Sesuai dengan Kelender Akademik Universitas Andalas Tahun AKademik 2017/2018 bahwa pelaksanaan Wisuda III dilaksanakan tanggal 25 dan 26 Agustus 2017, untuk mendukung kelancaran kegiatan tersebut maka dilaksanakan pendaftaran wisuda secara online mulai tanggal 3 Juli s.d 28 Juli 2017 dan bersamaan dengan rentang waktu tersebut dilakukan validasi transkrip nilai calon wisudawan/ti di ICT FIB.

NB : Lampiran

1. Panduan Registrsi Wisuda Online unduh disini

2. Panduan Upload SAPS unduh disini

3. Panduan Validasi Transkrip Nilai unduh disini

4. Contoh Validasi Transkrip unduh disini

Demikianlah disampaikan atas perhatian diucapkan terima kasih.

 

ICT FIB

 

Berdasarkan Keputusan Rektor Universitas Andalas Nomor 1103/XIII/A/Unand-2017 tentang Penetapan Kalender Akademik Universitas Andalas Tahun Akademik 2017/2018, berikut disimpulkan beberapa kegiatan untuk Semester Ganjil 2017/2018:

No Kegiatan Tanggal
1 Pembayaran SPP mhs baru S2 Gel I Tahun 2017 22 Mei - 9 Juli 2017
2 Layanan Mhs BSS dan Pindah Kuliah 3-14 Juli 2017
3 Pembayaran SPP mhs lama 7 - 21 Juli 2017
4 Pengisian KRS mahasiswa lama 18-28 Juli 2017
5 Masa kuliah I 7 Agustus - 22 September 2017
6 Masa kuliah II 9 Oktober - 24 November 2017
7 Wisuda III 25 (S2) 26 (S1) Agustus 2017
8 Wisuda IV 24 (S1) dan 25 (S2) November 2017
9 UAS 4 - 15 Desember 201
10 Input nilai online oleh dosen 6-9 Desember 2017

 

Lebih lengkap kalender akademik klik disini

Berdasarkan surat Rektor Universitas Andalas Nomor 7450/UN16.R/KP/2017 tanggal 15 Juni 2017 perihal Pemberitahuan Hari Libur Idul Fitri 1438 H dan sehubungan dengan Keputusan Presiden Nomor 18 Tahun 2017 tentang Cuti Bersama Tahun 2017, dengan ini disampaikan hal-hal sebagai berikut:

1. Hari Raya Idul Fitri 1438 H tanggal 25 dan 26 Juli 2017  
2. Cuti Bersama Idul Fitri 1438 H tanggal 23, 27 28 29 dan 30 Juni 2017 (Jum'at, Selasa, Rabu, Kamis, dan Jum'at)  
3. Kegiatan kantor dan perkuliahan dilaksanakan kembali pada hari Senin tanggal 3 Juli 2017.  
     

Demikian disampaikan dan diharapkan Saudara dapat menginformasikan hal ini kepada Pegawai Negeri Sipil dilingkungan unit kerja Saudara, atas perhatiannya diucapkan terimakasih.

Rektor

ttd.

Prof. Dr. Tafdil Husni, SE., MBA

NIP 196211201987021002

FIB--Ketua Jurusan Sastra Indonesia mengadakan buka bersama keluarga besar. Tak hanya mengundang dosen-dosen Jurusan Sastra Indonesia, anggota keluarga dosen, seperti suami, istri, dan anak-anak juga diundang untuk mempererat silaturahmi. Bahkan, Ketua Jurusan Sastra Indonesia juga mengundang Dekan Fakultas Ilmu Budaya Unand, Prof. phil. Gusti Asnan beserta wakil dekan, yaitu Prof. Oktavianus, Dr. Nopriyasman, dan Dr. Hasanuddin, serta ketua prodi di lingkungan FIB. Buka bersama ini diadakan di Ruang Seminar FIB Unand pada Selasa, 11 Juni 2017 lalu.

