Profil

Profil (20)

Selasa, 13 Juni 2017 11:12

Program Studi Magister Kajian Budaya

By

Koordinator: Dr. Drs. Hasanuddin, M.Si.

LATAR BELAKANG

Berbagai persoalan sosial humaniora dalam skala lokal, nasional dan global yang begitu kompleks memerlukan solusi berbasis kajian budaya. Kajian budaya adalah disiplin ilmu yang menerapkan pendekatan kritis dan eklektik dalam elaborasi keilmuannya. Pendekatan kritis meniscayakan kajian yang tidak sekadar studi kebudayaan (studi yang diarahkan menghasilkan deskripsi atau des sein kebudayaan) melainkan meliputi kajian kritis budaya (kajian yang menghasilkan preskripsi atau des solen kebudayaan). Dengan kata lain, kajian budaya tidak ditujukan bagi pengembangan kemampuan mendeskripsikan kebudayaan sebagaimana “apa adanya” akan tetapi juga menjelaskan bagaimana kebudayaan “seharusnya ada”. Dengan begitu, kajian tentang kebudayaan, meliputi keseluruhan wujud dan unsur kebudayaan, menjadi lebih hidup dan energik.

Program Studi S2 Magister Kajian Budaya PPs FIB Universitas Andalas dibuka berdasarkan Keputusan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia, Nomor: 238/ KPT/I/2017, tanggal 3 Mei 2017, tentang Izin Pembukaan Program Studi Kajian Budaya Program Magister pada Universitas Andalas di Kota Padang.

 

VISI, MISI DAN TUJUAN

Visi

Menjadi pusat pendidikan Kajian Budaya terkemuka dan bermartabat dalam pengembangan kajian multidisiplin dan interdisiplin ilmu bahasa, sastra, sosial humaniora, dan seni untuk melahirkan cendikiawan, seniman, budayawan, aparatur, dan profesional yang cerdas, kritis, arif dan bijaksana.

Misi

  1. Menghasilkan lulusan yang berkualitas, berdaya saing tinggi dan bermartabat dalam bidang Kajian Budaya.
  2. Menghasilkan SDM peneliti dan produk Penelitian berupa ilmu, pengetahuan, teknologi, seni dan budaya (IPTEKSB) yang berkualitas dalam kajian budaya.
  3. Menghasilkan SDM Pengabdi dan produk darma bakti IPTEKSB berkualitas, berbasis kajian budaya kepada msyarakat.
  4. Menghasilkan sinergi kolaborasional internal dan pemangku kepentingan eksternal secara baik dan berkesinambungan.

 Tujuan

  1. Menyelenggarakan pendidikan berbasis kompetensi dan berorientasi lulusan yang terstandar secara nasional dan internasional, yang memiliki daya saing tinggi dalam penguasaan keilmuan Kajian Budaya, baik dalam tataran konsep, teori, penelitian, penerapan dan perilaku.
  2. Meningkatkan kuantitas dan kualtas SDM peneliti dan kegiatan penelitian berbasis Kajian Budaya, berorientasi pengayaan akademik/ bahan ajar, penciptaan IPTEKSB, model kebijakan dan perekayasaan sosio kultural
  3. Meningkatkan kuantitas dan kualtas SDM pengabdi dan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang berorientasi pencerdasan, pemberdayaan modal sosial budaya bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.
  4. Menguatkan pondasi sinergitas internal dan melaksanakan kerja sama kolaboratif lintas bidang dan lintas instituional dalam upaya peningkatan kinerja program studi secara berkesinambungan, kemanfaatan mitra, kemajuan stake holder dan masyarakat.

 

DOSEN

Prodi S2 Magister Kajian Budaya  PPs FIB Unand diampu oleh dosen berpengalaman di bidang ilmu kajian budaya, sebagai berikut.

  • Prof. Dr. I Nyoman Darma Putra, M.Litt.
  • Prof. Dr. Afrizal, M.A.
  • Dr. Drs. Hasanuddin, M. Si.
  • Dr. Drs. Syafril, M. Si.
  • Pramono, S.S., M.Si., Ph. D.
  • Diah Tjahaja Iman, M. Litt., Ph.D.
  • Dr. Sawirman, S. Pd., M. Hum.
  • Dr. Drs. Maizufri, M. S.
  • Dr. Drs. Nopriyasman, M.Hum.
  • Dr. Drs. Zaiyardam, M.Hum.
  • Dr. Khanizar, S.Sn., M.Si.
  • Dr. Asrinaldi, S.Sos., M.Si.
  • Dr. Kurniawarman, S.H., M.H.
  • Sari Lenggogeni, Ph.D.

KURIKULUM

Kode MK

MATA KULIAH

SKS

W/U/P

 
 

Semester I

13

 

 

MKB 801

Filsafat ilmu

3

W

 

MKB 803

Ideologi Kebangsaan

3

W

 

MKB 805

Kajian Budaya

3

W

 

MKB 807

Teori Kritis I

2

W

 

MKB 816

Kearifan Lokal, Pernaskahan& Tradisi lisan*

2

P

 

MKB 817

Gender dan Matrilinealisme*

2

P

 

 

Semester II

13

 

MKB 802

Filsafat Budaya

3

W

MKB 804

Budaya dan Pembangunan

3

W

MKB 806

Multikultualisme

3

W

MKB 808

Teori Kritis II

2

W

MKB 818

Budaya, Politik dan Kekuasaan*

2

P

MKB 819

Semiotika dan Hermeneutika*

2

P

Semester III

8

 

MKB 809

Metode Penelitian Kajian Budaya

3

W

MKB 813

Estetika dan Etika**

3

U

MKB 814

Kepemimpinan dan Pengendalian Sosial/ Budaya**

3

U

MKB 814

Globalisasi dan Pariwisata Budaya**

3

U

MKB 815

Wacana Kritis  dan media*

2

P

MKB 821

Pendidikan kritis*

2

P

MKB 822

Sejarah Kritis*

2

P

MKB 823

Diplomasi Minangkabau*

2

P

Semester IV

8

 

MKB 810

Kolokium

1

W

MKB 811

Seminar Hasil Riset

1

W

MKB 812

Tesis

6

W

 

PROFIL LULUSAN

Profil lulusan Program Studi Magister (S2) Kajian Budaya Universitas Andalas adalah pendidik, peneliti, aparatur dan profesional yang cerdas, kritis, arif dan bijaksana dalam berbagai profesi, sebagai berikut.

  1. Pendidik (dosen, guru, lainnya).
  2. Peneliti (di lembaga-lembaga riset dan/atau survey seperti: Pusat Bahasa, LIPI, Bapeda, Balai Bahasa, Balai Pelestarian Nilai Budaya, Balai Pelestarian Benda Cagar Budaya dan lainnya).
  3. Aparatur, Praktisi, dan Profesional dalam bidang-bidang sebagai berikut.
  1. ASN Pusat/ Daerah, Staf Ahli Pemerintahan Pusat/ Daerah, Pengelola/ Operator/ Staf Kepariwisataan
  2. Tenaga Ahli Kebudayaan/ Analis budaya/ Kritikus Sastra/ Seni, Budayawan/ Sastrawan/ Seniman
  3. Pemimpin Formal dan Informal (Pengendali Sosial/ Budaya)
  4. Diplomat/ Negosiator/ Governance relation officer/ Staf Kedutaan.
  5. Praktisi/ Jurnalis/ Profesional/ Pekerja lembaga non-Pemerintah/ Internasional
  6. Politisi/ Praktisi Politik (dalam partai politik atau organisasi kemasyarakatan),
  7. Wirausahawan/ Pekerja sosial/ pekerja organisasi nirlaba, dan lainnya.
  8. Para pengambil kebijakan, relawan, dan pelaku dalam dinamika, dialektika, dan transformasi sosial humaniora di masyarakat.

 

CAPAIAN PEMBELAJARAN

Capaian pembelajaran (Learning outcomes) Program Studi Magister (S2) Kajian Budaya PPs FIB Unand sesuai dengan profil lulusan dan jenjang KKNI level 8 terdiri atas sikap, penguasaan pengetahuan, keterampilan khusus, dan keterampilan umum. Capaian pembelajaran yang diharapkan dicapai oleh lulusan Program Studi S2 Magister Kajian Budaya PPs FIB Unand.

Rumusan capaian pembelajaran sesuai Level 8 KKNI dan SN-Dikti adalah sebagai berikut.

  • Mampu mengembangkan pengetahuan Kajian Budaya berbasis kearifan lokal, kecerdasan kontekstual (lokal, nasional dan global) serta keorientasian masa depan dengan pendekatan interdisipliner dan multidisipliner
  • Mampu menghasilkan karya inovatif pemecahan masalahsains budaya(bahasa, sastra, seni, dan sosial humaniora) dan kemasyarakatan secara deskriptif dan preskriptif dengan pendekatan interdisipliner dan multidisipliner, serta mendapat pengakuan nasional atau internasional
  • Mampu mengelola riset teruji dan pegembanganpengetahuan Kajian Budaya berbasis kearifan lokal, kecerdasan kontekstual (lokal, nasinal dan global) serta keorientasian masa depan;
  • Menguasai IPTEKSB berbasis kearifan lokal, kecerdasan kontekstual (lokal, nasional dan global) serta keorientasian masa depan, bersifat inovatif, untuk memecahkan masalah budayadalam praktik profesional berdasarkan riset ilmiah yang teruji dengan pendekaatan interdisipliner dan multidisiliner dan bermanfaat dalam praktik profesional dan bagi masyarakat.
  • Menguasai IPTEKSB berbasis kearifan lokal, kecerdasan kontekstual (lokal, nasional dan global) serta keorientasian masa depan, untuk melahirkan karya-karya Kritik/ kreatif/ inovatif dalam bidang bahasa, sastra, seni, dan sosial humaniora berdasarkan riset ilmah yang teruji dengan pendekaatan interdisipliner dan multidisiliner dan bermanfaat dalam praktik profesional dan bagi masyarakat.

 

Pada ranah afeksi, capaian pembelajaran adalah sebagai berikut.

  • Bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
  • Memiliki moral, etika dan kepribadian yang baik di dalam menyelesaikan tugasnya
  • Berperan sebagai warga negara yang bangga dan cinta tanah air serta mendukung perdamaian dunia
  • Mampu bekerja sama dan memiliki kepekaan sosial dan kepedulian yang tinggi terhadap masyarakat dan lingkungannya
  • Menghargai keanekaragaman budaya, pandangan, kepercayaan, dan agama serta pendapat/temuan orisinal orang lain
  • Menjunjung tinggi penegakan hukum serta memiliki semangat untuk mendahulukan kepentingan bangsa serta masyarakat luas.

 

Uang Kuliah Tunggal (UKT) : Rp. 6.000.000,-/Semester

 

Informasi Lebih Lanjut

Pengelola Program Studi S2 Magister Kajian Budaya Program Pascasarjana, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas

Kampus Limau Manih, Padang, Fax. (0752) 71227

E-mail : Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.,; Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

Website : http://fib.unand.ac.id

Informasi pendaftaran : http://pasca.unand.ac.id/id/berita/item/314-penerimaan-mahasiswa-baru-pascasarjana-universitas-andalas-gelombang-i-tahun-2017

Rabu, 29 Maret 2017 12:10

Program Studi Magister Sastra

By

Koordinator S2 Sastra : Dr. Khairil Anwar, M.Si.

Program Studi S2 Magister Sastra PPs FIB Unand merupakan pengembangan dari beberapa Program Studi S1 Sastra yang sudah ada terlebih dahulu di Fakultas Ilmu Budaya semenjak tahun 1982. Berdasarkan Surat Keputusan Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia Nomor: 337/KPT/I/2016 tertanggal 13 September 2016, maka pada Tahun Akademik 2017/2018 dimulai perkuliahan perdana.

Visi, Misi dan Tujuan

VISI

Menjadi program studi yang terkemuka dan bermartabat di bidang ilmu sastra pada tahun 2025

MISI

  1. Menyiapkan lulusan yang berkualitas, bermartabat, dan berdaya saing tinggi;
  2. Menyelenggarakan pendidikan yang responsif terhadap isu-isu kesastraan, kemanusiaan, kebudayaan, dan kebangsaan berbasis penelitian kesastraan;
  3. Menyelenggarakan pembelajaran yang sinergis secara institusional dengan dalam dan luar negeri;
  4. Menyiapkan luaran penelitian yang unggul dalam bidang ilmu sastra;
  5. Mendarmabaktikan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan budaya untuk kemaslahatan masyarakat;
  6. Menyiapkan kemandirian organisasi dalam menghadapi lingkungan strategis.

