Items filtered by date: Februari 2017
28 Februari 2017 In Profil
Ketua Jurusan : Imelda Indah Lestari, S.S., M.Hum.
Sekretaris Jurusan : Lady Diana Yusri, S.S., M.Hum.

Sejarah Singkat

Bahasa Jepang dewasa ini adalah salah satu bahasa yang diminati oleh banyak pembelajar asing di dunia. Begitu juga masyarakat Indonesia tak terkecuali masyarakat Sumatera Barat. Sejak tahun 90-an Bahasa Jepang sudah diajarkan kepada mahasiswa khususnya mahasiswa Jurusan Sastra Inggris Fakultas Sastra Universitas Andalas sebagai mata kuliah pilihan. Pada masa itu banyak dosen Universitas Andalas melanjutkan studi S2 dan S3 di Jepang. Sekitar tahun 2000 ada keinginan untuk membuka Jurusan Sastra Jepang pada Fakultas Sastra Universitas Andalas. Keinginan tersebut direalisasikan oleh Prof DR H Edison Munaf, M Eng yang waktu itu menjabat sebagai Pembantu Rektor I dengan merekrut dosen-dosen dengan latar belakang pendidikan sastra Jepang. Dosen-dosen tersenut mulai merintis pembukaan Jurusan Sastra Jepang Fakultas Sastra Universitas Andalas. Seiring dengan itu pula ada tawaran kerja sama dengan pihak JICA untuk membuka Jurusan Sastra Jepang di Universitas Andalas. Kerjasama ini berjalan lancar dengan ditugaskannya silver expert JICA bidang bahasa Jepang bernama Ibu Kawami Wako. Kerjasama ini disepakati selama satu tahun terhitung April 2004 sampai Maret 2005. Pada tahun 2004 ini, atas izin dari rektor dengan SK Rektor Universitas Andalas Nomor 885/XII/UNAND-2004 dibukalah Program Studi Bahasa dan Sastra Jepang yang tergabung dalam Jurusan Sastra Inggris. Berdasarkan SK tersebut Program Studi bahasa dan sastra Jepang menerima 23 mahasiswa Jurusan Sastra Inggris yang lulus SPMB tahun akademik 2004/2005 dan 3 orang mahasiswa transfer dari jurusan lain. Sehingga tercatat 26 orang mahasiswa angkatan pertama Program Studi Bahasa dan Sastra Jepang.

Mahasiswa angkatan pertama Program Studi Bahasa dan Sastra Jepang Jurusan Sastra Inggris diasuh oleh dosen sastra Jepang yaitu Indah Yuliani, SS, Rima Devi, SS, Lady Diana Yusri, SS, Ibu Kawami Wako dan Bapak Marutani Toshihiro sebagai dosen sukarela yang berasal dari Jepang. Pada tahun akademik 2005/2006 Sastra Jepang kembali menerima mahasiswa baru dari jurusan Sastra Inggris dan jurusan lain yang berminat untuk belajar bahasa Jepang. Tercatat 25 mahasiswa pada angkatan kedua ini. Untuk periode April 2005 sampai Maret 2007 Rektor Universitas Andalas kembali menandatangani kontrak kerjasama dengan pihak JICA untuk program yang sama dengan sebelumnya. JICA menugaskan Ibu Sato Chiyo, MA sebagai silver expert bidang bahasa Jepang. Mulai Akademik 2006/2007 ini peminat sastra Jepang Universitas Andalas sudah bisa memilih langsung melalui SPMB. Hal ini dapat terlaksana karena sudah diterbitkannya SK Dikti yaitu surat dari Direktur Jendral Pendidikan Tinggi No. 1182/D/T/2006 tanggal 12 April 2006 perihal izin Penyelenggaraan Program-program Studi di Universitas Andalas yang di dalamnya termasuk Program Studi Sastra Jepang.

Visi, Misi dan Tujuan

28 Februari 2017 In Profil

 

Ketua Jurusan : Dr. Pramono, M,Hum.
Sekretaris Jurusan : Yerri Satria Putra, S.S., M.A.

