Items filtered by date: Februari 2018
24 Februari 2018 In Berita

FIB--Ada yang berbeda pada wisuda I Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas (FIB Unand) kali ini. Di Ruang Seminar FIB Unand nanti, salah seorang wisudawan dari Jurusan Sastra Indonesia tidak akan didampingi oleh orang tua kandung, tetapi juga didampingi oleh sahabat sekaligus orang tua angkatnya dari Korea Selatan.

23 Februari 2018 In Berita

FIB—Dekan Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Unand, Dr. Hasanuddin M.Si., mengadakan family gathering dengan seluruh tenaga kependidikan (tendik) FIB Unand. Kegiatan yang dilaksanakan selama dua hari, Sabtu (17/02/18) dan Minggu (18/02/18) di MifanWaterpark, Padang Panjang ini merupakan family gathering pertama dalam masa kepemimpinan Dr. Hasanuddin, M.si. 

23 Februari 2018 In Berita

FIB—Bertempat di Ruang Pascasarjana FIB Unand, buku “Menuju Lentera Merah” Karya Fikrul Hanif Sufyan didiskusikan bersama dosen dan mahasiswa S-2 Prodi Imu Sejarah FIB Unand pada Jumat, 23 Februari 2018. Buku ini merupakan karya alumnus Jurusan Sejarah FIB Unand.

21 Februari 2018 In Berita

FIB—Program Studi Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing (BIPA) Sastra Indonesia FIB Unand berkerja sama dengan Busan University of Foreign Studies (BUFS)  menyelenggarakan Winter Vacation Program. Program ini diikuti oleh 12 mahasiswa BUFS dengan mempelajari bahasa dan budaya Indonesia di Universitas Andalas selama tiga minggu.

“Tahun ini merupakan tahun ketiga pelaksanaan winter program vacation atau kelas selama liburan musim dingin. Pada awalnya, program ini berlangsung pada musim panas yang bertepatan dengan bulan Ramadan di Indonesia. Karena kesulitan dalam akomodasi, kami mengusulkan program ini disesuaikan dengan kondisi adat dan agama di Indonesia dan disepakati pada musim dingin,” tutur Dr. Sulastri, M.Hum. selaku ketua BIPA Unand.

Berbeda dengan program tahun lalu, pada program kali, sebanyak 12 mahasiswa Jurusan Sastra Indonesia juga diikutsertakan dalam proses belajar mahasiswa Program Winter Vacation.

“Mereka belajar menulis, menyimak, membaca, serta budaya Indonesia. Pada setiap mata kuliah tersebut, mereka diperkenalkan nilai dan norma masyarakat Indonesia, khususnya nilai dan norma masyarakat Sumatra Barat. Mereka diberi tahu cara menghargai, sifat gotong royong, peduli sesama, dan taat beragama. Khusus untuk mata kuliah menyimak, selama proses belajar mereka didampingi oleh mahasiswa Jurusan Sastra Indonesia,” tutur Dr. Sulastri, M.Hum.

Lebih lanjut, Dr. Sulastri mengungkapkan untuk melihat capaian dari proses belajar, mereka menulis karya kreatif yang kemudian dibukukan. “Kita mengajak mereka untuk menulis apa yang dilihat, didengar, dan diperhatikan tentang alam sekeliling. Kemudian, kami bukukan dalam bentuk kumpulan puisi mahasiswa Korea dan sejumlah cerita pendek. Tulisan tersebut terlebih dahulu diedit tata bahasanya oleh dosen pengampu mata kuliah Menulis, yaitu Leni Syafyahya, S.S., M.Hum. dan Ria Febrina, S.S., M.Hum,” tambah Ketua BIPA Unand ini.

Menanggapi hal tersebut, Dekan FIB menuturkan bahwa ia ingin BIPA berkembang secara profesional. “Kita ingin BIPA profesional. Saat ini BIPA diampu oleh staf pengajar yang kompeten, namun belum memiliki bukti fisik. Kemampuan mereka belum terukur istilahnya. Kami akan berusaha mengusahakan sertifikasi BNSP,” ungkapnya.

Sementara itu, Dr. Hasanuddin, M.Si. menuturkan bahwa BIPA perlu meningkatkan promosi dan pemasaran. “Kita tentu berharap tidak hanya negara Korea saja yang mengirim mahasiswa ke sini. Jika nantinya pengelola BIPA memerlukan pelatihan manajemen terkait promosi dan pemasaran, kita akan melaksanakan,” pungkasnya.

Menurut Dekan FIB Unand, jumlah mahasiswa tahun ini berkurang dibandingkan tahun sebelumnya. Melihat berkurangnya mahasiswa BUFS yang mengikuti program ini, Dr. Hasanuddin juga menuturkan bahwa perlu diadakannya evaluasi. “Melihat berkurangnya jumlah peserta dari tahun lalu, itu menjadi autokritik untuk kita. Artinya, kita perlu adakan evaluasi. Tadi saya sudah menerima kuesioner mahasiswa BUFS,” tambahnya.

Sementara itu, Program Winter Vacation ditutup dengan acara perpisahan yang dilaksanakan pada 2 Februari 2018 di Ruang Seminar FIB Unand. Acara perpisahan ini menampilkan bakat dan kreativitas dari mahasiswa Korea dan didampingi oleh mahasiswa Jurusan Sastra Indonesia. Sejumlah penampilan, seperti tari pasambahan, drama pendek, dan pembacaan puisi dihadirkan di hadapan Dekan FIB Unand, Ketua BIPA, staf pengajar BIPA, dan mahasiswa FIB Unand. Acara ini berlangsung meriah meskipun melalui latihan yang singkat.

Inoval Agesly, salah seorang mahasiswa Jurusan Sastra Indonesia mengungkapkan pengalaman barunya selama mendampingi mahasiswa BUFS. “Saya merasa senang dapat mendampingi mereka selama berada di sini. Memang tidak mudah karena waktu latihan yang terbatas, serta mahasiswa yang saya dampingi juga tidak fasih berbahasa Indonesia,” tutur mahasiswa Jurusan Sastra Indonesia angkatan 2015 ini.

Meskipun belum fasih berbahasa Indonesia, Park Sho Hee, mahasiswa BUFS Korea Selatan ini menjalani segala aktivitas dengan perasaan sukacita. “Saya merasa bahagia menghabiskan waktu selama tiga minggu di sini. Saya dapat belajar berbicara bahasa Indonesia langsung dengan orang Indonesia asli. Cara belajar di sini sangat berbeda dengan di Korea Selatan. Sistem pembelajarannya juga berbeda,” ungkap Park Sho Hee.

Tidak hanya Park So Hee, Choi Young Dong yang pernah tinggal dalam waktu yang lama di Indonesia merasa senang kembali lagi ke Indonesia. “Saya ingin kembali lagi ke Unand,” harapnya.

 

(Reporter: Sonia, Irma Lini, dan Ananda, Editor: Ria Febrina, Admin: Gading Rahmadi)