FIB--Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Sastra Indonesia sukses mengadakan Pelatihan Sastra dan Pengabdian Masyarakat (PSPM) pada 5--7 Mei 2017 di Pantai Tiram Korong Gantiang, Nagari Ulakan Tapakis, Padangpariaman. Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa aktif Jurusan Sastra Indonesia tahun 2016. Sasaran dari kegiatan PSPM ini ialah memberikan pelatihan teater dan kepenulisan untuk mahasiswa Sastra Indonesia tahun pertama dan melakukan pengabdian kepada masyarakat.

FIB—Mahasiswa Jurusan Sastra Indonesia kembali mengadakan penelitian mengenai bunyi bahasa. Pada 30 April 2017, penelitian yang merupakan bagian dari praktik mata kuliah fonologi ini dilaksanakan di Nagari Padang Ranah, Kabupaten Sijunjung.

Mata kuliah yang diampu oleh Dra. Sri Wahyuni, M.Ed., Dr. Gusdi Sastra, M.Hum., Dr. Aslinda, M.Hum., dan Ria Febrina, S.S., M.Hum. ini diikuti oleh 84 mahasiswa Jurusan Sastra Indonesia. Tak hanya dosen pengampu, beberapa dosen lainnya juga ikut mendampingi mahasiswa untuk mengambil data di lapangan, yaitu Dra. Noviatri, M.Hum. dan Dra. Efri Yades, M.Hum.

Tidak hanya dosen, sejumlah mahasiswa senior dan juga alumni ikut mendampingi mahasiswa sebagai asisten dosen. Mereka ialah Herlin Triana, M.Hum. (alumni), Dila Okta Malina, Lusi Andriani, Sonia, Atikah Hidayati, dan Rina Septhiari (mahasiswa senior). Para asisten diharapkan dapat membantu kesulitan mahasiswa ketika mengambil data di lapangan.

Mahasiswa yang mengambil mata kuliah ini tidak hanya melakukan penelitian di lapangan, tetapi juga mempersiapkan penelitian mulai dari memilih tempat penelitian, survei lokasi, dan menghubungi informan. “Saya mengucapkan selamat kepada mahasiswa Sasindo tahun pertama karena apa yang telah kita rencanakan dapat terlaksana,” ujar Dr. Gusdi Sastra, M.Hum., Ketua Jurusan Sastra Indonesia pada saat memberi sambutan di hadapan mahasiswa dan informan, dan perangkat Nagari Padang Ranah.

“Saya juga mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Nagari Padang Ranah telah menerima kami dan telah memberikan pengetahuan kepada mahasiswa kami,” tutur Dr. Gusdi Sastra.

Ketua Jorong mewakili wali nagari Padang Ranah mengucapkan apresiasi dan terima kasih kepada dosen dan mahasiswa Jurusan Sastra Indonesia karena telah memilih Nagari Padang Ranah sebagai lokasi penelitian. “Terima kasih telah memilih nagari kami untuk penelitian dan menggali bahasa kami. Kami mohn maaf jika sekiranya informan yang ada tidak seperti yang diharapkan,” sambutan Ketua Jorong Padang Ranah.

Terkait hal tersebut, Fhadil Muhammad, ketua tingkat mahasiswa angkatan 2016 mengungkapkan bahwa penelitian ini sudah mengalami tiga kali penundaan jadwal. Hal tersebut disebabkan oleh hari libur panjang selama beberapa minggu, sementara informan di Nagari Padang Ranah hanya bisa ditemui pada saat hari Minggu saja. Akibatnya, terjadi pergantian jadwal.

“Meskipun penelitian ini sempat ditunda sebanyak tiga kali, saya merasakan apa yang diperoleh di lapangan sangat bermanfaat. Saya mengucapkan terima kasih kepada informan yang telah meluangkan waktu. Semoga apa yang kami dapat di sini berguna untuk kami pada masa yang akan datang,” ungkap Fadil Muhammad.

Reno Novita Sari, mahasiswa Jurusan Sastra Indonesia angkatan 2016 juga mengaku banyak mendapat manfaat dari kegiatan ini. Salah satunya ialah pengalaman menggali bahasa asli langsung dari informan dan mentranskripsikan ke dalam bentuk fonetis.

“Ini merupakan pengalaman yang menarik bagi saya karena saya secara langsung menstranskripsikan bunyi yang saya dengar,” ungkapnya. Meskipun demikian, dalam proses penelitian, ia juga mengalami sedikit kendala. ”Kendala dalam pengambilan data ialah suara informan yang kecil dan butuh pengulangan,” jelasnya.