TUJUAN

  1. Menghasilkan peserta didik menjadi anggota masyarakat yang memiliki kemampuan akademik, beriman dan bertaqwa, serta profesional dalam bidang ilmu sastra.
  2. Mewujudkan Prodi S2 Magister Sastra PPs FIB Unand sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, melalui penelitian khususnya yang terkait dengan bidang ilmu sastra.
  3. Menyebarluaskan ilmu pengetahuan dan teknologi, melalui pengabdian kepada masyarakat khususnya dalam bidang ilmu sastra, dan mengupayakan penggunaannya secara optimal untuk meningkatkan taraf kehidupan masyarakat serta memperkaya kebudayaan nasional.
  4. Menjadikan Prodi S2 Magister Sastra PPs Fakultas FIB Unand menjadi salah satu institusi pendidikan tinggi yang diperhitungkan baik di tingkat nasional maupun internasional.
  5. Menjadikan Prodi S2 Magister Sastra PPs FIB Unand sebagai prodi yang dapat memberikan pelayanan berbasis IT, transparan, dan akuntable.

DOSEN

Prodi S2 Magister Sastra PPs FIB Unand diampu oleh dosen berpengalaman di bidang ilmu sastra, sebagai berikut:

  1. Prof. Dr. Faruk, S.U*
  2. Prof. Dr. Suwardi Endraswara, M.Hum*
  3. Dr. Drs. Khairil Anwar, M.Si
  4. Dr. Dra. Sulastri, M.Hum
  5. Dr. Dra. Silvia Rosa, M.Hum
  6. Dr. Drs. Ferdinal, M.A
  7. Dr. Rima Devi, S.S., M.Si
  8. Dr. Drs. Ivan Adilla, M.Hum
  9. Dr. Drs. Maizufri, M.S
  10. Dr. Drs. Syafril, M.Si
  11. Pramono, S.S., M.Si, PhD
  12. Dr. Drs. Hasanuddin, M.Si
  13. Dr. Dra. Diah Tjahaya Iman, M.Litt

 * Dosen luar biasa

Kurikulum

Semester I  
Wajib 10 Sks  
Kode Matakuliah SKS
MS701 Filsafat Ilmu 3
MS703 Teori Sastra 3
MS704 Metode Penelitian Sastra 3
MS707 Sejarah Sastra 3
     
Pilihan 4-6 Sks  
MS706 Sastra, Ekologi, dan Kebudayaan  2 
MS713 Sastra Populer  2 
MS714 Sastra dan Industri 2
  Total 16
Semester II  
Wajib 9 Sks  
MS708 Sastra Lisan 3
MS710 Sosiologi Sastra 3
MS709 Kodikologi dan Filologi 3
     
Pilihan 4-6 Sks  
MS712 Poskolonial 2
MS702 Sastra dan Politik Identitas 2
MS716 Naskah Nusantara 2
MS711 Sastra dan Religi 2
   Total 13
Semester III  
 Wajib 1 Sks
 
MS717 Kolokium 1
     
Pilihan  2 - 4 SKS  
MS705 Sastra Kontemporer 2
MS715 Sastra Revolusi 2
  Total 3
Semester IV  
MS718 Seminar Hasil 1
MS719 Tesis 6
  Total  7
  Total Sks Keseluruhan 39

KOMPETENSI LULUSAN

Profesi, bidang pekerjaan, atau keahlian yang dapat diisi oleh lulusan Program Studi S2 Magister Sastra PPs FIB Unand adalah :

  1. Dosen perguruan tinggi jenjang diploma dan S1,
  2. Guru Bahasa dan Sastra di SMP/MTs dan SMA/MA/SMK,
  3. Peneliti kesastraan,
  4. Penulis dan penyelia,
  5. Manajer dan instruktur lembaga pendidikan dan latihan,
  6. Pengagas dan pengembang kebijakan kesastraan,
  7. Konsultan kesastraan, dan
  8. Pamong pada bidang terkait di pemerintahan.

 

CAPAIAN PEMBELAJARAN

Capaian pembelajaran (Learning outcomes) Program Studi S2 Magister Sastra PPs FIB Unand sesuai dengan profil lulusan dan jenjang KKNI level 8 terdiri atas sikap, penguasaan pengetahuan, keterampilan khusus, dan keterampilan umum. Berikut ini adalah paparan atas capaian pembelajaran yang diharapkan dicapai oleh lulusan Program Studi S2 Magister Sastra PPs FIB Unand.

 

Sikap:

  1. Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan mampu menunjukkan sikap religius;
  2. Menjunjung tinggi nilai kemanusiaan dalam menjalankan tugas berdasarkan agama, moral, dan etika;
  3. Menginternalisasi nilai, norma, dan etika akademik;
  4. Berperan sebagai warga negara yang bangga dan cintatanah air, memiliki nasionalisme serta rasa tanggungjawab pada negara dan bangsa;
  5. Menghargai keanekaragaman budaya, pandangan, agama,dan kepercayaan, serta pendapat atau temuan orisinal orang lain;
  6. Berkontribusi dalam peningkatan mutu kehidupan bermasyarakat, berbangsa, bernegara, dan kemajuan peradaban berdasarkan Pancasila;
  7. Bekerja sama dan memiliki kepekaan sosial serta kepedulian terhadap masyarakat dan lingkungan;
  8. Taat hukum dan disiplin dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara;
  9. Menginternalisasi semangat kemandirian, kejuangan, dan kewirausahaan;
  10. Menunjukkan sikap bertanggungjawab atas pekerjaan di bidang keahliannya secara mandiri;

 

Penguasaan Pengetahuan:

  1. Menguasai teori-teori yang berkaiatan dengan kesastraan untuk berbagai keperluan berkomunikasi lisan dan tulisan dalam konteks keseharian/umum, akademis, dan pekerjaan;
  2. Menguasai teori, konsep dan model penelitian kesastraan sebagai alat untuk berkomunikasi dan menguasai disiplin ilmu melalui terbentuknya masyarakat literat;
  3. Menguasai teori, konsep dan model pengembangan ilmu sastra untuk keperluan perancangan pengembangan kesastraan.

 

Keterampilan Khusus:

  1. Mampu mengembangkan pemikiran yang kritis, kreatif, dan mendalam tentang kesusastraan dengan konteks kebudayaannya;
  2. Mampu mengembangkan pengetahuan khusus tentang jenis-jenis kesusastraan dalam bahasa tertentu, serta latar belakang kebudayaan dan konteksnya;
  3. Mampu mengembangkan kemampuan dan keterampilan meneliti masalah-masalah sastra dalam konteks budaya yang melingkupinya;
  4. Mampu menghasilkan desain atau model penelitian baru yang inovatif dan teruji untuk pengembangan ilmu sastra;
  5. Mampu merencanakan pemetaan penelitian dalam bidang ilmu sastra melalui pendekatan inter atau multidisipliner;
  6. Mampu melakukan analisis dan pendalaman terhadap teori, konsep, pendekatan dalam ilmu sastra;
  7. Mampu melakukan kajian terhadap kebijakan atau implementasi kebijakan di bidang kesastraan melalui pendekatan interdisipliner dan multidisipliner.

 

Keterampilan Umum:

  1. Mengembangkan pemikiran logis, kritis, sistematis, dan kreatif dalam bidang ilmu sastra melalui penelitian ilmiah, penciptaan kreatif tulisan serta menyusun konsepsi ilmiah dan hasil kajiannya berdasarkan kaidah, tata cara, dan etika ilmiah dalam bentuk tesis yang dipublikasikan dalam jurnal ilmiah yang terakreditasi;
  2. Melakukan validasi akademik atau kajian sesuai bidang keahliannya dalam menyelesaikan masalah di masyarakat atau industri yang relevan melalui pengembangan pengetahuan dan keahliannya;
  3. Menyusun dan mengomunikasikan ide, hasil pemikiran dan argumen saintifik secara bertanggung jawab dan didasarkan pada etika akademik, melalui media kepada masyarakat akademik dan masyarakat luas;
  4. Mengambil keputusan dalam konteks menyelesaikan masalah pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi atau seni berdasarkan kajian analisis atau eksperimental terhadap informasi dan data;
  5. Meningkatkan kapasitas pembelajaran secara mandiri;
  6. Mengelola, mengembangkan dan memelihara jaringan kerja dengan kolega, sejawat di dalam lembaga dan komunitas penelitian yang lebih luas;
  7. Mengidentifikasi bidang keilmuan yang menjadi obyek penelitiannya dan memposisikan ke dalam suatu peta penelitian yang dikembangkan melalui pendekatan inter atau multi disipliner;
  8. Mendokumentasikan, menyimpan, mengamankan, dan menemukan kembali data hasil penelitian untuk menjamin kesahihan dan menghindarkan plagiasi.

Uang Kuliah Tunggal (UKT) : Rp. 6.000.000,-/Semester

Informasi Lebih Lanjut

Pengelola Program Studi S2 Magister Sastra Program Pascasarjana, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas

Kampus Limau Manih, Padang, Fax. (0752) 71227

E-mail : Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.,; Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

Website : http://fib.unand.ac.id

Informasi pendaftaran : http://pasca.unand.ac.id/id/berita/item/314-penerimaan-mahasiswa-baru-pascasarjana-universitas-andalas-gelombang-i-tahun-2017

Selasa, 14 Maret 2017 08:57

CV. Prof. Gusti Asnan

By

CURICULUM  VITAE  STAF PENGAJAR

 

Nama                                       : Prof. Dr. phil.  Gusti Asnan

Tempat dan Tgl. Lahir              : Lubuk Sikaping/ 12 Agustus 1962

Pekerjaan                                 : Staf Pengajar Jurusan Sejarah FIB Unand

                               

NIP                                          : 196208121988111002/131803195

Pangkat/Gol                             : Pembina Utama Madya/IV-d

Jabatan Fungsional                  : Guru Besar

Bidang Ilmu                             : Sejarah

Rumpun Ilmu                           : Ilmu Sosial Humaniora

Jurusan/Prodi/Bagian              : Sejarah

Fakultas                                   :Ilmu Budaya

Alamat Rumah                         : Komp. Perum Unand Blok DI/11/11

                                                  Kel. Bandar Buat, Padang-25231

                                                  SUMATERA BARAT

                                                  Telp.   : +62 751 776430

  Mobile: +6281363411291

 

Alamat  Kantor                         : Jur. Sejarah, Fak. Ilmu Budaya, Univ. Andalas

                                                  Kampus Limau Manis

  Padang - 25163

                                                  SUMATERA BARAT

                                                  Telp. +62 751 71227

                                                  Fax.  +62 751 71227

E-mail                                      : Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

  Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

                                               

Pendidikan                               :

  1. 1. 1994-1998, Program Doktor pada Fakultaet fuer

      Sozial-und Geisteswissenschaften, Universitaet

      Bremen, Germany

  1. 2. 1982-1986, S-1 Sejarah Fak. Sastra Universitas

      Andalas di Padang

  1. 1979-1982, SMA di Lubuksikaping  
  2. 4. 1976-1979, SMP di Lubuksikaping
  3. 5. 1969-1975, SD di Lubuksikaping

                                               

Judul Disertasi                         :  “Trading and Shipping Activities: The West Coast of 

   Sumatra 1819-1906”

Judul Skripsi                           :  “Pers Islam di Sumatera Barat Pada Awal Abad XX

   dan  Hubungannya dengan Gerakan Pembarauan

   Islam”

Bidang Ilmu/Spesialisasi         :  Sejarah Maritim; Sejarah Minangkabau

Mengasuh Mata Kuliah             :  S1

  1. Historiografi Umum
  2. Historiografi Indonesia
  3. Metode Penelitian Sejarah
  4. Teori Metodologi Sejarah
  5. Sejarah Minangkabau
  6. Sejarah Maritim
  7. Sejarah Publik
  8. Geografi Sejarah

  S-2

  1. Sejarah Maritim
  2. Sejarah Publik
  3. Teori dan Metodologi Sekarah
  4. Ekonomi Sektor Informal
  5. Filsafat Ilmu
  6. Sejarah Asia Tenggara

 

 

Karya Tulis:

  1. Buku:
  2. Karya sendiri

Gusti Asnan,Sungai dan Sejarah Sumatera. Yogyakarta: Ombak, 2016.

Gusti Asnan, Penetrasi Lewat Laut: Kapal-kapal Jepang di Indonesia Sebelum Tahun 1942. Yogyakarta: Ombak, 2011.

Gusti Asnan, Memikir Ulang Regionalisme: Sumatera Barat Tahun 1950-an. Jakarta: KITLV, NIOD, dan Yayasan Obor, 2007.

Gusti Asnan, Dunia Maritim Pantai Barat Sumatera. Yogyakarta: Ombak, 2007.

Gusti Asnan, Pemerintahan Daerah Sumatera Barat: Dari VOC Hingga Reformasi. Yogyakarta: Citra Pustaka, 2006.

