23 Mei 2018

FIB – Humas FIB Unand, Ayendi, S.S., M.Hum., mengikuti pelatihan atau sosialisasi pemahaman dan penggunaan repository untuk admin multimedia fakultas  yang diadakan oleh Lembaga Pengembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi (LPTIK) Unand. Bertempat di Labor LPTIK Unand, pelatihan dan sosialisasi ini diadakan pada 27/3/2018 lalu. Pelatihan  dan sosialiasi ini dihadiri oleh beberapa orang dosen dan staf admin multimedia yang ditunjuk oleh masing-masing fakultas dan perpustakaan.

Prama Wahyudi, S.Kom., staf multimedia LPTIK menjadi pembicara pada pelatihan itu. Menurutnya, pada tahun lalu, sudah dilakukan beberapa kali pelatihan, tapi kurang efektif. “Dulu ada Sinta sehingga dosen sibuk buat Google Scholar. Akibatnya, repository ini dilupakan,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Prama Wahyudi, S.Kom. menambahkan bahwa repository Unand sudah mengalami perubahan. “Waktu dulu itu namanya repository.unand.ac.id. Sekarang sudah bermigrasi menjadi repo.unand.ac.id dengan server baru Eprints 3 yang dikembangkan oleh Universitas Southampton. Sesungguhnya bahan fisik yang ada pada server lama tidak diganggu, tapi karena sudah penuh dan banyak selain user Unand yang menggunakan, perlu dilakukan migrasi.”

Prama Wahyudi, S.Kom. juga menjelaskan bahwa dengan adanya repository baru ini, dosen diminta untuk meng-upload karya tulis ilmiah, laporan penelitian, laporan digital, SK dekan, peraturan, dan lain-lainnya. “Repository ini diperuntukkan bagi dosen, bukan untuk mahasiswa. Mahasiswa masih menggunakan repositiry lama. Semua dosen bisa membuat akun dengan membuka website lptik.unand.ac.id dan membuka menu layanan. Pembuatan ini dibebaskan dari biaya,” jelasnya.

Terkait dengan lokasi penyimpanan data, Prama Wahyudi, S.Kom. menerangkan bahwa dosen dapat memilih lokasi penyimpanan data sesuai dengan nama fakultas yang diinginkan, seperti FIB Unand, bisa lebih spesifik lagi menjadi Jurusan Sastra Inggris atau Jurusan Ilmu Sejarah.

Salah seorang staf multimedia LPTIK dan juga dosen yang baru diangkat di FIB Unand, Handoko, M.Hum. menjelaskan bahwa repo tersebut merupakan tempat untuk menyimpan dokumen data sehingga memudahkan dalam mendokumentasikan file.

“Kita tidak perlu lagi menampilkan file-file tersebut dalam website kita, tetapi diletakkan di repo, kemudian dikoneksikan melalui website sehingga website tidak terbebani. Selain itu, dengan adanya repo, tentunya memungkinkan untuk keterbukaan dokumen sehingga nanti webometric meningkat,” ungkapnya.

Menurut Handoko, M.Hum., untuk aktivitas repo itu, LPTIK tidak bisa bekerja sampai ke lapisan paling bawah, seperti jurusan. “Fakultas bisa menunjuk seseorang sebagai admin atau editor yang nantinya akan memberikan pelatihan  kepada dosen-dosen di jurusan sehingga dengan demikian pemanfaatan repository bisa maksimal. Kalau diharapkan dari LPTIK saja, tentu adanya keterbatasan tenaga maupun SDM,” pungkasnya.

Humas FIB: Ayendi, Editor: Ria Febrina, Admin: Gading Rahmadi

22 Mei 2018

FIB - Sebanyak sembilan orang dosen FIB Unand tercantum dalam daftar nama Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Unand tahun 2018 yang dikeluarkan pada 29 April 2018 oleh Pengelola Unit (PU) KKN Unand.

Adapun nama DPL dari FIB Unand beserta informasi lengkap tentang tipe KKN, lokasi nagari, nama kecamatan, dan nama kabupaten/kotanya tercantum pada tabel berikut.

No

Nama

Tipe KKN

Nama Nagari

Nama Kecamatan

Nama Kabupaten/Kota

1

Dr. M. Nur, M.S.