Website : http://sastraminang.fib.unand.ac.id

Sejarah Singkat

Jurusan Sastra Daerah didirikan tanggal 12 Juni tahun 1985 sesuai dengan SK pendirian no. 01 tahun 1985. Jurusan ini merupakan bentuk perwujudan dari misi pendirian Fakultas Sastra Meskipun Jurusan Sastra Daerah berdiri kemudian dari Fakultas Sastra, pada dasarnya latar belakang pembentukan Fakultas Sastra adalah kebutuhan kehadiran suatu lembaga pendidikan yang dapat mengkaji bahasa, sastra dan budaya terutama yang terkait dengan keminangkabauan. Selanjutnya, paradigma pembangunan fisik dan ekonomi yang sangat gencar yang berlangsung di tengah masyarakat Indonesia, termasuk di wilayah masyarakat budaya lokal pada masa orde baru memperkuat kebutuhan kehadiran jurusan ini.

Kemajuan ekonomi dan teknologi harus diimbangi dengan peningkatan apresiasi terhadap budaya terutama budaya lokal. Untuk menjaga keseimbangan ini harus dicetak pula sarjana bidang bahasa dan sastra yang akan memberi kontribusi dalam menjaga kesimbangan ini. Dengan demikian, produk ekonomi dan teknologi bersama pecinta dan pemakainya tetap berwawasan budaya dalam penciptaan dan pemakaiannya.

Jurusan Sastra Daerah memang patut hadir sebagai salah satu institusi pembelajaran tentang kedaerahan, terutama Minangkabau. Persoalan keminangkabauan merupakan objek yang menarik untuk dikaji atau dibicarakan dari segala aspek seperti sastra, bahasa, dan budaya masyarakatnya.

Khasanah Sastra Indonesia pun tidak dapat dilepaskan dari peranan penulis karya sastra yang didominasi oleh pengarang yang berdarah Minangkabau. Satrawan Angkatan Balai Pustaka dan Angkatan Pujangga Baru banyak yang berasal dari Minangkabau. Dalam catatan sejarah pun tidak bisa dipungkiri lagi peranan orang Minangkabau dalam gerakan perjuangan dan pemertahanan kemerdekaan negara Indonesia. Peranan tokoh-tokoh ini memunculkan pertanyaan tentang peranan budaya dalam membentuk ketokohan mereka. Jurusan Sastra Daerah sangatlah tepat didirikan untuk mewadahi ketertarikan peminat untuk mendalami budaya Minangkabau baik tentang budaya masyarakat Minangkabau zaman dulu, sekarang, dan mendatang.

Bahasa Minangkabau yang kaya dengan variasi dan digunakan dalam kegiatan kebudayaan masyarakatnya sudah menjadi perhatian dan kemudian menjadi objek kajian orang asing semenjak lama. Hal ini dibuktikan sejak zaman penjajahan Belanda banyak peneliti yang meneliti dan menulis tentang keminangkabauan, terutama yang berkebangsaan Belanda. Fakta ini memperkuat eksitensi bahwa sepatutnya jurusan ini dibuka di Provinsi Sumatera Barat, daerah yang menjadi asal orang Minangkabau.

Sejalan dengan namanya, Program Studi Sastra Minangkabau memiliki karakteristik yang unik dan khas. Program studi ini memiliki visi “Menjadi institusi yang representatif bagi pembelajaran, penelaahan, pemberdayaan potensi bahasa, sastra, dan budaya Minangkabau yang berwawasan nasional, dan pengembangan potensi humanitas bagi eksistensi lokalitas dan kebertahanannya dalam kompetisi global”. Visi ini menunjukkan kekhasan program studi yang menitikberatkan penguasaan pengetahuan budaya lokal khususnya Minangkabau.

Visi, Misi dan Tujuan

VISI

Menjadi institusi yang representatif bagi pembelajaran, penelaahan, pemberdayaan potensi bahasa, sastra, dan budaya Minangkabau yang berwawasan nasional, dan pengembangan potensi humanitas bagi eksistensi lokalitas dan kebertahanannya dalam kompetisi global

MISI

  1. Menyelenggarakan proses pembelajaran berbasis kompetensi yang relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dinamika masyarakat, dan kebutuhan pasar (stake holder).
  2. Menyelenggarakan penelitian yang berkualitas untuk memperkaya materi ajar dan publikasi ilmiah.
  3. Menyelenggarakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat sebagai implementasi dari pengetahuan yang diperoleh dari pendidikan dan penelitian untuk meningkatkan kualitas hidup dan kehidupan berbudaya masyarakat Minangkabau khususnya dan bangsa pada umumnya.
  4. Membekali mahasiswa dengan ilmu bahasa, sastra, dan budaya Minangkabau yang diharapkan mampu menumbuhkembangkan kepekaan intelektual dan profesionalitas mahasiswa dalam mengarifi fenomena budaya lokal yang senantiasa berubah, serta menumbuhkan kemampuan enterprenuership.

