15 Februari 2018

FIB—Program Studi S-2 Kajian Budaya Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Unand menyelenggarakan peluncuran dan bedah buku “Kajian Budaya Teater Postmodern Indonesia” karya Dr. Syafril, M.Si. pada Senin, 5 Februari 2018 di Ruang Seminar Fakultas Ilmu Budaya Unand. Bedah buku ini merupakan agenda pertama Program Studi S-2 Kajian Budaya FIB Unand dalam mengadakan acara semenjak dibuka pada 3 Mei 2017.

Hadirnya acara ini disambut baik oleh Dekan FIB Unand, Dr. Hasanuddin, M.Si. Ia berharap agar terus lahir produk-produk sastra dari akademisi FIB Unand. Guna menunjang harapan tersebut, Dr. Hasanuddin, M.Si. menyatakan bahwa harus ada skema penelitian produksi dan penyajian sastra. Dengan demikian, akan terus ada peluncuran dan bedah buku karya dosen ataupun mahasiswa FIB Unand.

Buku “Kajian Budaya Teater Postmodern Indonesia” ini merupakan produk sastra yang lahir dari tangan salah seorang dosen FIB Unand. Penulis buku ini ialah Dr. Syafril, M.Si. yang merupakan Dosen S-1 Jurusan Sastra Indonesia sekaligus Ketua Prodi Kajian Budaya S-2 FIB Unand. Buku ini dulunya merupakan tesis Dr. Syafril, M.Si.

Buku “Kajian Budaya Teater Postmodern Indonesia” dibedah dengan menghadirkan tiga pembicara, yakni Dr. Sahrul N., M.Si. (Dosen ISI Padang Panjang), Darman Moenir (sastrawan dan budayawan Sumatera Barat), serta Dr. Khanizar, M.Si. (Dosen FIB Unand). Ketiga pembicara ini membahas buku “Kajian Budaya Teater Postmodern Indonesia” dari sudut pandang yang berbeda.

Darman Moenir mengungkapkan pandangannya yang sama dengan Drs. Syafril, M.Si. dalam buku tersebut bahwa Wisran Hadi merupakan pelopor atau tokoh teater postmodern Indonesia. “Shakespare yang menulis 38 naskah disebut sebagai tokoh dalam dunia teater, sedangkan Wisran Hadi telah menulis lebih dari 80 naskah. Jadi, memang patut Wisran Hadi disebut sebagai tokoh teater Indonesia,” tutur Moenir.

Sementara itu, Dr. Sahrul N., M.Si. fokus pada bagian kedua dari buku “Kajian Budaya Teater Postmodern Indonesia”, yakni bentuk Jalan Lurus. “Apa yang ditulis oleh Syafril merupakan usaha untuk membongkar proses pembentukan pertunjukan teater “Jalan Lurus” karya Wisran Hadi. Di samping konsep permainan, konsep peristiwa, dan konsep dialog, juga terdapat konsep pembongkaran terhadap konsep sebelumnya (dekontruksi),” tutur Dr. Sahrul N, M.Si.

Pada sesi diskusi, Dr. Lindawati mempertanyakan kaitan antara Wisran Hadi dengan naskah Jalan Lurus sebagai pelopor teater postmodern Indonesia. “Bukankah Indonesia beragam? Lalu, mengapa Wisran Hadi dengan naskah Jalan Lurus disebut sebagai dasar teater postmodern Indonesia?” ungkap Dosen Jurusan Sastra Daerah ini.

Menjawab pertanyaan tersebut, Dr. Syafril, M.Si. menyampaikan bahwa postmodern Indonesia merupakan studi identitas dengan lima indikator. Pertama, konsep seni berparadigma Indonesia. Kedua, estetika Indonesia, yakni tidak sekuler dan religi. Ketiga, kemasyarakatan yang bermakna tidak ada hero. Keempat, fungsi sosial dan kelima, politik.

Jawaban Dr. Syafril, M.Si. tersebut menjadi penutup acara peluncuran dan bedah buku “Kajian Budaya Teater Postmodern Indonesia”. Acara peluncuran dan bedah buku  yang berjalan lancar tersebut dihadiri oleh utusan ISI Padang Panjang, FISIP Unand, Universitas Bung Hatta, Universitas Islam Negeri Imam Bonjol, Ketua Taman Budaya, dan beberapa komunitas teater.

(Reporter: Lusi Andriani, Editor: Ria Febrina, Admin: Gading Rahmadi)

14 Februari 2018

FIBKepala Stasiun (Kepsta) RRI Padang dan Kepala Balai Bahasa Sumatera Barat kunjungi Fakultas Ilmu Budaya Unand pada Senin, 8 Januari 2018. Kedua pejabat yang merupakan pejabat baru pada institusi masing-masing ini disambut baik oleh Dekan FIB Unand, Dr. Hasanuddin, M.Si. didampingi oleh Ferdinal, Ph.D. (Wakil Dekan I), Drs. Rumbardi, M.Sc. (Wakil Dekan II), dan Imelda Indah Lestari, S.S., M.Hum. (Wakil Dekan III).