RM

Salareh Air

Palembayan

Agam

2

M. Yunis, M.Hum.

RM

Toboh Gadang Selatan

Sintuk Toboh Gadang

Padang Pariaman

3

Dr. Syafril, M.Si.

Reguler

Rao Selatan

Rao Selatan

Pasaman

4

Muchlis Awwali, M.Si.

BKKBN

Lubuak Tarok

Lubuak Tarok

Sijunjung

5

Yudhi Andoni, M.A.

Reguler

Sijunjung

Sijunjung

Sijunjung

6

Drs. Armansyah, M.Hum.

Reguler

Koto Baru

Sungai Pagu

Solok Selatan

7

Adrianis, M.Si.

Reguler

Sungayang

Sungayang

Tanah Datar

8

Lady Diana Yusri, M.Hum.

RM

Tigo Koto Silungkang

Palembayan

Agam

9

Dr. Khairil Anwar, M.Si.

NDC

Ekor Lubuk

Padang Panjang Timur

Padang Panjang

Dilansir dari gentaandalas.com, disebutkan ada sebanyak 10 model KKN yang akan dilaksanakan oleh mahasiswa Unand. Model KKN tersebut ialah KKN Reguler, KKN Tematik Model Kakao, KKN Tematik Model Kelapa, KKN Hibah Dikti, KKN Tematik Model Kopi, KKN BKKBN, KKN Tematik Kebencanaan, KKN Nagari Development Center (NDC), KKN Tematik Desa Sejahtera Mandiri, dan KKN Revolusi Mental (RM). Adapun model KKN yang paling banyak diminati oleh mahasiswa ialah KKN reguler. 

Dengan adanya sepuluh model tersebut, menurut Prof. Syamsuardi, Koordinator Umum PU KKN Unand yang biasa dipanggil Pak Anes, bertujuan untuk menyalurkan ide-ide kreatif mahasiswa memajukan nagari. Sebagai tambahan, menurutnya, dengan dilaksanakan KKN mahasiswa dapat belajar, menggali potensi nagari, bekerja, dan mengabdi kepada nagari.

Tahun ini kata Prof. Syamsuardi, ada sebanyak 173 nagari lokasi KKN, dengan jumlah Mahasiswa KKN sekitar 4.300 mahasiswa dari 15 fakultas dan untuk tiap-tiap lokasi KKN disebar sebanyak 25 mahasiswa dari berbagai jurusan.

Dalam kesempatan ini, dua orang dosen FIB Unand yang telah melakukan penjajakan lokasi KKN-PPM Unand mendapat kesempatan untuk diwawancarai. Pertama, Lady Diana Yusri, M.Hum. Ia memberi informasi tentang aktivitasnya pada 7 Mei 2018 lalu untuk melakukan survei di Nagari Tigo Koto Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam.

“Kegiatan Lady baru survei ke daerah, bertemu dengan wali nagari dan pemuka masyarakat menanyakan kondisi SDA dan SDM, serta program-program apa saja yang mungkin dilakukan mahasiswa,” ujarnya.

Berikutnya, Yudhi Andoni, M.A. Ia memberi komentar tentang kegiatan pra-KKN di Nagari Sijunjung, Kecamatan Sijunjung, Kabupaten Sijunjung yang dilaksanakan pada 14 Mei 2018 lalu.

“Saat ini baru survei. Nagari ini punya nagari adat dengan seribu rumah gadangnya. Ada 24 orang mahasiswa yang ikut. Dua di antaranya merupakan mahasiswa FIB, yakni 1 dari Jurusan Sejarah dan 1 lagi dari Jurusan Sastra Minang. Kegiatan di sana diserahkan kepada masing-masing mahasiswa. DPL cuma membantu kegiatan yang akan dirancang,” ungkapnya.

Selanjutnya, berdasarkan informasi tentang jadwal pelaksanaan KKN Unand tahun 2018, pengantaran mahasiwa oleh DPL ke kabupaten dijadwalkan pada 25 Juni 2018 dan kegiatan KKN akan berakhir pada 4/8/2018.

Humas FIB: Ayendi, Editor: Ria Febrina, Admin: Gading Rahmadi

21 Mei 2018

FIB - Felixius F. Lase, Mahasiswa Jurusan Sastra Jepang angkatan 2014 berhasil menjuarai lomba tahunan pidato bahasa Jepang yang diselenggarakan oleh Japan Foundation yang diadakan di Universitas Bung Hatta pada 9 Mei 2018 lalu. Japan Foundation merupakan organisasi yang menaungi perihal pembelajaran bahasa Jepang di seluruh dunia.  