Sebelum berbuka bersama, Siti Ainur Rahim, mahasiswa Jurusan Sastra Indonesia yang menjadi pemenang pertama Lomba Tilawatil Qur'an yang diadakan RRI Padang pada bulan Mei 2017 hadir membaca kalam ilahi untuk para undangan. Selanjutnya, Ronidin, S.S., M.A., dosen Jurusan Sastra Indonesia, memberikan tausiyah kepada seluruh tamu undangan mengenai pentingnya memperkuat iman dengan membaca al'quran dan Dr. Fajri Usman, juga dosen Jurusan Sastra Indonesia, mengimami shalat maghrib, shalat isya, sekaligus shalat tarawih berjamaah.

Setelah berbuka bersama, Ketua Jurusan Sastra Indonesia memberi sambutan sembari menunggu waktu shalat isya. Dalam sambutannya, Dr. Gusdi Sastra menyampaikan terima kasih kepada seluruh keluarga besar Jurusan Sastra Indonesia karena dapat hadir pada acara buka bersama. Ia berharap acara tersebut dapat mempererat hubungan silaturahmi antara seluruh anggota keluarga Jurusan Sastra Indonesia dan juga pimpinan Fakultas Ilmu Budaya.

"Melalui buka bersama ini, kita juga dapat bersilaturahim antara keluarga agar bisa saling mengenal, terutama anak-anak agar kelak dapat menjadi anak yang shaleh dan shaleha dan dapat mempertalikan hubungan silaturahim orang tuanya sampai kapan pun," ujar Dr. Gusdi Sastra, M.Hum.

Dalam acara buka bersama ini, Dr. Gusdi Sastra juga kembali mengingatkan bahwa selama tiga tahun terakhir Jurusan Sastra Indonesia telah kehilangan dua dosen, yaitu Dr. Zuriati dan Drs. Arinal, M.Hum. yang meninggal dunia karena sakit.

"Selama tiga tahun terakhir, kita telah kehilangan dan tidak akan kembali lagi, dosen Jurusan Sastra Indonesia, yaitu almarhum Arfinal dan alamrhumah Zuriati. Marilah kita sampaikan alfatihah untuk keduanya," ajak Dr. Gusdi Sastra.

Meskipun demikian, Ketua Jurusan Sastra Indonesia ini juga berbangga bahwa pada tahun 2017, dua orang dosen Jurusan Sastra Indonesia yang telah menyelesaikan S-3 telah kembali, yaitu Dr. Aslinda dan Dr. Zurmailis. "Selamat kepada kedua doktor. Semoga ilmu yang telah didapatkan diberkahi Allah," ujar Dr. Gusdi Sastra.

Dalam sambutan ini, Dr. Gusdi Sastra mengucapkan terima kasih kepada pimpinan FIB dan ketua program studi di lingkungan FIB yang berkenan hadir. Terkhusus kepada Dekan FIB, Prof. phil. Gusti Asnan, Dr. Gusdi Sastra menyampaikan hormat karena telah diizinkan untuk menyelenggarakan buka bersama di fakultas. Menurut Dr. Gusdi Sastra, dipilihnya Ruang Seminar FIB sebagai tempat berbuka agar seluruh dosen, pimpinan FIB, dan anggota keluarga dapat merasakan kebersamaan dan dapat menjalani ibadah tarawih berjamaah.

"Sengaja tidak kami laksanakan di restoran, tidak lain tujuannya agar kita bisa merasakan kebersamaan sekaligus ibadah tarawih dapat dilaksanakan dalam ukhuwah kekeluargaan dan kenyamanan seperti yang kita rasakan saat ini," jelas Dr. Gusdi Sastra.

Menyambut sambutan Ketua Jurusan Sastra Indonesia tersebut, Dekan Fakultas Ilmu Budaya, Prof. phil. Gusti Asnan mengapresiasi kegiatan yang diselenggarakan oleh Ketua Jurusan Sastra Indonesia, khususnya dalam mempertemukan anggota jurusan dengan seluruh anggota keluarga.

"Saya ikut berbahagia karena Dr. Gusdi Sastra telah mempertemukan seluruh anggota keluarga besar jurusan. Semoga kegiatan ini dapat terselenggara hingga tahun-tahun berikutnya," ujar Prof. phil. Gusti Asnan.

Dalam kesempatan itu, Prof. phil. Gusti Asnan juga menyampaikan rasa terima kasih atas segenap kerja sama dosen, ketua prodi, dan pimpinan FIB dalam menjalankan amanah di Fakultas Ilmu budaya. Selama menjalani amanah sebagai Dekan Fakultas Ilmu Budaya, Prof. phil. Gusti Asnan juga menyapampaikan permintaan maaf jika pernah melakukan kesalahan.