 

Reporter: Sonia, Editor: Ria Febrina, Admin: Gading Rahmadi

FIB—Mahasiswa Jurusan Sastra Indonesia angkatan 2016 menggelar lomba menyanyi dan mewarnai untuk siswa Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri 1 Padang. Kegiatan ini merupakan praktik mata kuliah Pengantar Manajemen Kesenian yang diampu oleh Reno Wulan Sari, S.S., M.Hum., Drs. M Yusuf, M.Hum, Dr. Ivan Adilla, dan Dr. Syafril, M.Si.

Lomba yang berlangsung pada 29 April 2017 ini diselenggarakan secara berkelompok. Rini, guru SLB Negeri 1 Padang, menyambut baik kegiatan tersebut. Menurutnya, kegiatan ini merupakan cara yang baik untuk memotivasi siswa yang menyandang difabelitas. “Saya menyambut baik kegiatan ini karena adik-adik mahasiswa dapat berbaur dengan siswa di sini dan dapat memotivasi mereka untuk berani tampil dan menunjukkan potensi yang dimiliki.”

Ikhsan Fuadi Yusda, mahasiswa Jurusan Sastra Indonesia menuturkan bahwa ia memilih menyelenggarakan kegiatan ini di SLB karena ingin siswa SLB juga mendapatkan perhatian layaknya siswa lainnya. “Kami ingin siswa SLB juga terperhatikan karena kegiatan yang lain hanya berpusat pada sekolah umum.”

Kesadaran terhadap anak-anak keterbelakangan mental tersebut mendorong mahasiswa Jurusan Sastra Indonesia menggelar lomba ini dengan tema “Don’t Give Up, Keep Try”. Mereka berharap agar siswa tidak menyerah dengan keterbatasan yang dimiliki.

“Tema kegiatan ini ialah dont give up, keep try. Kami ingin siswa di sini tidak merasa rendah diri dengan keterbatasan mereka. Kami bermaksud memberikan semangat agar mereka punya potensi meski tidak di bidang eksakta,” jelas Ikhsan Fuadi Yusda.

Reno Wulan Sari, S.S., M.Hum., dosen pengampu mata kuliah mengungkapkan bahwa pilihan mahasiswa kali ini sangat baik karena di samping bisa menunjang kemampuan dalam mengelola suatu kegiatan, juga dapat membantu menumbuhkan kemampuan dari anak-anak yang mengalami keterbatasan gerak. “Saya mendukung pilihan mahasiswa untuk menyelenggarakan kegiatan di sini. Pilihan ini secara tidak langsung akan memotivasi mereka untuk bersyukur dan bisa berkarya lebih banyak untuk orang lain.”

 

Reporter: Sonia, Editor: Ria Febrina, Admin: Gading Rahmadi

 

FIB—Himpunan Mahasiswa Jurusan Sastra Jepang Universitas Andalas mengadakan Nihonbungaku no Syakaihoushi atau Pengabdian Masyarakat di INS Kayu Tanam. Mahasiswa Jurusan Sastra Jepang turun langsung di tengah-tengah masyarakat untuk memperkenalkan kebudayaan Jepang. Wakil Dekan III Fakultas Ilmu Budaya Unand, Dr. Hasanuddin, M.Si. dan didampingi oleh sensei Imelda Indah Lestari, S.S., M.Hum., melepas secara langsung keberangkatan mahasiswa ke INS Kayu Tanam untuk kegiatan yang diadakan selama tiga hari, yakni Jumat sampai Minggu, 12—14 April 2017.

“Kegiatan tahun ini berbeda dengan kegiatan sebelumnya. Kegiatan pada tahun ini lebih fokus kepada masyarakat, oleh karena itu, saya berharap kegiatan ini dapat menjadi wadah pengembangan diri tidak hanya untuk peserta, tetapi juga untuk panitia. Saya berharap kegiatan ini dapat menjadi media promosi untuk Jurusan Sastra Jepang Unand kepada masyarakat sekitar,” ujar Dr. Hasanuddin, M.Si. dalam memberi sambutan.

Terkait kegiatan tersebut, pada hari pertama, kegiatan dimulai dengan pemberian materi tentang public speaking dan management organisation oleh Afdal Zikri dan Rini Andriyani.  Peserta diharapkan dapat menjadi mahasiswa yang aktif dalam berorganisasi dan percaya diri untuk tampil di depan umum.