Hal ini merupakan kali kedua Jurusan Sastra Jepang Unand menjuarai lomba pidato bahasa Jepang tingkat wilayah. Sebelumnya, pada perlombaan pidato bahasa Jepang tahun 2017, dimenangkan oleh mahasiswa Jurusan Sastra Jepang Unand  bernama Claudia Maulani. Untuk perlombaan tahun ini, Jurusan Sastra Jepang Unand mengirimkan dua orang perwakilan, yakni Riri Fitriani dan Felixius F. Lase. Sementara itu, peserta lainnya berasal dari UNP, UNRI, dan Bung Hatta.

Felixius F. Lase membawakan pidato yang bertema “Pembelajaran Kanji”. Menurutnya, mahasiswa Indonesia kesulitan mempelajari hal tersebut. 

“Banyak mahasiwa Jurusan Sastra Jepang yang merasa kesulitan mempelajari kanji ini, namun ada kiat agar kita dapat mempelajarinya dengan mudah, yaitu dengan 3T atau Terbiasa, Tertarik, dan Terlatih. Hal tersebut yang saya jadikan tema pidato saya,” tuturnya.

Saat ditanya mengenai persiapan, ia menyatakan bahwa persiapan yang dilakukan kurang lebih dua minggu untuk pembuatan teks dan latihan berpidato. “Dari awal ketika saya ditunjuk sebagai peserta lomba pidato, saya agak terkejut. Saya terpilih karena sudah memiliki N2,” ungkapnya.

Mengenai persyaratan peserta lomba pidato, Dr. Rima Devi, M.Si. sebagai penanggung jawab menyatakan, “Untuk peserta, minimal sudah memiliki UKBJ level 4 atau N4. Untuk dapat membuat sebuah teks pidato yang baik dalam bahasa Jepang, pola-pola kalimat yang digunakan sudah bukan pola dasar lagi. Oleh karena itu, peserta sudah harus memiliki sertifikasi level 4”.

Ujian Kemampuan Bahasa Jepang (UKBJ) atau Noryoukushiken  memiliki 5 level, dimulai dari yang paling mudah level 5 hingga yang paling sulit level 1. Ujian ini sendiri untuk Sumatera Barat hanya dilakukan satu kali, yaitu pada awal Desember.

“Felixius sendiri sudah memiliki level 2, ini berarti ia dapat membuat teks dengan pola yang agak rumit,” lanjut  Dr. Rima Devi, M.Si.

Tentang kendala saat perlombaan, Felixius mengungkapkan, “Pada saat saya akan menyampaikan pidato, tiba-tiba mic yang saya gunakan mati. Hal itu yang membuat saya grogi karena saya memikirkan mic yang mati tersebut, sementara durasi berpidato tetap berjalan. Hal itu yang membuat saya grogi.”

Sementara itu, Riri Fitriani, peserta lomba pidato yang juga merupakan mahasiswa Jurusan Sastra Jepang, mengambil tema "Dampak Negatif Smartphone terhadap Interaksi Manusia". Ia juga mengungkapkan perasaan grogi ketika tampil dalam perlombaan. “Hal yang membuat saya grogi ialah ini merupakan pertama kali saya mengikuti perlombaan pidato,” ujarnya. Meskipun demikian, hal tersebut tidak menjadi penghalang baginya.

Sebagai pemenang di tingkat wilayah, Felixius F. Lase akan maju ke tingkat nasional. Sebelum itu, ia akan bertemu dengan salah seorang perwakilan dari Japan Foundation untuk membahas perlombaan tingkat nasional nantinya.

Reporter: Rafly Adithya, Editor: Ayendi dan Ria Febrina, Admin: Gading Rahmadi

21 Mei 2018

FIB- Festival Nasional Wisran Hadi (FNWH) yang digelar oleh Unit Kegiatan Mahasiswa Fakultas (UKMF) Teater Langkah FIB Unand resmi ditutup oleh Dekan FIB, dalam hal ini diwakili oleh Wakil Dekan III FIB Unand, Imelda Indah Lestari, S.S., M.Hum., berlokasi di lapangan parkir FIB Unand pada Minggu malam, (29/4/2018) lalu.