FIB - Dr. Muhammad Yusdi, M.Hum., Ketua S2 Linguistik FIB Unand,  berkesempatan menceritakan pengalamannya kepada Reporter Humas FIB Unand tentang  keberangkatannya ke Moskow di ruang kerjanya pada Selasa (22/5/2018) dalam rangka mengikuti program BIPA yang diselenggarakan Kemendikbud untuk mengajarkan Bahasa Indonesia di sana selama 2 bulan, tepatnya bulan Mei dan Juni 2014 lalu.

FIB - Bertempat di Ruang Sidang Dekanat FIB Unand pada Senin, (21/5/2018), Dekan FIB Unand, Dr. Hasanuddin, M.Si. menyerahkan sertifikat kepada tujuh orang mahasiswa Darmasiswa yang belajar di FIB Unand pada tahun akademik 2017-2018, sekaligus melepasnya secara resmi . 

FIB - Unit Kegiatan Olahraga (UKOS) mahasiswa FIB Unand mengadakan Open Recruitment (OR) mulai dari tanggal 21 Mei - 05 Juni 2018 bertempat di koridor Ruang Seminar FIB Unand.

FIB- Ronidin, S.S., M.A., memberikan Kuliah Tujuh Menit (Kultum) tentang “Pentingnya Saling Berbagi Selama Bulan Ramadhan” pada jama’ah Shalat Dzuhur di Mesjid Al-Munir FIB Unand pada Senin, (21/5/ 2018).

FIB – Humas FIB Unand, Ayendi, S.S., M.Hum., mengikuti pelatihan atau sosialisasi pemahaman dan penggunaan repository untuk admin multimedia fakultas  yang diadakan oleh Lembaga Pengembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi (LPTIK) Unand. Bertempat di Labor LPTIK Unand, pelatihan dan sosialisasi ini diadakan pada 27/3/2018 lalu. Pelatihan  dan sosialiasi ini dihadiri oleh beberapa orang dosen dan staf admin multimedia yang ditunjuk oleh masing-masing fakultas dan perpustakaan.

Prama Wahyudi, S.Kom., staf multimedia LPTIK menjadi pembicara pada pelatihan itu. Menurutnya, pada tahun lalu, sudah dilakukan beberapa kali pelatihan, tapi kurang efektif. “Dulu ada Sinta sehingga dosen sibuk buat Google Scholar. Akibatnya, repository ini dilupakan,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Prama Wahyudi, S.Kom. menambahkan bahwa repository Unand sudah mengalami perubahan. “Waktu dulu itu namanya repository.unand.ac.id. Sekarang sudah bermigrasi menjadi repo.unand.ac.id dengan server baru Eprints 3 yang dikembangkan oleh Universitas Southampton. Sesungguhnya bahan fisik yang ada pada server lama tidak diganggu, tapi karena sudah penuh dan banyak selain user Unand yang menggunakan, perlu dilakukan migrasi.”

Prama Wahyudi, S.Kom. juga menjelaskan bahwa dengan adanya repository baru ini, dosen diminta untuk meng-upload karya tulis ilmiah, laporan penelitian, laporan digital, SK dekan, peraturan, dan lain-lainnya. “Repository ini diperuntukkan bagi dosen, bukan untuk mahasiswa. Mahasiswa masih menggunakan repositiry lama. Semua dosen bisa membuat akun dengan membuka website lptik.unand.ac.id dan membuka menu layanan. Pembuatan ini dibebaskan dari biaya,” jelasnya.

Terkait dengan lokasi penyimpanan data, Prama Wahyudi, S.Kom. menerangkan bahwa dosen dapat memilih lokasi penyimpanan data sesuai dengan nama fakultas yang diinginkan, seperti FIB Unand, bisa lebih spesifik lagi menjadi Jurusan Sastra Inggris atau Jurusan Ilmu Sejarah.

Salah seorang staf multimedia LPTIK dan juga dosen yang baru diangkat di FIB Unand, Handoko, M.Hum. menjelaskan bahwa repo tersebut merupakan tempat untuk menyimpan dokumen data sehingga memudahkan dalam mendokumentasikan file.