Kepsta RRI Padang, Ederiman Butar-Butar, S.P., M.Si., datang didampingi oleh Kepala Bidang Layanan Pengembangan Usaha (LPU) RRI Padang, Julizar, S.Sos., M.M. dan Edi Susanto. Pada kunjungan ini, Ederiman Butar-Butar, S.P., M.Si. menyampaikan keinginan untuk bekerja sama. Menurutnya, Fakultas Ilmu Budaya merupakan mitra utama RRI Padang dalam pengembangan siaran kebudayaan.

Lebih lanjut, Ederiman Butar-Butar, S.P., M.Si. mengungkapkan bahwa kerja sama tersebut sesungguhnya sudah berlangsung sejak 2016. “Sebelumnya, kerja sama dilakukan dalam bentuk siaran budaya dengan judul Suluah Nagari. Namun, siaran tersebut bersifat interaktif on air dan menggunakan bahasa Minangkabau. Oleh karena adanya perubahan kebijakan, siaran tersebut akan diganti dengan nama baru, tetapi dengan bahasa pengantar bahasa Indonesia karena disiapkan sebagai siaran yang berjaringan nasional,” ungkapnya.

Dekan Fakultas Ilmu Budaya, Dr. Hasanuddin, M.Si., menyambut baik keinginan Kepsta RRI Tipe B Padang tersebut. Ia mengungkapkan bahwa dalam kerja sama siaran yang diberi label “Diseminasi Hasil Penelitian” tersebut, akan mendapat sambutan hangat dan luas di masyarakat Minangkabau, baik yang berdomisili di dalam maupun di luar Sumatera Barat.

Menyikapi perubahan kebijakan di RRI, Dr. Hasanuddin, M.Si. mengusulkan nama pengganti Suluah Nagari menjadi Kearifan Lokal Sumatera Barat. Dengan demikian, kegiatan siaran tersebut dapat mengakomodasi seluruh jurusan dan program studi yang ada di Fakultas Ilmu Budaya. Sebab, di Sumatera Barat terdapat etnik Minangkabau, Mentawai, Mandailing, Nias, Tionghoa, serta migran Jawa, Batak, dan lainnya.

Sementara itu, Kepala Balai Bahasa Sumatera Barat, Drs. Dwi Sutana, M.Hum., datang didampingi oleh Tim UKBI, Andriyana Yohan dan Wahyudi. Ia menyampaikan harapan agar kerja sama Balai Bahasa dengan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas lebih ditingkatkan.

Terkait kerja sama ini, sesungguhnya telah dimulai sejak belasan tahun yang lalu, yakni melalui pengembangan pranata kebahasaan dan kesastraan. Di antaranya ialah penyelenggaraan seminar, konsultasi penelitian, tes UKBI, dan kepustakaan.

Balai Bahasa sendiri, sejak tahun 2018, memiliki program prioritas, yakni Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing (BIPA) dan Unit Kompetensi Bahasa Indonesia (UKBI). Unit-unit yang ada di Balai Bahasa Sumatera Barat di antaranya ialah BIPA, UKBI, Jurnal Ilmiah Salingka, Penyuluhan, Bengkel Sastra, Unit Penelitian Kebahasaan dan Kesastraan, dan Rubrik Bahasa Indonesia di media massa.

Menanggapi hal itu, Dr. Hasanuddin, M.Si. menyampaikan bahwa harapan yang sama juga diberikan oleh Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas kepada Balai Bahasa Sumatera Barat. “Saat ini kita telah melangkah dalam pengembangan skema kompetensi profesi bidang humaniora, khususnya bidang pranata kebahasaan. Dalam bidang pranata kebahasaan, program yang akan dikembangkan ialah sertifikasi dan uji kompetensi. Sertifikasi kompetensi diberikan setelah pelatihan dan uji kompetensi meliputi kepengajaran bahasa (bahasa daerah, BIPA, dan bahasa asing), penerjemahan, editor, dan lainnya. Sejalan dengan pranata kebahasaan, juga akan dikembangkan skema kompetensi kepamongan budaya, jurnalistik, kepustakawanan, pernaskahan, guiding pariwisata, dan lainnya yang relevan,” ungkap Dr. Hasanuddin, M.Si.

