12 Oktober 2017

FIB—Setelah sukses menggelar seminar “Perempuan dan Maritim dalam Konteks Sejarah Publik Indonesia” pada Senin (9/10/2017), Jurusan Ilmu Sejarah melanjutkan dengan pemutaran film dokumenter “Rekam Jejak Perusahaan Tambang PT BA-UPO Sawahlunto” dan kuliah umum bersama Hery Sasongko pada Selasa (10/10/2017).

Bertempat di Ruang Seminar FIB Unand, pemutaran film dan kuliah umum ini diawali dengan penandatangan MoU antara FIB dengan CV BW. MoU ditandatangani oleh Dekan FIB Unand, Dr. Hasanuddin, M.Si. yang didampingi oleh Ketua Jurusan Sejarah, Dr. Anatona, M.Hum., serta Direktur CV BW Prodata, Zaini Waldani.

Terkait film dokumenter ‘Rekam Jejak Perusahaan Tambang PT BA-UPO Sawahlunto’, film tersebut diproduksi oleh CV BW Prodata. Sejumlah mahasiswa, dosen, dan penikmat film terlibat aktif dalam diskusi film yang menghadirkan Hery Sasongko, dosen muda di Institut Seni Indonesia (ISI) Padang Panjang yang juga merupakan lulusan ISI Yogyakarta.

Film yang berdurasi 30 menit tersebut menceritakan sepak terjang PT BA-UPO dari masa ke masa. Waldani menyatakan bahwa pembuatan film ini didasari oleh adanya rencana penutupan PT BA-UPO pada 2017 ini.

“PT BA-UPO rencananya akan ditutup pada tahun 2017 ini karena tidak ekonomis lagi. Pengeluaran lebih banyak daripada pemasukan. Oleh karena itulah, kita mencari alternatif membuat sesuatu yang bisa menghasilkan. Alternatif tersebut antara lain dapat berupa pembuatan film dokumenter, pendirian museum, dan perpanjangan izin operasional hingga lima tahun ke depan sebagai opsi terakhir,” ungkap Waldani.

Film tersebut mengisahkan bahwa PT BA-UPO berkali-kali mengalami masa sulit, namun berhasil bangkit kembali. Karena itu, sangat disayangkan jika harus ditutup. PT BA-UPO merupakan salah satu perusahaan besar yang pernah memberi kehidupan bagi masyarakat Indonesia, khususnya Kota Sawahlunto. Memang sangat disayangkan jika harus ditutup. Inilah pesan yang disampaikan film tersebut.

Peserta nonton bersama dan kuliah umum cukup banyak, mulai dari mahasiswa Unand, STKIP PGRI Sumbar, dan UIN Imam Bonjol. Setelah pemutaran film, acara dilanjutkan dengan kuliah umum oleh Hery Sasongko. Ia mengungkapkan bahwa film menjadikan sejarah memiliki tempat untuk eksis.

“Sejarah juga mendapatkan makna sebagai kisah dari peristiwa melalui film. Selain itu, film juga sebagai dokumentasi dan pengarsipan,” tutur Sasongko.

Bagi Hery Sasongko, hal tersebut memberi ruang tersendiri bagi mahasiswa Jurusan Ilmu Sejarah. “Sering kali muncul pertanyaan, akan jadi apa setelah lulus dari Jurusan Sejarah?. Pertanyaan itu terjawab dengan membuat kreativitas dalam menyampaikan sejarah. Salah satunya dengan pembuatan film. Apalagi, pada era teknologi ini, banyak yang lebih senang menonton daripada membaca,” ungkap Hery Sasongko.

Menyambut hal tersebut. Dekan FIB telah mewacanakan adanya sertifikat pendamping ijazah untuk mahasiswa FIB. “Telah ada wacana FIB akan memberikan sertifikat pendamping ijazah kepada mahasiswa. Sertifikat ini nantinya akan memudahkan mahasiswa menuju dunia kerja. Namun, kita tidak sembarangan memberikan sertifikat. Kita akan bekerja sama dengan pihak-pihak terkait guna melakukan uji kompetensi, salah satunya dengan CV BW Prodata untuk mahasiswa yang berminat dalam bidang perfilman atau audio visual,” jelas Dr. Hasanuddin, M.Si., Dekan FIB Unand.

