Items filtered by date: Rabu, 20 Februari 2019
20 Februari 2019 In Berita & Peristiwa

Foto 1: Mahasiswa sedang menyimak penyampaian pengalaman salah seorang narasumber dalam dunia usahanya.

 

FIB—Jurusan Sastra Minangkabau mengadakan Kuliah Umum Kewirausahaan dengan menghadirkan tiga orang alumninya, yaitu Wirma Andri, S.Hum. (yang lebih dikenal dengan Mak Nek), Arsen Novan, S.Hum., Werni, S.Hum., dansatu orang alumni dari jurusan lain, yaitu Desbi Sugari, S.Hum., alumni Sastra Jepang, serta  seorang mahasiswa Jurusan Teknik Mesin Universitas Andalas yang bernama Rusdi Aziz. Acara yang berlangsung pada 16 Februari 2019 di Ruang Seminar FIB Unand itu sebagai motivasi bagi mahasiswa Sastra Minangkabau angkatan 2016 yang mengambil mata kuliah Kewirausahaan.

Mata kuliah Kewirausahaan di Jurusan Sastra Minangkabau diampu oleh tiga orang dosen, yakni Eka Meigalia, M.Hum., Herry Nur Hidayat, S.S., M.Hum., dan Rona Almos, S.S., M.Hum.  Sebagai salah seorang dosen pengampu mata kuliah Kewirausahaan, Eka Meigalia, M.Hum.mengaku acara itu untuk memotivasi mahasiswa dalam berwirausaha.

“Mata kuliah ini sudah ada sejak beberapa tahun lalu. Namun setelah kuliah selesai, sedikit sekali mahasiswa yang berwirausaha. Tahun kemarin bahkan hanya satu orang yang tetap konsisten untuk berwirausaha. Ini tentu sangat disayangkan. Karena itu, kami dosen pengampu berpikir apa yang perlu dilakukan agar mahasiswa tidak hanya berwirausaha sebagai tuntutan kuliah, tetapi berkelanjutan,” ujar Eka Meigalia, M.Hum.

Pada kesempatan itu, dihadirkan lima pembicara dengan latar belakang usaha yang berbeda. Wirma Andri, S.Hum. atau Mak Nek bergerak di bidang fotokopi; Arsen Novan, S.Hum. bergerak di bidang kuliner; Werni, S.Hum., bergerak di bidang make up dan beauty;Desbi Sugari, S.Hum. bergerak di bidang digital entrepreneur, yakni sebagai admin akun ota lapau dengan 393 ribu followers; dan Rusdi Aziz bergerak di bidang jasa transportasi.

Usaha fotokopi memang telah banyak digeluti orang. Namun, ada yang berbeda dengan usaha fotokopi Mak Nek dengan nama Pondok Jiplak ini. Fotokopi ini memiliki koleksi buku yang cukup lengkap. Selain itu, Mak Nek juga membolehkan pelanggannya berutang.

“Usaha fotokopi ini berangkat dari hobi mengoleksi buku. Saya sering memfotokopi buku untuk saya koleksi. Lalu, terpikirlah untuk membeli mesin fotokopi. Namun, karena belum memungkinkan membuka usaha fotokopi, saya mulai dengan menyediakan layanan print. Saya buka di sekre LMJ. Kemudian, Wakil Dekan III waktu itu menawarkan kepada mahasiswa untuk membuka usaha. Terkait tempat, fakultas menyediakan. Lalu, saya mengajukan diri untuk menggunakan tempat itu, dan saya diminta membuat proposal. Akhirnya, hadirlah Pondok Jiplak. Pondok Jiplak bukanlah bermakna seperti yang kawan-kawan pikirkan. Jiplak itu merupakan singkatan dari jus, isi pulsa, fotokopi, dan alat tulis kantor,” jelas Mak Nek tentang usahanya.

Saat ini, Pondok Jiplak telah dibuka di dua tempat dan segera akan dibuka lagi di tempat lain. Selain koleksi yang lengkap, terutama tentang buku-buku Minangkabau serta bisa berutang, Mak Nek juga membantu juniornya di Sastra Minangkabau dengan merekrut beberapa orang sebagai pekerja di Pondok Jiplak. Inilah yang membuat Pondok Jiplak berbeda dengan tempat fotokopi lainnya.

Begitu pula dengan Arsen Novan, S.Hum. yang juga alumni Sastra Minangkabau. Ia membuka usaha kuliner yang berbeda dengan kebanyakan kuliner di Indonesia. Orang Minangkabau terkenal dengan minuman khasnya, yakni teh talua. Inilah yang dimanfaatkan Arsen Novan, S.Hum. Ia menyajikan teh talua dengan variasi rasa.

