta terkecil karena baru kelas I SD. Untuk itu, dewan juri memberi apresiasi dengan menobatkan Muhammad Fadil sebagai Pembaca Puisi Favorit.

Setelah pembagian hadiah kepada masing-masing pemenang, acara Gebyar Puisi dan Karangan ditutup dengan foto bersama antara panitia dengan peserta dan guru pendamping.

Reporter: Lusi Andriani, Editor: Ayendi dan Ria Febrina, Admin: Gading Rahmadi

Read 157 times