Items filtered by date: Februari 2018
26 Februari 2018 In Berita

FIB--Bengkel Seni Tradisional Mahasiswa (BSTM) sebagai salah satu unit kegiatan mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya (UKMF FIB Unand) mendapatkan kesempatan untuk mengikuti lomba tahunan Festival Tari Mahasiwa Nasional Variasi IV di  Jember.  Festival ini dikhususkan untuk UKM dari perguruan tinggi nonseni.

Aidhyta Sabrina Jayanti, mahasiswa Jurusan Sastra Jepang, pimpinan produksi tim ini mengungkapkan bahwa ada 13 tim yang menjadi utusan Sumatera Barat. "Salah satunya termasuk BSTM dari Fakultas Ilmu Budaya," ungkapnya.

Lebih lanjut, Aidhyta Sabrina Jayanti mengungkapkan bahwa BSTM baru pertama kali mengikuti perlombaan dan berhasil lulus seleksi untuk tampil pada Festival Tari Mahasiswa Nasional Variasi IV di Jember.

"Sebelumnya, lomba ini telah diadakan di Makassar pada Variasi Pertama, di Padang pada Variasi Kedua, di Palembang pada Variasi Ketiga, dan di Jember pada Variasi Keempat. Kegiatan ini diadakan untuk menghargai kesenian dan budaya yang ada di Indonesia," jelas Aidhyta Sabrina Jayanti.

Sebanyak 15 orang mahasiswa FIB Unand berangkat menuju Jember pada 24 Februari 2018 kemarin. Kelima belas orang tersebut ialah Aldytha Sabrina Jayanthy (Jurusan Sastra Jepang) sebagai pimpinan produksi, Muhammad Hafiz (Jurusan Sastra Daerah) sebagai koreografer, Boby Chandra (Jurusan Sastra Indonesia) sebagai komposer, Desi Komala Sari (Jurusan Administrasi Publik) sebagai penata lampu, Betria Zaitun (Jurusan Sastra Daerah) sebagai penata make up dan kostum, Firdausi Nuzula Defa (Jurusan Sejarah) sebagai penari, Sufi Anugrah (Jurusan Sastra Daerah) sebagai penari, Ronal Fernando (Jurusan Sastra Daerah) sebagai penari, Kiki Nofrijum (Jurusan Sastra Daerah) sebagai penari, Yogi Arian (Jurusan Administrasi Publik) sebagai penari, Muhamad Irfan (Jurusan Sastra Indonesia) sebagai penari, Dimas Bima Dwi Cahyo (Jurusan Sejarah) sebagai pemusik, Jaemmy Alekta Arnoel (Jurusan Sastra Daerah) sebagai pemusik, dan Rahmad Taufik (Jurusan Administrasi Publik) sebagai pemusik.

"Kami akan berangkat ke Jember  pukul 16.00 WIB dari Bandara Internasional Minangkabau. Kegiatan akan diselenggarakan pada 26 Februari 2018 hingga 4 Maret 2018," jelas Aidhyta Sabrina Jayanti yang mengungkapkan bahwa Pimpinan FIB Unand membantu pembiayaan secara administrasi dan juga fasilitas berupa kendaraan ke bandara.

Terkait kesiapan dalam lomba, BSTM telah melakukan latihan sebelum lomba diadakan. "Latihann dimulai dari Agustus dan geladi resik sudah dilaksanakan di Padang Panjang dan beberapa daerah di Sumatera Barat," ujar Aidhyta Sabrina Jayanti.

Menurut Aidhyta Sabrina Jayanti, gelasi resik yang langsung dilaksanakan di hadapan pelaku seni di Sumatera Barat dilaksanakan untuk mematangkan penampilan di Jember. Apalagi, penilaian pada seleksi lomba dilakukan dengan menggunakan sistem kurasi atau babak penyisihan. Mereka pun berhasil diumumkan sebagai tim yang lulus kurasi pada September 2017 lalu.

