FIB Unand Jalin Kerjasama dengan Dua Universitas Swasta di Palembang

28 Juni 2018

FIB: Dekan FIB Unand, Dr. Hasanuddin, M.Si., Ketua Prodi S2 Sejarah, Dr. Nopriyasman, M.Hum., dan salah seorang Tendik Keuangan, Rahmadi, M.Kom., mengadakan kunjungan ke dua Universitas Swasta di Palembang, yaitu Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas PGRI Palembang dan FKIP Universitas Muhammadiyah (UM) Palembang pada Jumat (4/5/2018) lalu. Dalam kunjungan sehari penuh tersebut banyak program yang dilaksanakan, diantaranya: sosialisasi S2 Kajian Budaya dan Ilmu Sejarah FIB Unand, orasi ilmiah, dan penandatanganan Perjanjian kerjasama (PKS).

Ditemui di ruang kerjanya beberapa waktu yang lalu, Dr. Hasanuddin, M.Si, Dekan FIB Unand, yang kebetulan telah melakukan kunjungan tersebut menyebutkan FIB Unand sudah memperoleh kesepahaman dan kesepakatan melalui penandatanganan Perjanjian Kerjasama (PKS) untuk meningkatkan kerjasama dengan FKIP PGRI Palembang dan FKIP UMPalembang. Isi kerjasama dan kesepahaman tersebut berkenaan dengan tridarma perguruan tinggi dan kemahasiswaan.

“Tetap ada kegiatan-kegiatan yang patut kita kerjasamakan, terutama FIB kan secara faktanya banyak juga jadi guru kan. Paling tidak nanti pengembangan kurikulum yang ada satu bagian yang berorientasi ke keguruan. Dari Jurusan Sejarah kita, ada yang jadi guru, Sastra Inggris, Sastra Jepang dan Indonesia juga. Apalagi Jurusan Sastra Minangkabau untuk pengajar Budaya Minang,” terangnya.

Kemudian Dr. Hasanuddin, M.Si, berbicara tentang kreatifitas. “Di sana ada Prodi Seni. Kita memang tak ada Prodi Seni, tetapi kita punya UKM kesenian yang mengawal dan menjaga kesenian kita. Walaupun dalam bentuk UKM, tetapi aktivitasnya cukup baik. Jadi kerjasama, mereka ingin datang ke sini untuk sebuah pergelaran,” katanya.

“Mengenai kedatangannya masih dikomunikasikan, kalau tidak tahun ini, tahun depan,” lanjutnya lagi.

Sewaktu di FKIP PGRI Palembang, Dr. Hasanuddin, M.Si. diminta untuk memberi orasi ilmiah berkaitan dengan tema “Harmoni Gerak Seni dan Budaya menuju Global Citizen” untuk merayakan hari tari dunia. Pendekatan yang disampaikannya berorientasi Cultural Studies yang multidisiplin.

Menurutnya ketika berbicara tentang kebijakan, kemasyarakatan, atau kebijakan-kebijakan politik, mestinya pendekatannya tidak monodisiplin tapi multidisiplin, dan malah ada yang menyebutnya sekarang post-disiplin. Pendekatan multtidisiplin maksudnya memadukan beberapa perspektif sudut pandang untuk melihat satu persoalan. Jadi melihat persoalan itu dari berbagai sisi dan aspek sehingga lebih mampu memberi solusi terhadap persoalan yang ada.

Lalu ia menambahkan bahwa dalam perdekatan Cultural Studies yang kritis itu kecendrungannya melihat persoalan lewat fenomena budaya tidak secara deskriptif, atau apa adanya saja. Akan tetapi itu dilihat mestinya lebih ke perscriptif, atau bagaimana seharusnya.

“Selama ini banyak kajian-kajian ilmiah yang deskriptif saja. Inilah faktanya dan keadaan yang sesungguhnya di masyarakat kita, tetapi tidak ada apa seharusnya,” jelasnya.

Untuk melihat yang seharusnya tersebut maka ungkapnya akan ada rujukan sistem nilai masyarakat setempat atau sejarah masa lalu sehingga masyarakat bergerak pada matarantai masa lalu, sekarang, dan masa depan yang diproyeksikan.

Dr. Hasanuddin, M.Si. Bercerita kembali bahwa pada waktu orasi ilmiahnya sedang berlangsung, undangan yang hadir ramai sekali. Termasuk yang hadir kali itu yaitu:  Rektor Universitas PGRI, Dr. H. Bukman Lian M.M., M.Si., Dekan FKIP, Dr. Desi Wardiah M.Pd., Ketua-Ketua Prodi. Mereka diarak juga dari gerbang depan ke dalam kampus.

“Ke depan kita identifikasi apa saja yang bisa dikerjasamakan. Kalau di FIB yang kurikulumnya mirip, bisa pertukaran mahasiswa, credit earning. Tapi mungkin kegiatan kemahasiswaan lebih banyak. Tentang penelitian dan pengabdian masyarakat, itu juga bisa, dan mereka tertarik,” ungkapnya lagi.

Kemudian PKS juga dilakukan dengan FKIP UMPalembang. Akan tetapi waktu itu terang Dr. Hasanuddin, M,Si. lebih banyak hadirin dari Prodi Pendidikan Sejarah. Di sana juga katanya ada seorang alumni FIB Unand di sana yang jadi sekretaris jurusan.

Ketika berada di FKIP UMPalembang, topik orasi ilmiah yang berjudul “Sejarah Publik sebagai Alternatif Karir dan Pendekatan Multidisiplin Cultural Studies” disampaikan baik oleh Dekan maupun Ketua Prodi S2 SejarahFIB Unand.

Dekan FKIP UMPalembang, Dr. H. Rusdy A Siroj, M.Pd., yang hadir pada kesempatan tersebut kelihatan penuh semangat karena selama ini kerjasama di FKIP UMPalembang seolah-olah dinomorduakan. Apalagi kita PTN, mereka PTS. “Harapan mereka akan ada banyak hal-hal yang bisa disinergikan,” tuturnya.

Dr. Hasanuddin, M,Si. sewaktu di FKIP Universitas Muhammadiyah juga berorasi bersama Dr. Nopriyasman, M,Hum.

“Seperti persoalan masyarakat tidak bisa kita bicarakan sendiri-sendiri. PGRI bergerak sendiri Muhammadiyah bergerak sendiri, PTN bergerak sendiri, dan PTS juga. Antar perguruan tinggi mesti bersinergi. Jangan hanya melihat persoalan bisnis, lalu berebut mahasiswa. Apalagi itu orientasinya lebih ke material, atau jumlah mahasiswa yang kuantitatif. Berusahalah kita melihat secara kualitatif daripada kuantitatif semata,” pungkas Dr. Hasanuddin, M,Si.

Kegiatan orasi ilmiah melalui kedua pendekatan itu (Perspektif budaya dan perspektif sejarah) disampaikan sesungguhnya kata Dr. Hasanuddin, M.Si. sambil memperkenalkan Kajian Budaya dan Ilmu Sejarah dari Prodi S2 FIB Unand.

 

Tim Humas: Ayendi, Admin: Gading Rahmadi

Read 108 times