"Tahun ini merupakan tahun terakhir saya sebagai dekan. Banyak yang telah dilakukan, tentu banyak juga kesalahan yang tidak sengaja diperbuat. Oleh karena itu, saya mohon maaf kepada Bapak dan Ibu dosen di FIB Unand, khususnya Jurusan Sastra Indonesia. Kita berharap ke depannya FIB semakin berjaya," ungkapnya.

Sambutan Dekan Fakultas Ilmu Budaya tersebut kemudian dilanjutkan dengan foto bersama dan diakhiri dengan shalat isya dan shalat tarawih berjamaah.

 

Humas FIB: Ria Febrina dan Gading Rahmadi

FIB—Dua mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas berhasil berhasil melaju ke tingkat nasional dalam Tilawatil Quran (PTQ) yang diselenggarakan di RRI Surakarta pada tanggal 2—8 Juni 2017. Mereka membawa nama harum FIB Unand setelah berhasil meraih peringkat pertama dalam Tilawatil Quran (PTQ) RRI Padang yang digelar pada 26 hingga 27 Mei 2017 kemarin.

Siraajul Uhad, mahasiswa semester dua angkatan 2016 dari Jurusan Sejarah Unand berhasil keluar sebagai Juara 1 Lomba Tilawah Kategori Putra. Sementara itu, Siti Ainur Rahim, mahasiswi semester dua angkatan 2016 dari Jurusan Sastra Indonesia berhasil meraih Juara 1 Lomba Tilawah Kategori Putri.

PTQ tahun ini diikuti oleh sekitar 40 qori dan qoriah dari berbagai wilayah di Sumatera Barat. Selain piala dan piagam penghargaan, Siraajul Uhad dan Siti Ainur Rahim juga memperoleh Tabanas, serta diutus mengikuti PTQ tingkat nasional tersebut.

Pada masa perlombaan TQ tingkat nasional tersebut, Sirajul Uhad yang berhasil diwawancarai melalui ponsel menyatakan, “Ajang tahunan RRI ini, diikuti oleh qori dan qoriah se-Indonesia. Saya sebelumnya tidak memasang target sebab para peserta sudah ada yang pernah melaju di tingkat nasional. Alhamdulillah, kebetulan saya tampil maksimal sehingga mendapat hasil yang memuaskan pula.”

Siraajul Uhad mengungkapkan bahwa pada tingkat nasional ini, saingan juga semakin berat, “Para peserta ada yang pernah meraih juara tiga tingkat internasional. Saya kebetulan mengikuti PTQ untuk cabang dewasa. Sejauh ini, alhamdulillah, saya sudah mengikuti lomba dan meraih juara untuk MTQ propinsi, serta juga sudah mengikuti tingkat nasional sebanyak dua kali. Namun, untuk PTQ tingkat nasional baru sekali ini. Mudah-mudahan ke depannya bisa lebih baik lagi.”

Siraajul Uhad dan Siti Ainur Rahim sudah tampil dalam PTQ RRI di tingkat nasional pada 5—8 Juni 2017 lalu. Mereka tampil bersama 128 orang. Dalam satu hari, peserta yang tampil dibatasai untuk 45 orang. Meskipun keduanya tidak meraih posisi pertama, mereka senang berhasil menjadi wakil Sumatera Barat dalam pentas nasional. Bahkan, Siraajul Uhad meminta doa dan dukungan untuk perlombaan MTQ tingkat mahasiswa yang akan diikutinya pada Juli mendatang.

 

Reporter: Dini Alvionita, Editor: Ria Febrina, Admin: Gading Rahmadi

FIB--Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Sastra Indonesia sukses mengadakan Pelatihan Sastra dan Pengabdian Masyarakat (PSPM) pada 5--7 Mei 2017 di Pantai Tiram Korong Gantiang, Nagari Ulakan Tapakis, Padangpariaman. Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa aktif Jurusan Sastra Indonesia tahun 2016. Sasaran dari kegiatan PSPM ini ialah memberikan pelatihan teater dan kepenulisan untuk mahasiswa Sastra Indonesia tahun pertama dan melakukan pengabdian kepada masyarakat.