Ke depannya, Dr. Hasanuddin, M.Si. mengharapkan semua potensi dan sumber daya yang dimiliki Balai Bahasa dan FIB Universitas Andalas dapat disinergikan dalam kerja sama ini, khususnya agar dapat memberi manfaat untuk khalayak yang lebih luas.

 

(Humas FIB: Ria Febrina dan Gading Rahmadi)     

 

05 Februari 2018

FIB—Jurusan Sastra Daerah Minangkabau FIB Unand mengadakan kerja sama dengan wikimedia. Bertempat di Ruang Seminar Fakultas Ilmu Budaya (FIB) pada Kamis, 1 Februari 2018, kerja sama diwujudkan dalam bentuk memberikan pelatihan kepada Mahasiswa Jurusan Sastra Daerah, khususnya mengenai wikilatih. Wikilatih merupakan kegiatan untuk memperkenalkan dan mengajak masyarakat umum untuk belajar menyunting dan berkontribusi di Wikipedia.

“Kerja sama dengan wikilatih ini dilakukan untuk menulis banyak artikel tentang Minangkabau yang juga ditulis dengan bahasa Minangkabau,” ungkap Dr. Pramono, Ketua Jurusan Sastra Daerah Minangkabau.

Lebih lanjut, Dr. Pramono menyatakan bahwa kehiatan tersebut merupakan pelatihan yang pertama dan dibatasi untuk 30 orang peserta saja. “Untuk pertama ini, peserta dari Jurusan Sastra Daerah dibatasai hanya 30 peserta. Peserta ini kemudian akan disaring. Hanya peserta yang aktif menulis saja yang berhak mengikuti pelatihan selanjutnya”.

Oleh karenanya, kerja sama tersebut berwujud pelatihan menulis dan penyuntingan artikel yang kemudian akan diunggah di Wikipedia. Dengan adanya kegiatan ini, mahasiswa diharapkan aktif menulis dan menggali informasi sebanyak-banyaknya tentang keminangkabauan.

“Dengan adanya ini, mahasiswa akan terlibat aktif menulis kecendikiawan Minangkabau untuk masyarakat global,” terang Dr. Pramono. Sebab, kerja sama ini merupakan kerja sama berkelanjutan yang akan diadakan untuk seluruh mahasiswa FIB.

“Ke depannya tidak hanya mahasiswa Jurusan Sastra Daerah saja yang terlibat, tetapi seluruh mahasiswa FIB akan mendapatkan kesempatan yang sama,” pungkasnya.

Senada dengan Dr. Pramono, Wakil Dekan II, Drs. Rumbardi, M.Sc. juga menuturkan bahwa program ini akan diadakan secara berkelanjutan. “Fakultas sangat mendukung kegiatan ini. Ke depannya tidak hanya Jurusan Sastra Daerah saja, tetapi juga mahasiswa dari semua jurusan,” ujarnya.

“Dengan adanya media ini (wikipedia), mahasiswa diharapkan lebih aktif menginformasikan kebudayaan,” ungkap Dr. Rumbardi.

Bahkan, Wakil Dekan II FIB Unand juga berharap agar dosen FIB juga aktif menulis di wikicommons, salah satu bagian dari ruang wikipedia untuk penulisan artikel ilmiah. “Kita akan informasikan kepada dosen-dosen dan nantinya tidak hanya mahasiswa, namun seluruh civitas akademika menulis di wikipedia”.

Sementara itu, Dimetrio Irvand, salah seorang peserta pelatihan mengaku terbantu dengan adanya pelatihan ini. “Kami terbantu dengan adanya wikipedia sebagai media untuk menyalurkan tulisan,” ujarnya.

Hal tersebut disebabkan oleh jadwal pelatihan yang dimulai dengan pembuatan akun wikipedia dan cara mengunggah artikel ke Wikipedia. “Kami benar-benar diajarkan mulai dari pembuatan akun hingga pemuatan artikel apa saja yang menarik dan penting untuk ditulis,” tuturnya.

Sementara itu, Faisal Wafiq Zaky, salah seorang bagian dari anggota komunitas Wikipediawan menuturkan bahwa artikel yang ditulis oleh kontributor yang berasal dari mahasiswa tersebut akan diedit oleh pihak editor terlebih dahulu.

“Artikel di wikipedia akan diedit oleh pihak editor untuk menjaga kevalidan informasinya. Namun, ada juga artikel yang teridentifikasi secara otomatis,” ungkapnya.

 

(Reporter: Sonia, Editor: Ria Febrina, Admin: Gading Rahmadi)

27 Desember 2017

Sebagai Pedoman bagi mahasisiwa berikut jadwal Penting Kalender Akademik Semester Ganjil 2017/2018 dan Semester Genap 2017/2018 serta SK Rektor Tentang Tata Cara Ujian Ulang (Remedial) terlampir unduh disini