FIB Unand Mewisuda Sebanyak Lima Puluh Satu Lulusannya

01 Juli 2018

FIB - Sebanyak lima puluh satu wisudawan Wisuda II 2018 dilantik dan dipindahkan jambulnya oleh Dekan FIB Unand, Dr. Hasanuddin, M.Si., menandakan mereka resmi mendapatkan gelar S.Hum. pada Sabtu (30/6/2018) bertempat di Ruang Seminar FIB Unand.

Pada Wisuda II 2018 kali ini, dari 54 calon wisudawan yang rencananya akan diwisuda, namun sayangnya 3 orang dinyatakan batal. Hal ini diakibatkan salah seorang wisudawan dari Jurusan S1 Sejarah yang bernama Rizki Wahidin F meninggal dunia akibat kecelakaan yang dialaminya. Dua orang calon wisudawan lainnya yaitu dari Prodi S2 Linguistik karena belum memenuhi sarat. Tulisan keduanya belum dipublikasikan di jurnal nasional terakreditasi atau jurnal internasional.

“Kita berada dalam kebahagiaan dan kegembiraan, terutama kepada orang tua karena anak-anaknya sudah berhasil memperoleh gelar sarjana. Kami berhasil meluluskan 52 sarjana. Di balik kegembiraan bagi kita ternyata sesungguhnya ada saudara kita yang sedih dibalut duka. Salah seorang wisudawan bernama Rizki Wahidin F pada tanggal 22 Juni 2018 mengalami kecelakaan dan meninggal. Kalau peristiwa itu tidak terjadi tentu dia larut bersama kita dengan kebahagiaan. Tapi Allah mentakirkan hal yang berbeda. Semoga keluarga ikhlas dan dapat menerimanya,” kata Dr. Hasanuddin, M.Si., memulai pidatonya dengan penuh haru.

Dengan dilantiknya wisudawan-wisudawati jadi sarjana, lalu Dr. Hasanuddin, M.Si., menyampaikan pesan bagaimana caranya mereka bersyukur. Yang pertama adalah mengucapkan ‘Alhamdulillah’ karena semuanya adalah atas berkat Allah SWT. Cara bersyukur yang kedua yaitu dengan berterimakasih pada orang tua, dan orang-orang yang telah berjasa, dan yang ketiga adalah mengamalkan ilmu yang telah diperoleh.

Lebih lanjut, Dr. Hasanuddin, M.Si. menjelaskan sesuai dengan Permenristek Dikti No. 48 tahun 2015 tentang Standar Nasional Dikti, telah diamanatkan bahwa perguruan tinggi menyediakan SKPI (Surat Keterangan Pendamping Ijazah), bisa juga dalam bentuk SKP (Sertifikat Kompetensi Profesi).

“Ada yang meminta kepada kami tetapi belum bisa kita penuhi. Mengapa demikian, karena SKP berisi kompetensi khusus berbasis kurikulum KKNI dan telah melalui proses pelatihan, pembelajaran, dan pengujian. Kita FIB belum punya tempat uji kompetensi seperti demikian, oleh karena itu SKPI belum bisa diberikan pada anda,” tuturnya.

Namun demikian, menurutnya bukan berarti tidak ada yang bisa didapatkan oleh wisudawan kali ini. “Salah satu yang telah kita coba kembangkan adalah Unit Humas yang memfasilitasi softskill untuk menjadi wartawan bidang jurnalistik. Saat ini ada salah seorang aktivis yang bergerak di bidang tersebut yaitu Lusi Andriani, dan Beliau sudah banyak berlatih dan sesungguhnya bisa diuji, namun kita belum melakukan pengujian, uji kewartawanan terhadap Beliau. Kita berikan sertifikat piagam penghargaan, tapi belum dalam bentuk SKPI,” jelas Dr. Hasanuddin, M.Si.

Kemudian Dr. Hasanuddin, M.Si. menyampaikan sesungguhnya banyak lagi yang berprestasi. Saat ini katanya ada tiga atau empat orang dari Sastra Jepang yang sedang student exchange di Jepang dan baru kembali bulan September nanti. Ada juga kredit earning beberapa mahasiswa aktif dikirim ke beberapa perguruan tinggi yang ada MOU dengan FIB yaitu Udayana, Unhas, termasuk Unpad. Artinya, menurutnya semua prestasi yang diperoleh meskipun tidak ada SKPI-nya bisa bermanfaat untuk di dunia kerja nantinya.

Ucapan selamat disampaikan kepada seluruh wisudawan, wisudawan terbaik jurusan, dan secara khusus oleh Dr. Hasanuddin, M.Si. kepada Memory Hidayat, S.Hum. wisudawan terbaik fakultas dengan IPK 3.70, prediket dengan Pujian.

“Beliau juga adalah aktivis mahasiswa sehingga diberi piagam Bintang Aktivis. Dia juga jagoan, juara karate, ada dua kali kompetisi komite yang dimenangkan. Dia adalah pencinta alam, petualangannya luar biasa. Dia juga adalah pendongeng. Dia suka bercerita. Dia juga adalah juara pantun, juga bintang film. Dia adalah salah seorang organisatoris,” katanya.

Dari berbagai prestasi yag diraih wisudawan terbaik fakultas tersebut, Dr. Hasanuddin, M.Si. Ingin menggarisbawahi bahwa menjadi aktivis tidak mesti lama tamat. Ada klausul yang menyatakan ‘Saya aktivis, jadi lama tamat dan IPK tidak penting’. “Siapa bilang IPK tidak penting, dan jadi aktivis harus gagal akademik,” katanya. Memory Hidayat, S.Hum. membuktikan bahwa menjadi aktivis dengan banyak prestasi non-akademik bisa juga memperoleh prestasi akademik yang membanggakan.

Untuk menjadi catatan bagi kita semua kata Dr. Hasanuddin, M.Si., kelima peraih bintang aktivis kampus semuanya tamat tidak ada lebih dari lima tahun, oleh karena itu kalau sekiranya calon wisudawan tamat lebih dari lima tahun, maka tidak layak kiranya diberi gelar bintang aktivis kampus. Adapun kelima Bintang Aktivis Kampus beserta jurusannya sebagai berikut:

  • Silmy Hayati, S.Hum. (Jurusan Sastra Inggris)         
  • Widya Ratna Sari, S.Hum. (Jurusan Sastra Inggris)
  • Memory Hidayat, S.Hum.  (Jurusan Sastra Minangkabau)
  • Mila Fitria, S.Hum. (Jurusan Sastra Inggris) 
  • Renaldo Hidayat, S.Hum. (Jurusan Sastra Inggris)

Tim Humas: Ayendi, Admin: Gading Rahmadi

 

Read 118 times