FIB—Tim Humas FIB Unand dipercaya sebagai juri untuk menilai tulisan mahasiswa baru (maba) angkatan 2018 FIB Unand. Selama tiga hari OPBM (Orientasi Proses Belajar Mengajar), pada 9—11 Agustus 2018, Tim Humas FIB Unand bekerja keras menilai tulisan maba untuk mendapatkan tulisan terbaik.

FIB--Fakultas tiga serangkai, yaitu Fakultas Ilmu Budaya (FIB), Fakultas Ilmu Sosial dan iIlmu Politik (FISIP), dan Fakultas Hukum, mengadakan penggalangan dana untuk masyarakat yang terkena Gempa Bumi di Lombok. Menurut BNPB, saat ini sudah tercatat sebanyak 436 jiwa meninggal dunia akibat gempa bumi tersebut. Bertempat di depan FIB Unand atau tepatnya di depan parkiran gedung E, penggalangan dilaksanakan pada Senin, 13 Agustus 2018.

FIB--Orientasi Pengenalan Belajar Mengajar (OPBM) 2018 Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Andalas, resmi ditutup pada Sabtu, 11 Agustus 2018. Mewakili Dekan FIB Unand, Wakil Dekan II, Drs. Rumbardi, M.Sc. menyampaikan terima kasih kepada Wakil Dekan III, Imelda Indah Sari, S.S., M.Hum. karena telah menghimpun dan membimbing mahasiswa sehingga acara ini berhasil dilaksanakan.

FIB - Dekan FIB Unand, Dr. Hasanuddin, M.Si. dan tiga orang dosen lainnya, yaitu Dr. Aslinda, M.Hum., Dr. Rima Devi, M.Si., dan Ayendi, M.Pd., M.Hum., mengikuti "Pelatihan Asesor Kompetensi" yang diadakan oleh LSP Politeknik Negeri Padang pada 7 s.d. 11 Agustus 2018 lalu di HW Hotel, Jalan Hayam Wuruk, Padang. Beberapa waktu sebelumnya, salah seorang dosen FIB, Dr. Wannofri Samry, M.Hum. juga telah mengikuti "Pelatihan Asesor Kompetensi" di tempat yang berbeda.

Peserta yang mengikuti pelatihan kali ini berjumlah 94 orang yang didominasi oleh dosen-dosen Politeknik Negeri Padang dan juga beberapa dosen dari Politeknik lainnya di luar Sumatera Barat. Kata sambutan pembukaan "Pelatihan Asesor Kompetensi" disampaikan oleh tiga orang yang berwenang yang terdiri atas Ketua Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Politeknik Negeri Padang (PNP) sekaligus Ketua Pelaksana kegiatan, Desti Warman, S.T., M.Si.; Ketua Komisi Pelaksanaan Sertifikasi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), Ir. Drs. Arizal Tatang, M.T.; dan Direktur Politeknik Negeri Padang, Surfa Yondri, S.T., SST, M.Kom.

Desti Warman, S.T., M.Si. menyampaikan bahwa PNP memiliki 21 skema. Dengan telah diselesaikannya seluruh skema oleh program studi, alumni PNP mempunyai SKPI sehingga lulusan memiliki waktu yang lebih pendek untuk mencari pekerjaan.

“Pengertian dari skema sertifikasi itu ialah suatu bentuk, pola, dan cara sertifikasi dilaksanakan atau suatu dokumen yang mengatur pendaftaran, assesmen, dan keputusan. Skema-skema itu diterapkan untuk kepemanduan wisata, sekretaris, pengelola keuangan, dan operator alat berat,” paparnya.

Pada kesempatan berikutnya, Ir. Drs. Arizal Tatang, M.T. menjelaskan bahwa banyak tantangan bagi tenaga kerja Indonesia saat ini. Tantangan itu antara lain bonus demografi, persaingan global antara orang asing yang datang ke Indonesia dengan orang Indonesia sendiri, era revolusi industri 4.0 dengan adanya otomatisasi, dan era ekonomi digital.