Gusti Asnan, Kamus Sejarah Minangkabau. Padang: Pusat Pengkajian Islam dan Minangkabau, 2003.

Gusti Asnan, Trading and Shipping Activities: The West Coast of Sumatra 1819-1906. Jakarta: Yayasan Rusli Amran, 2000.

 2. Karya Bersama (co-author)

Gusti Asnan, Nopriyasman, Syafrizal, Adabiah: Perintis Pendidikan Moderen di Sumatera Barat. Yogyakarta: Penerbit Ombak, 2013 (ISBN: 978-602-258-116-1).

Gusti Asnan, Nopriyasman, Syafrizal, DR. Mohammad Djamil: Berjuang untuk Kemerdekaan dan Kemanusiaan. Padang: Ltiga, 2006.

Gusti Asnan, Syafrizal, Nopriyasman, Charles, & Zusnelly Zubir, Sejarah Perjuangan Rakyat Kabupaten Solok: 1945-1949. Padang: DHD’45 Sumatera Barat dan Pemda Kab. Solok, 2003.

Gusti Asnan, Syafrizal, Mardanas Safwan, dan Ishaq Thaher, Sejarah Kota Padang. Jakarta: Dep. P dan K. 1988.

 

  1. Editor

Gusti Asnan (eds.), Cagar Budaya Di Mata Publik. Batusangkar: BPCB Sumbar, Riau, Kep. Riau, 2014.

Gusti Asnan (ed.), Demokrasi, Otonomi, dan Gerakan Daerah: Pemikiran Politik Orang Minang Tahun 1950-an. Padang: Citra Budaya, 2006.

Gusti Asnan &Henk Schulte Nordholt (eds.), Indonesia in Transition: Work in Progress. Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2003.

 

  1. 4. Terjemahan

Buku:   

Gusti Asnan & Akiko Iwata, Adat Minangkabau dan Merantau  dalam Perspektif Sejarah, (Jakarta: Balai Pustaka, 2005), terjemahan dari Tsuyoshi Kato, Matrliny and Migration: Evolving Minangkabau Traditons in Indonesia. Ithaca, N.Y.: Cornell University Press, 1982.

Artikel:

Gusti Asnan, “Kesempatan-kesempatan yang Hilang: Sejarah Sosial Perkampungan Minangkabau di Kuantan, Riau”, terjemahan dari Tsuyoshi Kato, “Opportunities Missed: A Social History of a Minangkabau Village in Kuantan, Riau” dalam Abdul Aziz Saleh & Flud van Giffen (eds.), Socio Cultural Impacts of Development: Voices from the Field (Padang: Andalas University Research Center, 1990), pp. 56-79).

Gusti Asnan, “Upacara-Upacara Pertanian dan Penanaman Padi di Negeri Sembilan: Sebuah Rekonstruksi dari Sejarah Lisan”, terjemahan dari Tsuyoshi Kato, “Agricultural Ritual and Rice Cultivation in Negeri Sembilan: A Reconstruction from Oral History” dalam Journal Southeast Asian History, Vol. 26, No. 2, September, 1988.

Gusti Asnan, “Perspektif Sejarah Penanaman Padi Sawah serta Konteks Politik dan Ekonomii Irigasi di Sumatera Barat, Terjemahan dari Ambler, John S., „Historical Perspectives on Sawah Cultivation and the Political and Economical Contex for Irrigation in West Sumatra“, Indonesia, No. 46 (October), 1988, hal. 33-77.

  1. Artikel dan Makalah (Di Dalam Buku, Jurnal Ilmiah, dan Prosiding Seminar)

Gusti Asnan, ““Dari ‘Uang Siriah;, ‘Uang Rokok’ Hingga Pakuak dan Pemalakan: Kekerasan Ala Urang Awak dalam Perspektif Sejarah” dalam Ab. Razak Bin Ab. Karim & Pramono, Khazanah Bahasa, Sastra dan Budaya Serumpun. Padang: Pusat Studi dan Informasi Kebudayaan Minangkabau (PSIKM), 2016.

Gusti Asnan, “Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia di Sumatera” dalam Jajat Burhanuddin dan Amurwani Dwi Lestariningsih (ed.), Sejarah Berita Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Jakarta:  Direktorat Sejarah dan Nilai Budaya, Dirjen Kebudayaan, Kemendikbud, 2015, hal. 67-124. ISBN: 978-602-1289-25-9.

Gusti Asnan, “Karya Sastra ‘Urang Awak’ dan Masa-masa Transisi dalam Sejarah Minangkabau” dalam Armini Arbain, Pengarang Sumatera Barat Era Reformasi (1998-2013): Biografi, Sinopsis Karya, Ulasan, dan Pemetaan. Pare: Fam Publishing, 2015, hal. v-xviii.

Gusti Asnan, “Prominent Minangkabau in Java (Indonesia) During the Japanese Occupation” dalam Portia L. Reyes (ed.), Towards a Filipino History: A Festschrift for Zeus Salazar. Manila: Bagong Kasaysayang, 2015, hal. 261-296.

Gusti Asnan, “Demokratisasi dan Gerakan Sosial-Budaya: Pengalaman Sumatera Barat Era Reformasi”, dalam Jejak Nusantara: Jurnal Sejarah dan Nilai Budaya Vol. 2, No. 1, 2014, hal. 71-81.

Gusti Asnan, “Dunia Maritim Sumatra di Awal Era Kolonial: Kesaksian Dua Penulis Travelogues” dalam Dorothea Rosa Herliany et al (eds.), Arus Balik: Memori Rempah dan Bahari Nusantara Kolonial dan Poskolonial.Yogyakarta: Penerbit Ombak, 2014, hal. 113-137.

Gusti Asnan, “Sejarah Perkembangan Kawasan Kota Lama Di Daerah Rawan Gempa Sumatera Barat” dalam Jurnal Suluah, Vol. 13, No. 17, Desember 2013, hal. 1-11 (ISSN 1412-1689).

Gusti Asnan, “,Faktor Jawa, dan Kecemburuan Sosial di Daerah: Sumatera Barat Tahun 1950-an” dalam Diakronik, Jurnal Pemikiran dan Penelitian Sejarah, Vol. 3, No. 1, 2013, hal. 5-20 (ISSN 1693-0207)

Gusti Asnan, “Pantun, Talibun, Teka-Teki ‘Tempo Doeloe’ dan Perlawanan Terhadap Belanda di Sumatera Barat” dalam Proceeding the 1st International Seminar on Linguistics (ISOL-I): Language and Its Role in Developing National Identity, Andalas University, September 11, 2013: ISBN: 978-602-17140-10.

Gusti Asnan, “Persaingan di Pantai Barat Sumatera” dalam Taufik Abdullah, A.B. Lapian (ed.) Indonesia Dalam Arus Sejarah (Jilid IV). Jakarta: Ichtiar Baru van Hoeve dan Kemendikbud RI, 2012, hal. 43-69..

Gusti Asnan, “Gerakan Paderi” dalam Taufik Abdullah, A.B. Lapian (ed.) Indonesia Dalam Arus Sejarah (Jilid IV). Jakarta: Ichtiar Baru van Hoeve dan Kemendikbud RI, 2012, hal. 411-427..

Taufik Abdullah, Gusti Asnan, “Indonesia Tahun 1950-an: Ketika Idealisme Baru Sedang Tumbuh” dalam Taufik Abdullah, A.B. Lapian (ed.) Indonesia Dalam Arus Sejarah (Jilid VII). Jakarta: Ichtiar Baru van Hoeve dan Kemendikbud RI, 2012, hal. 31-47..

Gusti Asnan, Taufik Abdullah, “Pemberontakan Anti-Belasting di Sumatera Barat” dalam Taufik Abdullah, A.B. Lapian (ed.) Indonesia Dalam Arus Sejarah (Jilid IV). Jakarta: Ichtiar Baru van Hoeve dan Kemendikbud RI, 2012, hal. 653-667..

Andi Suwirta, Gusti Asnan, “Pers: Dari “Kebebasan” ke “Terpimpin”, dalam Taufik Abdullah, A.B. Lapian (ed.) Indonesia Dalam Arus Sejarah (Jilid VII). Jakarta: Ichtiar Baru van Hoeve dan Kemendikbud RI, 2012, hal. 131-150.

Gusti Asnan, “Masyarakat Perbatasan Minangkabau serta Kearifan Lokalnya dalam Sejarah dan Penulisan Sejarah”, Prosiding Persidangan Dwitahunan FIB-PPIK USM,: Melestarikan Kearifan Lokal Melalui Kajian Kemanusia dan Media Baru,di Padang, Tanggal 26-27 Oktober 2011, hal. 1-16.

Gusti Asnan, “Peta dalam Sejarah, Sejarah dalam Peta” dalam Jurnal IKAHIMSI, Edisi 1, No. 2. Juli-Desember 2011, hal. 26-36.

Gusti Asnan, “Regionalisme, Historiografi, dan Penulisan Sejarah: Sumatera Barat Tahun 1950-an” dalam Sita van Bemmelen dan Remco Raben, Antara Daerah dan Negara: Indonesia Tahun 1950-an. Jakarta: Buku Obor dan KITLV-Jakarta, 2011, hal. 106-132.

Gusti Asnan, “Berpisah untuk Bersatu: Dinamika Pemekaran Wilayah di Sumatera Tengah Tahun 1950-an” dalam Sita van Bemmelen dan Remco Raben, Antara Daerah dan Negara: Indonesia Tahun 1950-an. Jakarta: Buku Obor dan KITLV-Jakarta, 2011, hal. 133-160.

Gusti Asnan, “Guru dan Sekolah Guru di Sumatera Barat Tahun 1950-an” dalam Jurnal Suluah, Vol. 10, No. 13, Desember 2010, hal. 1-10.

Gusti Asnan, “Penamaan Pulau dalam Perspektif Sejarah” dalam Jurnal Analisis Sejarah, Vol. 1, No. 1, 2010, hal. 95-105.

Gusti Asnan, “Sumatra’s Regional Governments” dalam Peter Post et al (eds.), The Encyclopaedia of Indonesia in the Pacific War (Leiden, Boston: Brill,  2010), 61-71.

Gusti Asnan, “Perdagangan Maritim Sumatera pada Awal Abad ke-16” dalam Kembara Bahari: Esei Kehormatan 80 Tahun Adrian B. Lapian. Jakarta: Komunitas Bambu, 2009, hal. 37-56.

Gusti Asnan, “Tuanku Imam Bonjol dan Penulisan Sejarah” dalam Mardjohan (ed.), Gerakan Paderi, Pahlawan dan Dendam Sejarah. Yogyakarta: Suara Muhammadiyah, 2009, hal. 53-78.

Gusti Asnan, “Penjajahan Belanda di Sumatera Barat dan Migrasi Orang Minangkabau ke Tanah Semenanjung” dalam Gusti Asnan (ed.), Persembahan 70 Tahun Prof. Suwardi MS: Mengabdi pada Ilmu dan Profesi Sejarah, Demi Daerah & Bangsa. Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2008, hal. 139-170.

Gusti Asnan, “PRRI: Pemberontakan atau Pergolakan Daerah (Sebuah Tinjauan Historiografis” dalam Lukman Hakim (ed.), 100 Tahun Mohammad Natsir: Berdamai dengan Sejarah. Jakarta: Republika, 2008, hal. 225-249.

Gusti Asnan, “Pusat-Pinggiran Dunia Melayu di Nusantara: Dahulu dan Sekarang” dalam Jurnal Sosiohumanika,Vol.1, No. 1 (Mei 2008), hal. 13-26.

Gusti Asnan, “Laut dalam Mitos dan Cerita Rakyat Minangkabau” dalam M. Nursam, Baskara T. Wardaya S.J., Asvi Warman Adam (ed.), Sejarah yang Memihak: Mengenang Sartono Kartodirdjo. Yogyakarta: Ombak, 2008, hal. 298-318.

Gusi Asnan, “Menggugat Mitos, Menulis Sejarah”, Prolog pada buku Soewardi Idris: Perjalanan dalam Kelam: Senarai Kisah Pemberontakan PRRI. Padang: Beranda, 2008,  xiii-xxii.

Gusti Asnan, “Perilaku Seksual (Yang Menyimpang) Orang Minang: Sebuah Perspektif Sejarah” dalam Nursyirwan Effendi, Lucky Zamzani (eds.), Antropologi dan Pembangunan di Masyarakat: Persembahan untuk Prof. Imran Manan M.A, M.A., Ph.D. Padang: Labora­torium Antropologi Jur.  Antropologi FISIP Unand, 2007, hal. 227-243.

Gusti Asnan, “PRRI, Penulisan Sejarah, dan Kekerasan” dalam Jurnal Sejarah, ISSN 1858-2117, Vol. 13, No. 13, Januari 2007, hal. 66- 84.