“Kita tidak perlu lagi menampilkan file-file tersebut dalam website kita, tetapi diletakkan di repo, kemudian dikoneksikan melalui website sehingga website tidak terbebani. Selain itu, dengan adanya repo, tentunya memungkinkan untuk keterbukaan dokumen sehingga nanti webometric meningkat,” ungkapnya.

Menurut Handoko, M.Hum., untuk aktivitas repo itu, LPTIK tidak bisa bekerja sampai ke lapisan paling bawah, seperti jurusan. “Fakultas bisa menunjuk seseorang sebagai admin atau editor yang nantinya akan memberikan pelatihan  kepada dosen-dosen di jurusan sehingga dengan demikian pemanfaatan repository bisa maksimal. Kalau diharapkan dari LPTIK saja, tentu adanya keterbatasan tenaga maupun SDM,” pungkasnya.

Humas FIB: Ayendi, Editor: Ria Febrina, Admin: Gading Rahmadi

FIB - Sebanyak sembilan orang dosen FIB Unand tercantum dalam daftar nama Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Unand tahun 2018 yang dikeluarkan pada 29 April 2018 oleh Pengelola Unit (PU) KKN Unand.

Adapun nama DPL dari FIB Unand beserta informasi lengkap tentang tipe KKN, lokasi nagari, nama kecamatan, dan nama kabupaten/kotanya tercantum pada tabel berikut.

No

Nama

Tipe KKN

Nama Nagari

Nama Kecamatan

Nama Kabupaten/Kota

1

Dr. M. Nur, M.S.

RM

Salareh Air

Palembayan

Agam

2

M. Yunis, M.Hum.

RM

Toboh Gadang Selatan

Sintuk Toboh Gadang

Padang Pariaman

3

Dr. Syafril, M.Si.

Reguler

Rao Selatan

Rao Selatan

Pasaman

4

Muchlis Awwali, M.Si.

BKKBN

Lubuak Tarok

Lubuak Tarok

Sijunjung

5

Yudhi Andoni, M.A.

Reguler

Sijunjung

Sijunjung

Sijunjung

6

Drs. Armansyah, M.Hum.

Reguler

Koto Baru

Sungai Pagu

Solok Selatan

7

Adrianis, M.Si.

Reguler

Sungayang

Sungayang

Tanah Datar

8

Lady Diana Yusri, M.Hum.

RM

Tigo Koto Silungkang

Palembayan

Agam

9

Dr. Khairil Anwar, M.Si.

NDC

Ekor Lubuk

Padang Panjang Timur

Padang Panjang

Dilansir dari gentaandalas.com, disebutkan ada sebanyak 10 model KKN yang akan dilaksanakan oleh mahasiswa Unand. Model KKN tersebut ialah KKN Reguler, KKN Tematik Model Kakao, KKN Tematik Model Kelapa, KKN Hibah Dikti, KKN Tematik Model Kopi, KKN BKKBN, KKN Tematik Kebencanaan, KKN Nagari Development Center (NDC), KKN Tematik Desa Sejahtera Mandiri, dan KKN Revolusi Mental (RM). Adapun model KKN yang paling banyak diminati oleh mahasiswa ialah KKN reguler. 

Dengan adanya sepuluh model tersebut, menurut Prof. Syamsuardi, Koordinator Umum PU KKN Unand yang biasa dipanggil Pak Anes, bertujuan untuk menyalurkan ide-ide kreatif mahasiswa memajukan nagari. Sebagai tambahan, menurutnya, dengan dilaksanakan KKN mahasiswa dapat belajar, menggali potensi nagari, bekerja, dan mengabdi kepada nagari.

Tahun ini kata Prof. Syamsuardi, ada sebanyak 173 nagari lokasi KKN, dengan jumlah Mahasiswa KKN sekitar 4.300 mahasiswa dari 15 fakultas dan untuk tiap-tiap lokasi KKN disebar sebanyak 25 mahasiswa dari berbagai jurusan.