FIB—Mahasiswa Jurusan Sastra Indonesia kembali mengadakan penelitian mengenai bunyi bahasa. Pada 30 April 2017, penelitian yang merupakan bagian dari praktik mata kuliah fonologi ini dilaksanakan di Nagari Padang Ranah, Kabupaten Sijunjung.

Mata kuliah yang diampu oleh Dra. Sri Wahyuni, M.Ed., Dr. Gusdi Sastra, M.Hum., Dr. Aslinda, M.Hum., dan Ria Febrina, S.S., M.Hum. ini diikuti oleh 84 mahasiswa Jurusan Sastra Indonesia. Tak hanya dosen pengampu, beberapa dosen lainnya juga ikut mendampingi mahasiswa untuk mengambil data di lapangan, yaitu Dra. Noviatri, M.Hum. dan Dra. Efri Yades, M.Hum.

Tidak hanya dosen, sejumlah mahasiswa senior dan juga alumni ikut mendampingi mahasiswa sebagai asisten dosen. Mereka ialah Herlin Triana, M.Hum. (alumni), Dila Okta Malina, Lusi Andriani, Sonia, Atikah Hidayati, dan Rina Septhiari (mahasiswa senior). Para asisten diharapkan dapat membantu kesulitan mahasiswa ketika mengambil data di lapangan.

Mahasiswa yang mengambil mata kuliah ini tidak hanya melakukan penelitian di lapangan, tetapi juga mempersiapkan penelitian mulai dari memilih tempat penelitian, survei lokasi, dan menghubungi informan. “Saya mengucapkan selamat kepada mahasiswa Sasindo tahun pertama karena apa yang telah kita rencanakan dapat terlaksana,” ujar Dr. Gusdi Sastra, M.Hum., Ketua Jurusan Sastra Indonesia pada saat memberi sambutan di hadapan mahasiswa dan informan, dan perangkat Nagari Padang Ranah.

“Saya juga mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Nagari Padang Ranah telah menerima kami dan telah memberikan pengetahuan kepada mahasiswa kami,” tutur Dr. Gusdi Sastra.

Ketua Jorong mewakili wali nagari Padang Ranah mengucapkan apresiasi dan terima kasih kepada dosen dan mahasiswa Jurusan Sastra Indonesia karena telah memilih Nagari Padang Ranah sebagai lokasi penelitian. “Terima kasih telah memilih nagari kami untuk penelitian dan menggali bahasa kami. Kami mohn maaf jika sekiranya informan yang ada tidak seperti yang diharapkan,” sambutan Ketua Jorong Padang Ranah.

Terkait hal tersebut, Fhadil Muhammad, ketua tingkat mahasiswa angkatan 2016 mengungkapkan bahwa penelitian ini sudah mengalami tiga kali penundaan jadwal. Hal tersebut disebabkan oleh hari libur panjang selama beberapa minggu, sementara informan di Nagari Padang Ranah hanya bisa ditemui pada saat hari Minggu saja. Akibatnya, terjadi pergantian jadwal.

“Meskipun penelitian ini sempat ditunda sebanyak tiga kali, saya merasakan apa yang diperoleh di lapangan sangat bermanfaat. Saya mengucapkan terima kasih kepada informan yang telah meluangkan waktu. Semoga apa yang kami dapat di sini berguna untuk kami pada masa yang akan datang,” ungkap Fadil Muhammad.

Reno Novita Sari, mahasiswa Jurusan Sastra Indonesia angkatan 2016 juga mengaku banyak mendapat manfaat dari kegiatan ini. Salah satunya ialah pengalaman menggali bahasa asli langsung dari informan dan mentranskripsikan ke dalam bentuk fonetis.

“Ini merupakan pengalaman yang menarik bagi saya karena saya secara langsung menstranskripsikan bunyi yang saya dengar,” ungkapnya. Meskipun demikian, dalam proses penelitian, ia juga mengalami sedikit kendala. ”Kendala dalam pengambilan data ialah suara informan yang kecil dan butuh pengulangan,” jelasnya.