“Ijazah tidak penting zaman ini. Ijazah merupakan bukti menyelesaikan pendidikan. Oleh karena itu, berijazah, tapi menganggur itu biasa. Obatnya ialah sertifikasi kompetensi. Bermutu atau tidak bermutu si pemegang sertifikat ditentukan oleh asesor. LSP menjadi palang pintu terakhir. Oleh karena itu, asesor mesti melakukan asesmen dan proses uji yang baik, serta metode yang pas,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Ir. Drs. Arizal Tatang, M.T. menyatakan, “Sebagai pengajar kita mesti memiliki empati, tetapi menjadi asesor itu justru zero toleran, artinya raja tega. Jika mahasiswa tidak mampu, asesor bisa dinyatakan salah.”

Surfa Yondri, S.T., SST, M.Kom., Direktur Politeknik Negeri Padang, menyatakan bahwa PNP memiliki target 90% dosen memiliki sertifikat asesor dan diharapkan akan lahir master asesor dari Politeknik Negeri Padang (PNP).

Dalam materi pelatihan, Nes Yandri, Master Asesor BNSP yang memiliki pendidikan S-3 Sandwich Program TU Braunschweig Jerman-ITB menyatakan bahwa tujuan dari pelatihan ini agar peserta latih diharapkan melakukan proses asesmen kompetensi terhadap peserta sertifikasi berdasarkan tugas yang diberikan oleh LSP atau BNSP.

“Sertifikasi kompetensi merupakan seluruh kegiatan yang dilakukan oleh LSP untuk menetapkan bahwa seseorang memenuhi persyaratan kompetensi yang ditetapkan, mencakup pendaftaran, asesmen, keputusan sertifikasi, survailen, sertifikasi ulang, dan penggunaan sertifikat,” ujarnya menjelaskan sertifikasi kompetensi.

AKelembagaan dari sertifikasi kompetensi, menurutnya, ialah Peraturan Pemerintah No. 23 Tahun 2004 yang diperbaharui dengan Peraturan Pemerintah No.10 Tahun 2018 tentang Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) sebagai Badan Otoritas Sertifikasi di Indonesia. BNSP, sebutnya, dapat memberikan otoritas penerbitan Sertifikat Kompetensi kepada LSP. Lalu, tugas asesor, seperti yang disebutkan Nes Yandri, menjadi sopir dari LSP atau BNSP. Tugasnya merupakan satu bagian dari rangkaian sertifikasi kompetensi, yaitu melakukan proses asesmen. Kemudian, standar kompetensi kerja asesor kompetensi di antaranya, merencanakan dan mengorganisasikan asesmen, mengembangkan perangkat asesmen, dan mengases kompetensi.

Ketika ditemui di ruang kerjanya pada Senin (13/8/2018), Dekan FIB Unand, Dr. Hasanuddin, M.Si., menegaskan bahwa Unand mesti segera menindaklanjuti suatu kegiatan dalam bentuk workshop atau lokakarya penyusunan naskah dokumen untuk pendirian Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) di tingkat Unand. Dalam workshop itu, nanti diundang seluruh dekan dan satu orang dosen yang akan ditugasi oleh dekan untuk menyiapkan dokumen dan skema-skema untuk terbentuknya Tempat Uji Kompetensi (TUK) pada setiap fakultas.

“Dalam tahun ini, kegiatan itu akan diselenggarakan dalam jangka pendek, yakni dalam satu atau dua bulan paling lambat berdiri LSP dan TUK sehingga dengan begitu tuntutan peraturan pemerintah tentang adanya sertifikat kompetensi dan surat keterangan pendamping ijazah (SKPI) bagi lulusan terealisasi dengan benar,” ujarnya.

Selama ini, Dekan FIB Unand menyatakan bahwa ada yang disebut dengan SAPS. Mahasiswa disuruh aktif seminar, melakukan aktivitas kreatif lainnya, dan dihitung sebagai poin hingga mendapatkan 100 sampai 300 poin. Akan tetapi, hal itu sesungguhnya tidak memadai jika disalin menjadi SKPI.

“Sesungguhnya itu tidak pas. Surat keterangan pendampingan ijazah yang dikehendaki ialah kompetensi. Itulah yang akan digunakan oleh lulusan untuk melamar pekerjaan dan itulah sertifikat yang keabsahannya diakui oleh dunia kerja,” komentarnya.

Lebih lanjut, Dr. Hasanuddin, M.Si. menyatakan bahwa untuk Fakultas FIB, harus segera disusun skema yang relevan untuk mendirikan TUK bidang bahasa, sastra, budaya, dan sejarah.

