Rabu, 13 Maret 2019 13:27

Prof. Dr. Oktavianus, M.Hum. Ulas Pengembangan Kajian Bahasa di FIB Unand pada Seminar Hilirisasi Hasil Penelitian Dosen dalam Rangka Peringatan Dies Natalis FIB Unand Ke-37 (1982-2019)

                                                        Foto 1: Prof. Dr. Oktavianus, M.Hum.

FIB – Prof. Dr. Oktavianus, M.Hum., salah seorang narasumber utama pada Seminar Hilirisasi Hasil Penelitian Dosen-Dosen FIB Unand dalam rangka peringatan Dies Natalis FIB Unand ke-37, mengulas makalahnya dengan tajuk: Selayang Pandang Pengembangan Kajian Bahasa di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas.

Di bagian awal penyampaian materinya, Prof. Dr. Oktavianus, M.Hum. menjelaskan mengenai visi dan misi FIB Unand. “Setidaknya ada tiga peristiwa penting dan menjadi torehan sejarah FIB. Ketiga peristiwa tersebut ialah pemisahan beberapa jurusan dari Fakultas Sastra menjadi Fakultas Sosial dan Politik (FISIP) tahun 1993, perubahan nama Fakultas Sastra menjadi Fakultas Ilmu Budaya tahun 2011, dan pembentukan Program Studi Magister Linguistik tahun 2008,” paparnya.

Salah satu bidang yang dikembangkan FIB Unand ujar Prof. Dr. Oktavianus, M.Hum. adalah kajian bahasa. Menurutnya kajian bahasa perlu dilakukan dan dikembangkan dari waktu ke waktu karena bahasa adalah penggerak segala aktivitas manusia dan juga merupakan jantung ilmu kemanusiaan dan kebudayaan. Bahkan simpulnya, kehidupan itu diawali dan diakhiri dengan bahasa.

Lebih jauh Prof. Dr. Oktavianus, M.Hum. mengulas bahasa pada konteknya ada bahasa lisan, bahasa tulis, bahasa tubuh, dan bahkan bahasa gambar yang menggerakkan segala aspek kehidupan manusia baik secara bersama-sama maupun secara terpisah. Dikutipnya dari Fromkin (2000) yang menyatakan bahwa bahasa hanya dianugerahkan kepada manusia, dan bahasa itu membuat manusia menjadi manusia.

Kemudian terusnya, bahasa memiliki lima komponen utama yaitu bentuk, fungsi, makna, nilai, dan ideologi. Mengutip dari Chika (1989), Prof. Dr. Oktavianus, M.Hum. mengatakan bahwa semua bahasa memiliki kekuatan dan kekhasannya masing-masing.

Selanjutnya Prof. Dr. Oktavianus, M.Hum. masuk ke pembahasan utama mengenai pengembangan kajian bahasa di FIB. “Kajian-kajian tentang bentuk bahasa telah dikembangkan  di bawah payung mikrolinguistik, seperti fonologi, morfologi, dan sintaksis. Kajian tentang fungsi bahsa telah dikembangkan pula di bawah payung makrolinguistik seperti pragmatik, sosiolinguistik, antropolinguistik, dan bidang-bidang terkait lainnya. Kajian tentang makna telah dikembangkan pula di bawah payung simantik dan bidang-bidang makrolinguistik seperti sosiolinguistik, pragmatik, dan antropolinguistik,” dia menjelaskan.