/images/2020/a.jpg

FIB – Pemilihan Duta Bahasa Sumatra Barat (Sumbar) 2020 kembali dibuka. Pendaftaran dibuka 17 Februari18 Maret 2020. Wadek III imbau mahasiswa FIB Unand untuk mengikuti ajang yang digelar setiap setahun sekali oleh Balai Bahasa Sumatra Barat (Sumbar) ini.

“Ajang pemilihan Duta Bahasa Sumbar ini adalah ajang yang sangat penting diikuti oleh generasi muda saat ini. Tujuan pemilihan duta bahasa ini selain pembinaan kebahasaan dan kesastraan bagi generasi muda, juga berfungsi untuk meningkatkan kemampuan berbahasa,” tutur Imelda Indah Lestari, S.S., M.Hum. selaku Wadek III FIB Unand pada wawancara melalui pesan WhatsApp.

“Mahasiswa FIB Unand sangat cocok menjadi Duta Bahasa Sumbar 2020, sebab tujuan utama pemilihan duta bahasa adalah untuk meningkatkan peranan anak-anak muda dalam membangkitkan kesadaran penggunaan bahasa secara proporsional, yakni bahasa daerah, bahasa Indonesia, dan bahasa asing,” lanjut Imelda Indah Lestari, S.S., M.Hum.

“Selain itu, mahasiswa FIB Unand juga sudah terlatih dalam bidang kepenulisan yang baik dan benar, yakni sesuai kaidah bahasa yang berlaku. Hal ini memudahkan mahasiswa dalam menulis dan mengikuti tes UKBI. Di samping itu, mahasiswa memiliki kecakapan berbahasa sehingga dapat menjadi nilai plus saat tes wawancara. Perlu juga diingatkan bahwa aspek sikap dibutuhkan saat tes wawancara,” Imelda Indah Lestari, S.S., M.Hum. menambahkan.

“Semua mahasiswa dari berbagai jurusan di FIB Unand cocok untuk mengikuti ajang pemilihan duta bahasa ini, karena di samping persyaratan administrasi, syarat utama yang harus dimiliki oleh peserta adalah kefasihan berbahasa. Selain itu, mampu merancang kridakebahasaan dan kesastraan yang edukatif, kreatif, dan inovatif. Saya rasa mahasiswa kita sangat kreatif sehingga patut mengikuti ajang ini. Jadi, saya berharap mahasiswa FIB Unand banyak yang akan mengikuti ajang pemilihan Duta Bahasa Sumbar 2020,” jawab Imelda Indah Lestari, S.S., M.Hum. saat ditanya harapan terhadap mahasiswa FIB Unand.

Pendaftaran pemilihan Duta Bahasa Sumbar 2020 dibuka 17 Februari—18 Maret 2020, yakni seleksi administrasi. Adapun persyaratan pesertanya harus berusia 18—25 tahun, memiliki tinggi badan 160 cm (laki-laki) dan 155 cm (perempuan), berdomisili di Sumatra Barat, berpenampilan menarik, belum menikah, berpendidikan minimal SLTA/Sederajat, fasih berbahasa Indonesia, Minang, dan menguasai bahasa asing. Selain itu, peserta mampu merancang kridakebahasaan dan kesastraan yang edukatif, kreatif, dan inovatif.

Peserta yang lolos seleksi administrasi, akan mengikuti tes Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI). Setelah lolos, akan berlanjut ke tes wawancara, presentasi program, dan tes penguasaan bahasa.

 

Reporter: Nabilla Hanifah, Editor: Lusi Andriani, Admin: Tri Eka Wira

Foto 1: Nuke Aprilia Cut Meltari Gs bersama tujuh orang perwakilan Youth Advisory Board terpilih di Yogyakarta.

FIB – Nuke Aprilia Cut Meltari Gs, mahasiswi Sastra Inggris Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas terpilih menjadi perwakilan Youth Advisory Board (YAB) yang diselenggarakan oleh Dokter Gen Z. Nuke (sapaan akrabnya), mengikuti pembekalan pada 5 s.d. 8 Desember 2019.

Nuke memaparkan bahwa Dokter Gen Z bertujuan untuk memenuhi kebutuhan remaja, khususnya di Indonesia akan informasi kesehatan reproduksi dan seksual yang komprehensif serta isu kesehatan mental dan kehidupan remaja. Dokter Gen Z merupakan portal terpercaya mengenai informasi kesehatan reproduksi dan seksualitas remaja.

Lebih dari itu, Dokter Gen Z juga membahas tentang kesehatan mental remaja dan serba-serbi remaja lainnya. Didukung oleh John Hopkins University Centre for Communication Programs serta para dokter dan psikolog.

Nuke menambahkan, Youth Advisory Board (YAB) adalah sekumpulan anak muda, yang turut serta berkolaborasi dalam menyampaikan ide-ide dan permasalahan remaja, untuk selanjutnya diteruskan dan dibahas dalam bentuk konten-konten digital yang dikeluarkan oleh DokterGenZ.hipwee.com.

Para remaja ini nantinya akan berdiskusi serta menyampaikan pandangan dan isu-isu yang marak di daerahnya masing-masing untuk dibahas di forum dan mendapatkan perhatian nasional melalui media Doktergenz.hipwee.com.

Pada 2019, peserta yang terpilih ada Nuke dari Padang, Ici dari Serang, Aldo dari Kutai Kartanegara, Farah dari Yogyakarta, Icha dari Bandung, Jelia dari Ambon, Tasya dari Makassar, serta Ika dari Kendari. Dengan demikian, Nuke menjadi satu-satunya perwakilan dari Sumatra Barat, bahkan Sumatra.

“Proses penyaringan YAB ini bermula dari pemberian CV sekaligus pengisian form, lalu setelah lolos tahap tersebut, langsung ada lagi tahap wawancara. Setelah lolos tahap wawancara, baru diumumkan peserta Youth Advisory Board yang sudah pasti ke Yogyakarta. Ada juga persyaratan tambahan, yaitu membuat video singkat tentang diri kita dan kenapa kita tertarik untuk ikut acara tersebut. Video itu dibagikan di Instagram,” terang Nuke.

Nuke mengaku tertarik mengikuti kegiatan ini dikarenakan dia senang berkompetisi dan berkolaborasi sedari kecil. Nuke punya kemauan yang kuat untuk bisa belajar dari sumber apa saja. Baginya, ilmu adalah investasi yang paling baik sehingga ia suka ikut kegiatan agar bisa belajar banyak hal.

Nuke memang mempunyai perhatian khusus terkait kesehatan mental. Ini disebabkan oleh kondisi yang saat ini masih minim perhatian dan sosialisasi terhadap kesehatan mental itu sendiri. “Kayak kasian gitu, kalau kita sakit fisik, orang berbondong-bondong bertanya kita kenapa. Tapi, kalau batin yang sakit, dapat orang yang mau mendengarkan saja sudah alhamdulillah,” ujar Nuke.