PARTIKEL PENANDA LOKATIF DALAM KALIMAT BAHASA JEPANG

Lady Diana Yusri, Dini Maulia, Aulia Rahman

Abstract


Lokatif adalah kasus yang memperkenalkan lokasi, tempat (atau letak) ataupun orientasi ruang, keadaan atau tindakan yang diperkenalkan oleh verba. Lokatif dalam bahasa Jepang juga ditandai dengan partikel dalam bahasa Jepang yang disebut joshi. Pembahasan dalam makalah ini adalah partikel sebagai penanda lokatif dalam bahasa Jepang. Teori yang digunakan adalah (Tsujimura, 1996) dan  Fillmore dalam (Tarigan, 1990; Cook, 1989). Data yang digunakan adalah kalimat yang berpenanda kasus lokatif dalam buku Minna no Nihongo. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa partikel penanda kasus lokatif adalah partikel ni, de, o, e, kara, dan made. Partikel ni menunjukkan lokasi dari kegiatan verbanya yang tidak menunjukkan pergerakan dan juga menunjukkan keberadaan dari subjek kalimatnya. Partikel o dipakai sebagai penanda kasus lokatif dengan verbanya menunjukkan perpindahan, yang berarti subjek melakukan gerakan perpindahan dari suatu tempat ke tempat yang lain. Partikel de juga menunjukkan lokasi dari suatu kegiatan yang diwakili oleh verba  melakukan kegiatan tertentu. Partikel e juga menunjukkan arah lokasi dari kegiatan yang dilakukan oleh subjek. Partikel made juga terletak dibelakang tempat sebagai tempat tujuan dari tindakan yang dilakukan oleh subjeknya.


Full Text:

PDF

References


Cook, Walter A. 1989. Case Grammar Theory. Washington: Georgetown University Press.

Djadjasudarma, Fatimah. 1993. Metode Linguistik. Bandung: PT. Eresco.

Fillmore, Charles J. 1968. “The Case for Case”, dalam Bach & Harms: Universal in Linguistics Theory. London: Holt, Rinehart & Winston.

Kridalaksana, Harimurti. 2008. Kamus Linguistik. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.

Mahsun. 2005. Metode Penelitian Bahasa. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.

Miyoshi, Reiko, dkk. 1996. Joshi. Jepang : Senmon Kyoiku Publishing

Nida, Eugene A.1965. Morphology: The descriptive Analysis of Words. The University of Michigan Press.

Rini, Elizabeth Ika Hesti Aprilia Nindia. 2009. “Analisis Kontrastif Pemarkah Lokatif ‘di’ dalam Bahasa Indonesia dengan ‘ni’ dan ‘de’ dalam Bahasa Jepang. Jurnal Bahasa dan Seni Vol. 10 No. 2. Universitas Diponegoro Semarang

Suzuki, Shinobu dan Kawase Ikuo. 1981. Nihongo Shoho. Jepang : The Japan Foundation

Ogawa, Iwao. Dkk. 2000. Minna no Nihongo I. Japan: 3A Corporation.

_______________. 2001. Minna no Nihongo II. Japan. 3A Corporation.

Purba, Ira Natasha Naomi. 2012. “Analisis Struktur dan Makna partikel –keredomo, -noni, dan –temo sebagai pemarkah gyakusetsu dalam bahasa Jepang”. Jurnal Nihongo: ASPBJI dengan The Japan Foundation.

Putrayasa, Ida Bagus. 2008. Analisis Kalimat Fungsi, Kategori, dan Peran. Bandung: Refika Aditama.

Sudaryanto. 1993. Metode dan Aneka Teknik Analisis Bahasa. Yogyakarta: Duta Wacana University Press.

Sudjianto. 2004. Gramatika Bahasa Jepang Modern. Jakarta: Oriental.

Sudjianto, dan Ahmad Dahidi. 2004. Pengantar Linguistik Bahasa Jepang. Jakarta: Kesaint Blanc.

Song, Jae Jung. 2001. Linguistic Typology: Morfologi and Sintax. Harlow, England: Pearson Education Limited.

Sunarni, Nani dan Jonjon Johana. 2009. Morfologi Bahasa Jepang. Sebuah Pengantar. Bandung: Sastra UNPAD Press.

Tarigan, Henri Guntur. 1990. Pengajaran Tata Bahasa Kasus. Bandung: Angkasa.

Toshiko, Tanaka. 1993. Nihon no Bunpou. Japan: Kindaibungeisha.

Tsujimura, Natsuko. 1996. An Introduction to Japanese Linguistics. Amerika: Blackwell Publisher.

Yusri, Lady Diana.dkk. 2010. Studi Tingkat Pemahaman Partikel dalam Kalimat Bahasa Jepang Pada Mahasiswa Jurusan Sastra Jepang Universitas Andalas. (di seminarkan di jurusan Sastra Jepang Universitas Andalas 15 Desember 2010.)


Refbacks

  • There are currently no refbacks.