Natsuko Sugishima, Staf Ahli The Japan Foundation, Kunjungi Jurusan Sastra Jepang FIB Unand

07 Juli 2018

FIB - Jurusan Sastra Jepang dikunjungi oleh staf ahli The Japan Foundation dari Jakarta, Natsuko Sugishima, atau bisa dipanggil juga Sugishima Sensei, pada 22/6/ 2018.

Natsuko Sugishima, seperti yang dituturkan lady Diana Yusri, M.Hum. ketika diwawancarai di Dekanat FIB Unand (29/6/2018), menyebutkan bahwa ia adalah perwakilan staf ahli The Japan Foundation wilayah Sumatera untuk tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA). Disamping itu, beliau juga mengayomi staf-staf pengajar bahasa Jepang yang ada di pulau Sumatera. Beliau sebenarnya ditugaskan selama dua tahun di Padang. Pusatnya di Padang, tapi wilayah kerja beliau itu pulau Sumatera.

“Khusus untuk Unand, rencananya kami dan beliau akan mengadakan, misalnya belajar bersama, mengundang beliau sebagai pembicara dalam seminar, dan ke depannya banyak lagi kegiatan yang akan dibantu olehnya,” kata Lady Diana Yusri, M.Hum.

Menurut Lady Diana Yusri, M.Hum, kerjasama Jurusan Sastra Jepang dengan The Japan Foundation ini sebenarnya sangat luas. The Japan Foundation ini sendiri adalah lembaga dari pemerintah Jepang mengayomi bidang kebudayaan termasuk pendidikan terutama pengajaran bahasa Jepang untuk orang asing dan masyarakat Indonesia.

Kerjasama yang telah terlaksana selama ini antara Jurusan Sastra Jepang dengan The Japan Foundation, yang pertama yaitu The Japan Foundation mengundang dosen-dosen dari Jurusan Sastra Jepang untuk dilatih ke-Jepangan melalui beberapa program seperti long term yang 6 bulan, short term yang 2 bulan, dan capacity building itu 45 hari.

“Dosen Jurusan Sastra Jepang sendiri yang sudah pernah diundang cukup banyak,” kata Lady Diana Yusri, M.Hum. “Saya sendiri sudah dua kali diundang melalui long term dan capacity building,” lanjutnya.

“Selain saya ada juga Bu Rima Devi, Imelda Indah Lestari, Pak Idrus, dan Rachmidian Rahayu,” timpal Lady Diana Yusri, M.Hum. lagi

Di samping mengundang dosen, The Japan Foundation juga mengundang mahasiswa Jurusan Sastra Jepang FIB Unand. Kegiatan kerjasama jenis kedua ini sudah pernah terlaksana antar dua institusi, seperti mengundang mahasiswa untuk mengikuti capacity building, juga itu sudah dua kali. Mahasiswa Sastra Jepang berangkat ke Osaka Jepang untuk belajar bahasa Jepang.

Selanjutnya, bentuk kerjasama yang ketiga dan yang selanjutnya adalah The Japan Foundation juga menyokong pengajar bahasa Jepang bekerjasama mengadakan seminar dan memberikan fasilitas dan bantuan dari The Japan Foundation itu sendiri. Segala sesuatu yang berkaitan dengan Jepang, biasanya The Japan Foundation bersedia membantu dengan baik.

Adapun persyaratan agar bisa terpilih mengikuti program ini bagi dosen dan mahasiswa sebut Lady Diana Yusri, M.Hum. yaitu bagi dosen sudah lulus ujian kemampuan bahasa Jepang untuk level N-2, sedangkan untuk mahasiswa biasanya N3. N ini urutan tingkatnya N1 sampai N5, dan urutan yang tertinggi adalah N1.

Untuk waktu ke depan yang terdekat ini, The Japan Foundation ini sudah punya aktivitas rutin, yaitu perekrutan dosen untuk mendapatkan posisi di bulan September ini.

Mengakhiri informasi yang diberikannya, Lady Diana Yusri, M.Hum., lalu merangkum tentang kegiatan Natsuko Sugishima. Seperti yang ia sampaikan, yaitu beliau tugasnya adalah partner dari Jepang untuk mendampingi guru-guru mengajar di SMA-SMA, juga membantu atau mengawasi kegiatan pengajaran bahasa Jepang dipulau Sumatra. Jadi beliau bisa bertugas ke Aceh, ke Medan, dan ke Riau. Tugas beliau untuk mendampingi pengajaran bahasa Jepang di Sumatera. Sementara itu beliau sekarang tinggal di Basko Hotel. Kegiatannya selama dua tahun ini adalah atas biaya The Japan Foundation.

Tim Humas: Ayendi, Admin: Gading Rahmadi 

 

   

Read 99 times