KAJIAN PRAGMATIK DALAM TUGAS AKHIR MAHASISWA BAHASA JEPANG WILAYAH SUMATERA BARAT

Radhia Elita

Abstract


Penelitian ini dilakukan  untuk mejawab keingintahuan penulis tentang sejauh mana pendekatan pragmatik digunakan sebagai teori dalam karya tulis mahasiswa di Universitas Andalas khususnya dan di pergurun tinggi penyelenggara pendidikan bahasa Jepang di Sumatera Barat umumnya. Selain itu juga untuk mengetahui sejauh mana  kajian pragmatik Jepang berkembang di Sumatera Barat. Karena mempelajari pragmatik Jepang akan membuka wawasan pembelajar bahasa Jepang tentang karakteristik tuturan masyarakat Jepang. Sebagai pembelajar bahasa asing, tidak hanya perlu memahami gramatikal bahasa asing itu saja tetapi unsur budaya yang terkandung di dalamnya juga sangat penting. Salah satu karakteristik tuturan masyarakat Jepang adalah bertutur dengan memperhatikan unsur hairyo ‘pertimbangan/tenggang rasa’ dalam  tuturan  yang digunakan. Bentuk tuturan ini disebut hairyo hyougen ‘ungkapan penimbang rasa. Dari hasil penelitian dapat diketahui bahwa kajian pragmatik sebagai pendekatan teoritis dalam menganalisis tindak tutur masyarakat Jepang di Jurusan Bahasa dan Sastra Jepang FIB Universitas Andalas oleh mahasiwa mulai berkembang. Tetapi di Universitas Negeri Padang dan Sekolah Tinggi Bahasa Asing Bukit Tinggi, kajian pragmatik ataupun pragmatik Jepang belum ditemukan.

 

Kata KunciPendekatanPragmatik, tuturan, hairyohyougen, aite no kokoro, konomashii inshou


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.