Dalam kesempatan ini, dua orang dosen FIB Unand yang telah melakukan penjajakan lokasi KKN-PPM Unand mendapat kesempatan untuk diwawancarai. Pertama, Lady Diana Yusri, M.Hum. Ia memberi informasi tentang aktivitasnya pada 7 Mei 2018 lalu untuk melakukan survei di Nagari Tigo Koto Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam.

“Kegiatan Lady baru survei ke daerah, bertemu dengan wali nagari dan pemuka masyarakat menanyakan kondisi SDA dan SDM, serta program-program apa saja yang mungkin dilakukan mahasiswa,” ujarnya.

Berikutnya, Yudhi Andoni, M.A. Ia memberi komentar tentang kegiatan pra-KKN di Nagari Sijunjung, Kecamatan Sijunjung, Kabupaten Sijunjung yang dilaksanakan pada 14 Mei 2018 lalu.

“Saat ini baru survei. Nagari ini punya nagari adat dengan seribu rumah gadangnya. Ada 24 orang mahasiswa yang ikut. Dua di antaranya merupakan mahasiswa FIB, yakni 1 dari Jurusan Sejarah dan 1 lagi dari Jurusan Sastra Minang. Kegiatan di sana diserahkan kepada masing-masing mahasiswa. DPL cuma membantu kegiatan yang akan dirancang,” ungkapnya.

Selanjutnya, berdasarkan informasi tentang jadwal pelaksanaan KKN Unand tahun 2018, pengantaran mahasiwa oleh DPL ke kabupaten dijadwalkan pada 25 Juni 2018 dan kegiatan KKN akan berakhir pada 4/8/2018.

Humas FIB: Ayendi, Editor: Ria Febrina, Admin: Gading Rahmadi

FIB - Felixius F. Lase, Mahasiswa Jurusan Sastra Jepang angkatan 2014 berhasil menjuarai lomba tahunan pidato bahasa Jepang yang diselenggarakan oleh Japan Foundation yang diadakan di Universitas Bung Hatta pada 9 Mei 2018 lalu. Japan Foundation merupakan organisasi yang menaungi perihal pembelajaran bahasa Jepang di seluruh dunia.  

Hal ini merupakan kali kedua Jurusan Sastra Jepang Unand menjuarai lomba pidato bahasa Jepang tingkat wilayah. Sebelumnya, pada perlombaan pidato bahasa Jepang tahun 2017, dimenangkan oleh mahasiswa Jurusan Sastra Jepang Unand  bernama Claudia Maulani. Untuk perlombaan tahun ini, Jurusan Sastra Jepang Unand mengirimkan dua orang perwakilan, yakni Riri Fitriani dan Felixius F. Lase. Sementara itu, peserta lainnya berasal dari UNP, UNRI, dan Bung Hatta.

Felixius F. Lase membawakan pidato yang bertema “Pembelajaran Kanji”. Menurutnya, mahasiswa Indonesia kesulitan mempelajari hal tersebut. 

“Banyak mahasiwa Jurusan Sastra Jepang yang merasa kesulitan mempelajari kanji ini, namun ada kiat agar kita dapat mempelajarinya dengan mudah, yaitu dengan 3T atau Terbiasa, Tertarik, dan Terlatih. Hal tersebut yang saya jadikan tema pidato saya,” tuturnya.

Saat ditanya mengenai persiapan, ia menyatakan bahwa persiapan yang dilakukan kurang lebih dua minggu untuk pembuatan teks dan latihan berpidato. “Dari awal ketika saya ditunjuk sebagai peserta lomba pidato, saya agak terkejut. Saya terpilih karena sudah memiliki N2,” ungkapnya.

Mengenai persyaratan peserta lomba pidato, Dr. Rima Devi, M.Si. sebagai penanggung jawab menyatakan, “Untuk peserta, minimal sudah memiliki UKBJ level 4 atau N4. Untuk dapat membuat sebuah teks pidato yang baik dalam bahasa Jepang, pola-pola kalimat yang digunakan sudah bukan pola dasar lagi. Oleh karena itu, peserta sudah harus memiliki sertifikasi level 4”.

Ujian Kemampuan Bahasa Jepang (UKBJ) atau Noryoukushiken  memiliki 5 level, dimulai dari yang paling mudah level 5 hingga yang paling sulit level 1. Ujian ini sendiri untuk Sumatera Barat hanya dilakukan satu kali, yaitu pada awal Desember.

