Sejumlah Dosen MKWU Bahasa Indonesia FIB Unand Ikuti Lokakarya Capaian Pembelajaran (CP)

09 Juli 2018

FIB: Sejumlah dosen Jurusan Sastra Indonesia FIB Unand yang mengajar MKWU Bahasa Indonesia beserta dosen-dosen MKWU lainnya se-Unand mengikuti Lokakarya Capaian Pembelajaran Lulusan untuk Mata Kuliah Wajib Umum (MKWU) yang diselenggarakan oleh Lembaga Pengembangan Pendidikan dan Penjaminan Mutu (LP3M). Lokakarya ini berlangsung selama satu hari, yaitu Jum’at (29/6/2018) bertempat di Aula Pascasarjana Lantai 2 Universitas Andalas

Bertindak sebagai moderator lokakarya, Dr. Ike Revita, M.Hum., dosen Jurusan Sastra Inggris yang merupakan Kepala Pusat Pengembangan Pendidikan LP3M Unand, memperkenalkan narasumber, yaitu Dr. Arqom Kuswanjono. Ia adalah Tim Pengembang MKWU Kemenristekdikti yang berasal dari Fakultas Filsafat Universitas Gajah Mada (UGM). Kemudian untuk acara pembukaan mewakili Ketua LP3M, Dr. Yulia Hendri Yeni ST.,MT., Ak., yang sedang berada di luar kota saat itu, maka ia menyerahkan kepada Dedison Gasni, ST., MT., Ph.D., Kepala Pusat Penjaminan Mutu.

Sejumlah dosen dari Jurusan Sastra Indonesia yang hadir mengikuti lokakarya itu adalah: Dra. Sri wahyuni, M.Ed., Sonezza Ladyana, M.A., Dra. Novriati, M.Hum., Dra. Efriyades, M.Hum., Dra. Leni Syafyahya, M.Hum., Dr. Aslinda, M.Hum.

Pada hari lokakarya tersebut sebenarnya ada juga sejumlah dosen pengampu mata kuliah Bahasa Inggris dari Jurusan Sastra Inggris FIB Unand yang diundang. Hal ini barangkali ada kesalahpahaman panitia yang mengangggap mata kuliah Bahasa Inggris adalah MKWU, pada hal tidak termasuk. Dosen-dosen dari Jurusan Sastra Inggris yang datang tersebut, antara lain: Dr. Rina Marnita, M.A., Edria Sandika, M.Hum., Ayendi, M.Pd. M.Hum., Dhiant Asri, M.Hum., dan Dra. Eva Najma, M.Hum.

Dedison Gasni, ST., MT.,Ph.D. sebelum membuka secara resmi lokakarya menyampaikan SNPT Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) sudah dari tahun 2014 dimulai dari Program Studi S1, kemudian tahun 2017 dilanjutkan untuk program studi S2 dan S3, dan untuk tahun 2018 ini dititikberatkan pada program studi khusus untuk profesi, seperti nurse dan profesi di bidang kesehatan.

“Kurikulum baru dilaunching, dosen MKWU belum disamakan persepsinya. Melalui lokakarya ini diharapkan kita bisa menyamakan persepsi kita sehingga tujuan capaian  KKNI bisa dicapai,” ungkapnya.

“RPS kita sesuaikan sehingga di Unand kita punya satu RPS yang bisa dipakai oleh seluruh mahasiswa dan dosen MKWU. RPS bisa diimprove disesuaikan dengan SNPT Dikti,” harapnya lagi untuk hasil dari lokakarya itu.

Sebagai nara sumber lokakarya, Dr. Arqom Kuswanjono diawal presentasi menyebutkan dasar undang-undang dari keberadaan MKWU, yaitu UU No.12/2012 Pendidikan Tinggi Pasal 4 tentang Fungsi Pendidikan Tinggi. Seperti tertera di slidenya, Pendidikan Tinggi Berfungsi:

  1. Mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa.
  2. Mengembangkan Sivitas Akademika yang inovatif, responsif, kreatif, terampil, berdaya saing, dan kooperatif melalui pelaksanaan Tridharma.
  3. Mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan memperhatikan dan menerapkan nilai Humaniora.