Mahasiswa FIB yang akan berangkat ke Jember ini mengaku bahagia ketika akhirnya perjuangan berbuah hasil meskipun masih ada selangkah lagi menuju yang terbaik. "Pada saat latihan, peserta harus mengimbangi jadwal kuliah dengan kegiatan yang ada di BSTM. Ketika kami berhasil mengatasi hal tersebut, tentunya ini menjadi kebanggan," ungkap Aidhyta Sabrina Jayanti.

Ke depannya, Aidhyta Sabrina Jayanty berharap agar pada Lomba Festival Tari Nasional di Jember  ini bisa menambah link BSTM FIB Unand agar semakin dikenal di luar daerah. "BSTM akan berusaha memberikan yang terbaik."

 

Reporter: Widya Glawry, Editor: Ria Febrina, Admin: Gading Rahmadi

26 Februari 2018 In Berita

FIB--Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas (FIB Unand) kembali merayakan hari jadi. Tepat pada 7 Maret 2018 nanti, FIB Unand akan menyelenggarakan Dies Natalis ke-36. Melalui tema "Memperkuat Persatuan dalam Keberagaman Budaya", sejumlah kegiatan sudah disiapkan untuk mengapresiasi 36 tahun perjalanan Fakultas Ilmu Budaya.

Eka Meigalia, M.Hum., Ketua Panitia Dies Natalis ke-36 mengungkapkan bahwa pada usia ke-36 ini FIB Unand sudah memasuki usia yang matang, dewasa, bahkan sangat produktif.

"Dalam 35 tahun, FIB telah membuat pencapaian-pencapaian, baik dari segi akademis maupun tri dharma perguruan tinggi," ungkap Ketua Panitia Dies Natalis FIB ke-36 ini.

Lebih lanjut, Eka Meigalia, M.Hum. mengungkapkan bahwa sesuai dengan tema tahun ini, FIB yang penuh dengan keragaman diharapkan kian bersatu. "Bersatu untuk menjadi semakin baik dan semakin berprestasi. Berbeda bukan menjadi sumber perpecahan, melainkan menjadi kekayaan."

Terkait hal itu, Dekan FIB Unand, Dr. Hasanuddin, M.Si. mengharapkan agar semua program studi yang ada di FIB saling bahu membahu dalam menjayakan dan membangun FIB yang lebih baik.

"Keberagaman budaya harus menyatukan kita," ujar Dr. Hasanuddin, M.Si. dalam rapat panitia dies natalis beberapa waktu lalu.

Menurut Dr. Hasanuddin, M.Si., FIB Unand terdiri atas beragam program studi, seperti Sastra Indonesia, Sastra Minangkabau, Sastra Inggris, Sastra Jepang, dan Ilmu Sejarah. Dalam keberagaman tersebut, harus ditonjolkan semangat untuk membangun persatuan.

Untuk saling membangun kebersamaan, baik antara mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan di FIB Unand, panitia pelaksana Dies Natalis FIB Unand ke-36 telah menyiapkan serangkaian acara mulai 26 Februari hingga 7 Maret 2018 nanti.

"Rangkaian acara dimulai dengan pembukaan dies natalis FIB ke-36 di Ruang Seminar FIB pada Senin, 26 Februari 2018 besok. Kami berharap semua civitas akademika FIB Unand dapat menghadiri acara tersebut. Kita sudah mengupayakan dengan mengajak mahasiswa dan dosen ke ruang seminar, khususnya pada waktu yang ditetapkan," ungkap Eka Meigalia, M.Hum.

Pada Senin 26 Februari 2018 tersebut, juga diadakan serangkaian acara, yaitu speeling bee, donor darah, bazar, dan pameran sejarah dan budaya. "Speeling Bee akan dilaksanakan oleh mahasiswa dari Jurusan Sastra Inggris," ungkap Ketua Panitia Dies Natalis ke-36.

Selanjutnya, pada 28 Februari 2018 akan digelar Festival Bunkasai berupa Lomba Shuuji, Lomba Cerpen, Lomba Cerdas Cermat, Lomba Kana Kontes, Lomba Kanji Umum, dan Lomba Anime. Rangkaian tersebut diselenggarakan oleh mahasiswa Jurusan Sastra Jepang.