Gusti Asnan, “Sekolah dan Gerakan Daerah: Kasus Sumatera Tengah Tahun 1950-an” dalam Jurnal Historia: Journal of Historical Studies, ISSN 1907-7939, Vol. VII, No. 2 (December 2006), (2006), hal. 83-98.

Gusti Asnan, “Dinamika Sejarah dan Ulayat Rantau XIII Koto Kampar” dalam Alfan Miko (ed.), Pemerintahan Nagari dan Tanah Ulayat. Padang: Andalas University Press, 2006, hal. 284-302.

Gusti Asnan, David Henley, Diks Pasande, Remco Raben and Esther Velthoen, “Nation, Region and the Ambiguities of Modernity in Indonesia in the 1950s” dalam Henk Schulte Nordholt (ed.), Indonesia in Transition. Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2006, hal. 115-162.

Gusti Asnan, “Diskurs Intelektual Orang Minang Tahun 1950-an”, dalam Gusti Asnan (ed.), Demokrasi, Otonomi, dan Gerakan Daerah: Pemikiran Politik Orang Minang Tahun 1950-an. Padang: Citra Budaya, 2006, hal. vii-xxix.

Gusti Asnan, “Dinamika Pembangunan di Daerah Pinggiran: Sumatera Barat Tahun 1950-an”, dalam Alfan Miko, Jendrius (eds.), Ilmu Sosial, Pembangunan & Perubahan Sosial Budaya: 70 Tahun Prof. Abdul Aziz Saleh, MA, Ph.D. Padang: Andalas University Press, 2005, hal. 264-277.

Gusti Asnan, “Geography, Historiography and Regional Identity: West Sumatra in the 1950s” dalam Hanneman Samuel & Henk Schulte Nordholt (eds.), Indonesia in Transition: Rethinking ‘Civil Society’, ‘Region’ and ‘Crisis’ (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2004), hal. 129-146.

Gusti Asnan,  “Penguasa Militer dan Pemerintahan Daerah: Sumatera Barat Akhir 1950-an dan Awal 1960-an” dalam Jurnal ANALISIS CSIS No. 4/2003, hal. 516-535.

Gusti Asnan, “Dinamika Politik Daerah: Sumatera Barat 1950-an” dalam Henk Schulte Nordholt & Gusti Asnan (eds.), Indonesia in Transition: Work in Progress (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2003), hal. 79-101.

Gusti Asnan, “Nagari Pada Masa Kolonial” dalam Efi Yandri (ed.), Nagaridalam Perspektif Sejarah  (Jakarta: Lentera 21, 2003), hal. 33-56.

Gusti Asnan, “Transportation on the West Coast of Sumatra in the Nineteenth Century” dalam Jurnal Bijdragen tot de Taal-, Land- en Volkenkunde, 159-4, 2002, pp. 727-741.

Gusti Asnan, “Dari Sungai ke Jalan Raya: Perubahan Sosial-Ekonomi di Daerah Perbatasan Sumbar – Riau pada Awal Abad XX” dalam Edi Setyawati dan Susanto Zuhdi (eds.), Arung Samudera: Persembahan Memperingati Sembilan Windu A.B. Lapian. Depok: PPKB-LPUI dan Yayasan Adikarya IKAPI, 2001, hal. 323-337.

Gusti Asnan, “Hak Ulayat Laut Masyarakat Pesisir Atas Laut”, Jurnal HAM dan Demokrasi Vol. I, No. 2 Tahun 2000, hal. 124-145.

Gusti Asnan, “Masyarakat Madani dalam Perspektif Sejarah” dalam Syakirman M. Noor (ed.), Indonesia Baru Menuju Masyarakat Madani (Padang: Baitul Hikmah, 2000), hal. 68-79.

Gusti Asnan, “Dunia Maritim Sumatera Barat: Masa Lalu, Masa Kini dan Masa Datang”, Pidato Ilmiah Dies Natalis ke-44 Universitas Andalas, 13 September 2000.

Gusti Asnan, “Dunia Maritim Sumatera Barat: Pengalaman, Harapan dan Problematikanya”, Pidato Ilmiah pada Dies Natalis ke-18 Fak. Sastra Univ. Andalas, Padang 29 Maret 2000.

Gusti Asnan, “’Kafir’, Islam dan Kristen di Negeri Kita yang Baru: Sumatera Barat dalam Berbagai Catatan Perjalanan” dalam Tabuah: Ta’limat Budaya, Agama dan Humaniora No. 5 Tahun 1999, pp. 1-13.

Gusti Asnan, “Islam dan Adat Minangkabau” dalam Edy Utama (ed.), Seni Islam dan Adat Minangkabau (Padang: Yayasan Genta Budaya, 1995).

Gusti Asnan & Syafrizal Sirin, “Masyarakat Bungus: Adaptasi dan Perubahan Ekonomi” dalam Bambang Rudito (ed.), Adaptasi Sosial Budaya Masyarakat Minangkabau (Padang: PP-UA, 1991).

Gusti Asnan, “Pajak dan Politik Ekonomi Kolonial Belanda di Minangkabau” dalam Jurnal Kebudayaan Genta Budaya, No. 3, Februari-April 1996.

Gusti Asnan, “Rantau Minangkabau Abad 15-18” dalam Jurnal Kebudayaan Genta Budaya No. 2 tahun 1, Nopember 1995-Januari 1996.

 

  1. Makalah-Makalah Seminar dan Diskusi

Gusti Asnan, “Kepahlawanan Raja Narasinga II dan Mahmud Marzuki” pada Seminar Nasional Perjuangan Raja Narasinga II dan Mahmud Marzuki Sebagai Calon Pahlawan Nasional dari Provinsi Riau, 5-7 Desember 2016 di Pekanbaru.

Gusti Asnan, “Data dan Fakta tentang Pahlawan Nasional” pada Seminar Guru Sejarah Se Sumatera Barat tanggal 11 November 2016 di Padang

Gusti Asnan, “Perspektif Geografis Jaringan Pelayaran/Perdagangan Sumatera (Indonesia Bagian Barat), pada Konferensi Sejarah Nasional X di Jakarta, Tanggal  7-10  November 2016 di Jakarta.

Gusti Asnan, “Orang Laut dan Sultan Mahmud Riayat Syah” pada Seminar Sultan Mahmud Riayat Syah Yang Dipertuan Besar Kerajaan Riau-Lingga-Johor-Pahang di Tanjungpinang, Tanggal 31 Oktober 2016.

Gusti Asnan, ”Budaya Maritim Nusantara dan Gerakan Kembali Ke Laut”,Makalah Pada Diskusi/Kunjungan Peserta SSDN-PPSA XX Lembhanas RI ke Universitas Anndalas,1 September 2015.

Gusti Asnan, “Preman Di Sana, Preman Di Sini: Premanisme di Sumatera Masa Revolusi” pada Seminar Nasional “Jaringan Kebangsaan Antar-Nusa, 23-24 Agustus 2016 di Universitas Andalas Limau Manis Padang.

Gusti Asnan, ”Sejarah Dwitunggal dan Dwitunggal dalam Sejarah”, Makalah Disajikan Pada Acara Bedah Buku Sukarno-Hatta Bukan Peroklamator Paksaan, Karya Walentina Waluyanti de Jonge di Perpusatakaan Bung Proklamator Bun Hatta, Bukittinggi, 12 Agustus 2015.

Gusti Asnan,”Perkembangan Teknologi Tradisional Pelayaran Lokal Pantai Barat Sumatera ke Jakarta Abad XVI-XXI”,Makalah, Disajikan Pada Simposium ”Sejarah Pelayaran Lokal Menju Jakarta Abad ke-17 s/d Abad ke-21 di Jakarta, 7 Mai 2015.

Gusti Asnan, ”Reaktualisasi Budaya Bahari Nusantara” Orasi Ilmiah di Fak. Ilmu Budaya Universitas Lancang Kuning Pekanbaru, 17 April 2015.

Gusti Asnan, “Pahlawan Nasional, Diplomat, dan Bagindo Dahlan Abdoellah”, Makalah Disajikan pada “Seminar Kepahlawanan H. Bagindo Dahlan Abdoellah”, Kamis 07 April 2016 di Balaikota Pariaman.

Gusti Asnan,”Memanifesitasikan Adat Bersendi Syarak, Syarak Bersendikan Kitabullah dalam Pendidikan Generasi Muda (Pengalaman Sumatera Barat)”, Makalah, Disajikan Pada ”Sidang Sehari Adat Perpatih” di Auditorium D’Sury, Jabatan Kebudayaan dan Kesenian Negara Negeri Sembilan, Kamis 22 Januari 2015.

Gusti Asnan, ”Peran Aktif Golongan Republiken Pada Awal Kemerdekaan di Sumatera”, Makalah Disajikan pada Seminar Nasional “Proklamasi Kemerdekaan RI di Delapan Wilayah”, Tanggal 30 Oktober 2014, di Museum Nasional, 30 Oktober 2014, Jl. Medan Merdeka Barat No. 12, Jakarta.

Gusti Asnan,”Pengaruh Budaya Populer Terhadap Kebudayaan Daerah”, Makalah Disajikan Pada Kegiatan Matrikulasi Mahasiswa Baru PPS-ISI Padang Panjang, Tanggal 3 September 2014 di Padang Panjang.

Gusti Asnan,”Pariaman dalam Lintasan Sejarah Pantai Barat Sumatera”, Makalah Disajikan Pada “Sarasehan Sejarah Pariaman dan Kepahlawanan Bagindo Dahlan Abdullah”, di Aula Kantor Walikota Pariaman, 25 Agustus 2014.

Gusti Asnan, “Sumpur Kudus Dalam Perjalanan Sejarah Minangkabau”, Makalah Tanggapan Atas Hasil Penelitian Zusnely Zubir dengan Judul “Sumpur Kudus Dalam Perjalanan Sejarah Minangkabau” Di Hotel Bukik Gadang, Sjunjung, Sabtu 21 Juli 2014.

Gusti Asnan, “Peranan Sejarah Dalam Menghadapi Masalah-Masalah Dewasa Ini”, Makalah Disajikan Pada “Forum Dialog Penguatan Nilai-Nilai Sejarah Kebangsaan Bagi Masyarakat Sumatera Barat”, Tanggal 23 Mei 2014, di The Axana Hotel Padang.

Gusti Asnan, “Historiografi Sejarah Maritim Indonesia”, Makalah Disajikan pada “Seminar Apresiasi Historiografi Indonesia”, Diselenggarakan di Yogyakarta pada tanggal 5-8 Mei 2014.

Gusti Asnan, “Film Sejarah Perang Paderi: Sebuah Tinjauan Historiografis”, Makalah Disajikan Pada Acara “Pemutaran dan Diskusi Film Empat Lakon Perang Paderi”, Tanggal 20 Mei 2014 di Fak. Ilmu Budaya, Univ. Andalas-Padang.

Gusti Asnan, “Keberagaman Di Sumatera Barat: Sebuah Perbandingan Antara Daerah Pusat dan Pinggiran Pada Masa Lalu dan Dewasa Ini”, Makalah, Disajikan pada “Seminar Hasil Penelitian Para Peneliti BPNB se Indonesia: Multikultural, Indahnya Keberagaman” di Bukittinggi, 22-24 April 2014.

Gusti Asnan, “Realitas Sejarah dan Tuntutan Politik-Administratif: Menelusuri Hari Jadi Kabupaten Kepulauan Mentawai”, Makalah Disajikan Pada Seminar Mencari Haji Jadi Kabupaten Kepulauan Mentawai”, Tanggal 2 Desember 2013 di Tua Pejat, Kabupaten Mentawai.

Gusti Asnan, “Pantai Barat Sumatera dan Politik Pembangunan ke Timur”, Makalah, Disajikan pada Seminar Internasional “Peradaban Pantai Barat Sumatera” di Padang, Tanggal 19-20 November 2013.

Gusti Asnan, “Dunia Maritim Sumatera Di  Awal dan Akhir Era Kolonial: Kesaksian Dua Penulis Travelogues”, Makalah, Disajikan Pada “Borobudur Writers and Cultural Festival 2013”, di Magelang, 17-20 Oktober 2013.

Gusti Asnan, “Antara Lapau dan Balai (Adat): Dinamika Demokrasi di Sumatera Barat”, Makalah Disajikan pada “Kongres Kebudayaan Indonesia”, di Yogyakarta, 8-11 Oktober 2013.

Gusti Asnan, “Kerajaan-Kerajaan Di Riau, Dunia Melayu, dan Penulisan Sejarah Riau”, Makalah Disajikan Pada “Seminar Sejarah Borneo ke-3”, Pusat Sejarah Brunei, Negara Brunei Darussalam, 27-29 Agustus 2013.