 

Reporter: Lusi Andriani, Editor: Ria Febrina, Admin: Gading Rahmadi

    

10 Oktober 2017

FIB—Jurusan Sejarah FIB Unand mengadakan seminar dengan tema “Perempuan dan Maritim dalam Konteks Sejarah Publik Indonesia” pada Senin (9/10/2017) di Ruang Seminar Fakultas Ilmu Budaya Unand.  Ini kali pertama Jurusan Sejarah mengadakan seminar bekerja sama dengan Lembaga Dapur Kultur. Pada tahun sebelumnya, Lembaga Dapur Kultur mengadakan seminar serupa di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unand.

Pada acara ini, juga diadakan penandatanganan MoU antara Lembaga Dapur Kultur dengan Fakultas Ilmu Budaya. MOU ditandatangani oleh Hariyaldi Kurniawan sebagai perwakilan dari Lembaga Dapur Kultur dan Imelda Indah Lestari, S.S., M.Hum., Wakil Dekan III sebagai perwakilan FIB Unand.

Seminar ini menghadirkan tiga orang pembicara, yakni Krisna Murti, seorang seniman alumni ITB; Prof. Dr. phil Gusti Asnan, Guru Besar Jurusan Sejarah FIB Unand; dan Dr. Siti Fatimah, M.Pd., M.Hum., dosen Universitas Negeri Padang. Ketiga pembicara membicarakan tema dengan sisi yang berbeda. Krisna Murti berbicara tentang sejarah dan teknologi, khususnya foto dan video; Gusti Asnan berbicara tentang sejarah maritim dan kreativitas; sementara Siti Fatimah berbicara tentang perempuan dan sejarah maritim sebagai industri wisata.

Krisna Murti dengan kemampuan photoshop-nya menghadirkan kembali tokoh-tokoh yang pernah ada dalam sejarah Indonesia. Ia juga menjadikan mainan sebagai alternatif dalam menunjang kreativitas. Uniknya, ia menghadirkan tokoh-tokoh tersebut dengan dirinya sendiri sebagai model. Jadilah, Krisna Murti berbagai tokoh wayang, penari perempuan, dan lainnya.

Sementara itu, Gusti Asnan menyatakan bahwa perempuan ialah impian para pelaut. Hal ini kemudian membuat salah seorang peserta seminar, Sri Haryati, berkomentar bahwa jika demikian berarti perempuan ialah korban para pelaut. “Jika memang Anda, sebagai perempuan, merasa sebagai korban, ungkapkanlah. Anda bisa mengungkapkan lewat novel sejarah misalnya. Umumnya, kita mengenal para perompak ialah para lelaki. Khalayak umum banyak yang tidak mengetahui bahwa perempuan juga pernah menjadi perompak. Hal ini tentunya menarik jika diungkapkan melalui novel sejarah,” jelas Gusti Asnan.

Kemudian, Siti Fatimah menyoroti perempuan-perempuan pesisir, lebih khususnya perempuan di kawasan Mandeh, Pesisir Selatan. “Pada kalangan nelayan, ada yang disebut ‘hari kalam’. Pada hari kalam ini, nelayan tidak melaut. Mereka akan menghabiskan waktu bermain domino atau sabung ayam. Pada waktu inilah, perempuan nelayan berperan. Perempuan-perempuan nelayan di Mandeh akan mencari lokan untuk dijual. Dengan demikian, pada hari kalam, perempuanlah yang berperan dalam perekonomian,” jelas Siti Fatimah.

Seminar yang diadakan di Ruang Seminar Fakultas Ilmu Budaya Unand ini berjalan lanjar. Peserta yang hadir tidak hanya dari Unand saja, tetapi juga dari berbagai instansi, yakni dari STKIP PGRI Padang, UIN Imam Bonjol, dan ISI Padang Panjang.

 

Reporter: Lusi Andriani, Editor: Ria Febrina, Admin: Gading Rahmadi

22 September 2017

Berdasarkan Kalender Akademik Universitas Andalas Tahun Akademik 2017/2018, bersama ini disampaikan bahwa jadwal Ujian Tengah Semester IUTS) dilaksanakan tanggal 25 September s.d 06 Oktober 2017, untuk mendukung kelancaran pelaksanaa ujian tersebut berikut Surat pengantar dan jadwal Ujian Terlampir.