TUJUAN

Prodi Sastra Minangkabau sebagai bagian dari salah satu program studi di Fakultas Ilmu Budaya Unversitas Andalas memiliki arah dan tujuan pendidikan yang memiliki spesifikasi tersendiri. Tujuan tersebut dirumuskan sebagai berikut ini.

  1. Menguasai teori-teori dasar, metodologi penelitian, dan keterampilan dalam bidang kebahasaan, kesastraan dan kebudayaan.
  2. Mampu menerapkan ilmu pengetahuan dan keterampilan kebahasaan, kesastraan dan kebudayaan Minangkabau dan Nusantara.
  3. Mampu bersikap dan berperilaku humanis dan mampu menjadi solusioner dalam menghadapi fenomena kemanusiaan yang muncul dalam kehidupan masyarakat Minangkabau dan Nusantara.
  4. Mampu mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi terutama bidang kebahasaan, kesastraan dan kebudayaan Minangkabau dan Nusantara.

Staf Pengajar

No NIDN Nama NIP Gelar Pendidikan
1 0006027905  BAHREN 197902062006041001 S.S., M.A. S2
2 0004117001  DIAH NOVERITA 132262232 M.Hum, Dra  S2
3 0023058402   EKA MEIGALIA  198405232009122003   M.Hum, S.Hum S2 
4 0017036805  HASANUDDIN 197602222008011008   M.Si, Drs, Dr S3
6 0022027606   HERRY NUR HIDAYAT  196702071997021001  S.S., M.Hum S2 
7 0007026702  KHAIRIL ANWAR 132295793  M.Si, Drs, Dr  S3
8 0002026703   KHANIZAR 196412101988112001   Dr S2 
9 0010126403  LINDAWATI  130936372  M.Hum, Dra, Dr S3
10 0010106601  MUCHLIS AWWALI  132234331  S.S., M.Si S2 
11 0012127901  PRAMONO  197912122003121003  S.S., M.Si, Ph.D S3
12 0003026401  RENIWATI  196402031988102001 M.Hum, Dra, Dr. S2 
13 0006128102  RONA ALMOS  198112062005012001  S.S., M.Hum S2 
14 0030076402  SATYA GAYATRI 131850752  M.Hum, Dra  S2 
15 0027096502  SILVIA ROSA 196509271995122001   M.Hum, Dra, Dr S3
16 0017035902  WASANA 195903171988111001  M.Hum, Drs  S2 
17 0031017905  YERRI SATRIA PUTRA  132309298  S.S., M.A S2 

 

28 Februari 2017 In Profil
Ketua Jurusan : Dr. Gusdi Sastra, M.Hum.
Sekretaris Jurusan : Dra. Sriwahyuni, M.Ed.

 

Sejarah Singkat

Prodi Bahasa dan Sastra Indonesia berdiri bersamaan dengan berdirinya Fakultas Sastra Universitas Andalas pada tahun 1982. Ketika itu, selain Prodi Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra memiliki 3 jurusan lainnya, yaitu Sastra Inggris, Sejarah, dan Sosiologi—yang di dalamnya terdapat 2 Program Studi, yaitu Program Studi Antropologi dan Program Studi Sosiologi.

Secara resmi, program studi ini berdiri pada 8 Desember 1983, berdasarkan SK Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 0538/O/1983. Akan tetapi, penerimaan mahasiswa telah dilakukan pada tahun akademik 1982/1983, setelah keluarnya SK Presiden RI No.39 Tahun 1982 tentang Fakultas Sastra Universitas Andalas.

Dekan pertama Fakultas Sastra dirangkap langsung oleh Rektor Universitas Andalas, Drs. Mawardi Yunus. Sementara, Ketua Prodi Bahasa dan Sastra Indonesia dijabat oleh Drs. Amir Hakim Usman dan sekretaris prodi dijabat oleh Drs. Syafruddin Sulaiman. Setahun kemudian, Drs. Amir Hakim Usman ditetapkan sebagai dekan pertama Fakultas Sastra. Ketua Prodi Bahasa dan Sastra Indonesia dijabat oleh Sarwono Kertodipuro, M.A. dan sekretaris prodi tetap dijabat oleh Drs. Syafruddin Sulaiman. Hingga tahun 2013, ketua prodi dijabat, berturut-turut, oleh Drs. Syafruddin Sulaiman, Prof. Dr. Nadra, Drs. M. Yusuf, Dra. Armini Arbain,  Dr. Zuriati, M.Hum. (almh.), dan Dr. Gusdi Sastra, M.Hum.

