FIB—Unit Kegiatan Mahasiswa Fakultas, Relair, kembali menyelenggarakan acara rutin, yaitu layar terkembang ke-4. Acara ini mengangkat tema-tema tentang mitos yang hangat di kalangan masyarakat.

Adi Osman, Kepala Departemen Iven dan Apresiasi menyatakan bahwa film yang dipilih untuk layat terkembang ke-4 ini sesuai dengan tema mitologi yang hangat di kalangan masyarakat di tanah air.

“Satu film dari sineas muda asal ISI Padang Panjang dan 4 film lagi dari sineas muda luar Sumatera,” ungkap Adi Osman yang menyatakan bahwa acara layar terkembang ini diselenggarakan setiap bulan dan pada bulan Februari diselenggarakan pada 9 Februari 2017.

Dalam pidato singkatnya, Adi Osman mengajak sineas muda untuk mendaftarkan filmnya pada layar terkembang ini. Baginya, pemutaran film yang diadakan secara rutin oleh UKMF Relair ini biasanya sangat diminati oleh para sineas muda untuk ajang unjuk karya. “Film-film yang akan diputar hanya film-film pendek dengan durasi 15 menit. Pada setiap acara layar terkembang, tema yang diangkat pun berbeda-beda,” ungkapnya.

Adi Osman berharap agar ke depannya masyarakat dapat tertarik dengan karya-karya film indie.

Pada malam acara layar terkembang ke-4 ini, Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan Fakultas Ilmu Budaya Unand, Dr. Hasanudin, M.Si. juga turut hadir. Bagi Dr. Hasanuddin, M.Si., acara pemutaran film ini semacam media ekspresi sekaligus media untuk memotivasi sineas muda lain agar terus berkarya dan menunjukkan eksistensi. “Setelah layar terkembang yang ke-4 ini, saya berharap akan terus berkelanjutan agar dunia perfilman, khususnya di Sumatera Barat semakin diperhitungkan,” ujar Dr. Hasanudin M.Si.

Dr. Hasanuddin, M.Si. juga berharap agar terus berlanjut acara yang diselenggarakan oleh Relair ini. “Wacana mistis ini juga diperlukan untuk mengetahui perihal mitos yang masih dipercayai oleh masyarakat,” ujar wakil dekan ini menanggapi acara layar terkembang ke-4.

Selain pemutaran film, pada layar terkembang ini, juga diputar teasser mengenai open reqruitment untuk anggota baru Relair. Mahareta Iqbal Jamal selaku Direktur UKMF Relair menyatakan bahwa mahasiswa yang ingin berproses bersama, belajar bersama, dan mengembangkan minat bakat bersama, khususnya mahasiswa Universitas Andalas angkatan 2014 dan 2015, dapat bergabung bersama Relair.

Pungkas dan Rahmadani Akbar, anggota Relair juga menyatakan bahwa ia berharap agar masyarakat tak hanya melirik film-film yang diputar di bioskop saja. “Banyak film-film karya Indie yang tak kalah berkualitas dari film-film yang ada di bioskop. Kami berharap sineas muda semakin giat berkarya lagi,” ujar mereka disela-sela pemutaran film.

Terkait kegiatan ini, Adi Osman mengungkapkan terima kasih kepada pembina UKMF Relair, Reno Wulan Sari, S.S., M.Hum. “Saya berterima kasih kepada Ibu Reno Wulan Sari yang selalu mendukung kegiatan Relair,” tutupnya.

 

(Reporter: Dini Alvionita, Editor: Ria Febrina, Admin: Gading Rahmadi)

FIB—Jurusan Sastra Daerah Minangkabau FIB menyelenggarakan kuliah umum bersama Christopher A Woodrich dengan tema “Praktik Ekranisasi di Indonesia: Selintas Pandang”. Bertempat di Ruang Seminar Fakultas Ilmu Budaya, seminar ini dilaksanakan pada pada Kamis, 16 Februari 2017.

FIB—Hendri Vertiwel, pengusaha asal Sumatera Barat, diundang oleh Jurusan Sastra Inggris Fakultas Ilmu Budaya Unand untuk memberikan kuliah umum tentang teknik komunikasi dan sistem lobby. Dengan judul tema Lobby and Communicative Skills in Bussiness Would, kuliah umum ini diadakan di Ruang Seminar Fakultas Ilmu Budaya pada 7 Februari 2017.

FIB—Film karya mahasiswa FIB Unand dari Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Relair berhasil masuk seleksi pemutaran film di Brazil, yaitu Amazon Underground Film Festival.

FIB—Program Intensif Bahasa Indonesia untuk Mahasiswa Busan University of Foreign Studies (BUFS) pada Liburan Musim Dingin 2017 telah berakhir pada Sabtu, 11 Februari 2017. Sebanyak 16 mahasiswa BUFS telah menyelesaikan beberapa mata kuliah berupa membaca, menyimak, menulis ilmiah, menulis kreatif, berbicara, tata bahasa, budaya, dan kuliner Indonesia.

FIB--Hima Jurusan Sastra Inggris atau yang lebih dikenal dengan EDSA menyelenggarakan kuliah umum pada Jumat, 27 Januari 2017 dengan tema “Peluang Kerja dan Peningkatan Kualitas Diri di Era Globalisasi”.  Kuliah umum yang menghadirkan Drs. Renaldi Zein ini diadakan dengan harapan agar mahasiswa lulusan Fakultas Ilmu Budaya, khususnya Jurusan Sastra Inggris, dapat mempersiapkan diri menjadi lulusan terbaik.

FIB--Pusat Studi Humaniora (PSH) Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas bekerja sama dengan k-pauleh.com mengadakan Serial Panel Forum pada Kamis, 19 Januari 2017. Bertempat di Ruang Sidang Dekanat FIB Unand, serial panel pertama yang dimoderatori oleh Edi Utama ini mengangkat tema mengenai "Nagari versus Negara".

FIB—Awal tahun 2017, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas kembali menggelar kuliah umum. Bertempat di Ruang Sidang FIB Unand, Prof. Dr. Tsuyoshi Kato memaparkan “Sistem Matrilineal: Suatu Perbandingan dengan Sumatera Barat, Rantau Kuantan, dan Negeri Sembilan”.

FIB—Jurusan Sastra Daerah Minangkabau bekerja sama dengan Minangkabau Corner mempersembahkan acara peluncuran dan bedah buku "Perjalanan Panjang Musik Minang Modern" karya Dr. Agusli Taher. Acara yang diadakan di Ruang Seminar Fakultas Ilmu Budaya ini dihadiri oleh pelaku musik Minang, penikmat musik Minang, sastrawan, budayawan, jurnalis, dan akademisi.

FIB—Universitas Andalas, khususnya BIPA Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia, kembali menyambut mahasiswa asal Busan University of Foreign Studios (BUFS). Sebanyak 16 orang mahasiswa BUFS diterima dan disambut oleh Rektor Universitas Andalas yang diwakili oleh Wakil Rektor UII, Prof. Dr. Ir. Hermansyah, M.S., M.Sc.