Teh talua adalah minuman yang khas di Minangkabau. Namun, ada beberapa orang yang tidak menyukainya karena anyir. Karena itulah, saya mencoba meracik dengan berbagai rasa agar semua orang bisa menikmati,” jelas Arsen Novan, S.Hum. yang menamakan usahanya dengan Lapau Muammalah.

Adapun Werni, S.Hum. sebagai satu-satunya narasumber perempuan di acara ini mengaku memulai usaha karena hobi. Ia juga mengikuti pelatihan untuk lebih memantapkan kemampuannya. Usaha yang dilakukannya juga berbeda dengan yang lainnya. Ia mau “menjemput bola”.

“Biasanya, ibu-ibulah yang bersedia dipanggil ke rumah untuk make up dan beauty. Namun, Werni yang masih muda bersedia datang ke rumah,” Eka Megalia, M.Hum. sebagai salah seorang pengguna jasa Werni, S.Hum. menjelaskan yang juga bertindak memandu diskusi.

Desbi Sugari, S.Hum. menekuni usaha dengan memanfaatkan media yang digandrungi anak milenial. Ia membuat instagram dengan akun ota lapau. Akun ini berisi meme berbahasa Minangkabau dan konten dakwah. Inilah yang membedakan ota lapau dengan akun lainnya.

Sebelum membuka akun ota lapau, Desbi Sugari, S.Hum. pernah menjual pulsa dan membuka les bahasa Jepang. Namun, tempat les ini sudah tidak ada lagi.

“Saya merupakan anak tunggal. Selama ini, anak tunggal sering dikatakan anak yang manja. Saya ingin keluar dari sebutan itu. Saya tidak ingin memberatkan keluarga apalagi orang tua laki-laki saya telah tiada. Itulah yang memotivasi saya untuk memulai usaha,” Desbi Sugari, S.Hum. menyampaikan motivasinya terjun ke dunia pengusaha.

Kemudian Rusdi Aziz, sebagai satu-satunya narasumber yang masih berstatus mahasiswa Teknik Mesin Unand diberi kesempatan menyampaikan perjalanan usahanya. Ia mengaku pernah menjadi agen bus dan stoker bus sewaktu SMA. Waktu itu, jarinya pernah terlindas ban bus. Namun, orang-orang yang melihat malah menertawakannya. Berawal dari itulah, timbul motivasi yang sangat besar dalam dirinya untuk sukses.

Kuliah di Unand, Rusdi Aziz kemudian mengikuti PKM dan berbagai kegiatan lainnya yang berkaitan dengan wirausaha. Uang dari hasil memenangi PKM inilah yang kemudian dijadikan sebagai modal usaha oleh Rusdi Aziz.

Foto: Herry Nur Hidayat, S.S., M.Hum., salah seorang dosen pengampu mata kuliah Kewirausahaan sedang melihat hasil kreativitas mahasiswa.

Dengan berbagai bidang usaha dari kelima narasumber ini, membuat mahasiswa  banyak yang bertanya dalam sesi diskusi. Salah satunya Wulandari yang bertanya tentang tips memulai usaha.

Kelima narasumber lalu memberikan jawaban dengan pengalaman masing-masing.

“Punya sedikit kreativitas, bisa menghasilkan uang dan tidak mustahil bisnis tanpa modal,” tutur Mak Nek.

“Apapun usahanya, serahkan kepada Allah,” ucap Arsen Novan, S.Hum.

“Mulailah dengan hobi,karena pekerjaan yang dilakukan sesuai hobi akan lebih menyenangkan. Kemudian, jangan dengarkan omongan orang lain karena apa yang buruk menurut orang lain belum tentu buruk untuk kita,” Werni, S.Hum. menyampaikan pendapatnya.

“Saya sering menyebut tips memulai usaha dengan ATM, yakni amati, tiru, dan modifikasi. Pelajari apa yang belum ada dalam produk yang telah ada. Kemudian, ciptakanlah yang belum ada itu. Selain itu, jangan memulai usaha dengan kebohongan karena sesuatu yang dimulai dengan bohong, hasilnya juga bohong atau tidak berkah,” ungkap Desbi Sugari, S.Hum. yang memulai akun ota lapau-nya tanpa membeli followers.

Setelah diskusi, acara dilanjutkan dengan memperlihatkan hasil kreativitas mahasiswa yang telah dibagi dalam beberapa kelompok. Ada berupa makanan, pakaian, dan souvenir. Pada akhir perkuliahan rencananya akan diadakan ekspo kegiatan mahasiswa selama kuliah kewirausahaan.

Reporter: Lusi Andriani, Editor: Ayendi, Admin: Tri Eka Wira