“Felixius sendiri sudah memiliki level 2, ini berarti ia dapat membuat teks dengan pola yang agak rumit,” lanjut  Dr. Rima Devi, M.Si.

Tentang kendala saat perlombaan, Felixius mengungkapkan, “Pada saat saya akan menyampaikan pidato, tiba-tiba mic yang saya gunakan mati. Hal itu yang membuat saya grogi karena saya memikirkan mic yang mati tersebut, sementara durasi berpidato tetap berjalan. Hal itu yang membuat saya grogi.”

Sementara itu, Riri Fitriani, peserta lomba pidato yang juga merupakan mahasiswa Jurusan Sastra Jepang, mengambil tema "Dampak Negatif Smartphone terhadap Interaksi Manusia". Ia juga mengungkapkan perasaan grogi ketika tampil dalam perlombaan. “Hal yang membuat saya grogi ialah ini merupakan pertama kali saya mengikuti perlombaan pidato,” ujarnya. Meskipun demikian, hal tersebut tidak menjadi penghalang baginya.

Sebagai pemenang di tingkat wilayah, Felixius F. Lase akan maju ke tingkat nasional. Sebelum itu, ia akan bertemu dengan salah seorang perwakilan dari Japan Foundation untuk membahas perlombaan tingkat nasional nantinya.

Reporter: Rafly Adithya, Editor: Ayendi dan Ria Febrina, Admin: Gading Rahmadi

FIB- Festival Nasional Wisran Hadi (FNWH) yang digelar oleh Unit Kegiatan Mahasiswa Fakultas (UKMF) Teater Langkah FIB Unand resmi ditutup oleh Dekan FIB, dalam hal ini diwakili oleh Wakil Dekan III FIB Unand, Imelda Indah Lestari, S.S., M.Hum., berlokasi di lapangan parkir FIB Unand pada Minggu malam, (29/4/2018) lalu. 

FIB - Sebanyak empat belas orang dosen FIB Unand meraih Hibah Penelitian Tindakan Kelas (Hibah PTK) tentang "Metode Pembelajaran dan Strategi Penilaian Mahasiswa 2018". Pada Rabu, 14 Maret 2018, Lembaga Pengembangan Pendidikan dan Penjaminan Mutu (LP3M) Unand mengumumkan hal tersebut. Pelaksanaan program hibah akan berakhir pada September 2018 ini.

Berikut adalah nama-nama dosen FIB Unand yang meraih Hibah PTK.

No

Nama

Judul Hibah PTK

1

Al Maghvirah Chan, M.Hum.

 

Menggunakan National Geographic Youtube, Screen shoot Pictures, dan Pendekatan Information Gap untuk Meningkatkan Pemahaman, Keterampilan Listening, dan Speaking Mahasiswa pada Mata Kuliah Bahasa Inggris II Jurusan Sejarah FIB Unand

2

Dini Maulia, M.Hum.

Metode Small Group Discussion pada Pembelajaran Mata Kuliah Dokkai dengan Pemanfaatan Nama Kyouzai sebagai Media Pembelajaran

3

Dr. Anatona, M.Hum.

Penerapan Model Inquiry Training pada Mata Kuliah Metode Sejarah

4

Dr. Ferdinal, M.A.

Pembelajaran Kooperatif Model Student Achievement Division untuk Meningkatkan Aktivitas dan Kemampuan Analisis Kajian Elemen Fiksi Mahasiswa Sastra Inggris Unand

5

Dr. Gusdi Sastra, M.Hum.

Aplikasi Metode Aktif Learning dalam Perkuliahan Psikolinguistik Guna Penyusunan RPS dan Strategi Penilaian Mahasiswa

6

Dr. Ike Revita, M.Hum.

Upaya Mendongkrak Kompetensi dan Motivasi dalam Pembelajaran Mata Kuliah Schools of Linguistics di Jurusan Sastra Inggris

7

Dr. Lindawati, M.Hum.

Role Play dan Cooperative Learning dalam Mata Kuliah Sintaksis

8

Dr. Rima Devi, M.Si.