Gusti Asnan, “Mr. St. Mohammad Rasjid Dalam Penulisan Sejarah”, Makalah Disajikan pada “Seminar Nasional Pengusulan Mr. St. Mohammad Rasjid Sebagai Pahlawan Nasional” di Hotel Basko, Padang, 4 Mai 2013.

Gusti Asnan, “Masyarakat Perbatasan Melihat dan Menulis Sejarahnya”, Makalah pada Seminar Sehari “Memaknai Sejarah Indonesia” diselenggarakan oleh Akademi Jakarta, di Jakarta, 15 Desember 2012.

Gusti Asnan, “Minangkabau dan Diaspora Melayu”, Makalah pada “Dialog Budaya Melayu” di Pakanbaru 3-5 Desember 2012.

Gusti Asnan, “’Politikisasi’ Budaya dan Otonomi Daerah di Sumatera Barat ”, Makalah Disajikan pada ‘Seminar Pra-Kongres Kebudayaan Indonesia (BPKKI)’ di Jakarta, Tanggal 27-28 November 2012.

Gusti Asnan, “Suara-suara Dari Lapangan: Gerakan Sosial Budaya Sumatera Barat Era Reformasi”, Makalah Disajikan pada ‘Dialog Budaya Badan Pekerja Kongres Kebudayaan Indonesia (BPKKI)’ di Banda Aceh, Tanggal 20 Oktober 2012.

Gusti Asnan, “’Faktor Jawa’ Dalam Hubungan Pusat-Daerah: Sumatera Barat Tahun 1950-an”, Makalah Disajikan pada “Seminar Pergolakan Daerah di Sumatera Barat dalam Perspektif Sejarah” di Payakumbuh, 17 Desember 2011.

Gusti Asnan, “Pasang Surut Hubungan Indonesia dengan Negara-negara yang Berbatasan dengan Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau”, Makalah Disajikan pada “Kegiatan Kemah Di Wilayah Perbatasan (KAWASAN) Tingkat Nasional”, Diselenggarakan Oleh Direktorat Sejarah dan Geografi, Direktorat Jenderal Sejarah dan Purbakala, Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata, di Karimun, Kepulauan Riau, Tanggal 10 s/d 14 Oktober 2011.

Gusti Asnan, “Masyarakat Pasaman dalam Perspektif Historis dan Sosiologis”, Makalah Disajikan pada “Seminar Heterogenitas/Kemajemukan Masyarakat Pasaman”, Di Aula Syamsiar Thaib, Lubuk Sikaping, 5 Oktober 2011.

Gusti Asnan, “Sungai-Sungai di Sumatera dalam Catatan Perjalanan dan Laporan Penelitian pada Masa Kolonial”, Makalah disajikan pada “Konferensi Nasional Sejarah ke-9” di Hotel Bidakara Jakarta, Tanggal 5-7 Juli 2011

Gusti Asnan, “Peta dalam Sejarah dan Sejarah dalam Peta”, Makalah disajikan pada kegiatan “Bimbingan Teknis Pemetaan Sejarah Tingkat Lanjut” Direktorat Geografi dan Sejarah, Direktorat Sejarah dan Purbakala, Kementerian Kebudayaan dan Parwisata, di Puncak, Bogor, 23-28 Mei 2011.

Gusti Asnan, “Sejarah Perkembangan Kawasan Kota Lama di Daerah Rawan Gempa Sumatera Barat”, Makalah Disajikan pada Seminar Nasional “Rekonstruksi dan Rehabilitasi Bangunan Cagar Budaya Pasca-Gempa” di Padang, Tanggal 13-15 Desember 2010.

Gusti Asnan, “Karya (Tulis) Pejabat, Bahasa Pejabat dan Jiwa Zaman”, Makalah Disajikan pada Seminar Nasional “Tertib Berbahasa Mencerminkan Keteraturan Berfikir dan Bertindak”, I Gedung E, Kampus Univ.Andalas, 28 Oktober 2010.

Gusti Asnan, “Orang Minang Sebagai Bangsa Pelaut”, Makalah Disajikan pada “Seminar Pra-Kongres Kebudayaan Minangkabau: Revolusi Biru dan Penanggulangan Bencana” di Padang, 7-8 Agustus 2010.

Gusti Asnan, “Lembaga Adat Nagari: Sebuah Tinjauan Historis”, Makalah Disajikan pada Rapat Koordinasi Lembaga-Lembaga Adat Antar Kerapatan Adat Nagari se Sumatera Barat” di Padang, Tanggal 17-18 Mai 2010.

Gusti Asnan, ”Semen Padang dan Politik Ekonomi Kolonial”, Makalah Disajikan pada Seminar Nasional Guru IPS-Sejarah dan Raker FKGS Sumbar dalam Memperingati 100 Tahun Semen Padang di Gedung Istana Bung Hatta, Bukittinggi 7 Maret 2010.

Gusti Asnan, ”MR. Assat: Orang Besar Tanah Air”, Makalah Disajikan pada Seminar Nasional “Pernan Ketokohan Buya Hamka, Mr. Assata, dan Rahmah El-Yunusiah dalam Sejarah Nasional Indonesia, di Padang 21 Desember 2009.

Gusti Asnan, “Masyarakat Maritim Sumatera”, Makalah disajikan pada Pertemuan Ilmiah “Indonesia dan Negara Kebudayan Maritim”, Kerjasama Komisi Ilmu Sosial Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia (KIS-AIPI) dengan Universitas Sam Ratulangi Menado, di Menado Tanggal 11-12 Desember 2009.

Gusti Asnan, “Historiografi Sejarah Maritim dan Kesadaran Sejarah Bahari”, Makalah disajikan dalam “Panel Diskusi Budaya Bangsa Bahari: Menyongsong Kebangkitan Bangsa Bahari Nusantara”, di Jakarta Excecutive Club, Hotel Sultan, Senin 26 Oktober 2009.

Gusti Asnan, “Mencari Hari Jadi Kabupaten Padang Pariaman”,Makalah Disajikan pada “Seminar Sehari Penelusuran Hari Jadi Kabupaten Padang Pariaman” di Pariaman, 30 Juli 2009.

Gusti Asnan, “Pelayaran Samudera dan Penulisan Sejarah”, Makalah Disajikan dalam Diskusi Bulanan Komunitas Salihara-Teater Utan Kayu “Siapa Menemukan ‘Dunia Baru’?: Rekonstruksi Sejarah Penjelahan Samudera”, di Teater Utan Kayu – Jakarta, Tanggal 24 Maret 2009.

Gusti Asnan, “Peninggalan Sejarah, Identitas Daerah dan Potensi Daerah”, Makalah disajikan pada “Seminar Penyelamatan Situs/Benda Cagar Budaya”, Kerjasama antara Pemkab Kuansing dan Dinas Pariwisata Kuansing dengan FIB-Unilak di Taluk Kuantan, Tanggal 19 Maret 2009.

Gusti Asnan, “PRRI, Pemekaran Daerah, dan Hubungan Pusat Daerah di Sumatera Tengah”, Makalah Disajikan dalam Seminar Nasonal “PRRI: Sebuah Gerakan Menuju Keadilan dan Otonomi Daerah” di Padang Tanggal 14 Maret 2009.

Gusti Asnan, “Kiprah Politik Orang Minang di Panggung Nasional: Sebuah Perspektif Sejarah”, Makalah, Disajikan dalam Seminar Sehari Orang Minang di Panggung Nasional, di Padang 17 Januari 2009.

Gusti Asnan, “Pemerintahan Terendah di Era Otonomi Daerah: Kembali ke Nagari di Sumatera Barat, Kembali ke Langgai di Mentawai”, Makalah pada “Dialog Kebudayaan Mentawai: Aktualisasi Kebudayaan Mentawai dalam Pembangunan Kabupaten Kepulauan Mentawai” di Tua Pejat, 22 Oktober 2008.

Gusti Asnan, “Tuanku Imam Bonjol dan Penulisan Sejarah”, Makalah Disajikan pada “Seminar Perjuangan Tuanku Imam Bonjol” di Lubuk Sikaping, 17-18 Desember 2008.

Gusti Asnan, “Old Banten as Written and Ilustrated”, Paper Presented in “Sakai-Asia Cultural Partnership Conference 2008” in Sakai-Japan, 18-20 November 2008.

Gusti Asnan, “Orang Minang Menulis tentang Perang Kamang”, Makalah Disajikan pada “Seminar Perlawanan Anti Belasting dan Gerakan Kemajuan di Sumatera Barat”, di Bukittinggi, 11 November 2008.

Gusti Asnan, “Icon” Kajian tentang Islam di Minangkabau” Makalah Disajikan dalam “Bedah Buku : Christine Dobbin, Gejolak Ekonomi, Kebangkitan Islam, dan Gerakan Paderi, Minangkabau 1784-1847”” di Padang 18 Oktober 2008.

Gusti Asnan, “Penamaan Pulau di Indonesia dalam Perspektif Sejarah”,Makalah Disajikan pada “Seminar Penatapan Nama Pulau-Pulau Kecil dalam Perpekstif Sejarah” tanggal 16-18 Juli 2008 di Palembang.

Gusti Asnan, “PRRI: Antara Pemberontakan dan Pergolakan Daerah (Sebuah Tinjauan Historiografis)”, MakalahDisampaikan Pada Seminar “Mengungkap Fakta Sejarah Di Balik Peristiwa PRRI” di Auditorium Univ. Islam Riau – Pekanbaru, Tanggal 25 Juni 2008.

Gusti Asnan, “Sutan Alam Bagagarsyah, Sejarah dan Penulisan”, Makalah Disajikan pada “Seminar Sehari Pengusulan Alm. Sutan Alam Bagagarsyah Sebagai Pahlawan Nasional” di Padang Tanggal 17 Maret 2008.

Gusti Asnan, “The World of Sumatran Maritime Trade and Its Relationship to Banten in the 16th Century”, Paper prepared for “Sakai-Asia Cultural Partnership Conference: First Collaborative Research Meeting”, January 25 and January 26, 2008 in Sakai, Japan.

Gusti Asnan, “Fenomena PDRI: Penyelamat RI, Dilupakan, Diakui, dan Harus Diselamatkan” Makalah pada “Seminar Keberhasilan PDRI Dalam Mempertahankan Eksistensi RI” di Aula Makhkamah Konstitusi, Jakarta, 18 Desember 2007.

Gusti Asnan, “Adat dan Budaya di Daerah Rantau Minangkabau”, MakalahDisampaikan pada “Diskusi Panel Memperkenalkan Adat dan Budaya”, di Padang, Tanggal 17 Desember 2007.

Gusti Asnan, “Gerakan Paderi, Perang Paderi dan Tuanku Imam Bonjol: Sebuah Tinjauan Historiografis”, Makalah Disajikan pada Focus group Discussion “Menuju Historiogragfi Paderi yang Komprehensif”, Padang, 14 Desember 2007.

Gusti Asnan, “Geografi dan Penulisan Sejarah”, Makalahpada Peringatan Lima Puluh Tahun Seminar Nasional Sejarah Indonesia (1957-2007), “Historiografi Indonesia: Kilas Balik dan Tantangan Masa Depan” di Ciawi, Jawa Barat, 6-8 Desember 2007.

Gusti Asnan, “Penjajahan Belanda di Sumatera Barat dan Migrasi Orang Minangkabau ke Tanah Semenanjung”, Makalah pada Seminar Sehari Indonesia – Malaysia dalam Geografi Melayu dalam Perspektif Budaya, di Padang, 10 September 2007.

Gusti Asnan, “Jasa-Jasa Rohana Kudus dalam Kebangkitan Nasional”, Makalah pada Seminar Nsional Pengusulan Rohanan Kudus sebagai Pahlawan Nasional di Padang, 24 Mei 2007.

Gusti Asnan, “Kerajaan-kerajaan di Minangkabau dan Peninggalannya”, Makalah pada Diskusi “Bimbingan Teknis Staf Museum dan Pemilik BCB yang ada di Kabupaten/Kota se Sumatera Barat” di Padang, Tanggal 25 April 2007.

Gusti Asnan, “Media Massa Sumatera Barat dalam Lintasan Sejarah”, Makalah disajikan pada Seminar Internasional “Communication and Media Studies Curriculum and Education: Potency and Prospects in Indonesia and Malaysia” pada tanggal 5-6 April 2007 di Padang.

Guti Asnan, “Renungan ¼ Abad Jurusan Sejarah Fak. Sastra Unand”, Makalah Disajikan pada Diskusi Mahasiswa Sejarah, Fak. Sastra, Univ. Andalas – Padang, 20 Desember 2006 di Gedung E, Univ. Andalas Padang.

