25 Februari 2017

Menjelang berakhirnya masa jabatan dekan FIB Unand pada tanggal 1 Agustus 2017 mendatang, FIB Unand segera menggelar kegiatan Pemilihan Dekan FIB Unand Periode 2017-2021. Kegiatan itu dirangkai dalam agenda dan jadwal sebagai berikut.

  • Sosialiasi, 27 Februari—12 Maret 2017
  • Pendaftaran Bakal Calon, 13—27 Maret 2017
  • Verifikasi dan Penetapan Bakal Calon, 28 Maret—3 April 2017
  • Publikasi Bakal Calon, 4—16 April 2017
  • Rapat Forum Dosen (Penjaringan/penyaringan Bakal Calon), dan Penetapan Calon, 17 April 2017
  • Rapat Senat (Pemilihan Calon Dekan), 26 April 2017, dan
  • Pengajuan Dekan Terpilih, 27 April 2017.
25 Februari 2017

Berikut para pemenang lomba dalam rangkaian acara Festival Bahasa dan Sastra ke-2 yang diadakan oleh Himpunan Mahasiswa Jurusan Sastra Indonesia Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas.

25 Februari 2017

FIB--Himpunan Mahasiswa Jurusan Sastra Indonesia FIB Unand menyelenggarakan Festival Bahasa dan Sastra ke-2. Bertempat di Medan Balinduang, acara dibuka oleh penampilan tari dari UKM Bengkel Seni Tradisi Minangkabau (BSTM).

24 Februari 2017

FIB—Unit Kegiatan Mahasiswa Fakultas, Relair, kembali menyelenggarakan acara rutin, yaitu layar terkembang ke-4. Acara ini mengangkat tema-tema tentang mitos yang hangat di kalangan masyarakat.

Adi Osman, Kepala Departemen Iven dan Apresiasi menyatakan bahwa film yang dipilih untuk layat terkembang ke-4 ini sesuai dengan tema mitologi yang hangat di kalangan masyarakat di tanah air.

“Satu film dari sineas muda asal ISI Padang Panjang dan 4 film lagi dari sineas muda luar Sumatera,” ungkap Adi Osman yang menyatakan bahwa acara layar terkembang ini diselenggarakan setiap bulan dan pada bulan Februari diselenggarakan pada 9 Februari 2017.

Dalam pidato singkatnya, Adi Osman mengajak sineas muda untuk mendaftarkan filmnya pada layar terkembang ini. Baginya, pemutaran film yang diadakan secara rutin oleh UKMF Relair ini biasanya sangat diminati oleh para sineas muda untuk ajang unjuk karya. “Film-film yang akan diputar hanya film-film pendek dengan durasi 15 menit. Pada setiap acara layar terkembang, tema yang diangkat pun berbeda-beda,” ungkapnya.

Adi Osman berharap agar ke depannya masyarakat dapat tertarik dengan karya-karya film indie.

Pada malam acara layar terkembang ke-4 ini, Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan Fakultas Ilmu Budaya Unand, Dr. Hasanudin, M.Si. juga turut hadir. Bagi Dr. Hasanuddin, M.Si., acara pemutaran film ini semacam media ekspresi sekaligus media untuk memotivasi sineas muda lain agar terus berkarya dan menunjukkan eksistensi. “Setelah layar terkembang yang ke-4 ini, saya berharap akan terus berkelanjutan agar dunia perfilman, khususnya di Sumatera Barat semakin diperhitungkan,” ujar Dr. Hasanudin M.Si.

Dr. Hasanuddin, M.Si. juga berharap agar terus berlanjut acara yang diselenggarakan oleh Relair ini. “Wacana mistis ini juga diperlukan untuk mengetahui perihal mitos yang masih dipercayai oleh masyarakat,” ujar wakil dekan ini menanggapi acara layar terkembang ke-4.

Selain pemutaran film, pada layar terkembang ini, juga diputar teasser mengenai open reqruitment untuk anggota baru Relair. Mahareta Iqbal Jamal selaku Direktur UKMF Relair menyatakan bahwa mahasiswa yang ingin berproses bersama, belajar bersama, dan mengembangkan minat bakat bersama, khususnya mahasiswa Universitas Andalas angkatan 2014 dan 2015, dapat bergabung bersama Relair.

Pungkas dan Rahmadani Akbar, anggota Relair juga menyatakan bahwa ia berharap agar masyarakat tak hanya melirik film-film yang diputar di bioskop saja. “Banyak film-film karya Indie yang tak kalah berkualitas dari film-film yang ada di bioskop. Kami berharap sineas muda semakin giat berkarya lagi,” ujar mereka disela-sela pemutaran film.

Terkait kegiatan ini, Adi Osman mengungkapkan terima kasih kepada pembina UKMF Relair, Reno Wulan Sari, S.S., M.Hum. “Saya berterima kasih kepada Ibu Reno Wulan Sari yang selalu mendukung kegiatan Relair,” tutupnya.

 

(Reporter: Dini Alvionita, Editor: Ria Febrina, Admin: Gading Rahmadi)