Pada hari kedua, peserta melakukan senam pagi dan mini game di lapangan INS Kayu Tanam. Pada pukul 14.00 WIB, acara PMSJ dibuka oleh Wakil Dekan III FIB Unand, Dr. Hasanuddin, M.Si. didampingi oleh sensei Imelda Indah Lestari, S.S., M.Hum. dan sensei Lady Diana Yusri, S.S., M.Hum.

Lady Diana Yusri, S.S., M.Hum. berpesan kepada peserta kegiatan PMSJ  agar bersungguh-sungguh melaksanakan kegiatan. “Kegiatan ini merupakan pengabdian kepada masyarakat, mahasiswa diberi kesempatan untuk mengetahui secara langsung bagaimana mengaplikasikan ilmu yang sudah dipelajari. Misalnya, mencari data langsung kepada masyarakat, mempraktikkan kaiwa bahasa Jepang yang sudah dipelajari kepada masyarakat, atau membagikan budaya-budaya Jepang yang sudah dipelajari kepada masyarakat. Hal tersebut terkait bidang keilmuan, kalau di luar keilmuan, softskill peserta sudah terlatih dari kegiatan lapangan ini, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, sampai pada pembuatan sebuah laporan akhir,” ujarnya.

Pada hari ketiga, peserta melakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Peserta dibagi dalam tiga kelompok, yaitu seni tari, seni rupa, dan seni teater. Pada kelompok seni tari, mereka menampilkan tari tradisional Jepang, yaitu Soranboshi. Setelah menampilkan tari tradisional tersebut, mereka mengajarkan kepada tamu yang datang. Sementara itu, kelompok seni rupa mengajarkan cara membuat replika bunga sakura kepada ibu-ibu PKK di rumah Wali Jorong Kayu tanam. Untuk kelompok seni teater, mereka menampilkan sebuah mini drama berjudul Smong, yaitu drama yang berkisah tentang masyarakat sebuah pulau dalam menghadapi bencana tsunami.

“Gerakannya sedikit susah, tapi menyenangkan dan terlihat asik ditarikan bersama-sama,” ujar Habib, salah seorang tamu dari SMA INS Kayu tanam yang mengikuti kegiatan pengabdian mahasiswa Jurusan Sastra Jepang ini.

Setelah acara pengabdian kepada masyarakat berakhir, seluruh peserta yang merupakan mahasiswa angkatan 2016 dikumpulkan untuk dilantik sebagai anggota Hima Sastra Jepang Universitas Andalas.

“Kesediaan mereka mengikuti kegiatan ini menjadi syarat bahwa mereka sudah boleh bergabung sebagai anggota mahasiswa Jurusan Sastra Jepang,” ujar Robby, mahasiswa Jurusan Sastra Jepang angkatan 2014.

 

Reporter: Rafly Adithya, Editor: Ria Febrina, Admin: Gading Rahmadi

FIB—Nabila Putri Yayu, mahasiswa Jurusan Sastra Inggris meraih predikat sebagai wisudawan terbaik karena berhasil menyelesaikan kuliah degan indeks prestasi komulatif (IPK)  3,78 dan lulus dengan pujian. Dekan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas, Prof. phil. Gusti Asnan mengukuhkannya secara langsung di hadapan wisudawan, orang tua, dan pimpinan fakultas pada Sabtu, 20 Mei 2017 di Ruang Seminar FIB Unand.

Pengukuhan Nabila Putri Ayu sebagai wisudawan terbaik fakultas diprediksikan menjadi pengukuhan terakhir di tingkat fakultas. Rektor Universitas Andalas, Prof. Dr. Tafdil Husni, S.E., MBA mengungkapkan bahwa wisuda II tahun 2017 akan menjadi perayaan wisuda terakhir di fakultas. Selanjutnya, wisudawan akan dilantik secara terpusat di auditorium seperti pada tahun 2010.

Tak hanya itu, pengukuhan wisudawan II tahun 2017 ini juga merupakan pengukuhan terakhir oleh Dekan FIB Unand, Prof. phil. Gusti Asnan karena mulai 1 Agustus 2017 nanti, FIB Unand akan dipimpin oleh dekan terpilih, Dr. Hasanuddin, M.Si. Meskipun menjadi pengukuhan terakhir, Prof. phil. Gusti Asnan menyambut baik sejumlah mahasiswa FIB yang sudah berhasil menyelesaikan studi.