Gusti Asnan, “Demitologisasi dan Reposisi Fungsionaris Adat”, Makalah Disajikan pada Kongres Kebudayaan dan Apresiasi Seni Budaya Minangkabau, Padang, 29-30 November 2006.

Gusti Asnan, “Tradisi dan Ritual Sungai Masyarakat Koto Panjang di Perbatasan Sumatera Barat dan Riau”, Makalah Disajikan pada Konferensi Nasional Sejarah VII, Jakarta 14-17 November 2006.

Gusti Asnan, “Peta Pemikiran Politik Orang Minang Pascakemerdekaan”, Makalah Disajikan Pada Diskusi “Memabaca Pemikiran Kaum Cendekiawan Minang” yang diselenggarakan oleh Yayasan Saluak laka, 24 Agustus 2006 di Padang.

Gusti Asnan, “PDRI dalam Penulisan Sejarah Indonesia”, Makalah Disajikan pada Seminar Nasional Meninjau Ulang PDRI dalam Sejarah dan Penulisan Sejarah Bangsa”, Padang, 26 Juli 2006.

Gusti Asnan, “Sejarah Daerah Sebagai Kajian Sejarah Lokal di Era Otonomi Daerah”, Makalah Disajikan pada Seminar Nasional Sejarah Lokal di Era Otonomi Daerah di Bukittinggi, 10-13 Mei 2006.

Gusti Asnan, “Adat dan Islam di Minangkabau dalam Perspektif Sejarah”, Makalah Disajikan pada Sarasehan Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah di Padang, 28 November 2005.

Gusti Asnan, “Reconsidering the Koto Panjang Project: A Socio-Cultural Perspective”, Paper Presented at “Japanese Seminar on Development and Local Affected People: Perspective of Anthropology” in Osaka, October 14th, 2005.

Gusti Asnan, “Pagaruyung – Alam Surambi Sungai Pagu: Dinamika Hubungan Pusat – Pinggiran di Minangkabau”, Makalah Disajikan pada “Seminar Minangkabau: Menggali Sejarah dan Budaya Masyarakat  Alam Surambi Sungai Pagu” di Padang, 10-11 Agustus 2005.

Gusti Asnan, “Mini Indonesia di Daerah Per­batasan: Mengubah Kon­flik Menjadi Harmoni”, Banding­anterhadap Makalah Undri, “Konflik Tanah di Daerah Perbatasan: 1930-1960” pada Seminar Internasional “Deko­loni­­sasi di Sumatera” di Padang, tanggal 2 Agus­tus 2005.

Gusti Asnan, “PRRI, Penulisan Sejarah dan Kekerasan”, Makalah Disajikan Pada Seminar Internasional Dekolonisasi di Sumatera di Padang, tanggal 2 Agustus 2005.

Gusti Asnan, “Two Diaries, One Region: 1950’s Central Sumatra in the Eyes of Two ‘Unknown’ Men”, Paper Prepared for International Seminar on Indonesia in Transition, Amsterdam, 25-27 Austust 2004.

Gusti Asnan, “Sumber-sumber Sejarah Perjuangan Rakyat Riau”, Makalah Disajikan pada Seminar Sejarah Riau II di Pakanbaru, 15-18 Desember 2003.

Gusti Asnan, “’Faktor Jawa’ in Central – Regional Relationship: West Sumatra in 1950’s”, Paper Prepared for International Workshop on Rethinking Regionalism, Changing Horizons in Indonesia in the 1950’s, Jakarta, 29-30 August 2003.

Gusti Asnan, “Political Parties and the Freezing of a Provincial Representative Council: Central Sumatra In 1950s” Paper Prepared for International Workshop on Indonesia in Transition, Campus UI Depok, Jakarta, 24-27 August 2003.

Gasti Asnan,  “Ilmu, Penelitian dan Masyarakat”, Makalah pada Seminar Sehari “Etika Penelitian di Perguruan Tinggi”, Padang, 17 September 2002.

Gusti Asnan, “Dekade Penuh Perdebatan: Sumatera Barat 1950-an”, Makalah pada Internasional Workshop “Indonesian in Transition”, Padang 23-24 Agustus 2002.

Gusti Asnan, “Sumatera Barat, Otoda dan Daerah Perbatasan”, Makalah disajikan pada “Diskusii Masyarakat Madani, Otonomi dan Nagari”, di Padang, Tanggal 11 Februari 2001.

Gusti Asnan, “Membaca” Kurikulum Nasional Bidang Sastra dan Filsafat Umumnya dan Sejarah Khususnya”, Makalah disajikan pada “Penataran Dosen Bidang Ilmu Sastra dan Filsafat bagi Dosen-dosen di Linglkungan Kopertis Wilayah X”, Tanggal 27 s/d 28 Oktober 2000, di Padang.

Gusti Asnan, “Kontribusi dan Peranan Penelitian Dasar dengan Penelitian Lain”, Makalah disajikan pada “Lokakarya Metodologi Penelitian Dasar Universitas Andalas”, Tanggal 20 September 2000 di Padang.

Gusti Asnan, “Pendekatan Penelitian Dasar Bidang Humaniora”, Makalah disajikan pada “Lokakarya Metodologi Penelitian Dasar Universitas Andalas”, Tanggal 20 September 2000 di Padang.

Gusti Asnan, “Keanekaragaman Agama dan Posisi Kaum Muda di Sumatera Barat”, Makalah disajikan pada “Silaturahmi Antar Organisasi Pemuda Lintas Agama Se Kodya Padang”, Tanggal 27 Agustus 2000, di Padang.

Gusti Asnan, “Aspek Sejarah Kembali ke Pemerintahan Nagari di Propinsi Sumatera Barat” Makalah pada “Diskusi Penyusunan Pokok-pokok Pikiran Universitas Andalas tentang Kembali ke Pemerintahan Nagari di Propinsi Sumatera Barat”, 27 Juni 2000, di Padang.

Gusti Asnan, “Masyarakat Madani Dalam Perspektif Sejarah: Sebuah Pengantar Diskusi” Makalah pada Muzakarah Masyarakat Madani Univ. Andalas, 20 Juni 2000.

Gusti Asnan, “Ilmu-ilmu Humaniora dan Otonomi Daerah Sumatera Barat” Makalah pada “ Diskusi tentang Peranan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi dalam Menghadapi Otonomi Daerah Sumatera Barat di Padang tanggal 12 April 2000.

Gusti Asnan, “Beberapa Alternatif tentang Hari Jadi Pesisir Selatan” Makalah pada “Seminar Sehari Hari Jadi Pesisir Selatan”, Tanggal 12 Januari 2000 di Painan, Pesisir Selatan.

Gusti Asnan,  “Perang Agama dan Orang Minang: Penjelasan Berdasarkan Perspektif Sejarah”, Makalah pada Diskusi Kelompok Studi Sejarah ‘Jakse’”, Tanggal 27 November 1999, di Padang.

Gusti Asnan, “Darek dan Pesisir”: Suatu Studi tentang Jaringan Perdagangan di Pantai Barat Sumatera Abad ke-19” Makalah disajian pada “Diskusi Pemilihan Calon Dosen Teladan Unand 1999”, tanggal 2-9-1999 di Padang.

Gusti Asnan, “Wacana Pengelolaan Negara Kita di Masa Depan: Federalisme, Negara Kesatuan atau Otonomi Luas?: Perspektif Sumatera Barat” Makalah pada “Diskusi Federalisme, Negara Kesatuan atau Otonomi Luas” Tanggal 12 Mei 1999 di Stasiun TVRI Padang.

Gusti Asnan, “Tuntutlah Ilmu (Sejarah) Sampai ke Negeri Jerman: Beberapa Catatan Pribadi untuk Sejarawan Muda dan Mahasiswa Sejarah”, Makalah pada “Kuliah Umum Mahasiswa Sejarah” Tanggal 24 Februari 1999.

Gusti Asnan, “Emmahaven: Der Eingang der Westkueste von Sumatra”, Vortrag in der Konferenz “Aussereuropaeische Geschichte im Vergleich”  Bremen, 5 Juni 1998.

Gusti Asnan, “De Islamisierung Indonesiens” Makalah pada “Seminar des 3. Projeksemesters: Vom Aufbau der Kolonialicher zur Entkolonisierung: Europa und Uebersee 15. – 20. Jahrhundert”, Beremen, 25 April 1998.

Gusti Asnan, “Die Welt von Handel und Schiffahrt: Westkueste von Sumatra 1819-1906”, Vortrag in der “Doktorand Kolloquium”, Sommer Semester 1998, di Bremen.

Gusti Asnan, “Das Ausbildungssystem in Indonesien” Makalah pada “Seminar fuer Schulbildung in Suedostasien”, Tanggal 18 April 1997, di Hochschule Bremen

Gusti Asnan, “Peristiwa Situjuh: Sebuah Kajian Historiografi” Makalah pada Seminar Sehari Peristiwa Situjuh Batur di Payakumbuh  tanggal 12 Januari 1992.

Selasa, 28 Februari 2017 10:10

UKM

By

Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM)

  1. MAPASTRA (Mahasiswa Pencinta Alam Fakultas Ilmu Budaya),
  2. UKOS (Unit Kegiatan Olahraga Sastra),
  3. Teater Langkah,
  4. BSTM (Bengkel Seni Tradisisonal Minangkabau),
  5. FSI (Forum Studi Islam),
  6. Unit Kegiatan Jurnalistik “Yasmin Akbar”,
  7. Sastra Production.

UKM dimaksudkan untuk mengakomodasi minat dan bakat mahasiawa di bidang oleh raga, kesenian, kepenulisan, dan lain-lain. Dengan terbinya SK Rektor No. 728/XIV/A/Unand-2007 tentang Student Activities Performance System (SAPS) maka mahasiswa harus mengikuti salah satu UKM karena kelak, sebagai prasayarat ujian skripsi seorang mahasiswa harus menunjukkan kredit dari setiap kegiatan yang diikutinya. Kredit itu diperoleh dari setiap kegiatan ko dan ekstra kurikuler yang diikutinya. Dalam SK tersebut dijelaskan jenis kegiatan dan nilai kreditnya. Paling tidak, seseorang mahasiswa harus memperoleh 50 kredit kegiatan yang dibuktikan dengan sertifikat atau dokumen sah yang lain.

 

Setiap UKM didampingi seorang atau dua orang pembina yang ditunjuk Fakultas. Tugas pembina adalah memberi masukan dan mendampingi kegiatan UKM tersebut.

Selasa, 28 Februari 2017 10:04

HIMA

By

Himpunan Mahasiswa (HIMA) Jurusan

  1. HIMA Jurusan Inggris (ESA, English Student Asociation),
  2. HIMA Jurusan Indonesia,
  3. HIMA Jurusan Daerah/Minangkabau, dan
  4. HIMA Jurusan Ilmu Sejarah
  5. HIMA Jurusan Sastra Jepang.

 

Jumlah HIMA tersebut sesuai dengan jumlah jurusan yang terdapat di Fakultas Ilmu Budaya Unand. Kegiatan Hima lebih difokuskan kepada hal yang menunjang keprofesian atau keilmuan masing-masing Hima Jurusan tersebut. Oleh karena itu pula kegiatan lebih mengarah kepada bidang penalaran. Untuk itu ditunjuk pula seorang pembina yang ditunjuk oleh jurusan yang bersangkutan yang dapat memberikan masukan dan mendampingi kegiatan Hima tersebut.

 

Selasa, 28 Februari 2017 10:02

BEMF

By

Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas (BEMF)

a. Pengertian BEMF

BEMF adalah wadah kegiatan kemahasiswaan tingkat Fakultas Ilmu Budaya.

b. Fungsi BEMF

  1. Mengembangkan pengetahuan, sikap dan keterampilan manajemen kegiatan kemahasiswaan.
  2. Turut serta menumbuhkan dan mengembangkan budaya dan perilaku ilmiah.

 

c. Tugas BEMF

1. Menyusun program kerja secara terperinci sesuai dengan pokok-pokok program kegiatan mahasiswa yang telah disusun oleh BPMF.