“Kalau kita terlambat, kita semakin tertinggal. Bidang ilmu kita sesungguhnya bidang yang tidak punya kaitan langsung ke dunia kerja. Bahasa dan sastra serta merta tidak berkaitan langsung dengan dunia industri. Oleh karena itu, kita harus segera mengembangkan skema-skema yang ada kaitan langsung dengan dunia kerja,” pungkasnya.

Humas FIB: Ria Febrina atas laporan Ayendi, Admin: Gading Rahmadi

Sesuai dengan Kalender Akademik Universitas Andalas Tahun Akademik 2018/2019, bahwa pelaksanaan Proses Belajar Mengajar dilaksanakan tanggal 13 Agustus s.d 28 September 2018. Adapun Jadwal Kuliah dan Surat Pengantar WD 1 terkait informasi jadwal akademik penting lainnya sebagai berikut :

1. Jadwal Kuliah tanggal 13 Agustus s.d 28 September terlampir

2. Jadwal UTS tanggal 1-12 Oktober 2018

3. Minggu tenang tanggal 3-7 Desember 2018

4. Ujian Akhir Semester (UAS) tanggal 10-21 Desember 2018

5. Batas Akhir Pemasukan nilai UAS tanggal 12-31 Desember 2018

6. Pengurusan Nilai BL tanggal 4 Januari 2019

Demikianlah disampaikan, atas perhatian diucapkan terima kasih

 

Wakil Dekan I,

 

dto

 

Dr. Ferdinal, M.A.

196607091992031002

FIB—Sebanyak 64 orang mahasiswa baru disambut di Jurusan Sastra Jepang Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas.  Hal ini menjadi kabar gembira bagi keluarga besar Jurusan Sastra Jepang karena hal ini mengindikasikan jumlah peminat Jurusan Sastra Jepang FIB Unand semakin meningkat dari tahun ke tahun.

FIB—Dalam rangka penyambutan mahasiswa baru, Humas FIB Unand juga memperkenalkan diri sebagai salah satu unit yang berada di bawah naungan fakultas. Pada Kamis (9/8/2018), Humas FIB Unand memperkenalkan struktur humas secara langsung di hadapan mahasiswa baru. 

Ananda Sabrina dan Rafly Adhitya mendapat kesempatan sebagai protokoler dalam penyampaian informasi mengenai Humas FIB Unand. Mereka didampingi oleh sejumlah reporter, yakni Jusman (Jurusan Ilmu Sejarah), Mitha Handayani (Jurusan Sastra Inggris), Ahmad Beni Albahri (Jurusan Sastra Jepang), Widya Glawri (Jurusan Sastra Indonesia), Kiata Sadela (Jurusan Sastra Jepang), Sonia (Jurusan Sastra Indonesia), Maysharah Al Hafizah (Jurusan Sastra Jepang), Riski Syukri Zalukhu (Jurusan Ilmu Sejarah), dan Lusi  Andriani (Jurusan Sastra Indonesia).

Dengan mengusung konsep kekompakan, Humas FIB Unand ingin mendapatkan respons atau simpatik dari mahasiswa baru. Masing-masing reporter menyampaikan quote tentang pengalaman mereka selama bergabung dalam dunia jurnalistik. Hal ini ditampilkan agar mahasiswa baru tahu arah yang dituju. Salah satunya akan bergabung menjadi reporter dalam unit Humas FIB Unand.

Selanjutnya, Ananda Sabrina dan Rafly Adhitya mempromosikan Humas FIB Unand sebagai wadah bagi mahasiswa baru berkarya dalam menulis dan juga mengasah kemampuan jurnalistik. Melalui video yang berisi foto-foto kegiatan Humas FIB Unand, Jusman sebagai koordinator Promosi Humas FIB mengungkapkan agar ada yang tertarik untuk bergabung.

“Pada awalnya, kami, para reporter, diminta untuk menyiapkan diri untuk tampil sebagai perwakilan Humas FIB Unand. Berhubung ini kesempatan bagus untuk menambah jumlah reporter, saya dan reporter lain berinisiatif membuat video dan menyusun skenario untuk ditampilkan di hadapan mahasiswa baru. Alhamdulillah, kami berhasil melakukan,” jelasnya.

