Irma Yunita, Mahasiswa Sastra Minangkabau FIB Unand Raih Juara Pertama Catur Putri POMNAND 2018

17 Mei 2018

FIB - Irma Yunita, mahasiswa Jurusan Sastra Minangkabau angkatan 2016 FIB Unand, berhasil keluar sebagai juara pertama kategori Catur Putri yang diselenggarakan oleh Unit Kegiatan Olahraga (UKO) Unand pada Pekan Olahraga Mahasiswa Universitas Andalas (POMNAND) yang ke-6 yang berlangsung selama satu minggu, 27 April--4 Mei 2018.

Cabang olahraga yang dipertandingkan pada POMNAND ke-6 tersebut, di antaranya bola basket, tenis lapangan, tenis meja, dan catur kategori putra dan putri. 

Irma Yunita yang akrab disapa Irma menyatakan bahwa untuk POMNAND, ia sudah mengikuti sebanyak dua kali. “Tahun 2017 kemarin, saya juga ikut dan finish di peringkat kedua,” ungkap Irma.

Lebih lanjut, Irma menjelaskan, “Ada yang beda pada POMNAND tahun 2018 ini. Tahun sekarang, diadakan babak penyisihan. Tahun kemarin, cuma tujuh babak. Untuk tahun ini, semua fakultas boleh mengirimkan empat orang maksimal untuk catur putra dan putrinya. Jadi, banyak peserta sehingga harus memakai babak penyisihan terlebih dahulu. Dari FIB, untuk catur putri hanya saya sendiri. Kalau catur putra, kalau tidak salah lengkap sebanyak empat orang.” 

“Total saya main sebanyak 6 kali, 3 kali untuk babak penyisihan dan 3 kali untuk final. Jadi, saya bertemu semua pemain. Tapi, saya kira tidak semua fakultas mengirim peserta untuk catur putri,” lanjutnya.

Irma sempat menjelaskan waktu POMNAND ke-6 itu sebenarnya lawan agak berat karena ada juga mahasiswa dari atlet POMNAS, tapi akhirnya tersisihkan. Kemudian, mahasiswa juara ketiga juga merupakan atlit PORPROV.

Irma berkilas balik ke belakang tentang awalnya ia mulai menyukai permainan catur yang sudah menjadi salah satu cabang olahraga yang dipertandingkan. “Mulai senang dengan catur sebenarnya ketika kelas dua SMK. Jadi, waktu SMK harus ada ekstrakurikuler yang diikuti. Menurut saya, yang tidak terlalu rumit untuk diikuti ya, catur. Tidak perlu kostum, perlengkapan, dan sebagainya. Jadi, saya pilih catur meskipun saya senang dengan basket sebenarnya,” tuturnya.

Perihal awal Irma memulai mengikuti pertandingan catur, dengan malu-malu ia menjelaskan, “Awal-awal main, saya selalu rangking terakhir, bahkan pernah kalah juga dengan anak SMP. Saya mulai aktif main catur sebenarnya dari kelas 2 SMK. Tapi baru dua tahun ini mulai mendapatkan prestasi."

Hasil dari perlombaan di Makassar tersebut, katanya sambil bercanda, “Dari 31 provinsi yang ikut, saya berada di peringkat 21, tapi putrinya waktu itu cuma ada tiga orang saja. Jika dikategorikan untuk putri saja, tentu peluang saya sebagai juara satu sangat besar.”

Irma mengungkapkan bahwa ia baru dua tahun belakangan ini mulai aktif dan bergiat lagi dengan catur. Tahun 2017 kemarin, ia ikut kejuaraan catur tingkat Sumatera yang diselenggarakan oleh Universitas Syiah Kuala, Aceh, dan beruntung mendapat peringkat pertama. Pada tahun yang sama, ia juga dapat peringkat kedua POMNAND.

Sekarang, kata Irma, ia sudah jauh dari pelatih. Media pembelajaran yang digunakan ialah internet dan berlatih bersama kawan-kawan di UKO Unand karena mereka sering menawarkan untuk latihan bersama.

Reporter: Jusman, Editor: Ayendi dan Ria Febrina, Admin: Gading Rahmadi

Read 88 times