STRUKTUR SEMANTIS IDIOM YANG BERMAKNA EMOSI DALAM BAHASA JEPANG

Darni Enzimar Putri

Abstract


Idiom bahasa Jepang pada penelitian ini dibatasi pada idiom yang memakai nama anggota tubuh. Tujuan penelitian yaitu mendeskripsikan makna asali idiom bahasa Jepang dan menganalisis struktur semantis idiom bahasa Jepang yang bermakna emosi. Teori yang digunakan yaitu teori Metabahasa Semantik Alami (MSA) yang dikemukakan oleh Wierzbicka. Pendekatan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif, sedangkan data penelitian berupa data tertulis yang diperoleh dengan metode simak dengan teknik dasar yaitu, teknik sadap, dan teknik lanjutan berupa teknik catat. Data tersebut dikaji dengan metode agih dengan teknik ubah wujud, teknik sisip, dan teknik parafrase. Hasil penelitian  menunjukkan bahwa makna asali idiom bahasa Jepang bermakna emosi termasuk ke dalam prototipe predikat mental dengan elemen makna asali MERASAKAN. Struktur semantis idiom bahasa Jepang bermakna emosi terbentuk dari polisemi MERASAKAN/MEMIKIRKAN.


Full Text:

PDF

References


Chafe, Wallace L. 1970. Meaning and The Structure of Language. Chicago: The University of Chicago Press.

Goddard, C. 1996a. “Building a Universal Semantic Metalanguage: the Semantic Theory of Anna Wierzbicka” dalam C. Goddard (ed) 1996. Cross-Linguistic Syntax from a Semantic Point of View (NSM Approach). Canberra: Australian National University

Goddard, C. 1996b. “Semantic Theory and Semantic Universal”. Dalam Cliff Goddard. Cross-Linguistic Syntax from Semantic Point of View (NSM Aprroach). Australia: Australian National University.

Goddard, C.Wierzbicka, Anna. 2007. “Semantic Prime and Cultural Scripts in Language Learning and Intercultural Communication”. Dalam Garry Palmer and Farzad Sharifian (ed). Applied Cultural Linguistics:Implications for Second Language and Intercultural Communication. Amsterdam: John Benjamins, 105-104.

Inoue, Muneo. 1992. Reikai Kanyouku Jiten-Iitai Haiyou Kara Gyakubiki Dekiru. Japan: Sotakusha.

Kawashima, Yutaka. 2002. Chibimarukochan No Kanyouku Kyoushitsu-Kanyouku Shinbun Hairi.Tokyo: Shueisha.

Kuromachi, Yasuo dan Yukiko, Sakata (1999). Koji Kotowaza Kanyouku Jiten. Tokyo: Sanseido Henshuujo.

Mayasuki, Onishi. 1994. “Semantic Primitive in Japanese”. Dalam C. Goddard dan Anna Wierzbicka (ed).1994. Semantic and Lexical Findings, Theory and Empirical Findings, 361-386. Amsterdam: John Benjamins Publishing Company.

Miura, Ayako. 1987. Yuu Ari Asa Ari. Japan: Shinchosha.

Miyaji, Yutaka, 1994. Kanyouku no Imi to Youho Jiten. Tokyo: Meiji Shoin.

Mulyadi dan Siregar, R.K. 2006. “Aplikasi Teori Metabahasa Makna Alami dalam Kajian Makna”. Logat, Vol II No.2: 69-75

Sudaryanto. 2015. Metede dan Aneka Teknik Analisis Bahasa, Pengantar Penelitian Wahana Kebudayaan Secara Linguistik. Yogyakarta: USD

Sudipa, I N. 2010. Struktur Semantik: Verba Keadaan Bahasa Bali. Denpasar: Udayana University Press.

Sutjiati Beratha, Ni Luh. 1997: “Basic Concept of a Universal Semantic Metalanguage”. Linguistika tahun IV Edisi keenam,110-115.

Sutjiati Beratha, Ni Luh. 2000. “Struktur dan Peran Semantis Verba Ujaran Bahasa Bali”. Dalam Bambang Kaswanti Purwo (ed). Kajian Serba Linguistik: untuk Anton Moeliono. Jakarta : PT. BPK.Gunung Mulis.

Sutjiati Beratha, Ni Luh. 2012. “Dinamika Makna Sebagai Acuan Penulisan Semantik Bahasa Indonesia”. Kumpulan Makalah Seminar Nasional Bahasa Indonesia. Jurusan Sastra Indonesia Fakultas Sastra. Universitas Udayana.

Utaguchi, Hajime. 2014. Pokettoban Kanyouku Koji Kotowaza Jiten. Japan: Seibido Shuppan.

Wierzbicka, A. 1996a. Semantic: Primes and Universal. Oxford: Oxford Press.

Wierzbicka, A. 1996b. “The Syntax of Universal Semantic Primitivs”. Goddard (Convenor). 1996. Cross-Linguistic Syntax from a Semantic Poin of View (NSM Approach) 6-23. Canberra: Australian National University.

Yamagishi, Katsue. 2000. Suupaa-Ankaa Wa-ei Jiten. Tokyo: Gakushuu Kenkyuusha.

Yamanushi, Toshiko. 1993. Ashi Naga Ojisan. Tokyo: Popurasha Bunko


Refbacks

  • There are currently no refbacks.