Merujuk kepada UU tersebut, dengan demikian ungkapnya setiap perguruan tinggi harus menyelenggarakan MKWU yang meliputi: Agama, Pancasila, Kewarganegaraan, dan Bahasa Indonesia.

Asosiasi MKWU itu sendiri sebut Dr. Arqom Kuswanjono, ketuanya adalah dirinya sendiri. “Dulu April tahun lalu didirikan. Waktu itu di Riau ada seminar kemudian dibuat asosiasi dan saya terpilih,” katanya.

“Di UGM itu MKWU itu koordinatornya adalah Fakultas Filsafat, ada lembaga yang mengurusnya UPT di Universitas yang terdiri dari banyak fakultas anggotanya, ada koordinatornya,” jelasnya lagi tentang keorganisasian MKWU.

Kemudian Dr. Arqom Kuswanjono melanjutkan tentang Capaian Pembelajaran (CP). Menurutnya CP ini sebenarnya ada di tingkat prodi. Terkait dengan MKWU dan CP ia mengungkapkan orang seakan menganggap bahwa MKWU hanya merubah sikap saja, padahal menurutnya juga untuk meningkatkan pengetahuan karena berbasis proses keilmuan (Saintifik).

Adapun langkah-langkah dari proses keilmuan yang diterapkan pada MKWU saat sekarang ini oleh Kemenristekdikti yaitu: Mengeksplorasi, Mempertanyakan, Menggali Informasi, Mengolah Informasi/ Membangun Argumen, dan Menginformasikan Hasil Kajian, dan Penalaran.

Kemudian, Dr. Arqom Kuswanjono memberi satu contoh Problem-Based Learning terkait dengan aksi pelaku teroris. Mahasiswa diminta untuk mengeplorasi, membuat pertanyaan seputar teroris. Lalu mahasiswa menggali informasi terkait semua pertanyaan yang diajukan. Setelah itu mengolah semua informasi yang telah didapatkan untuk bisa membangun argumen, dan terakhir menginformasikan hasil temuan melalui presentasi.

“Pendidikan itu tidak mendidik orang pintar saja tapi baik, jadi pintar dan baik. Untuk mencapai tujuan MKWU, tujuan pertama itu adalah agama, berimam dahulu. Ini yang membedakan tujuan pendidikan kita dengan negara lain. Agama itu urusan keluarga, urusan domestik. Negara lain adalah sekuler. Di Indonesia mata kuliah agama perlu, berbeda dengan negara barat,” jelasnya.

Pada sesi diskusi, banyak sekali pertanyaan, komentar, kritikan, dan masukan terutama dari Koordinator mata kuliah Agama, Pancasila, dan Kewarganegaraan Unand. Mereka berharap ada tindak lanjut dan perhatian dari pimpinan Universitas Andalas. Rangkuman dari semuanya itu yaitu:

  1. Di beberapa jurusan atau fakultas di Unand ada yang memiliki mata kuliah Pancasila, dan ada juga yang tidak.
  2. SKS MKWU berbeda-beda antar fakultas.
  3. Karir dosen seperti pengampu MKWU Agama tidak jelas.
  4. Dibuat UPT MKWU.
  5. MKWU mata kuliah wajib di Unand, sementara jumlah dosen kurang

Yang menjadi bahan pertanyaan juga bagi peserta lokakarya saat diskusi tersebut adalah siapa yang akan menginisiasi RPS, apakah masing-masing dosen, atau pimpinan LP3M menyebarkan informasi ke bawah.

Di akhir sesi, yaitu setelah shalat Jum’at, tepatnya pukul 13.30 di agendakan diskusi untuk membuat RPS KKNI masing-masing MKWU.

 

Tim Humas: Ayendi, Admin: Gading Rahmadi

Read 89 times