Items filtered by date: April 2018
10 April 2018 In Berita

FIB- Ujian Nihongo Achievment test (NAT) telah selesai dilaksanakan di FIB Unand pada Minggu, 1 April 2018 bertempat di labor Jurusan Sastra Jepang dan ruang kuliah Pascasarjana FIB Unand. Ujian ini terbagi dalam dua sesi yaitu pukul 09.00 - 11.15 Wib dan    pukul 13.00 - 15.35 Wib.

09 April 2018 In Berita

FIB- Nisa Ayomi Pertiwi, mahasiswa Jurusan Sastra Inggris FIB Unand angkatan 2015, terpilih menjadi Uni Duta Ekonomi Digital dalam pemilihan Uni Uda Duta Wisata Kota Padang tahun 2018. Acara ini diadakan pada tanggal 28-31 Maret 2018 di Hotel Grand Inna Muara Padang.

08 April 2018 In Berita

FIB - Dr. Pramono, M.Si., dosen Jurusan Sastra Minangkabau FIB Unand, menjadi pembicara pada Rubrik yang berjudul “Khazanah Naskah Minangkabau” dalam acara Inspirasi Sahabat di radio Classy FM pada Sabtu, 3 Maret 2018 lalu pukul 08.00 – 09.00 pagi Wib.

07 April 2018 In Berita

FIB - Tim Audit Mutu Internal (AMI) dari Lembaga Pengembangan dan Pendidikan dan Penjaminan Mutu (LP3M) Universitas Andalas melakukan audit kepada lima jurusan yang ada di FIB Unand. Kegiatan itu berlangsung di Ruang Sidang Dekanat FIB Unand pada Senin, 26 Maret 2018. 

Dekan FIB Unand, Dr. Hasanuddin, M.Si. bersama Wakil Dekan I, Dr. Ferdinal, M.A. menyambut baik kedatangan Tim Auditor tersebut.

Wakil Dekan I FIB Unand, Dr. Ferdinal, M.A. menjelaskan bahwa kedatangan Tim Audit adalah untuk melihat apakah FIB sudah menerapkan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI), melalui matakuliah yang ditawarkan, capaian pembelajaran, RPS, dan lain-lain. “Jadi sekarang kita harus mengikuti KKNI yang sifatnya standar nasional. Karena kampus lain sudah menerapkan KKNI ini, FIB akan menerapkan KKNI mulai semester depan,” jelas Dr. Ferdinal, M.A.

Lebih lanjut Dr. Ferdinal, M.A. menjelaskan bahwa secara tidak langsung FIB Unand sudah menerapkan KKNI. Hanya saja formalnya belum. Jadi FIB sepakat pada semester depan akan menerapkan KKNI. FIB harus siap dan Undang-undang sudah mengharuskan mengikuti KKNI. Keuntungan yang bisa didapatkan adalah lulusan FIB Unand mampu bersaing dengan lulusan lain karena sifatnya nasional.

“Dari sekarang kita akan terus meningkatkan kinerja kita. Dosen harus mampu menjelaskan KKNI. Kalau sekarang yang terbaik adalah KKNI karena bersifat nasional.  FIB termasuk terlambat menerapkan karena ada kemudian di antara Kita yang belum siap. Beratnya itukan ketika belum dicoba. Rintangan pasti ada. Kami dari Pimpinan optimis pasti bisa. Tinggal kemudian bagaimana kontrol dari atas. Setelah masuk nanti akan dapat caranya. Banyak aspek yang harus disiapkan, institusi harus siap, semua prasarana harus ditingkatkan karena KKNI ini sosialisasinya sudah lama. Jurusan-jurusan sesungguhnya sudah melakukan rapat dan melibatkan stakeholder yang berkaitan. Jadi kita yakin bisa,” jelas Dr. Ferdinal, M.A.

Senada dengan Wakil Dekan I FIB Unand, Kepala Pusat Pengembangan Kurikulum dan Pembelajaran Universitas Andalas, Dr. Zednita Azriani, SP, M.Si. menjelaskan bahwa Unand secara menyeluruh memang harus sudah siap menerapkan KKNI tersebut.

”Jadi kita melihat apakah Fakultas sudah menerapkan sesuai dengan yang ditetapkan oleh DIKTI. Sebenarnya Unand dari tahun 2016 semua S-I sudah harus menerapkan KKNI ini. Dari 2016 itu semua Fakultas yang ada di Unand sudah diwajibkan menerapkannya. Hanya saja dari audit ini hasilnya bervariasi. Pada akhir tahun 2016 lalu kita melihat apakah benar-benar sudah dijalankan semua atau hanya sebatas administrasi saja. Memang sudah ada yang benar-benar menerapkannya tapi masih ada juga yang belum. Masih ada poin-poin yang mereka masih kurang” ungkap Dr. Zednita Azriani, SP, M.Si.

Lebih lanjut Dr. Zednita Azriani, SP, M.Si. menjelaskan bahwa AMI secara menyeluruh akan melakukan audit ke seluruh fakultas yang ada di Unand karena memang sudah diwajibkan dari tahun 2016.

“Ini merupakan agenda pertama dari LP3M melakukan audit kurikulum baru KKNI, dan akan dilakukan keseluruh fakultas yang ada di Unand. Tahun depan juga masih diagendakan ada pertemuan audit kurikulum lagi. Jadi, dilihat dari temuan tadi, kita melihat masih ada poin-poin yang kurang. Ketika pertemuan berikutnya kita akan lihat apa yang kemudian sudah dilakukan, apa yang perlu ditambahkan, Ini sifatnya berkala, nantinya akan selalu ada rapat internal lagi,” tutur Dr. Zednita Azriani, SP, M.Si.

Dr. Zednita Azriani, SP, M.Si. menambahkan dengan diterapkannya KKNI ini oleh masing-masing fakultas, diharapkan mampu memberikan pembelajaran lebih baik lagi, dan mendorong akreditasi masing-masing prodi yang ada di fakultas.

“Dengan adanya kurikulum ini, di dalamnya ada peroses pembelajaran kepada mahasiswa, bagaimana cara memberikan proses pembelajaran yang baik, apa yang harus diperbaiki kepada mahasiswa, penilaian juga ada disitu. Jadi, jika diperbaiki baik dari prodi dalam menyusun standarnya itu tentu akan lebih baik bagi prodi dan mahasiswa dan akan menghasilkan lulusan yang mampu bersaing secara baik dengan kampus lain,” jelas Kepala Pusat Pengembangan Kurikulum dan Pembelajaran, Dr. Zednita Azriani, SP, M.Si.

 

(Reporter: Jusman dan Mita Handayani, Editor: Ayendi, Admin, Gading Rahmadi)