Dian Hamama, S.S., Alumni Sastra Inggris FIB Unand, Berikan Kuliah Umum Kewirausahaan Terkait Tour and Travel

15 Mei 2018

 

FIB - Dian Hamama, S.S., alumni Sastra Inggris angkatan 96 yang bergelut di dunia Tour and Travel, memberikan materi terkait bidang usahanya dengan mengangkat topik “Tamat Kuliah? Nggak Jaman Cari Kerja” di kelas Kewirausahaan pada Kamis (26/4/2018) di Gedung F.2.3. Unand.

Dian Hamama, S.S. memiliki riwayat pekerjaan dengan bekerja di PT Kemilau Dwipantara bagian Tour Department pada 2004--2006. Pada 2006--2007, ia bekerja di PT Arriensi sebagai Tour Manager. Pada 2007--2017, ia bekerja di PT Indonesia Jaya Wisata sebagai Travel Consultant. Kemudian, sejak 2017 hingga sekarang, ia bekerja sebagai staf pengajar mata kuliah Tour Planning and Airlines Business di IBTC Padang dan menjadi seorang pimpinan di PT Indo Wijaya Dian Wisata. 

Pada awal penyampaian materi, Dian Hamama, S.S. mengutip Joseph. A. Schumpeter yang menjelaskan bahwa seorang wirausahawan (entrepreneur) merupakan orang yang bersedia dan mampu untuk mengembangkan ide atau penemuan baru sebagai bentuk inovasi, sekaligus menciptakan produk dan model bisnis baru yang memberi sumbangan untuk pertumbuhan industri dan ekonomi jangka panjang. Kemudian, Dian Hamama, S.S. menyebutkan bahwa ada dua prinsip yang harus dimiliki oleh seorang wirausahawan (entrepreneur), yaitu kreativitas dan inovasi.

“Seorang entrepreneur mempunyai cara berpikir yang berbeda dari manusia pada umumnya, yaitu kemampuan kreatif dan inovatif yang dijadikan dasar untuk mencari peluang menuju sukses,” katanya.

Untuk mengembangkan cara berpikir kreatif, Dian Hamama, S.S. mengungkapkan dari pengalamannya bahwa dapat dilakukan dengan beberapa cara, seperti memiliki mimpi, melatih diri untuk berpikir berbeda (out of the box), memiliki waktu untuk berpikir, membiasakan sering berdiskusi, dan sering belajar.

Sementara itu, inovasi menurutnya merupakan kemampuan menerapkan kreativitas dalam rangka menyelesaikan masalah dan menemukan peluang. Inovasi juga dapat diartikan sebagai suatu proses yang mengubah ide baru menjadi sesuatu yang baru dan berguna. Kemampuan inovatif seorang pengusaha merupakan proses mengubah ide menjadi peluang usaha (suatu gagasan dan ide-ide yang dapat dijual). Sesuatu yang berbeda dan baru merupakan nilai tambah (added value) yang menjadi sumber berkeunggulan untuk dijadikan peluang.

Di samping itu, Dian Hamama, S.S. juga menyampaikan bahwa seorang pengusaha (entrepreneur) setidaknya memiliki lima hal yang harus ada di dalam dirinya. “Jadi, setidaknya ada lima hal yang harus ada di dalam diri seorang pengusaha (entrepreneur) itu. Pertama, penuh percaya diri dengan indikatornya ialah penuh keyakinan, optimis, berkomitmen, disiplin, dan bertanggung jawab. Kedua, memiliki motif berprestasi yang indikatornya ialah orientasi futuristik. Ketiga, memiliki inisiatif dengan indikatornya, yaitu aktif dan cekatan dalam bertindak. Keempat, memiliki jiwa kepemimpinan dengan indikatornya, yaitu berani tampil beda, tangguh dalam bertindak, dan dapat dipercaya. Kelima, berani mengambil risiko yang memiliki indikator penuh perhitungan dan menyukai tantangan,” jelasnya.