 

lampiran :

1. Surat Pengantar unduh disini

2. jadwal UTS Semester Ganjil 2017/2018 unduh disini

 

Demikian disampaikan atas perhatian diucapkan terima kasih

 

 

Wakil Dekan I,

 

Dto

 

Dr. Ferdinal, M.A

NIP 196607091992031002

 

 

20 September 2017

FIB—Dekan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas (FIB Unand), Dr. Hasanuddin, M.Si., menyambut tiga orang pejabat baru FIB Unand yang dilantik oleh Rektor Universitas Andalas pada 31 Agustus 2017 lalu sebagai Wakil Dekan I, II, dan III. Ketiga orang pejabat baru yang disambut itu ialah Dr. Ferdinal, M.A., (Wakil Dekan I), Dr. Rumbardi, M.Sc. (Wakil Dekan II), dan Imelda Indah Lestari, S.S., M.Hum. (Wakil Dekan III). Ketiga pejabat tersebut disambut dalam acara “Serah Terima Teknis Jabatan Wakil Dekan I, II, III Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas” pada Selasa, 3 September 2017, di Ruang Seminar FIB Unand.

Dekan FIB Unand Periode 2013—2017, Prof. Dr. phil. Gusti Asnan, membuka serah terima tersebut dengan mengucapkan selamat kepada pejabat baru FIB Unand. “Pertama-tama, saya, Pak Oktavianus, dan Pak Nopriyasman mengucapkan selamat kepada Bapak Hasanuddin, Bapak Ferdinal, Bapak Rumbardi, dan Ibu Imelda karena terpilih menjadi dekan dan wakil dekan baru FIB Unand. Merujuk kepada statement akhir dari Pak Dekan, saya setuju sekali mengenai kebersamaan yang dibangun di FIB ini. Insha Allah, kebersamaan tersebut dapat dibangun. Saya berharap kebersamaan itu dapat ditonjolkan di samping sikap-sikap dan harapan-harapan yang kita tuju. Yang kedua, saya pribadi dan juga atas nama tim yang lama, mengucapkan terima kasih kepada bapak-bapak dan ibu-ibu yang telah bekerja sama selama ini bersama kami,” tuturnya.

Wakil Dekan I Periode 2013—2017, Prof. Dr. Oktavianus, M.Hum. juga mengucapkan selamat kepada Dekan FIB Unand, Dr. Hasanuddin, M.Si. beserta para wakil yang terpilih menjadi pejabat FIB yang baru. “Sudah menjadi tren di Unand, Wakil Dekan III itu dijabat oleh perempuan. Wakil Dekan III Fakultas Ekonomi dijabat oleh Ibu Era, Wakil Dekan FISIP dijabat oleh perempuan juga, Wakil Dekan Ilmu Keperawatan juga perempuan. Memang jarang sekali perempuan yang menjabat selama ini, kecuali Direktur Pascasarjana yang lama, Ibu Prof. Dr. Nurhayati Hakim. Bagi kita, perubahan ini juga patut diapresiasi,” ujarnya.

Lebih lanjut, Prof. Dr. Oktavianus, M.Hum. mengucapkan penghargaan yang tinggi dan ucapan terima kasih kepada segenap sivitas akademika Fakultas Ilmu Budaya Unand. “Pada awal saya dilantik sebagai WD I, pada tahun pertama itu, sistem drop out (DO) sudah ketat diberlakukan. Pada saat yang sama, sistem LAD juga dimulai. Artinya, dinamika perkerjaan sangat tinggi sekali. Perlu saya singgung di fakultas mengenai manajemen tim bahwa manajemen tim FIB sangat diapresiasi dan dicontoh oleh fakultas lain. Mengapa demikian? Dekan dan wakil dekan saiyo sakato, sehilir semudik. Jarang-jarang saya lihat di Unand bahwa dekan dan wakil dekan bisa berada dalam satu mobil bersama dan pergi makan bersama,” ungkap Prof. Oktavianus yang berharap agar tradisi tersebut dapat dipertahankan oleh Dekan FIB yang baru beserta jajaran.

Sambutan Dekan dan Wakil Dekan FIB Unand Periode 2013—2017 tersebut menjadi catatan bagi Dekan FIB Unand Periode 2017—2021 agar ke depannya dapat menata FIB dengan kebersamaan yang sama. Selanjutnya, acara serah terima pun dilaksanakan antara pejabat tersebut. Wakil Dekan I yang lama memberikan data arsip kepada Wakil Dekan I yang baru dalam bentuk sebuah laptop dan tab. Penyerahan data dan arsip juga dilakukan oleh Wakil Dekan II lama, Dr. Nopriyasman, M.Hum. kepada Wakil Dekan II yang baru, Dr. Rumbardi, M.Sc.

Sebagai bentuk apresiasi kepada pejabat baru, Dekan Fakultas Ilmu Budaya, Dr. Hasanuddin, M.Si. menyerahkan kenang-kenangan kepada Dekan dan Wakil Dekan FIB Periode 2013—2017.  

 

Humas FIB: Rafli Aditya, Ria Febrina, Gading Rahmadi