“Jumlah wisudawan kali ini merupakan paling sedikit di antara periode wisuda sebelumnya, yakni hanya 42 orang, yaitu 16 orang dari Jurusan Sastra Jepang, 14 orang dari Jurusan Sastra Inggris, 8 orang dari Ilmu Sejarah, 3 orang dari Jurusan Sastra Indonesia, dan 1 orang dari Jurusan Sastra Daerah. Hal ini disebabkan oleh waktu wisuda yang berdekatan dengan bulan puasa dan juga bukan merupakan akhir semester. Biasanya, sejumlah mahasiswa akan ramai pada akhir semester genap karena dapat menyelesaikan studi sesuai dengan jadwal yang diharapkan. Selain itu, mahasiswa biasanya akan berlomba untuk menyelesaikan masa studi ada masa tersebut karena sudah berada pada masa akhir agar tidak membayar uang kuliah lagi,” ujar Dekan FIB Unand, Prof. phill Gusti Asnan.

Dalam pidatonya, Prof. phill Gusti Asnan membicarakan mahasiswa yang menjadi wisudawan tercepat di FIB Unand. “Wisudawan tercepat di antaranya dari Jurusan Sastra Inggris dan Jurusan Sastra Jepang. Hampir semua wisudawan tercepat berasal dari kaum perempuan. Hanya satu orang saja dari kaum laki-laki. Hal ini membuktikan srikandi-srikandi masa depan dan RA Kartini muda sebagai penerus semakin berkibar di ranah pendidikan. Kegigihan dan tekad untuk kuliah dengan tercepat dan tentunya dengan terbaik juga dilakukan oleh kaum perempuan yang menjadi wisudawati FIB. Bahkan, di antara yang tercepat ini, juga menjadi bintang aktivis kampus. Artinya, tidak ada lagi alasan kuliah lama dengan alasan berorganisasi. Semuanya bisa berjalan dengan beriringan asalkan pandai mengatur waktu,” ujar Prof. phill Gusti Asnan.

Wisudawan terbaik, Nabila Putri Yayu, mahasiswa Jurusan Sastra Inggris mengungkapkan bahwa kegigihannya sebagai srikandi muda bermula sejak gagal dari bangku sekolah dasar. “Saya giat belajar bemula ketika tidak berhasil mendapatkan nilai baik di sekolah dasar. Alhasil, saya susah masuk SMP negeri. Saya pun masuk SMP swasta yang saat itu tidak dikenal orang-orang. Saya pun mulai giat belajar dan terus mengulang pelajaran setelah diberikan materi oleh guru. Hal itu berlanjut hingga saya duduk di bangku SMA dan perkuliahan. Saya selalu mengulangi pelajaran. Dalam pikiran saya, saya harus membalas jerih payah kedua orang tua, menjadi contoh bagi ketiga adik-adik, dan mempersiapkan diri untuk hidup dengan mapan pada masa yang akan datang,” ungkap Nabila Putri Yayu.

Kepada rekan-rekan wisudawan lainnya, Nabila Putri Yayu berpesan bahwa pengukuhan mereka sebagai wisudawan kali ini merupakan langkah awal untuk memulai hidup yang lebih layak dan mapan. Baginya, keberhasilan hidup seorang mahasiswa akan ditunjukkan setelah dikukuhkan sebagai seorang sarjana.

Selain Nabila Putri Yayu, sejumlah wisudawan juga dilantik oleh Dekan FIB Unand sebagai bintang aktivis kampus pada periode wisuda II tahun 2017 ini. Mereka ialah Dini Alvionita dan Faisal Tanjung (Jurusan Sastra Jepang), Rian Nofiandri (Jurusan Ilmu Sejarah),  Nadiatul Khairiah (Jurusan Sastra Indonesia), dan Rahmayulianti, Khairani Fauzana, dan Haris Sibhgatullh Fil Quds (Jurusan Sastra Inggris).

Reporter: Dini Alvionita, Editor:Ria Febrina, Admin: Gading Rahmadi

Senin, 22 Mei 2017 14:31

Jadwal UAS Semester Genap 2016/2017

Sesuai dengan Kalender Akademik Universitas Andalas bahwa pelaksanaan Ujian Akhir Semester (UAS) pada semester Ganjil 2016/2017 dilaksanakan tanggal 22 Mei s.d 6 Juni 2017, Adapun untuk mendukung kelancaran pelaksanaan ujian tersebut berikut surat pengantar dan jadwal Ujian terlampir.