Ada banyak manfaat menjadi seorang pengusaha katanya, di antaranya peluang mengendalikan nasib, kesempatan melakukan perubahan, peluang menggunakan potensi sepenuhnya, peluang untuk meraih keuntungan tanpa batas, peluang untuk berperan untuk masyarakat, mendapat pengakuan atas usaha, dan peluang untuk melakukan hobi (kesukaan).

Dian Hamama, S.S. membandingkan beberapa perbedaan mendasar antara karyawan dan pengusaha. Pertama, karyawan akan mengikuti jalan yang ada, sedangkan pengusaha akan mencari jalan. Kedua, karyawan bertindak, sedangkan pengusaha mendengar. Ketiga, karyawan mengambil sedikit risiko, sedangkan pengusaha lebih berani mengambil risiko. Keempat, karyawan melakukan tugas, sedangkan pengusaha membuat rencana. Kelima, karyawan bekerja dengan jadwal yang ada, sedangkan pengusaha membuat jam kerja sendiri.

Di sisi lain, ia juga menambahkan bahwa ada beberapa tips yang harus dimiliki oleh seorang pengusaha, yaitu modal utama berwirausaha bukanlah uang, melainkan keyakinan untuk tumbuh dan menang. Bersahabatlah dengan ketidakpastian, buka pikiran untuk mempelajari hal-hal baru, be ready (persiapkan diri dengan baik), dan berusaha membangun network selagi muda, serta menjaga kepercayaan, ungkapnya.

Mahasiswa yang mengikuti mata kuliah Kewirausahaan sangat antusias dengan presentasi dan diskusi yang diberikan oleh Dian Hamama, S.S. Hal itu terlihat dari banyaknya pertanyaan yang dihadirkan. Tiga pertanyaan tersebut di antaranya alasan yang bisa dikemukakan untuk meyakinkan orang tua yang berasal dari kalangan PNS bahwa mereka ingin menjadi seorang pengusaha; suka dan duka Dian Hamama, S.S. selama menjadi pengusaha; serta cara mendapatkan kepercayaan seseorang sementara kita sulit dalam hal public speaking.

Sherly Dwi Putri selaku salah seorang mahasiswa memberikan tanggapan yang positif tentang kehadiran pemateri kuliah yang langsung berasal dari praktisi dan pengusaha sukses. “Presentasi yang dilakukan oleh Ibu Dian Hamama tadi sangat inspiratif. Hal ini terlihat dari bagusnya ia menyajikan materi presentasi. Presentasi yang disampaikan tidak hanya sekadar presentasi seperti kebanyakan, tapi ia juga memberikan contoh nyata melalui cerita kehidupan pribadinya. Misalnya, suka dan duka yang beliau lalui sebelum menjadi seperti sekarang,” tuturnya saat ditemui usai mata kuliah tersebut berakhir.

Sementara itu, Dhiant Asri, S.S., M.Hum., selaku dosen pengampu mata kuliah Kewirausahaan menyampaikan bahwa ada beberapa alasan ia menghadirkan Dian Hamama, S.S. “Alasan saya menghadirkan Dian Hamama, S.S., dalam mata kuliah Kewirausahaan ini, yaitu untuk memberikan sentuhan dan pemikiran yang lebih luas tentang kewirausahaan kepada mahasiswa, terutama mengenai usaha tour and travel.  Inilah waktunya kita memberikan sedikit sentuhan yang berhubungan dengan jurusan kita. Nah, tour and travel ini merupakan salah satunya.  Dalam usaha tour and travel  ini, kita bisa mengaplikasikan basic ilmu kita, yaitu bahasa Inggris,” ucapnya.

Dhiant Asri, S.S., M.Hum. berharap dengan dihadirkannya Dian Hamama, S.S. pada mata kuliah Kewirausahaan tersebut, mahasiswa ke depannya tidak hanya berpikir untuk menjadi seorang PNS, tapi juga berkeinginan untuk menjadi seorang pengusaha.

 

Reporter: Mita Handayani, Editor: Ayendi dan Ria Febrina, Admin: Gading Rahmadi

Read 120 times