Pengurus BEM FIB Unand Periode 2017/2018 Dilantik oleh Dekan

06 Maret 2017
Pelantikan BEM FIB Unand Periode 2017-2018

FIB—Presiden dan Wakil Presiden BEM Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas beserta menteri dan kabinetnya dilantik oleh Dekan FIB Unand secara terbuka pada Jumat (3/03/17) di ruang seminar FIB Unand.

Wakil dekan I, Prof. Oktavianus, M.Hum., dan Wakil Dekan III, Dr. Hasanuddin, M.Si., beserta Ketua UKM FIB dan Ketua HIMA FIB Unand sebagai perwakilan mahasiswa FIB ikut serta hadir dalam pelantikan ini. Acara pelantikan ini dilaksanakan tepat waktu, yaitu pada pukul 14.00 WIB.

Dalam sambutannya, Dekan FIB Unand, Prof. phil. Gusti Asnan menyampaikan apresiasi dan harapannya kepada pengurus yang baru. “Pertama, saya ingin beri apresiasi kepada panitia yang telah menyelenggarakan acara pelantikan ini dengan tepat waktu. Saya sedikit heran mengapa yang datang hanya sedikit saja dari mahasiswa FIB, hanya perwakilan UKM saja. Mungkin memang benar mahasiswa hari ini memang sibuk dengan dunia mereka sendiri,” ungkap Dekan FIB.

Lebih lanjut, Prof. phil. Gusti Asnan menyatakan bahwa apa yang dilakukan sekarang merupakan sebuah gebrakan besar hasil perjalanan beberapa waktu belakangan. “Langkah baru bagi pergerakan aktivitas mahasiwa. Pada penghujung masa jabatan saya sebagai Dekan FIB, saya berharap mahasiswa FIB bisa aktif dengan berbagai sarana yang telah tersedia ini, serta tak lagi menjadi mahasiswa yang tugasnya hanya belajar semata. Saya juga ingin membuka dialog dengan seluruh perwakilan UKM, Hima, dan mahasiswa untuk sama-sama mencari titik temu akan kendala-kendala yang ada,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua BEM terpilih 2017/2018, Muhammad Hafiz mengucapkan terima kasih atas terpilihnya ia sebagai Ketua BEM FIB pada periode satu tahun mendatang. “Saya akan berusaha sekuat tenaga untuk menjalankan amanah dalam mengemban jabatan sebagai Ketua BEM FIB terpilih. Kami membentuk kabinet revolusi dengan harapan akan membawa perubahan yang lebih baik,” ungkapnya.

Foto Bersama Dekan, Wakil Dekan dengan Ketua BEM dan Pengurus BEM Periode 2017/2018
Foto Bersama Dekan, Wakil Dekan dengan Ketua BEM dan Pengurus BEM Periode 2017/2018

Muhammad Hafiz juga menyatakan bahwa perjalanan panjang dimulai dari langkah kecil agar bisa menjadi langkah besar. “Saya menyadari dalam kurun waktu 1 tahun bukan waktu yang lama untuk sebuah perubahan yang besar. Kesadaran terhadap karakter FIB, perbaikan sistem dan SDM, terkhusus kepada teman-teman pengurus BEM yang baru, besar kemungkinanan pro dan kontra pasti akan ada. Namun, saya akan berusaha mendengar setiap masukan, kritik, dan pesan setiap mahasiswa FIB. Mahasiswa adalah penengah antara rakyat dan pemerintah. Saya mengajak agar kita mulai dari ruang lingkup terkecil, yaitu dari internal kampus hingga ke pemerintahan. Sebab, peran mahasiswa salah satunya adalah peduli terhadap rakyat. Berbicara saja tidak mampu mengubah apa pun. Dalam hal ini, ada dua pilihan kita bergerak mengukir sejarah atau diam menjadi sampah,” jelasnya.

Kata sambutan Ketua BEM FIB Unand periode 2017/2018 ini pun disambut dengan teriakan lantang “Hidup Mahasiswa” berkali-kali. Pelantikan BEM FIB Unand ini menjadi awal dari harapan yang besar bagi mahasiswa FIB.

Sementara itu, mantan Ketua BEM FIB Unand periode 2014—2016, Iqbal Musa, memberikan perhatian khusus pada pelantikan ini. “Bem FIB Unand bisa dikatakan kurang produktif. Semenjak tahun 2011 hingga tahun 2017, BEM FIB Unand hanya mempunyai tiga presiden. Dalam kurun waktu lebih dari 6 tahun, BEM FIB kita ini hanya memiliki tiga presiden. Satu langkah perubahan yang besar menurut saya, sebab badan eksekutif dan legislatif telah dipisah dalam kepengurusan yang baru ini,” ujar mahasiswa Jurusan Sastra Indonesia angkatan 2011 ini.

Lebih lanjut, Iqbal Musa mengungkapkan bahwa ahli politik memprediksi pada tahun 2020—2030, 70 % penduduk Indonesia adalah pemuda. Baginya, ini merupakan fenomena unik di Indonesia sebab menjadi bonus demokrasi. “Pemuda Indonesia harus mengambil alih dan tidak lagi menjadi pengikut semata. Harapan kita ke depan, melalui mahasiswa kita harus menjadi pengambil dan pengubah kebijakan. Tidak lagi menjadi perantara. Kepengurusan BEM yang baru beserta jajarannya, UKMF, dan HIMA FIB insyaallah ke depannya kita akan kuat. Apresiasi saya sampaikan  kepada panitia telah memulai membuka lembaran baru dengan baik,” ujarnya.

Lalu, Ketua DLM FIB Unand, Wahyu Gusrizal, juga memberikan sambutan terkait banyaknya perubahan yang membuat karakter sebagai mahasiswa semakin hilang. Menurutnya, mahasiswa hari ini adalah orang-orang yang sibuk dengan dunia mereka sendiri, tanpa peduli masyarakat, dan tanpa berbaur dengan rakyat.

“Kebanyakan mahasiswa masih belum memahami jati diri dan peran sebagai mahasiswa. Jati diri mahasiswa hanya dipahami sebagai sosok intelek semata. Sifat yang pemberani, responsif, dinamis, dan enerjiklah yang harus ada pada tiap diri mahasiswa. Bicara soal kawula muda, tentu tidak ada habisnya. Saya selaku ketua dewan legislatif mahasiswa berharap semoga ke depannya, masyarakat FIB mampu menemukan titik temu dengan karakter yang membawa perubahan menjadi lebih baik,” ujar Wahyu Gusrizal.

Sejumlah kata sambutan yang diikuti dengan sumpah kepengurusan BEM FIB Unand menjadi rangkaian dari acara pelantikan BEM FIB Unand periode 2017—2018. Pelantikan ini pun diakhiri dengan foto bersama. 

 

Reporter: Dini Alvionita, Editor: Ria Febrina, Admin: Gading Rahmadi

 

Read 637 times