Dra. Diah Noverita, M.Hum., Dosen FIB Unand, Raih Gelar Doktor Bidang Linguistik

06 Juli 2018

FIB - Dra. Diah Noverita, M.Hum., dosen Jurusan Sastra Minangkabau FIB Unand, dalam rentang masa studi yang bisa dikatakan cukup panjang karena berbagai kendala yang dialaminya, akhirnya resmi berhasil meraih gelar “Doktor” setelah dilantik pada wisuda tanggal 19 April 2018 di Universitas Gajah Mada (UGM).

Lebih kurang sudah dua bulan Dra. Diah Noverita, M.Hum., resmi meraih gelar “Doktor” namun berita kelulusannya ini baru ‘viral’ di grup WhatsApp dosen FIB tepatnya pada tanggal 5 Juli 2018 karena ia baru saja masuk grup ini. Melalui pesan WhatsApp Dosen FIB Unand di mana banyak teman sejawat dosen FIB Unand memberikan pesan ucapan selamat. Sebenarnya sudah banyak juga dosen FIB Unand yang tahu bahwa ia telah wisuda, dan pada bulan Maret dan April 2018 lalu ia pun pernah datang ke kampus.

Dalam wawancara awalnya dengan tim Humas FIB Unand pada (5/7/2018) melalui media WhatsApp karena ia saat ini sedang berada di Palu, Sulawesi Tengah, Dra. Diah Noverita, M.Hum. menyampaikan riwayat pendidikannya.

“Saya lahir di Padang, 4 November 1970. Saya alumni Sastra Minangkabau angkatan masuk S1 tahun 1989, lulus tahun 1993. Setelah lulus S1, diterima sebagai dosen honor di Fakultas Sastra Unand sampai tahun 1999. Tahun 2002 lulus tes dosen dan diterima di Unand. Tahun 2002 melanjutkan studi S2 di Universitas Gajah Mada (UGM) Prodi Linguistik, dan lulus tahun 2005 dengan tesis “Gelar-Gelar Penghulu di Minangkabau: Suatu Kajian Semantik”. Tahun 2006 studi S3 di UGM Prodi Linguistik,” jelasnya

Dra. Diah Noverita, M.Hum. menyebutkan semasa kuliah S3, ia merasa banyak kendala yg bersifat internal dan eksternal yang dialaminya. Khusus dengan studinya sendiri, ada ketidakseragaman pemahaman antar promotor dan ko-promotor, sehingga berimbas pada lamanya studi S3nya.

“Awalnya saya menulis disertasi berjudul “Tafsir Pepatah Klasik Minangkabau Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah: Kajian Morfologi dan Semantik”. Tetapi ditolak mentah-mentah oleh ko-promotor saya yang kebetulan beliau non muslim, padahal sudah masuk pada sidang penilaian. Beliau tidak mau ada ayat-ayat Qur'an dalam disertasi saya. Akhirnya saya harus buat judul baru lagi untuk disertasi,” ungkapnya.

“Pada tanggal 4 September 2015, hari jumat pagi saya mengikuti ujian tertutup program doktor dengan judul disertasi “Pepatah Klasik Minangkabau: Kajian Semantik Semiotik” dengan jumlah halaman disertasi sekitar 400,” lanjutnya lagi.

Pada ujian tertutup, Dra. Diah Noverita, M.Hum. menuturkan ia diuji oleh: Prof. Dr. Kamamah Soeratno (Sastra UGM), Prof. Syafril Sairin (UGM/dosen di Malaysia juga), Prof. Dr.Oktavianus (Unand), Prof. Dr. Bambang Purwanto (Sejarah UGM), Prof. Dr. Marsono, S.U. (UGM); Sebagai Promotor, Prof.Dr. I Dewa Putu Wijana, S.U.,M.A, (UGM); Sebagai Ko-Promotor I, Prof. Dr. Soepomo Poedjosoedarmo (UGM); Sebagai Ko-Promotor II, Dr. Soejarwo, M.Hum., (Sastra Perancis UGM), dan Dr. Amir Ma'ruf, M.A., dari (Sastra Arab UGM).

Setelah ujian tertutup, cukup banyak yang harus ia revisi sesuai permintaan para penguji. Akhirnya revisi disertasi selesai menjadi sebanyak 619 halaman dan ia dinyatakan lulus tanggal 29 Januari 2016.

Setelah itu, Dra. Diah Noverita, M.Hum. disarankan untuk menulis artikel ke jurnal internasional sebagai pengganti ujian terbuka. Akhirnya artikelnya diterima dan dipublikasikan di Internasional Journal of Linguistics dengan judul artikel “Semantic Analysis of the Minangkabau Classical Proverb Based on The Model of the Proverb Tree”. Artikelnya tersebut online awal Maret 2018.

“Alhamdulillah, baru bisa wisuda tanggal 19 April 2018. Tentunya dengan masa studi yang panjang dengan BP 2006, dan dengan IPK 3,42, bertetangga dgn IPK S1 saya 3,41. Padahal saya S1 masa studinya hanya 3 tahun 9 bulan,” ucapnya lega bercampur dengan rasa penyesalan.

Untuk semua pencapaian ini Dra. Diah Noverita, M.Hum. sangat bersyukur pada Allah SWT, dan terimakasih atas doa yg selalu dipanjatkan oleh Ibunya. Walaupun Papanya tidak bisa merasakan kebahagiaan ini karena beliau telah meninggal semasa ia masih kuliah S3. Terimakasih juga ia sampaikan untuk suami tercinta, yang telah sangat banyak membantunya secara moril dan materil.

Pada kesempatan ini juga, Dra. Diah Noverita, M.Hum. ingin menyampaikan permohonan maaf karena seharusnya ia sudah lama bisa mengabdikan ilmunya kepada mahasiswa dan institusi.

“Saya sangat perlu untuk menyampaikan mohon maaf yang sebesar-besarnya kepada FIB Unand khususnya dan Universitas Andalas atas lamanya masa kuliah S3 saya ini. Ada hal-hal yg tdk bisa disampaikan di ruang publik, tetapi cukuplah kita telan sendiri sebagai hikmah pembelajaran hidup ke depannya,” ucapnya.

Berkenaan dengan berita keberhasilan Dra. Diah Noverita, M.Hum. meraih ‘Doktor’, yang diketahui oleh Dekan FIB Unand, Dr. Hasanuddin, M.Si., melalui wawancaranya dengan tim Humas FIB Unand (5/7/2018) menyampaikan ucapan selamatnya kepada Dra. Diah Noverita, M.Hum., mewakili seluruh civitas akademika FIB Unand.

“Kami, pimpinan FIB Unand mengucapkan selamat atas pencapaian penyelesaian studi pada jenjang S3 oleh Diah Noverita. Walaupun tertatih-tatih, toh akhirnya Diah berhasil juga menamatkan studi dan dapat kembali ke kampus untuk bertugas kembali. Semoga ilmunya barokah dan yang bersangkutan bisa segera fokus untuk menjalankan tupoksi tri dharma perguruan tinggi,” ucapnya.

“Semoga pula, kolega-kolega yang masih berkutat dalam penyelesaian studi doktoral dimudahkan oleh Allah SWT sehingga segera pula kembali, dan kawan-kawan yang belum S3 didorong untuk mempersiapkan diri,” pungkasnya sambil menyampaikan harapan dan pesannya kepada dosen-dosen yang ia maksudkan.

Tim Humas: Ayendi, Admin: Gading Rahmadi

 

Read 161 times