Jumat, 15 Juni 2018 00:01

UKM Mapastra FIB Unand, UKM-nya Mahasiswa Pecinta Alam, Sosial, dan Lingkungan

FIB - Mewakili Lastri Monika, Ketua UKMF Mapastra (Unit Kegiatan Mahasiswa Pecinta Alam) FIB Unand tahun 2017-2018 yang saat itu tidak berada di sekretariat, Pratama Yoga Ardi, Ketua UKMF Mapastra FIB Unand tahun 2014-2015, dan Fitrul Hadi Fauzi, yang masih menjadi pengurus Mapastra pada periode 2017-2018 ini, memberikan jawaban terkait profil Mapastra FIB Unand ketika diminta keterangannya oleh reporter FIB Unand pada Selasa, (5/6/2018).

UKMF Mapastra adalah UKM yang aktif melakukan kegiatan baik di dalam maupun di luar kampus dengan aktivitas yang tidak bisa dipisahkan dengan alam, sosial dan lingkungan.

“Jadi Mapastra itu dibentuk aspirasinya adalah ke alam. Jadi untuk  menghindari anggapan yang kurang baik karena seringnya berada di lapangan, maka dibentuklah azas Mapastra.  Azas Mapastra adalah azas kekeluargaan. Jadi sistem anggota Mapastra adalah adik kakak, yang memberikan penjelasan bahwa anggota Mapastra adalah keluarga,” ungkap Pratama Yoga Ardi yang akrab dipanggil Yoga memulai memberi keterangan.

UKMF Mapastra berdiri pada tanggal 8 Desember 1995. UKMF Mapastra memiliki lambang dengan filosofi “Simpul Delapan Ganda”. Filosofi itu melambangkan ikatan yang apabila semakin ditarik maka semakin erat. Berkenaan dengan warna lambang, warna hijau melambangkan kelestarian alam, warna putih melambangkan kesucian, dan persegi hitam melambangkan ikatan kekeluargaan yang tidak pernah putus.

Yoga menyebutkan, “Dari simbol yang ada, adalah simpul delapan ganda. Salah satu pengertiannya adalah apabila ada suatu masalah, maka tidak akan membuat anggota Mapastra semakin pecah, melainkan akan membuat anggota Mapastra semakin kuat. Itu sebabnya semakin ditarik maka semakin kuat.”

Adapun tingkatan keanggotaan di UKMF Mapastra yaitu: Calon Siswa Dasar (CSD), Siswa Dasar (SD), Siswa Menengah (SM), dan Anggota Penuh (AP).

“Jadi, Mapastra mempunyai beberapa tingkatan keanggotaan yaitu; Calon Siswa Dasar (CSD), Siswa Dasar (SD), Siswa Menengah (SM), dan Anggota Penuh (AP). Untuk mengikuti proses itu dibutuhkan waktu sekitar satu tahun untuk sampai kepada anggota penuh dengan tahap-tahap yang harus diikuti oleh calon anggota,” ujar Fitrul Hadi Fauzi yang akrab disapa Fauji menyelingi keterangan Yoga.

Fauji juga memberikan tambahan informasi seputar Mapastra. Ia menyebutkan hingga masa sekarang, UKMF Mapastra sudah generasi yang ke-19 dan kepengurusannya sendiri adalah angkatan ke-17.

“Iya, kalau pengurus sekarang sampai dengan tahun 2018 itu sudah sampai pada generasi angkatan ke-19. Akan tetapi  untuk ketuanya sendiri itu adalah angkatan 17. Kalau BPnya itu angkatan 14,” kata Fauji.

Secara bergatian Yoga berbagi sedikit cerita seputar UKM Mapastra. “Jadi angkatan satu Mapastra itu belum pakai Diksar. Diksar mulai ada itu pada angkatan kedua. Jadi Mapastra itu mulai bergeraknya pada saat angkatan kedua. Angkatan kedua Mapastra waktu itu umumnya adalah mahasiswa angkatan 96,” jelasnya.

“Terkait struktur, tentu sama seperti yang lain juga, kami punya AD/ART yang berfungsi untuk melandasi pengurus. Jadi ketika kami berkegiatan kami menggunakan sistim komando. Ketika kami melakukan kegiatan lapangan ataupun rapat, tetap yang tertinggi adalah penanggung jawabnya, yaitu ketua. Jadi setiap kami berkegiatan dengan menggunakan seragam Mapastra, maka yang tertinggi adalah ketua,” tambah Yoga lagi.

Divisi penting yang terdapat di UKMF Mapastra adalah; Rimba Gunung, Caving, dan Panjat Tebing. Ketiga divisi ini aktif berkegiatan dan mengikuti perlombaan.

“Mapastra juga aktif mengikut kegiatan dan perlombaan, seperti penelusuran goa, bersih-bersih gunung, bersih-bersih pantai, dan lain-lain yang sifatnya lingkungan, sosial, dan alam. Mapastra juga melakukan kerja sama namun sifatnya tidak mengikat. Jadi kadang ada juga yang meminta seperti penelusuran goa secara bersama. Mapala di kota Padang inikan tidak berdiri sendiri, jadi ada perkumpulannya juga kalau di Unand namanya Forkompa, Forum Komunikasi Pecinta Alam Unand. Ini sifatnya tempat kita berkumpul, yang diatur oleh koordinator. Lebih luas lagi misalnya yaitu ada Limpa, Lingkar Mahasiswa Pecinta Alam Sumatera Barat. Menghimpun semua Mapala yang ada di Sumatera Barat,” timpal Fauji.

“Sementara prestasi dibidang lomba di antaranya juara satu Lintas Alam di Universitas Lancang Kuning, Riau. Kibar, juara satu untuk Putri, dan juara tiga untuk putra, dan beberapa prestasi diperlombaan lainnya,” tambah Fauji lagi.

Lebih lanjut, Fauji menambahkan bahwa Mapastra juga memiliki Buletin, yaitu Sendal (Seni dan Alam), yang terbit minimal tiga kali dalam setahun selama satu kepengurusan. “Sendal sifatnya terpisah dan tidak tercatat di struktur kepengurusan tapi keberadaannya resmi. Jadi ini wadah juga untuk menampung ide anggota Mapastra dalam bidang tulisan,” tambahnya.

Diakhir informasinya Fauji memberitahukan bahwa Mapastra memiliki semacam jargon atau salam kebersamaan, yaitu ketika disebut “Salam Lestari”, maka dijawab “Lestari”, kata Fauji sambil sedikit membunyikan jemarinya..

Reporter: Jusman, Editor: Ayendi: Admin: Gading Rahmadi

 

 

 

 

Read 72 times