Muhammad Iqbal, Mahasiswa FIB Unand, Menjadi Korban Tabrakan oleh Pengendara Ojek Online

08 Juni 2018

FIB - Muhammad Iqbal, mahasiswa Sastra Inggris angkatan 2017 FIB Unand, ditabrak oleh pengendara ojek online pada Senin, 4 Juni 2018. Peristiwa tersebut terjadi di depan Desaung di Jalan Moh. Hatta, Pauh, Kota Padang.

Sebelum peristiwa tabrakan yang menimpa dirinya, Muhammad Iqbal bersama teman-teman angkatannya berbuka bersama di Desaung. Tidak ingin meninggalkan kewajiban yang utama, ia bersama teman-temannya pergi salat ke mushola yang berada tidak jauh dari Desaung. Untuk sampai ke mushola, ia dan teman-temannya harus menyeberangi jalan raya.

Namun naas, ketika kaki sebelah kiri Muhammad Iqbal telah berada di trotoar dan kaki kanannya masih berada di jalan, tiba-tiba dari arah Unand datang sebuah motor ojek online dengan kecepatan sekitar 70—80 km/jam. Motor ojek online tersebut pun menabrak kaki kanan Iqbal.

Karena tabrakan tersebut, Muhammad Iqbal terpental sekitar 4 - 6 meter dari lokasi tabrakan. Kaki kanan Muhammad Iqbal terluka parah, tetapi ia masih sadarkan diri. Teman-temannya langsung membawanya ke Rumah Sakit Unand.

Karena luka di kaki kanan Muhammad Iqbal cukup parah, dokter menyarankan untuk dioperasi. Rencana awal, operasi akan dilaksanakan pada keesokan pagi. Akan tetapi, sekitar pukul 12 malam, ibu Muhammad Iqbal telah datang dan langsung menyetujui untuk dioperasi, dan ia dioperasi malam itu juga.

Ditemui pada 5 Juni 2018 di Rumah Sakit Unand, Muhammad Iqbal sudah merasa lebih baik. “Saya waktu itu sedang nyebrang untuk pergi salat Magrib di mushola yang dekat tempat kami berbuka bersama. Saya sudah nyebrang sebenarnya. Kaki kiri saya sudah naik di atas trotoar, tapi kaki kanan saya masih di bawah. Tiba-tiba, datang motor dengan kecepatan 70 - 80 langsung mengenai kaki kanan saya,” tuturnya kepada Tim Humas FIB Unand.

“Saya terpental, tapi untungnya anggota lain tidak ada yang kenapa-kenapa. Sekarang, sudah lebih baikan, kaki saya sudah bisa digerakkan lagi. Semalam, memang tidak bisa digerakkan,” lanjutnya yang masih bersyukur dengan keadaannya.

Muhammad Iqbal memang dikenal sebagai pribadi yang rajin salat dan ceria. “Iqbal orangnya biasa saja. Dia kuliah sama seperti orang. Di kelas, dia cukup happy bawaannya. Selain itu, dia juga rajin salat,” tutur Agung Nafinchi, teman Muhammad Iqbal yang juga berada di lokasi kejadian saat Muhammad Iqbal kecelakaan.

Saat ini, luka di kaki kanan Muhammad Iqbal telah membaik. Menurut dr. Pramana, spesialis ortopedi (bedah tulang) yang menanganinya, hari Jumat atau Sabtu Muhammad Iqbal sudah boleh pulang. Namun, harus tetap chek up.

Menanggapi kecelakaan yang menimpa Muhammad Iqbal, Hanafi, M.App. Ling., Ph.D. selaku Ketua Jurusan Sastra Inggris FIB Unand menyayangkan peristiwa ini. “Kecelakaan, kita tidak pernah tahu, kapan, di mana, dan kepada siapa akan terjadi. Namun, menurut orang tuanya, dia sudah naik ke trotoar, tetapi satu kakinya masih berada di bawah. Nah, kaki yang inilah yang ditabrak. Entah ada maksud, entah terlalu teledor, ini yang menjadi pertanyaan. Seharusnya, ini tidak terjadi kalau orang mengendarai motor dengan hati-hati,” tuturnya

“Ini juga sebagai pembelajaran bagi pengendara motor, terutama mahasiswa yang membawa motor agar berhati-hati. Jangan sampai merugikan diri sendiri apalagi sampai merugikan orang lain,” lanjut Hanafi, M.App. Ling., Ph.D.

Sementara itu, Petriati, ibu dari Muhammad Iqbal yang sehari-hari mengajar di salah satu SD di Pariaman terpaksa harus bolak-balik Padang-Pariaman. Pasalnya, Petriati harus menyelesaikan pengisian rapor siswa-siswanya karena tanggal 9 Juni 2018 adalah pembagian rapor. Selain itu, salah seorang adik dari Muhammad Iqbal baru saja disunat. Ini tentu butuh ibunya.

“Saya sehari-hari mengajar di salah satu SD di Pariaman. Sebenarnya sekarang sedang ribet juga. Adik Iqbal ada yang baru disunat. Tapi, bagaimana lagi, saya harus pergi. Sementara ayah Iqbal sedang tugas di Lampung. Padahal, sekarang juga sedang sibuk isi rapor siswa karena pengambilan rapor hari Sabtu, tanggal 9. Tapi, mau bagaimana lagi. Saya percaya ada hikmah yang baik di balik ini yang Allah rencanakan,” tutur Petriati kepada Tim Humas FIB Unand.

Adapun keluarga pelaku, datang melihat keadaan Muhammad Iqbal di Rumah Sakit Unand pada Selasa, 5 Juni 2018. Keluarga pelaku berharap kejadian ini bisa diselesaikan dengan kekeluargaan.

Reporter: Lusi Andriani dan Jusman, Editor: Ayendi, Admin: Gading Rahmadi

 

Read 67 times