Kamis, 09 Agustus 2018 20:41

FIB Unand Berduka atas Meninggalnya Dra. Adriyetti Amir, S.U., Dosen Sastra Lisan Jurusan Sastra Indonesia

FIB—Fakultas Ilmu Budaya Unand berduka dengan berpulangnya salah seorang dosen Jurusan Sastra Indonesia, Dra. Adriyetti Amir, S.U. di usia 62 tahun. Beliau wafat di Rumah Sakit M. Djamil, Padang sekitar pukul 22.17 WIB tadi malam (8/8/2018) akibat yang dipicu oleh penyakit stroke yang diderita sejak 2 tahun silam.

Beliau menderita stroke ketika masih sedang studi S-3 di Universiti Kebangsaan Malaysia. Almarhumah yang merupakan satu-satunya perempuan dari tiga bersaudara ini disemayamkan hari ini di rumah duka di Sumani, Solok.

Menurut Ketua Jurusan Sastra Indonesia FIB Unand, Dr. Gusdi Sastra, M. Hum., almarhumah merupakan dosen yang memiliki kinerja yang bagus dan dekat dengan banyak pihak.

“Kinerja Beliau sangat bagus, energik, dan pernah menjadi ketua dan sekretaris jurusan dan dekan fakultas. Almarhumah adalah dosen yang sangat dekat dengan mahasiswa, dosen, dan pegawai, serta masyarakat kesenian dan sekitarnya,” jelas Dr. Gusdi Sastra, M. Hum. ketika diwawancarai via WhatsApp pada 9 Agustus 2018.

Selain itu, almarhumah juga dikenal sebagai sosok dosen yang bukan hanya sebagai pengajar, tetapi juga sebagai sosok ibu bagi mahasiswanya. Beliau juga mampu memacu kreativitas mahasiswa dengan memberikan dukungan moril.

“Bu Yet adalah dekan waktu saya mulai kuliah. Beliau adalah sosok ibu bagi banyak anak-anak sastra waktu itu. Bahkan, mungkin sampai beliau berpulang,” tutur Azwar, S.S., M.Si., alumni Sastra Indonesia angkatan 2001 ketika diwawancarai via WhatsApp pada Kamis, 9 Agustus 2018.

“Awal kuliah, saya pernah dipanggil ke ruangan dekan. Saya masih takut-takut waktu itu. Bu Yet memberi saya sebuah buku. Beliau minta saya meresensinya. Bagi saya, itu petuah yang teringat seumur hidup, bagian dari proses kreatif penulisan saya,” lanjut Azwar, S.S., M.Si.

“Mendapat dukungan moril dari dekan/pimpinan adalah mutiara berharga dalam proses kreatif, dan itu saya peroleh salah satunya dari Bu Yet. Bu Yet juga orang yang mendorong saya untuk hijrah ke Jakarta karena melihat kondisi di Unand waktu itu (saya pernah menjadi dosen tidak tetap di Unand) “Pergilah ke Jakarta, lanjutkan kuliah” begitu kira-kira pesan Beliau,” jelas Azwar, S.S., M.Si. menyampaikan kenangannya tentang almarhumah.

Senada dengan itu, Ria Febrina, S.S., M.Hum., dosen Jurusan Sastra Indonesia FIB Unand yang juga merupakan salah seorang pengelola humas FIB Unand merasa bangga memiliki dosen seperti almarhumah. Menurut Ria Febrina, S.S., M.Hum., almarhumah merupakan dosen yang patut dicontoh.

“Saya mengenal Beliau sebagai dosen yang patut ditiru dan dihormati. Bahasa dan retorika Beliau sangat bagus dan memiliki khiasan sehinga saya ingin selalu memahami apa yang disampaikan Beliau,” tutur Ria Febrina, S.S., M.Hum. ketika diwawancarai di Ruang Humas FIB pada Kamis, 9 Agustus 2018.

“Saya mengenal Beliau begitu dekat ketika menjadi wartawan di Padang Ekspress. Saat itu, saya masih mahasiswa, tapi bekerja di Padang Ekspress. “Yok kita wawancara sambil makan sate”, ujar Beliau waktu itu ketika saya ditugaskan mewawancarai Beliau,” lanjut  Ria Febrina, S.S., M.Hum.

Lebih lanjut, Ria Febrina, S.S., M.Hum. juga menyampaikan bahwa almarhumah sangat menghargai orang-orang yang berkarya.

“Beliau sangat menghargai orang-orang yang berkarya seperti penulis, sastrawan, seniman, budayawan dan mengingatnya dengan baik.” tuturnya

Reporter: Lusi Andriani, Editor: Ayendi, Admin: Gading Rahmadi

Read 260 times