2. Melaksanakan program kerja kegiatan mahasiswa tersebut dengan persetujuan dekan.

3. Memberikan pertanggungjawaban atas semua pelaksanaan kegiatan dan penggunaan dana kepada BPMF.

d. Kepengurusan BEMF

1. Pengurus BEMF terdiri atas ketua, sekretaris, bendahara, ketua bidang dan anggota

2. Masa jabatan kepengurusan selama 1 (satu) tahun melalui pemilihan dan ketua tidak dapat dipilih lagi

3. Pengurus BEMF harus memberikan laporan kepada dekan berupa:

a. Pertanggungjawaban pelaksanaan kegiatan dan pengguna-an dana setelah selesai kegiatan

b. Laporan periodik setiap semester

e. Persyaratan dan Prosedur Kepengurusan BEMF

1. Persyaratan Pengurus BEMF

a. Terdaftar dan aktif sebagai mahasiswa paling kurang semester III dan paling tinggi semester VII

b. Mempunyai dedikasi dan loyalitas yang tinggi terhadap Fakultas dan Universitas

c. Dapat bekerjasama dengan berbagai pihak

d. Mempunyai Indeks Prestasi Komulatif yang baik, sekurang-kurangnya IPK 2,50

e. Mempunyai integritas kepribadian, budi pekerti dan kepemimpinan yang baik

2. Prosedur Pemilihan dan pengurus BEM Fakultas Sastra

a. Ketua BEMF dipilih langsung oleh mahasiswa Fakultas Sastra di dalam Pemilihan Umum Raya.

b. Keanggotaan kepengurusan BEMF ditentukan oleh Ketua BEMF terpilih.

c. Pengurus BEMF ditetapkan oleh Dekan dengan surat keputusan.

Selasa, 28 Februari 2017 09:58

BPMF

By

Badan Perwakilan Mahasiswa Fakultas (BPMF)

a. Pengertian

BPMF adalah wadah kemahasiswaan yang berfungsi sebagai lembaga legislatif di tingkat Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas.

b. Fungsi BPMF

1. Menyalurkan aspirasi mahasiswa yang dilakukan dalam bentuk menentukan kebijaksanaan pokok, melakukan pengawasan dan penilaian terhadap kegiatan yang dilaksanakan BEMF.

2. Memberikan saran untuk menumbuhkembangkan sikap mandiri, berani dan bertanggung jawab.

3. Turut serta mengembangkan dan menumbuhkan budaya dan perilaku ilmiah

c. Tugas BPMF

1. Merancang garis-garis besar haluan organisasi mahasiswa di tingkat Fakultas.

2. Mengawasi, memberikan saran dan menilai kegiatan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas.

3. Mengusulkan kepada Dekan peraturan dan ketentuan yang dianggap perlu dalam bidang kemahasiswaan serta tidak bertentangan dengan ketentuan yang berlaku di Universitas Andalas.

4. Melakukan penilaian terhadap pertanggungjawaban kegiatan BEM Fakultas pada akhir masa tugas dan menyampaikan hasil penilaian pertanggungjawaban tersebut beserta hasil kerja  BPMF kepada Dekan.

d. Kepengurusan BPMF

1. Pengurus BPM terdiri dari Ketua, Ketua I, Ketua II, Ketua Komisi dan Anggota.

2. Anggota BPMF adalah perwakilan masing-masing organisasi kemahasiswaan.

3. Masa kerja kepengurusan adalah 1 (satu) tahun.

4. Seseorang yang menduduki jabatan Ketua BPMF, hanya untuk 1 (satu) kali masa jabatan.

5. Ketua BPMF dipilih dari/oleh anggota BPMF.

e. Persyaratan dan Prosedur Kepengurusan BPMF

  1.    Persyaratan.
    1. Anggota BPMF adalah Hima Jurusan dan UKM
    2. Mempunyai dedikasi dan loyalitas tinggi.
    3. Dapat bekerjasama dengan berbagai pihak.
    4. Mempunyai integritas kepribadian, dan kepemimpinan.
    5. Mempunyai indeks prestasi Kumulatif 2,50.
    6. Telah mengikuti penataran LKMM tingkat dasar.
    7. Duduk pada semester III dan maksimal pada semester VII.

b. Prosedur Pemilihan BPMF.

1. Bila sudah habis waktunya pemilihan pengurus BPMF baru dibentuk panitia pemilihan berdasarkan hasil sidang.

2. Tata cara pemilihan ditetapkan di dalam sidang BPMF.

Selasa, 28 Februari 2017 09:56

Jurusan S1 Sastra Jepang

By
Ketua Jurusan : Imelda Indah Lestari, S.S., M.Hum.
Sekretaris Jurusan : Lady Diana Yusri, S.S., M.Hum.

Sejarah Singkat

Bahasa Jepang dewasa ini adalah salah satu bahasa yang diminati oleh banyak pembelajar asing di dunia. Begitu juga masyarakat Indonesia tak terkecuali masyarakat Sumatera Barat. Sejak tahun 90-an Bahasa Jepang sudah diajarkan kepada mahasiswa khususnya mahasiswa Jurusan Sastra Inggris Fakultas Sastra Universitas Andalas sebagai mata kuliah pilihan. Pada masa itu banyak dosen Universitas Andalas melanjutkan studi S2 dan S3 di Jepang. Sekitar tahun 2000 ada keinginan untuk membuka Jurusan Sastra Jepang pada Fakultas Sastra Universitas Andalas. Keinginan tersebut direalisasikan oleh Prof DR H Edison Munaf, M Eng yang waktu itu menjabat sebagai Pembantu Rektor I dengan merekrut dosen-dosen dengan latar belakang pendidikan sastra Jepang. Dosen-dosen tersenut mulai merintis pembukaan Jurusan Sastra Jepang Fakultas Sastra Universitas Andalas. Seiring dengan itu pula ada tawaran kerja sama dengan pihak JICA untuk membuka Jurusan Sastra Jepang di Universitas Andalas. Kerjasama ini berjalan lancar dengan ditugaskannya silver expert JICA bidang bahasa Jepang bernama Ibu Kawami Wako. Kerjasama ini disepakati selama satu tahun terhitung April 2004 sampai Maret 2005. Pada tahun 2004 ini, atas izin dari rektor dengan SK Rektor Universitas Andalas Nomor 885/XII/UNAND-2004 dibukalah Program Studi Bahasa dan Sastra Jepang yang tergabung dalam Jurusan Sastra Inggris. Berdasarkan SK tersebut Program Studi bahasa dan sastra Jepang menerima 23 mahasiswa Jurusan Sastra Inggris yang lulus SPMB tahun akademik 2004/2005 dan 3 orang mahasiswa transfer dari jurusan lain. Sehingga tercatat 26 orang mahasiswa angkatan pertama Program Studi Bahasa dan Sastra Jepang.

Mahasiswa angkatan pertama Program Studi Bahasa dan Sastra Jepang Jurusan Sastra Inggris diasuh oleh dosen sastra Jepang yaitu Indah Yuliani, SS, Rima Devi, SS, Lady Diana Yusri, SS, Ibu Kawami Wako dan Bapak Marutani Toshihiro sebagai dosen sukarela yang berasal dari Jepang. Pada tahun akademik 2005/2006 Sastra Jepang kembali menerima mahasiswa baru dari jurusan Sastra Inggris dan jurusan lain yang berminat untuk belajar bahasa Jepang. Tercatat 25 mahasiswa pada angkatan kedua ini. Untuk periode April 2005 sampai Maret 2007 Rektor Universitas Andalas kembali menandatangani kontrak kerjasama dengan pihak JICA untuk program yang sama dengan sebelumnya. JICA menugaskan Ibu Sato Chiyo, MA sebagai silver expert bidang bahasa Jepang. Mulai Akademik 2006/2007 ini peminat sastra Jepang Universitas Andalas sudah bisa memilih langsung melalui SPMB. Hal ini dapat terlaksana karena sudah diterbitkannya SK Dikti yaitu surat dari Direktur Jendral Pendidikan Tinggi No. 1182/D/T/2006 tanggal 12 April 2006 perihal izin Penyelenggaraan Program-program Studi di Universitas Andalas yang di dalamnya termasuk Program Studi Sastra Jepang.

Visi, Misi dan Tujuan

Selasa, 28 Februari 2017 09:55

Jurusan S1 Sastra Minangkabau

By

 

Ketua Jurusan : Dr. Pramono, M,Hum.
Sekretaris Jurusan : Yerri Satria Putra, S.S., M.A.

Website : http://sastraminang.fib.unand.ac.id

Sejarah Singkat

Jurusan Sastra Daerah didirikan tanggal 12 Juni tahun 1985 sesuai dengan SK pendirian no. 01 tahun 1985. Jurusan ini merupakan bentuk perwujudan dari misi pendirian Fakultas Sastra Meskipun Jurusan Sastra Daerah berdiri kemudian dari Fakultas Sastra, pada dasarnya latar belakang pembentukan Fakultas Sastra adalah kebutuhan kehadiran suatu lembaga pendidikan yang dapat mengkaji bahasa, sastra dan budaya terutama yang terkait dengan keminangkabauan. Selanjutnya, paradigma pembangunan fisik dan ekonomi yang sangat gencar yang berlangsung di tengah masyarakat Indonesia, termasuk di wilayah masyarakat budaya lokal pada masa orde baru memperkuat kebutuhan kehadiran jurusan ini.

Kemajuan ekonomi dan teknologi harus diimbangi dengan peningkatan apresiasi terhadap budaya terutama budaya lokal. Untuk menjaga keseimbangan ini harus dicetak pula sarjana bidang bahasa dan sastra yang akan memberi kontribusi dalam menjaga kesimbangan ini. Dengan demikian, produk ekonomi dan teknologi bersama pecinta dan pemakainya tetap berwawasan budaya dalam penciptaan dan pemakaiannya.

Jurusan Sastra Daerah memang patut hadir sebagai salah satu institusi pembelajaran tentang kedaerahan, terutama Minangkabau. Persoalan keminangkabauan merupakan objek yang menarik untuk dikaji atau dibicarakan dari segala aspek seperti sastra, bahasa, dan budaya masyarakatnya.

Khasanah Sastra Indonesia pun tidak dapat dilepaskan dari peranan penulis karya sastra yang didominasi oleh pengarang yang berdarah Minangkabau. Satrawan Angkatan Balai Pustaka dan Angkatan Pujangga Baru banyak yang berasal dari Minangkabau. Dalam catatan sejarah pun tidak bisa dipungkiri lagi peranan orang Minangkabau dalam gerakan perjuangan dan pemertahanan kemerdekaan negara Indonesia. Peranan tokoh-tokoh ini memunculkan pertanyaan tentang peranan budaya dalam membentuk ketokohan mereka. Jurusan Sastra Daerah sangatlah tepat didirikan untuk mewadahi ketertarikan peminat untuk mendalami budaya Minangkabau baik tentang budaya masyarakat Minangkabau zaman dulu, sekarang, dan mendatang.

Bahasa Minangkabau yang kaya dengan variasi dan digunakan dalam kegiatan kebudayaan masyarakatnya sudah menjadi perhatian dan kemudian menjadi objek kajian orang asing semenjak lama. Hal ini dibuktikan sejak zaman penjajahan Belanda banyak peneliti yang meneliti dan menulis tentang keminangkabauan, terutama yang berkebangsaan Belanda. Fakta ini memperkuat eksitensi bahwa sepatutnya jurusan ini dibuka di Provinsi Sumatera Barat, daerah yang menjadi asal orang Minangkabau.

Sejalan dengan namanya, Program Studi Sastra Minangkabau memiliki karakteristik yang unik dan khas. Program studi ini memiliki visi “Menjadi institusi yang representatif bagi pembelajaran, penelaahan, pemberdayaan potensi bahasa, sastra, dan budaya Minangkabau yang berwawasan nasional, dan pengembangan potensi humanitas bagi eksistensi lokalitas dan kebertahanannya dalam kompetisi global”. Visi ini menunjukkan kekhasan program studi yang menitikberatkan penguasaan pengetahuan budaya lokal khususnya Minangkabau.

Visi, Misi dan Tujuan

VISI

Menjadi institusi yang representatif bagi pembelajaran, penelaahan, pemberdayaan potensi bahasa, sastra, dan budaya Minangkabau yang berwawasan nasional, dan pengembangan potensi humanitas bagi eksistensi lokalitas dan kebertahanannya dalam kompetisi global

MISI

  1. Menyelenggarakan proses pembelajaran berbasis kompetensi yang relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dinamika masyarakat, dan kebutuhan pasar (stake holder).
  2. Menyelenggarakan penelitian yang berkualitas untuk memperkaya materi ajar dan publikasi ilmiah.
  3. Menyelenggarakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat sebagai implementasi dari pengetahuan yang diperoleh dari pendidikan dan penelitian untuk meningkatkan kualitas hidup dan kehidupan berbudaya masyarakat Minangkabau khususnya dan bangsa pada umumnya.
  4. Membekali mahasiswa dengan ilmu bahasa, sastra, dan budaya Minangkabau yang diharapkan mampu menumbuhkembangkan kepekaan intelektual dan profesionalitas mahasiswa dalam mengarifi fenomena budaya lokal yang senantiasa berubah, serta menumbuhkan kemampuan enterprenuership.

TUJUAN

Prodi Sastra Minangkabau sebagai bagian dari salah satu program studi di Fakultas Ilmu Budaya Unversitas Andalas memiliki arah dan tujuan pendidikan yang memiliki spesifikasi tersendiri. Tujuan tersebut dirumuskan sebagai berikut ini.