Tidak hanya agenda tersebut, pada 1 Maret 2018, akan dilaksanakan Lomba Debat Bahasa Minangkabau yang diselenggarakan oleh mahasiswa Jurusan Sastra Minangkabau. Lalu, pada 2 Maret 2018, akan diselenggarakan Lomba Baca Puisi Kreasi dan pada 4--5 Maret 2017 akan dilangsungkan Turnamen Futsal Mahasiswa. Pada 5 Maret 2018, juga dilaksanakan show off band campus.

Untuk pengembangan keilmuan, pada 6 Maret 2017 akan dilaksanakan seminar lingkungan hidup, serta Lomba Dekorasi Ruang Jurusan dan Sekretariat Lembaga Kemahasiswaan. Menurut Dr. Rumbardi, Wakil Dekan Bidang II, lomba ini diselenggarakan untuk meningkatkan kesadaran dan kecintaan civitas akademika FIB Unand terhadap fakultas dan jurusan.

"Dengan adanya perlombaan ini, semua mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan akan berusaha menciptakan ruangan yang bersih, nyaman, dan menarik. Dengan demikian, kita akan semakin mencintai kampus ini," ungkap Dr. Rumbardi pada saat Rapat Dies Natalis ke-36 FIB Unand beberapa waktu lalu.

Sementara itu, Eka Meigalia, M.Hum. mengungkapkan bahwa acara puncak Dies Natalis ke-36 FIB Unand akan dilaksanakan bertepatan pada 7 Maret 2018. "Acara puncak dimulai dengan Orasi Ilmiah oleh Dr. Yenny Narny, M.A., Dosen Jurusan Ilmu Sejarah. Lalu, dilanjutkan dengan anugerah budaya yang diberikan kepada perseorangan yang telah berkontribusi dalam pengembangan keilmuan di FIB Unand.

"Anugerah budaya ini merupakan sebuah penghargaan FIB. Ada tim seleksi yang menentukan kriteria untuk penghargaan tersebut," ungkap Ketua Panitia Dies Natalis ke-36 FIB Unand.

Menutup rangkaian Dies Natalis ke-36 FIB Unand, Dekan FIB Unand menyiapkan apresiasi berupa Solo Song Contest. "Kami berharap serangkaian acara tersebut dapat berjalan dengan lancar sesuai dengan jadwal yang ditetapkan," ujar Eka Meigalia, M.Hum.

 

Humas FIB: Ria Febrina dan Gading Rahmadi

26 Februari 2018 In Berita

FIB--Lima orang wisudawan dari lima jurusan di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas (FIB Unand) sangat berbangga pada Wisuda I Unand 2018 yang diselenggarakan pada 24 Februari 2018 ini. Pasalnya, mereka dinyatakan sebagai wisudawan terbaik jurusan. Hal ini merupakan kali pertama dalam sejarah FIB Unand bahwa masing-masing jurusan diwakili oleh wisudawan terbaik untuk mendapat penghargaan dari Dekan FIB Unand.

24 Februari 2018 In Berita

FIB—Bertempat di Ruang Seminar FIB Unand, Dr. Hasanuddin, M.Si., Dekan FIB Unand lantik 97 Wisudawan pada wisuda I Unand 2018 pada Sabtu, 24 Februari 2018. Ini sebagai lanjutan dari rangkaian acara wisuda tingkat Universitas Andalas. Kesembilan puluh tujuh mahasiswa tersebut terdiri atas 40 mahasiswa S-2 dan 57 mahasiswa S-1.

Usai menjalani prosesi wisuda di Auditorium Unand, wisudawan FIB Unand diarak ke FIB Unand dengan iringan musik tradisional Minangkabau. Sesampainya di depan FIB Unand, wisudawan disambut dengan tari pasambahan oleh Bengkel Seni Tradisional Minangkabau (BSTM). Arak-arakan dan penyambutan seperti ini selalu dilakukan FIB Unand pada setiap acara wisuda.