Kamis, 09 Maret 2017 13:28

Rektor Apresiasi Orasi Ilmiah Dr. Pramono dalam Rangka Lustrum VII FIB Unand

Rektor Universitas Andalas, Prof. Dr. Tafdil Husni, S.E., MBA
Rektor Universitas Andalas, Prof. Dr. Tafdil Husni, S.E., MBA

FIB—Rektor Universitas Andalas, Prof. Dr. Tafdil Husni, S.E., MBA mengapresiasi orasi ilmiah yang disampaikan Dr. Pramono dalam rangka orasi ilmiah Rapat Senat Terbuka Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas dalam peringatan Lustrum VII pada Selasa (7/3/2017) di Ruang Seminar FIB Unand.

Menurut Prof. Dr. Tafdil Husni, S.E., MBA, orasi tersebut telah mengungkapkan sejarah orang Minangkabau yang taat beragama, profesional, intelektual, serta unggul dalam perniagaan.

Rektor, Dekan, Guru Besar dan Ketua dan Anggota Senat FIB sedang mengikuti sidang Lustrum  Ke-7
Rektor, Dekan, Guru Besar, Ketua dan Anggota Senat FIB sedang mengikuti sidang Lustrum Ke-7

Tak hanya itu, Rektor Universitas Andalas juga mengungkapkan bahwa lulusan FIB harus berbangga karena dapat memberikan sumbangsih dan menambah pemasukan negara dari segi budaya dan kesenian yang ada di Indonesia ini.

“Lulusan FIB harus bangga karena lulusan ini bisa berjasa kepada negara melalui perkenalan budaya Indonesia, khususnya budaya dan kesenian di Minangkabau terhadap negara luar. Hal ini tentunya dapat mengakibatkan pemasukan ekonomi negara Indonesia menjadi meningkat,” ungkap Prof. Dr. Tafdil Husni, S.E., MBA dalam acara yang bertemakan “Membangun Peradaban dalam Masyarakat Global” ini.

Tak hanya dihadiri oleh Rektor, Dekan dan Wakil dekan di lingkungan Unand, guru besar, dosen, mahasiswa, dan alumni FIB Unand juga turut hadir. Melalui judul “Syair untuk Syiar: Tradisi Bersastra dan Beragama di Kalangan Ulama Minangkabau Permulaan Abad XX”, Dr. Pramono mengungkapkan bahwa penggunaan syair sebagai media syiar Islam di Nusantara memiliki pengaruh yang besar, terutama dalam proses penanaman nilai-nilai keislaman.

“Islam yang berkembang di Nusantara adalah Islam yang bermazhab Syafii dengan ajaran tasawuf yang kuat. Misalnya, Kasidah Burdah dan Barzanji yang dipakai oleh kalangan sufi untuk menanamkan nilai-nilai Islam kepada penduduk Nusantara,” jelas Dr. Pramono yang juga merupakan Ketua Minangkabau Corner Unand.

Orasi Ilmiah Oleh Dr. Pramono, M.Si  L
Orasi Ilmiah Oleh Dr. Pramono, M.Si

Lebih lanjut, Dr. Pramono mengungkapkan bahwa peran kesenian dan kesusastraan, termasuk syair dalam proses penyebaran Islam di Nusantara memang tidak dapat dinafikan. Beragam gubahan cerita atau karya sastra Arab dan Persia menjadi “ramuan” mangkus yang membius penduduk Nusantara untuk jatuh cinta pada Islam.

“Begitulah muatan estetika, pengajaran, dan hiburan yang terkandung dalam sastra sering mempengaruhi perilaku. Pengalaman estetika yang diperoleh dari karya sastra mampu mengubah pandangan dunia seseorang,” ujarnya.

Dr. Pramono juga mengungkapkan bahwa karya sastra, khususnya syair keagamaan telah menciptakan kesenangan bagi pembaca dan pendengarnya. “Seperti yang dikemukakan oleh Abu Hasan Sham, karya dalam bentuk syair lebih diminati oleh pendengarnya karena syair memiliki irama dan pilihan kata yang menarik untuk dilagukan ketika membacanya,” jelas Ketua Program Studi Sastra Daerah Minangkabau ini.

 

Reporter: Rina Sephtiari, Editor: Ria Febrina, Admin: Gading Rahmadi

Read 827 times