  1. Menguasai teori-teori dasar, metodologi penelitian, dan keterampilan dalam bidang kebahasaan, kesastraan dan kebudayaan.
  2. Mampu menerapkan ilmu pengetahuan dan keterampilan kebahasaan, kesastraan dan kebudayaan Minangkabau dan Nusantara.
  3. Mampu bersikap dan berperilaku humanis dan mampu menjadi solusioner dalam menghadapi fenomena kemanusiaan yang muncul dalam kehidupan masyarakat Minangkabau dan Nusantara.
  4. Mampu mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi terutama bidang kebahasaan, kesastraan dan kebudayaan Minangkabau dan Nusantara.

Staf Pengajar

No NIDN Nama NIP Gelar Pendidikan
1 0006027905  BAHREN 197902062006041001 S.S., M.A. S2
2 0004117001  DIAH NOVERITA 132262232 M.Hum, Dra  S2
3 0023058402   EKA MEIGALIA  198405232009122003   M.Hum, S.Hum S2 
4 0017036805  HASANUDDIN 197602222008011008   M.Si, Drs, Dr S3
6 0022027606   HERRY NUR HIDAYAT  196702071997021001  S.S., M.Hum S2 
7 0007026702  KHAIRIL ANWAR 132295793  M.Si, Drs, Dr  S3
8 0002026703   KHANIZAR 196412101988112001   Dr S2 
9 0010126403  LINDAWATI  130936372  M.Hum, Dra, Dr S3
10 0010106601  MUCHLIS AWWALI  132234331  S.S., M.Si S2 
11 0012127901  PRAMONO  197912122003121003  S.S., M.Si, Ph.D S3
12 0003026401  RENIWATI  196402031988102001 M.Hum, Dra, Dr. S2 
13 0006128102  RONA ALMOS  198112062005012001  S.S., M.Hum S2 
14 0030076402  SATYA GAYATRI 131850752  M.Hum, Dra  S2 
15 0027096502  SILVIA ROSA 196509271995122001   M.Hum, Dra, Dr S3
16 0017035902  WASANA 195903171988111001  M.Hum, Drs  S2 
17 0031017905  YERRI SATRIA PUTRA  132309298  S.S., M.A S2 

 

Selasa, 28 Februari 2017 09:54

Jurusan S1 Sastra Indonesia

By
Ketua Jurusan : Dr. Gusdi Sastra, M.Hum.
Sekretaris Jurusan : Dra. Sriwahyuni, M.Ed.

 

Sejarah Singkat

Prodi Bahasa dan Sastra Indonesia berdiri bersamaan dengan berdirinya Fakultas Sastra Universitas Andalas pada tahun 1982. Ketika itu, selain Prodi Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra memiliki 3 jurusan lainnya, yaitu Sastra Inggris, Sejarah, dan Sosiologi—yang di dalamnya terdapat 2 Program Studi, yaitu Program Studi Antropologi dan Program Studi Sosiologi.

Secara resmi, program studi ini berdiri pada 8 Desember 1983, berdasarkan SK Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 0538/O/1983. Akan tetapi, penerimaan mahasiswa telah dilakukan pada tahun akademik 1982/1983, setelah keluarnya SK Presiden RI No.39 Tahun 1982 tentang Fakultas Sastra Universitas Andalas.

Dekan pertama Fakultas Sastra dirangkap langsung oleh Rektor Universitas Andalas, Drs. Mawardi Yunus. Sementara, Ketua Prodi Bahasa dan Sastra Indonesia dijabat oleh Drs. Amir Hakim Usman dan sekretaris prodi dijabat oleh Drs. Syafruddin Sulaiman. Setahun kemudian, Drs. Amir Hakim Usman ditetapkan sebagai dekan pertama Fakultas Sastra. Ketua Prodi Bahasa dan Sastra Indonesia dijabat oleh Sarwono Kertodipuro, M.A. dan sekretaris prodi tetap dijabat oleh Drs. Syafruddin Sulaiman. Hingga tahun 2013, ketua prodi dijabat, berturut-turut, oleh Drs. Syafruddin Sulaiman, Prof. Dr. Nadra, Drs. M. Yusuf, Dra. Armini Arbain,  Dr. Zuriati, M.Hum. (almh.), dan Dr. Gusdi Sastra, M.Hum.

Awalnya Prodi Bahasa dan Sastra Indonesia belum mempunyai dosen tetap. Perkuliahan diasuh oleh dosen-dosen dari beberapa instansi, terutama dari Institut Keguruan Ilmu Pendidikan Padang. Sebagian dosen yang lain berasal dari Dinas Pendidikan dan Persatuan Pengajar Bahasa Belanda.  Pada awal nya, dosen luar biasa prodi juga berasal dari luar negeri. Dosen-dosen yang berasal dari luar negeri tersebut menghasilkan pula sejumlah kerja sama. Dalam bidang linguistik, misalnya, Prof. Berndt Nothofer pernah mengajar beberapa lama. Kemudian,  kunjungan Prof. Nothofer itu menghasilkan kerja sama, sehingga beberapa dosen muda Prodi Bahasa dan Sastra Indonesia dikirim belajar ke Frankfurt University selama 6 (enam) bulan. Dalam bidang sastra, Prof. Umar Junus dari University Malaya mengambil cuti sabatikalnya di fakultas ini pada tahun 1984. Dr. E. U. Kratz dari School of Oriental and African Studies (SOAS) juga datang dan memberi kuliah selama tiga bulan pada 1989-1990. Kunjungan Dr. Kratz juga menghasilkan kerja sama, sehingga beberapa dosen muda Fakultas Sastra, termasuk dari Prodi Bahasa dan Sastra Indonesia, dikirim ke SOAS dalam rangka Program Internship pada tahun 1990, 1991, dan 1992.

Begitu pula, Dr. Henk Maier dari Universitas Leiden, Belanda, datang berkunjung ke Padang untuk melihat suasana belajar-mengajar di sini. Kunjungan itu dilakukan dalam rangka mencari tempat baru untuk mengalihkan pembelajaran Bahasa Indonesia mahasiswa Prodi Sastra Melayu/Indonesia Universitas Leiden ke luar Jawa. Setelah pertemuan dengan Drs. Amir Hakim Usman, Prof. Maier memutuskan bahwa mahasiswanya akan belajar Bahasa Indonesia di Universitas Andalas. Sejak tahun 1988, setiap Juli dan Agustus,  mahasiswa Leiden belajar Bahasa Indonesia di fakultas ini. Berdasarkan itu pula, prodi memiliki BIPA (Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing). Kini, BIPA melayani banyak mahasiswa dari sejumlah negara, seperti Jepang, Korea, Belanda, dan mahasiswa berbagai negara yang tergabung dalam Program Beasiswa Darmasiswa dari Pemerintah Indonesia.

Saat ini (2014), Prodi Bahasa dan Sastra Indonesia memiliki 29 orang dosen tetap;  1 orang profesor, 5 orang doktor,  21 orang magister, 7 orang sedang S3, dan 2 orang sedang S2. Universitas tempat mereka melanjutkan studi pun bervariasi, baik di dalam negeri maupun di luar negeri.

Ketika mulanya,  mahasiswa prodi tidak banyak, hanya beberapa orang. Namun, jumlah yang kecil itu selalu bertambah dari tahun ke tahun. Hingga tahun 2013, mahasiswa prodi telah berjumlah sekitar 259 orang. Sementara itu, wisuda mahasiswa prodi yang pertama terjadi tahun 1986. Lulusan pertama prodi ini kembali ke almamaternya sebagai dosen. Hingga tahun 2013, sejumlah lebih dari 400 sarjana telah dihasilkan oleh prodi. Sebagian besar, lulusan prodi telah bekerja di berbagai instansi, baik pemerintah maupun nonpemerintah (swasta). Sebagian kecil, mereka juga bergerak di bidang kewirausahaan dan menjadi entrepreneur (pengusaha).

Mahasiswa Prodi Bahasa dan Sastra Indonesia datang dari berbagai daerah di Indonesia, dari Aceh hingga Kalimantan. Mereka juga berasal dari beberapa agama yang berbeda. Sepanjang sejarahnya, mahasiswa prodi aktif mengikuti berbagai kegiatan, seperti kegiatan kesenian, forum akademik, lomba mengarang, dan Tilawatil Quran. Dalam hal menulis, mahasiswa prodi ini ’merajai’ tulisan fiksi dan kritik di berbagai surat kabar, baik lokal maupun nasional. Beberapa orang juga telah menerbitkan buku, terutama di bidang puisi dan cerpen.

Untuk melengkapkan pengetahuan mahasiswa, Prodi mengambil kebijakan untuk menawarkan mata kuliah pilihan Berkehidupan Bermasyarakat (MBB) dalam bentuk kluster. Kluster ini merupakan gugusan mata kuliah yang mempunyai sisi praktis, dengan paket 8-10 sks. Dengan cara demikian, seorang alumnus Prodi Bahasa dan Sastra Indonesia mempunyai keterampilan lain, selain pengetahuan dalam bidang ilmunya. Pada tingkat yang lebih tinggi, mata kuliah kluster menjadi kebijakan fakultas. Sekarang, tersedia Kluster Jurnalistik di Prodi Bahasa dan Sastra Indonesia Indonesia, kluster Manajemen Kesenian di Prodi Sastra Daerah, dan kluster Penerjemahan di Prodi Sastra Inggris.

Demikian pula dengan dosen, dosen Prodi Bahasa dan Sastra Indonesia hadir dalam forum-forum seminar dan diskusi. Beberapa di antaranya menulis artikel dan berhasil terbit pada beberapa jurnal di dalam dan di luar negeri, terakreditasi ataupun belum terakreditasi. Setiap tahun, dosen dari Prodi ini selalu memenangi kompetisi dana (hibah) penelitian. Prof. Dr. Nadra, misalnya, memenangi kompetisi dana penlitian URGE. Begitu juga, Drs. M. Yusuf, M. Hum.  memperoleh dana dari kerja sama dengan CDAT, Tokyo University of Foreign Studies, untuk digitalisasi naskah-naskah kuno (manuskrip). Proyek serupa dari The British Library juga dimenangi oleh Dr. Zuriati, M. Hum.. Berbagai macam dana untuk membiayai proyek penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang diluncurkan pemerintah juga diperoleh oleh dosen-dosen prodi Bahasa dan Sastra Indonesia. Artinya, dinamika intelektual sangat hidup di Prodi ini. Lima tahun kebelakangan ini, sejumlah buku yang ditulis oleh para dosen juga sudah terbit.

Tahun 2006, Prodi Bahasa dan Sastra Indonesia diakreditasi dan memperoleh nilai A. Dengan dukungan akreditasi Prodi Bahasa dan Sastra Indonesia ini, Program Pascasarjana Linguistik dapat dibuka. Tahun 2011, prodi diakreditasi kembali, tetapi memperoleh nilai B. Meskipun B, nilai tersebut dapat dijadikan sebagai indikator bahwa prodi Bahasa dan Sastra Indonesia telah berhasil dalam mencapai tujuannya. Hal itu bukan berarti, bahwa prodi puas dengan nilai tersebut. Lebih kurang 2 (dua) tahun lagi, tepatnya tahun 2016, prodi kembali akan diakreditasi. Tentu saja, usaha keras akan dilakukan prodi untuk mencapai nilai A kembali. Semoga.

Visi dan Misi

Visi

Menjadi program studi terkemuka dan bermartabat dalam bidang kebahasaan dan kesusastraan Indonesia dan diakui di tingkat nasional dan internasional tahun 2024

Misi

  1. Menyelenggarakan pendidikan (akademik) yang berkualitas dan berkesinambungan untuk menghasilkan lulusan yang mampu bersaing secara global dalam bidang bahasa dan sastra Indonesia
  2. Melaksanakan penelitian yang dapat digunakan untuk pengembangan ilmu bahasa dan sastra Indonesia
  3. Menyelenggarakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dalam bidang bahasa dan sastra Indonesia secara berkelanjutan
  4. Mengembangkan dan membina jaringan kerja sama dengan berbagai lembaga di tingkat daerah, nasional, dan internasional

Tujuan

  1. Menghasilkan lulusan yang memiliki kemampuan akademik yang unggul dalam bidang bahasa dan sastra Indonesia
  2. Menghasilkan inovasi penelitian atau temuan yang berkualitas dalam bidang bahasa dan sastra Indonesia
  3. Menghasilkan kegiatan-kegiatan pengabdian kepada masyarakat dalam bidang bahasa dan sastra Indonesia yang dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat atau stakeholders
  4. Menjalin kemitraan dalam bidang kebahasaan dan kesusasteraan Indonesia dengan berbagai lembaga dan masyarakat