NB : Lampiran jadwal silahkan unduh disini

Wakil Dekan I,

dto

Prof. Dr. Oktavianus, M.Hum

NIP 196310261990031001

FIB--Dalam rangkaian Lustrum ke-7 Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Andalas, Ketua Lustrum, Yudhi Andoni, M.Hum. dan koordinator penerbitan buku, Dr. Reniwati, M.Hum. mengundang penerbit PT Raja Grafindo Persada untuk berdiskusi seputar penerbitan. Hal tersebut dikhususkan dalam penerbitan 35 naskah buku dosen.

FIB—Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas secara resmi membuka program studi Strata 2 (S2) Ilmu Sastra. Terhitung mulai semester ganjil tahun ajaran 2017/2018 ini, program studi S2 Ilmu Sastra akan melakukan proses perkuliahan.

FIB—Sejumlah peserta dalam Bunkasai XIII yang dihelat oleh Himpunan Mahasiswa Jurusan Sastra Jepang berhasil meraih posisi terbaik. Berikut daftar nama pemenang lomba Bunkasai XIII Unand pada acara yang berlangsung di auditorium Universitas Andalas ini.

 

Rodoku

Juara 1: Hanifah Ariyandi (SMA N 6 Padang)

Juara 2: Ladysha Vamela (SMA N 12 Padang)

Juara 3: Niqna Rozalia (SMA Kartika 1-5 Padang)

 

Kana

Juara 1: Niqna Rozalia (SMA Kartika 1-5 Padang)

Juara 2: Herwie Rojbi Primarani (SMA N 3 Bukittinggi)

Juara 3: Ananda Mahaputra Iskandar (SMA N 1 Sumbar)

 

Kanji Umum

Juara 1: Tika Andira (Unand)

Juara 2: Novi Hardianti (UNP)

Juara 3: Ilvi Rahmi (Unand)

 

Kanji Dasar

Juara 1: Ghina Salsabila (SMA 5 Cendana Mandau)

Juara 2: Naufal Afriandi (SMAN 1 Sumbar)

Juara 3: Syahda Meilia Ardiannisa (SMA Don Bosco)

 

Anime

Juara 1: Maulana Haidir (Kota Solok)

Juara 2: Dhiyanazifah Amalia (SMAN 12 Padang)

Juara 3: Syahda Meilia Ardiannisa (SMA Don Bosco)

 

Mading

Juara 1: SMAN 3 Painan No. 5

Juara 2: SMAN 3 Painan No. 3

Juara 3: SMAN 3 Painan No. 4

Harapan 1: SMAN 3 Painan No. 1

 

Cosplay Solo

Juara 1: Fitria Wulanda (White Reven)

Juara 2: Rice One (Pekanbaru)

Juara 3: Famela Putriadi (Loser Dream Team)

 

Cosplay Grup

Juara 1: KBMDG

Juara 2: Tsubasa J com

 

Fotografi

Juara 1: Sadam Husein (UNP)

Juara 2: Stela Ananurmi (Pekanbaru)

 

Shuji

Juara 1: Almi Faisal (SMA Kartika 1-5 Padang)

Juara 2: Lydia Natalia Ongga (SMA Don Bosco)

Juara 3: Widya Oktariza (Unand)

 

Cerdas Cermat

Juara 1: SMA N 1 Sumbar

Juara 2: SMA Kartika 1-5 Padang

Juara 3:  SMA Excellent Nurul Iklas

 

Cerpen

Juara 1: Silvia Yulianti (SMA Excellent Nurul Iklas)

Juara 2: Wahyu Ramadhan (Unand)

Juara 3: Fakhri Redho (Unand)

 

Dance

Juara 1: The Queen of Shadow

Juara 2: Gold Cyber

Juara 3: New G

 

Seiyu

Juara 1: Akamaru

Juara 2: SMA N 12 Padang

Juara 3: SMA Semen Padang

 

Singing Contest

Juara 1: Sari naguci nifen

Juara 2: Sri wahyuni

Juara 3: Yolanda parawira

 

Reporter: Dini Alvionita, Editor: Ria Febrina, Admin: Gading Rahmadi

 

Wakil Dekan II FIB Dr. Nopriyasman, Ketua Prodi Sastra Jepang Imelda Indah Lestari beserta panitia BunkasaiFIB—Himpunan Mahasiswa Jurusan Sastra Jepang sukses mengadakan Bunkasai XIII. Acara yang berlangsung di auditorium Universitas Andalas ini dilaksanakan selama tiga hari berturut-turut, yakni pada 17—19 April 2017. Mengusung tema mitologi, auditorium Universitas Andalas pun disulap dengan aura mitologi bercorak ungu. Tidak hanya panggung dan stand, bunga sakura pun dihiasi dengan ungu.