Jiko Hyoka atau Self Assessment pada Perkuliahan Chukyu Sakubun II

9

Dr. Sawirman, M.Hum.

Pengembangan Mata Kuliah Introduction to Discourse Analysis Berbasis Peer Learning KKNI, Culture Studies dan Digitalisasi

10

Dra. Eva Najma, M.Hum.

Menggunakan Teks Sastra dan Pendekatan Komunikatif Simulasi untuk Meningkatkan Pemahaman dan Keterampilan pragmatis Speaking Mahasiswa pada Mata Kuliah British Culture

11

Idrus, M.Hum.

Penggunaan Rubric Self Assessment pada Mata Kuliah Kenkyu Keikaku Sakuseiho di Jurusan Sastra Jepang

12

Lady Diana Yusri, M.Hum.

Penerapan Metode Dictogloss untuk Meningkatkan Kemampuan Menyimak dalam Mata Kuliah Choukai II di Jurusan Sastra Jepang

13

Leni Syafyahya, M.Hum.

Discovery Learning and Small Group Discussion dalam Pembelajaran Mata Kuliah Leksikologi

14

Rona Almos, M.Hum.

Pengembangan Metode Pembelajaran Project Based Learning pada Mata Kuliah Kewirausahaan Prodi Sastra Minangkabau

Dalam buku Panduan Penelitian Hibah PTK 2018, disebutkan bahwa seiring dengan penerapan kurikulum yang mengintegrasikan KKNI dan SNPT, metode pembelajaran dan penilaian harus memenuhi standar SNP. Oleh sebab itu, harus ada inovasi sistem pembelajaran dan dosen dapat melakukan inovasi proses pembelajarannya. LP3M pun pada tahun anggaran 2018 menyediakan Hibah PTK tentang Metode Pembelajaran dan Strategi Penilaian Mahasiswa.

Sementara itu, tentang penelitian tindakan kelas (classroom action research/CAR) itu sendiri, Mc Niff, dkk. (1996:16) dalam bukunya You and Your Action Research Project yang diterbitkan di New York melalui penerbit Hyde Publications menyatakan bahwa penelitian tindakan merupakan intervensi dalam praktik pribadi untuk menghasilkan perbaikan dan memiliki masalah penelitian khusus.

Dari konsep penelitian tindakan kelas di atas, tampak pada umumnya bahwa para dosen di lingkungan FIB Unand senantiasa selalu ingin meningkatkan kualitas dan melakukan pembaharuan pada proses pembelajaran di kelasnya masing-masing. Hal itu terbukti dari keseluruhan total 52 pemenang Hibah PTK tahun 2018, seperempat atau 14 orang berasal dari dosen FIB Unand. 

Menurut Kemmis dan Mc Taggart (1988) dalam bukunya The Action Research Planner, pelaksanaan penelitian tindakan kelas melibatkan empat langkah. Langkah tersebut ialah 1) merumuskan masalah dan merencanakan tindakan, 2) melakukan pemantauan tindakan dan observasi, 3) mencerminkan hasil observasi, dan 4) merevisi perencanaan tindakan selanjutnya. Keempat langkah dalam penelitian tindakan ini lalu menurutnya dilakukan dalam bentuk siklus yang berulang hingga hasil pembelajarannya sangat baik atau maksimal.  

Dra. Eva Najma, M.Hum., salah seorang dosen peraih Hibah PTK tahun ini mengungkapkan bahwa pelaksanaan hibak PTK miliknya dalam proses penyelesaian. Ia menjelaskan bahwa metode yang digunakannya kali ini ialah pada mata kuliah British Culture.

“Menggunakan teks sastra di samping untuk memahami konten budaya melalui pendekatan komunikatif, juga merupakan cara yang ideal untuk diintegrasikan dengan simulasi untuk meningkatkan skill speaking. Kesukaan akan karya sastra bagi mahasiswa tentunya dapat meningkatkan ketertarikan untuk membacanya. Manfaat terbesar dari menggunakan teks sastra untuk mahasiswa bahasa ialah meningkatkan speaking skill mahasiswa, terutama kompetensi pragmatis. Tidak seperti dialog yang ditulis pada teks pembelajaran tradisional, dialog cerita sastra khususnya memiliki penggunaan bahasa pragmatis yang nantinya dapat disimulasikan mahasiswa,” jelasnya.