Awalnya Prodi Bahasa dan Sastra Indonesia belum mempunyai dosen tetap. Perkuliahan diasuh oleh dosen-dosen dari beberapa instansi, terutama dari Institut Keguruan Ilmu Pendidikan Padang. Sebagian dosen yang lain berasal dari Dinas Pendidikan dan Persatuan Pengajar Bahasa Belanda.  Pada awal nya, dosen luar biasa prodi juga berasal dari luar negeri. Dosen-dosen yang berasal dari luar negeri tersebut menghasilkan pula sejumlah kerja sama. Dalam bidang linguistik, misalnya, Prof. Berndt Nothofer pernah mengajar beberapa lama. Kemudian,  kunjungan Prof. Nothofer itu menghasilkan kerja sama, sehingga beberapa dosen muda Prodi Bahasa dan Sastra Indonesia dikirim belajar ke Frankfurt University selama 6 (enam) bulan. Dalam bidang sastra, Prof. Umar Junus dari University Malaya mengambil cuti sabatikalnya di fakultas ini pada tahun 1984. Dr. E. U. Kratz dari School of Oriental and African Studies (SOAS) juga datang dan memberi kuliah selama tiga bulan pada 1989-1990. Kunjungan Dr. Kratz juga menghasilkan kerja sama, sehingga beberapa dosen muda Fakultas Sastra, termasuk dari Prodi Bahasa dan Sastra Indonesia, dikirim ke SOAS dalam rangka Program Internship pada tahun 1990, 1991, dan 1992.

Begitu pula, Dr. Henk Maier dari Universitas Leiden, Belanda, datang berkunjung ke Padang untuk melihat suasana belajar-mengajar di sini. Kunjungan itu dilakukan dalam rangka mencari tempat baru untuk mengalihkan pembelajaran Bahasa Indonesia mahasiswa Prodi Sastra Melayu/Indonesia Universitas Leiden ke luar Jawa. Setelah pertemuan dengan Drs. Amir Hakim Usman, Prof. Maier memutuskan bahwa mahasiswanya akan belajar Bahasa Indonesia di Universitas Andalas. Sejak tahun 1988, setiap Juli dan Agustus,  mahasiswa Leiden belajar Bahasa Indonesia di fakultas ini. Berdasarkan itu pula, prodi memiliki BIPA (Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing). Kini, BIPA melayani banyak mahasiswa dari sejumlah negara, seperti Jepang, Korea, Belanda, dan mahasiswa berbagai negara yang tergabung dalam Program Beasiswa Darmasiswa dari Pemerintah Indonesia.

Saat ini (2014), Prodi Bahasa dan Sastra Indonesia memiliki 29 orang dosen tetap;  1 orang profesor, 5 orang doktor,  21 orang magister, 7 orang sedang S3, dan 2 orang sedang S2. Universitas tempat mereka melanjutkan studi pun bervariasi, baik di dalam negeri maupun di luar negeri.

Ketika mulanya,  mahasiswa prodi tidak banyak, hanya beberapa orang. Namun, jumlah yang kecil itu selalu bertambah dari tahun ke tahun. Hingga tahun 2013, mahasiswa prodi telah berjumlah sekitar 259 orang. Sementara itu, wisuda mahasiswa prodi yang pertama terjadi tahun 1986. Lulusan pertama prodi ini kembali ke almamaternya sebagai dosen. Hingga tahun 2013, sejumlah lebih dari 400 sarjana telah dihasilkan oleh prodi. Sebagian besar, lulusan prodi telah bekerja di berbagai instansi, baik pemerintah maupun nonpemerintah (swasta). Sebagian kecil, mereka juga bergerak di bidang kewirausahaan dan menjadi entrepreneur (pengusaha).

Mahasiswa Prodi Bahasa dan Sastra Indonesia datang dari berbagai daerah di Indonesia, dari Aceh hingga Kalimantan. Mereka juga berasal dari beberapa agama yang berbeda. Sepanjang sejarahnya, mahasiswa prodi aktif mengikuti berbagai kegiatan, seperti kegiatan kesenian, forum akademik, lomba mengarang, dan Tilawatil Quran. Dalam hal menulis, mahasiswa prodi ini ’merajai’ tulisan fiksi dan kritik di berbagai surat kabar, baik lokal maupun nasional. Beberapa orang juga telah menerbitkan buku, terutama di bidang puisi dan cerpen.

