Jumat, 10 Agustus 2018 06:02

Pimpinan FIB Sambut Mahasiswa Baru Tahun Ajaran 2018

FIB-Wakil Dekan II, Drs. Rumbardi, M.Sc., menyambut mahasiswa baru Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas pada Kamis (8/8/18). Bertempat di Ruang Seminar FIB Unand, penyambutan ini dilakukan secara resmi melalui Orientasi Proses Belajar Mengajar (OPBM).

Dalam sambutannya, Drs. Rumbardi, M.Sc. mengemukakan empat poin penting yang disampaikan mewakili Dekan FIB Unand. Hal tersebut ialah harapan kepada mahasiswa baru untuk mengembangkan potensi diri sebagai seorang mahasiswa ketika berada di universitas, yakni knowledge (ilmu pengetahuan), skill (keahlian), attitude (sikap), dan komunikasi yang baik.

“Hal pertama yang perlu dilakukan dalam mengembangkan potensi diri, yaitu menambah knowledge atau ilmu pengetahuan. Ilmu pengetahuan itu bervariasi. Di FIB Unand sendiri, ada lima bidang ilmu berbeda dari lima jurusan, yaitu Sastra Inggris, Sastra Jepang, Sastra Indonesia, Sastra Minangkabau, dan Ilmu Sejarah. Akan tetapi, secara umum ketika masuk ke FIB Unand, Anda akan berilmu dalam dalam bidang bahasa dan sastra,” ujarnya.

Drs. Rumbardi, M.Sc. juga menjelaskan bahwa hal kedua yang perlu dilakukan dalam mengembangkan potensi diri, yakni skill (keahlian). Ia menyampaikan bahwa orang yang hanya memiliki pengetahuan saja, potensi dirinya tidak akan lengkap. Baginya, untuk melengkapi potensi diri tersebut, diperlukan hal lainnya, yaitu skill (keahlian).

“Setelah yang pertama terpenuhi, hal kedua yang harus dilakukan ialah berkepandaian. Misalnya, di Jurusan Sastra Inggris, mahasiswa akan belajar sastra dan bahasa. Keahliannya ialah berbahasa Inggris. Begitu juga untuk Jurusan Sastra Jepang dan Sastra Indonesia, mahasiswa harus mampu berbahasa Jepang dan berbahasa Indonesia dengan baik dan benar. Setelah itu, di Jurusan Sastra Minangkabau, mahasiswa harus mampu melakukan tradisi-tradisi yang ada di Minangkabau, memahami petatah-petitih, dan sebagainya. Kemudian, untuk Jurusan Ilmu Sejarah, mahasiswa juga harus ahli misalnya dalam pengarsipan sejarah,” tutur Wakil Dekan II FIB Unand ini.

Lebih lanjut, Drs. Rumbardi, M.Sc. menyatakan bahwa hal berikutnya yang harus dilakukan untuk mengembangkan potensi diri ialah attitude (sikap). Perilaku yang dimaksud ialah perilaku yang berdasarkan standar nasional dan standar internasional, yaitu perilaku yang diterima oleh norma-norma adat dan norma-norma agama.

“Jika Anda masuk ke universitas, akan ada beberapa mata kuliah yang akan membentuk perilaku yang baik. Dari hari ke hari, Anda akan menerima perilaku yang berbeda jika dibandingkan sedang berada di pasar.  Perilaku ini juga harus ditingkatkan sesuai dengan norma-norma adat dan norma-norma agama, baik secara lokal, nasional, maupun internasional. Jadi, Anda harus berbeda dari orang kebanyakan. Dalam berprilaku baik itu, tidak ada lagi kata-kata kasar, marah-marah tidak jelas, atau menyebarkan berita hoaks,” jelasnya.

Drs. Rumbardi, M.Sc. menyimpulkan bahwa ketiga aspek di atas dapat berjalan dengan baik jika memiliki kemampuan komunikasi yang baik. “Melalui komunikasi, kita mampu untuk menyampaikan perasaan, pendapat, berargumen, dan berdebat. Jadi, kemampuan berkomunikasi ini sangat penting. Ketika Anda hebat dalam knowledge atau ilmu pengetahuan, skill atau keahlian, attitude atau sikap, tapi Anda tidak mampu mengkomunikasikannya, semua akan sia-sia. Tidak bisa juga dipungkiri, jika kita ingin berkomunikasi dengan baik di tingkat internasional, kita harus menguasai bahasa internasional, salah satunya yaitu bahasa Inggris,’ simpulnya.

Reporter: Mita Handayani, Editor: Ria Febrina, Admin: Gading Rahmadi

 

Read 92 times