Jusman melihatnya dari animo mahasiswa baru dalam menerima informasi yang diberikan. “Arahan yang diberikan oleh Humas FIB diterima baik oleh mahasiswa baru. Bahkan, mereka bersemangat ketika Humas FIB Unand mengadakan permainan tebak gambar. Mahasiswa baru tunjuk tangan untuk menjawab teka-teki yang diberikan,” ungkapnya. 

Tidak hanya itu, diskusi pun berjalan lancar karena banyak  mahasiswa yang memberikan pertanyaan seputar Humas FIB Unand.  Oleh karena itu, pada akhir acara, reporter menyerahkan hadiah berupa stiker khusus yang dibuat untuk mahasiswa baru yang berhasil menjawab pertanyaan atau yang berhasil mendapatkan kesempatan bertanya kepada Humas FIB Unand.

Terkait progres dari Humas FIB Unand, Ria Febrina, S.S., M.Hum. selalu dosen pendamping sekaligus editor dalam berita yang ditulis oleh reporter FIB menyatakan bahwa tahun ini merupakan tahun spesial bagi keberadaan humas di FIB Unand.

“Humas sebagai salah satu unit di FIB Unand sudah ada sejak tahun 2015. Kala itu, saya dan Pak Rahmadi bekerja sama untuk menghadirkan berita seputar fakultas dengan melibatkan beberapa orang mahasiswa. Namun, mulai 2018 ini, Humas didukung penuh oleh Dekan FIB Unand. Pak Hasanuddin, Pak Rumbardi, Bu Imelda, dan Pak Ferdinal memberikan ruang khusus untuk Humas FIB di sebelah ruang Bapem Fakultas. Alhamdulillah, sejak Februari 2018 hingga sekarang, Humas FIB secara kontiniu menerbitkan satu berita setiap hari. Ini semua berkat kerja sama reporter, Pak Ayendi, Pak Rahmadi, serta Ibu Sari Suryani,” ujar Dosen Jurusan Sastra Indonesia ini.

“Spesialnya” tahun ini didukung juga oleh kesempatan yang diterima Humas FIB Unand dalam memperkenalkan diri kepada mahasiswa baru. “Ini tahun pertama Humas FIB Unand secara langsung mengadakan sosialisasi kepada mahasiswa baru. Tentunya ini menjadi langkah baik. Semoga pada September 2018 nanti, Humas FIB Unand akan kedatangan banyak calon reporter dari kalangan mahasiswa angkatan 2018, khususnya melalui pelatihan jurnalistik yang akan diselenggarakan pada bulan tersebut,” ungkap Ria Febrina, S.S., M.Hum.

Lebih lanjut dijelaskan oleh Ria Febrina, S.S., M.Hum. bahwa setiap tahunnya, Humas FIB Unand akan menerima reporter baru. Bahkan, tahun ini, program humas tidak hanya melahirkan reporter, tetapi juga protokoler.

“Kami akan menyeleksi calon reporter dan juga calon protokoler yang akan difasilitasi untuk mendukung setiap kegiatan seminar ilmiah, pelatihan, dan workshop di FIB Unand,” ungkapnya.

Menurut Ria Febrina, S.S., M.Hum., Dekan FIB Unand berharap agar protokoler dan reporter diturunkan sekaligus dalam setiap iven fakultas. Dengan adanya langkah ini, diharapkan Humas FIB Unand semakin jaya dan dikenal oleh semua pihak, baik dosen, mahasiswa, tendik, alumni, bahkan stakeholder.

“Humas FIB Unand merupakan satu-satunya humas yang dikelola secara penuh oleh mahasiswa dan dosen. Semua tim bekerja sama berdasarkan kesadaran dan rasa kekeluargaan sehingga masing-masing saling mengisi ruang yang kosong sesuai dengan proporsi waktu dan tenaga yang ada,” ungkap Ria Febrina, S.S., M.Hum.

Reporter: Widya Glawry, Editor: Ayendi, Admin: Gading Rahmadi

FIB-Wakil Dekan II, Drs. Rumbardi, M.Sc., menyambut mahasiswa baru Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas pada Kamis (8/8/18). Bertempat di Ruang Seminar FIB Unand, penyambutan ini dilakukan secara resmi melalui Orientasi Proses Belajar Mengajar (OPBM).