Untuk melengkapkan pengetahuan mahasiswa, Prodi mengambil kebijakan untuk menawarkan mata kuliah pilihan Berkehidupan Bermasyarakat (MBB) dalam bentuk kluster. Kluster ini merupakan gugusan mata kuliah yang mempunyai sisi praktis, dengan paket 8-10 sks. Dengan cara demikian, seorang alumnus Prodi Bahasa dan Sastra Indonesia mempunyai keterampilan lain, selain pengetahuan dalam bidang ilmunya. Pada tingkat yang lebih tinggi, mata kuliah kluster menjadi kebijakan fakultas. Sekarang, tersedia Kluster Jurnalistik di Prodi Bahasa dan Sastra Indonesia Indonesia, kluster Manajemen Kesenian di Prodi Sastra Daerah, dan kluster Penerjemahan di Prodi Sastra Inggris.

Demikian pula dengan dosen, dosen Prodi Bahasa dan Sastra Indonesia hadir dalam forum-forum seminar dan diskusi. Beberapa di antaranya menulis artikel dan berhasil terbit pada beberapa jurnal di dalam dan di luar negeri, terakreditasi ataupun belum terakreditasi. Setiap tahun, dosen dari Prodi ini selalu memenangi kompetisi dana (hibah) penelitian. Prof. Dr. Nadra, misalnya, memenangi kompetisi dana penlitian URGE. Begitu juga, Drs. M. Yusuf, M. Hum.  memperoleh dana dari kerja sama dengan CDAT, Tokyo University of Foreign Studies, untuk digitalisasi naskah-naskah kuno (manuskrip). Proyek serupa dari The British Library juga dimenangi oleh Dr. Zuriati, M. Hum.. Berbagai macam dana untuk membiayai proyek penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang diluncurkan pemerintah juga diperoleh oleh dosen-dosen prodi Bahasa dan Sastra Indonesia. Artinya, dinamika intelektual sangat hidup di Prodi ini. Lima tahun kebelakangan ini, sejumlah buku yang ditulis oleh para dosen juga sudah terbit.

Tahun 2006, Prodi Bahasa dan Sastra Indonesia diakreditasi dan memperoleh nilai A. Dengan dukungan akreditasi Prodi Bahasa dan Sastra Indonesia ini, Program Pascasarjana Linguistik dapat dibuka. Tahun 2011, prodi diakreditasi kembali, tetapi memperoleh nilai B. Meskipun B, nilai tersebut dapat dijadikan sebagai indikator bahwa prodi Bahasa dan Sastra Indonesia telah berhasil dalam mencapai tujuannya. Hal itu bukan berarti, bahwa prodi puas dengan nilai tersebut. Lebih kurang 2 (dua) tahun lagi, tepatnya tahun 2016, prodi kembali akan diakreditasi. Tentu saja, usaha keras akan dilakukan prodi untuk mencapai nilai A kembali. Semoga.

Visi dan Misi

Visi

Menjadi program studi terkemuka dan bermartabat dalam bidang kebahasaan dan kesusastraan Indonesia dan diakui di tingkat nasional dan internasional tahun 2024

Misi

  1. Menyelenggarakan pendidikan (akademik) yang berkualitas dan berkesinambungan untuk menghasilkan lulusan yang mampu bersaing secara global dalam bidang bahasa dan sastra Indonesia
  2. Melaksanakan penelitian yang dapat digunakan untuk pengembangan ilmu bahasa dan sastra Indonesia
  3. Menyelenggarakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dalam bidang bahasa dan sastra Indonesia secara berkelanjutan
  4. Mengembangkan dan membina jaringan kerja sama dengan berbagai lembaga di tingkat daerah, nasional, dan internasional

Tujuan

  1. Menghasilkan lulusan yang memiliki kemampuan akademik yang unggul dalam bidang bahasa dan sastra Indonesia
  2. Menghasilkan inovasi penelitian atau temuan yang berkualitas dalam bidang bahasa dan sastra Indonesia
  3. Menghasilkan kegiatan-kegiatan pengabdian kepada masyarakat dalam bidang bahasa dan sastra Indonesia yang dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat atau stakeholders
  4. Menjalin kemitraan dalam bidang kebahasaan dan kesusasteraan Indonesia dengan berbagai lembaga dan masyarakat
28 Februari 2017 In Profil
Ketua Jurusan : Dr. Rina Marnita, AS., M.A.
Sekretaris Jurusan : Ayendi, S.S., M.Hum.

Website :

http://englishdept.fib.unand.ac.id/