Prodi S2 FIB Unand Mendapat Kunjungan Muhibah dan Kuliah Umum Bersama Encik Mahdi bin Huid

02 Juni 2018

FIB—Senin, (28/5/2018), Prodi S2 FIB Unand mendapat kunjungan muhibah dari Institut Pendidikan Guru Malaysia. Bertempat di Ruang Seminar FIB Unand, kunjungan tersebut juga sekaligus kuliah umum bersama Encik Mahdi bin Huid dengan tema “Kajian Melayu dalam Lintasan Sejarah: Orang Minang di Malaysia”.

Mendapat kunjungan tersebut, Dr. Syafril, M.Si., Ketua Prodi S2 Kajian Budaya, mewakili Ketua-Ketua Prodi S-2 FIB Unand lainnya, mengucapkan terima kasih dan selamat datang. “Selamat datang Encik Mahdi bin Huid beserta rombongan. Terima kasih telah hadir di FIB Unand. Suatu kehormatan bagi kami Encik Mahdi bin Huid bersedia hadir di sini untuk membagi ilmu,” ujar Dr. Syafril, M.Si. dalam sambutannya.

Senada dengan itu, Dr. Hasanuddin, M.Si. selaku Dekan FIB Unand juga mengucapkan selamat datang. “Selamat datang untuk Encik Mahdi bin Huid beserta rombongan. Ini merupakan kunjungan muhibah yang tidak disangka. Kami suka cita menyambut kedatangan Encik Mahdi bin Huid beserta rombongan. Bak pepatah, ‘Kalau tidak tertampung dengan tangan, dengan nyiru kami tampung’,” ujar Dr. Hasanuddin, M.Si. yang sekaligus membuka acara secara resmi.

Setelah pembukaan secara resmi oleh Dekan FIB Unand, acara diserahkan kepada Dr. Zurmailis, M.Si. untuk memandu jalannya kuliah umum bersama Encik Mahdi bin Huid. Memulai pemaparan, Encik Mahdi bin Huid menampilkan peta persebaran orang Minang di Malaysia.

“Negeri Sembilan merupakan tempat yang paling banyak orang Minang di Malaysia. Di sini, adat Minang pun masih dijalankan. Tradisi “mambantai” sebelum Ramadhan juga masih diamalkan,” tutur Encik Mahdi bin Huid.

Namun, ada yang berbeda dengan orang Minang di Malaysia. Di Indonesia, orang Minang terkenal sebagai pedagang. Namun, menurut Encik Mahdi bin Huid, orang Minang di Malaysia dikenal suka bertani.

“Orang Minang di Malaysia suka bertani. Oleh karena itu, orang Minang senang hidup di daerah terpencil. Selain itu, orang Minang juga tidak suka bergaduh,” ujar Encik Mahdi bin Huid melanjutkan pemaparannya.

“Selain orang Minang, orang Bugis dan etnis lainnya juga ada di Malaysia,” lanjut Encik Mahdi bin Huid. Hal ini membuat Sri Haryati, mahasiswa pascasarjana Prodi Sejarah FIB Unand penasaran dengan interaksi masyarakat di Malaysia.

“Bagaimana interaksi antara sesama, baik sesama orang Minang, Bugis, maupun sesama orang Malaysia sendiri?” tanya Sri Haryati kepada Encik Mahdi bin Huid.

“Masyarakat Malaysia memang menerima dengan baik masyarakat asing. Bahkan, orang Minang menjadi salah seorang raja dari sembilan orang raja di Malaysia, meskipun di Malaysia juga ada masyarakat Bugis dan etnis lainnya,” Encik Mahdi bin Huid menjawab pertanyaan Sri Haryati.

Kemudian, menutup kuliah umum, Adriyetti Amir, S.U. sebagai salah seorang dosen di FIB Unand yang baru saja menyelesaikan studi S-3 di Malaysia menerjemahkan beberapa bahasa Malaysia yang sulit dimengerti orang Indonesia.

Acara kemudian ditutup dengan penyerahan piagam penghargaan kepada Encik Mahdi bin Huid dan dilanjutkan dengan foto bersama.

Reporter: Lusi Andriani, Editor: Ayendi, Admin: Gading Rahmadi

Read 50 times