 

Reporter: Sonia, Editor: Ria Febrina, Admin: Gading Rahmadi

FIB—Mahasiswa Jurusan Sastra Indonesia angkatan 2016 menggelar lomba menyanyi dan mewarnai untuk siswa Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri 1 Padang. Kegiatan ini merupakan praktik mata kuliah Pengantar Manajemen Kesenian yang diampu oleh Reno Wulan Sari, S.S., M.Hum., Drs. M Yusuf, M.Hum, Dr. Ivan Adilla, dan Dr. Syafril, M.Si.

Lomba yang berlangsung pada 29 April 2017 ini diselenggarakan secara berkelompok. Rini, guru SLB Negeri 1 Padang, menyambut baik kegiatan tersebut. Menurutnya, kegiatan ini merupakan cara yang baik untuk memotivasi siswa yang menyandang difabelitas. “Saya menyambut baik kegiatan ini karena adik-adik mahasiswa dapat berbaur dengan siswa di sini dan dapat memotivasi mereka untuk berani tampil dan menunjukkan potensi yang dimiliki.”

Ikhsan Fuadi Yusda, mahasiswa Jurusan Sastra Indonesia menuturkan bahwa ia memilih menyelenggarakan kegiatan ini di SLB karena ingin siswa SLB juga mendapatkan perhatian layaknya siswa lainnya. “Kami ingin siswa SLB juga terperhatikan karena kegiatan yang lain hanya berpusat pada sekolah umum.”

Kesadaran terhadap anak-anak keterbelakangan mental tersebut mendorong mahasiswa Jurusan Sastra Indonesia menggelar lomba ini dengan tema “Don’t Give Up, Keep Try”. Mereka berharap agar siswa tidak menyerah dengan keterbatasan yang dimiliki.

“Tema kegiatan ini ialah dont give up, keep try. Kami ingin siswa di sini tidak merasa rendah diri dengan keterbatasan mereka. Kami bermaksud memberikan semangat agar mereka punya potensi meski tidak di bidang eksakta,” jelas Ikhsan Fuadi Yusda.

Reno Wulan Sari, S.S., M.Hum., dosen pengampu mata kuliah mengungkapkan bahwa pilihan mahasiswa kali ini sangat baik karena di samping bisa menunjang kemampuan dalam mengelola suatu kegiatan, juga dapat membantu menumbuhkan kemampuan dari anak-anak yang mengalami keterbatasan gerak. “Saya mendukung pilihan mahasiswa untuk menyelenggarakan kegiatan di sini. Pilihan ini secara tidak langsung akan memotivasi mereka untuk bersyukur dan bisa berkarya lebih banyak untuk orang lain.”

 

Reporter: Sonia, Editor: Ria Febrina, Admin: Gading Rahmadi

 

FIB—Himpunan Mahasiswa Jurusan Sastra Jepang Universitas Andalas mengadakan Nihonbungaku no Syakaihoushi atau Pengabdian Masyarakat di INS Kayu Tanam. Mahasiswa Jurusan Sastra Jepang turun langsung di tengah-tengah masyarakat untuk memperkenalkan kebudayaan Jepang. Wakil Dekan III Fakultas Ilmu Budaya Unand, Dr. Hasanuddin, M.Si. dan didampingi oleh sensei Imelda Indah Lestari, S.S., M.Hum., melepas secara langsung keberangkatan mahasiswa ke INS Kayu Tanam untuk kegiatan yang diadakan selama tiga hari, yakni Jumat sampai Minggu, 12—14 April 2017.

“Kegiatan tahun ini berbeda dengan kegiatan sebelumnya. Kegiatan pada tahun ini lebih fokus kepada masyarakat, oleh karena itu, saya berharap kegiatan ini dapat menjadi wadah pengembangan diri tidak hanya untuk peserta, tetapi juga untuk panitia. Saya berharap kegiatan ini dapat menjadi media promosi untuk Jurusan Sastra Jepang Unand kepada masyarakat sekitar,” ujar Dr. Hasanuddin, M.Si. dalam memberi sambutan.

Terkait kegiatan tersebut, pada hari pertama, kegiatan dimulai dengan pemberian materi tentang public speaking dan management organisation oleh Afdal Zikri dan Rini Andriyani.  Peserta diharapkan dapat menjadi mahasiswa yang aktif dalam berorganisasi dan percaya diri untuk tampil di depan umum.