Lalu, ia memberi contoh bentuk pragmatis speaking yang sesuai dengan konteksnya yang terdapat pada salah satu karya sastra.

“Contohnya dalam karya sastra Out of Order, Wiliam meminta maaf kepada kepala sekolah dan gurunya. Dia berkata kepada Mr. Monsoon, I’ve come to apologize. I don’t want any special privilage. Bentuk permintaan maaf akan berbeda jika disampaikan kepada Miss. VenstonI’m sorry about the trouble I made. I won’t do that again,” paparnya.

Lebih lanjut, Dra. Eva Najma, M.Hum. menjelaskan bahwa metode pembelajaran melalui simulasi merupakan metode pembelajaran yang membuat suatu peniruan terhadap sesuatu yang nyata, terhadap keadaan sekelilingnya. Melalui teks sastra, mahasiswa dapat menirukan komunikasi speaking yang nyata seperti yang terdapat pada dialog karakter di atas.

 

Beberapa komentar melalui wawancara tertulis disampaikan oleh mahasiswa yang tidak disebutkan namanya yang mengikuti kelas British Culture bersama Dra. Eva Najma, M.Hum. Interview ini dilakukan setelah siklus pertama yang terdiri atas tiga kali pertemuan selesai. Dari 30 orang total mahasiswa di kelas, 29 orang mahasiswa menyampaikan hasil yang positif dan 1 orang menyampaikan hasil yang negatif.

Berikut ini merupakan beberapa pernyataan yang positif dari mahasiswa.

“I personally enjoyed this method in involving literary works. This broadens the scope of our topic. It makes the class more interesting, lively and colorful.”

“Ini sangat membantu saya dalam memahami British Culture dengan membaca karya sastra. Ide-ide authors tersebut menggambarkan kondisi yang terjadi pada kebudayaan British people pada era-era tertentu. Apalagi yang kami baca itu short story, jadi lebih pendek dan tidak menghabiskan waktu.”

“Dilihat dari beberapa kelompok yang telah presentasi, saya terpacu untuk berbicara di depan untuk menampilkan hal yang saya ketahui dari materi sebelumnya.”

“Ya! Karena di dalam kelas ini, kita akan berdiskusi dan saat mengungkapkan pendapat, memicu untuk berbahasa Inggris sehingga terjadilah improvement itu sendiri.”

Adapun pernyataan negatif dari satu-satunya mahasiswa ialah sebagai berikut.

“Saya pikir hal ini kurang efektif karena korelasi dari teks yang disajikan dengan budaya British kurang atau bahkan tidak terlihat. Akan lebih baik apabila pemakaian teks yang memang menggambarkan dengan jelas budaya British saat ini. Atau, lebih baik lagi menonton movie atau mendengarkan musik.”

Selain itu, peraih Hibah PTK tahun 2018 dari FIB Unand, Al Maghvirah Chan, M.Hum. juga menyampaikan pendapatnya tentang metode yang digunakan kali ini jauh berbeda dari sebelumnya yang ia terapkan karena ia menggunakan youtube untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa.

“Penggunaan media youtube merupakan hal yang relevan pada era digital ini,” ujarnya.

Terkait Hibah PTK tersebut, para dosen peraih Hibah PTK 2019 Unand berharap agar mahasiswa FIB Unand mendapatkan pengetahuan dan peningkatan kemampuan dalam setiap mata kuliah yang diikuti.

Humas FIB: Ayendi, Editor: Ria Febrina, Admin: Gading Rahmadi

FIB - Ronidin, S.S., M.A., salah seorang dosen Jurusan Sastra Indonesia FIB Unand, memberikan pelatihan kepenulisan mengenai Ejaan Bahasa Indonesia (EBI) kepada Tim Humas FIB Unand yang terdiri atas reporter dan editor pada Jumat (4/5/2018) di Ruang Sidang Dekanat FIB Unand.