Pada hari kedua, peserta melakukan senam pagi dan mini game di lapangan INS Kayu Tanam. Pada pukul 14.00 WIB, acara PMSJ dibuka oleh Wakil Dekan III FIB Unand, Dr. Hasanuddin, M.Si. didampingi oleh sensei Imelda Indah Lestari, S.S., M.Hum. dan sensei Lady Diana Yusri, S.S., M.Hum.

Lady Diana Yusri, S.S., M.Hum. berpesan kepada peserta kegiatan PMSJ  agar bersungguh-sungguh melaksanakan kegiatan. “Kegiatan ini merupakan pengabdian kepada masyarakat, mahasiswa diberi kesempatan untuk mengetahui secara langsung bagaimana mengaplikasikan ilmu yang sudah dipelajari. Misalnya, mencari data langsung kepada masyarakat, mempraktikkan kaiwa bahasa Jepang yang sudah dipelajari kepada masyarakat, atau membagikan budaya-budaya Jepang yang sudah dipelajari kepada masyarakat. Hal tersebut terkait bidang keilmuan, kalau di luar keilmuan, softskill peserta sudah terlatih dari kegiatan lapangan ini, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, sampai pada pembuatan sebuah laporan akhir,” ujarnya.

Pada hari ketiga, peserta melakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Peserta dibagi dalam tiga kelompok, yaitu seni tari, seni rupa, dan seni teater. Pada kelompok seni tari, mereka menampilkan tari tradisional Jepang, yaitu Soranboshi. Setelah menampilkan tari tradisional tersebut, mereka mengajarkan kepada tamu yang datang. Sementara itu, kelompok seni rupa mengajarkan cara membuat replika bunga sakura kepada ibu-ibu PKK di rumah Wali Jorong Kayu tanam. Untuk kelompok seni teater, mereka menampilkan sebuah mini drama berjudul Smong, yaitu drama yang berkisah tentang masyarakat sebuah pulau dalam menghadapi bencana tsunami.

“Gerakannya sedikit susah, tapi menyenangkan dan terlihat asik ditarikan bersama-sama,” ujar Habib, salah seorang tamu dari SMA INS Kayu tanam yang mengikuti kegiatan pengabdian mahasiswa Jurusan Sastra Jepang ini.

Setelah acara pengabdian kepada masyarakat berakhir, seluruh peserta yang merupakan mahasiswa angkatan 2016 dikumpulkan untuk dilantik sebagai anggota Hima Sastra Jepang Universitas Andalas.

“Kesediaan mereka mengikuti kegiatan ini menjadi syarat bahwa mereka sudah boleh bergabung sebagai anggota mahasiswa Jurusan Sastra Jepang,” ujar Robby, mahasiswa Jurusan Sastra Jepang angkatan 2014.

 

Reporter: Rafly Adithya, Editor: Ria Febrina, Admin: Gading Rahmadi

FIB—Nabila Putri Yayu, mahasiswa Jurusan Sastra Inggris meraih predikat sebagai wisudawan terbaik karena berhasil menyelesaikan kuliah degan indeks prestasi komulatif (IPK)  3,78 dan lulus dengan pujian. Dekan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas, Prof. phil. Gusti Asnan mengukuhkannya secara langsung di hadapan wisudawan, orang tua, dan pimpinan fakultas pada Sabtu, 20 Mei 2017 di Ruang Seminar FIB Unand.

Pengukuhan Nabila Putri Ayu sebagai wisudawan terbaik fakultas diprediksikan menjadi pengukuhan terakhir di tingkat fakultas. Rektor Universitas Andalas, Prof. Dr. Tafdil Husni, S.E., MBA mengungkapkan bahwa wisuda II tahun 2017 akan menjadi perayaan wisuda terakhir di fakultas. Selanjutnya, wisudawan akan dilantik secara terpusat di auditorium seperti pada tahun 2010.

Tak hanya itu, pengukuhan wisudawan II tahun 2017 ini juga merupakan pengukuhan terakhir oleh Dekan FIB Unand, Prof. phil. Gusti Asnan karena mulai 1 Agustus 2017 nanti, FIB Unand akan dipimpin oleh dekan terpilih, Dr. Hasanuddin, M.Si. Meskipun menjadi pengukuhan terakhir, Prof. phil. Gusti Asnan menyambut baik sejumlah mahasiswa FIB yang sudah berhasil menyelesaikan studi.

“Jumlah wisudawan kali ini merupakan paling sedikit di antara periode wisuda sebelumnya, yakni hanya 42 orang, yaitu 16 orang dari Jurusan Sastra Jepang, 14 orang dari Jurusan Sastra Inggris, 8 orang dari Ilmu Sejarah, 3 orang dari Jurusan Sastra Indonesia, dan 1 orang dari Jurusan Sastra Daerah. Hal ini disebabkan oleh waktu wisuda yang berdekatan dengan bulan puasa dan juga bukan merupakan akhir semester. Biasanya, sejumlah mahasiswa akan ramai pada akhir semester genap karena dapat menyelesaikan studi sesuai dengan jadwal yang diharapkan. Selain itu, mahasiswa biasanya akan berlomba untuk menyelesaikan masa studi ada masa tersebut karena sudah berada pada masa akhir agar tidak membayar uang kuliah lagi,” ujar Dekan FIB Unand, Prof. phill Gusti Asnan.

Dalam pidatonya, Prof. phill Gusti Asnan membicarakan mahasiswa yang menjadi wisudawan tercepat di FIB Unand. “Wisudawan tercepat di antaranya dari Jurusan Sastra Inggris dan Jurusan Sastra Jepang. Hampir semua wisudawan tercepat berasal dari kaum perempuan. Hanya satu orang saja dari kaum laki-laki. Hal ini membuktikan srikandi-srikandi masa depan dan RA Kartini muda sebagai penerus semakin berkibar di ranah pendidikan. Kegigihan dan tekad untuk kuliah dengan tercepat dan tentunya dengan terbaik juga dilakukan oleh kaum perempuan yang menjadi wisudawati FIB. Bahkan, di antara yang tercepat ini, juga menjadi bintang aktivis kampus. Artinya, tidak ada lagi alasan kuliah lama dengan alasan berorganisasi. Semuanya bisa berjalan dengan beriringan asalkan pandai mengatur waktu,” ujar Prof. phill Gusti Asnan.

Wisudawan terbaik, Nabila Putri Yayu, mahasiswa Jurusan Sastra Inggris mengungkapkan bahwa kegigihannya sebagai srikandi muda bermula sejak gagal dari bangku sekolah dasar. “Saya giat belajar bemula ketika tidak berhasil mendapatkan nilai baik di sekolah dasar. Alhasil, saya susah masuk SMP negeri. Saya pun masuk SMP swasta yang saat itu tidak dikenal orang-orang. Saya pun mulai giat belajar dan terus mengulang pelajaran setelah diberikan materi oleh guru. Hal itu berlanjut hingga saya duduk di bangku SMA dan perkuliahan. Saya selalu mengulangi pelajaran. Dalam pikiran saya, saya harus membalas jerih payah kedua orang tua, menjadi contoh bagi ketiga adik-adik, dan mempersiapkan diri untuk hidup dengan mapan pada masa yang akan datang,” ungkap Nabila Putri Yayu.

Kepada rekan-rekan wisudawan lainnya, Nabila Putri Yayu berpesan bahwa pengukuhan mereka sebagai wisudawan kali ini merupakan langkah awal untuk memulai hidup yang lebih layak dan mapan. Baginya, keberhasilan hidup seorang mahasiswa akan ditunjukkan setelah dikukuhkan sebagai seorang sarjana.

Selain Nabila Putri Yayu, sejumlah wisudawan juga dilantik oleh Dekan FIB Unand sebagai bintang aktivis kampus pada periode wisuda II tahun 2017 ini. Mereka ialah Dini Alvionita dan Faisal Tanjung (Jurusan Sastra Jepang), Rian Nofiandri (Jurusan Ilmu Sejarah),  Nadiatul Khairiah (Jurusan Sastra Indonesia), dan Rahmayulianti, Khairani Fauzana, dan Haris Sibhgatullh Fil Quds (Jurusan Sastra Inggris).

Reporter: Dini Alvionita, Editor:Ria Febrina, Admin: Gading Rahmadi