Items filtered by date: Jumat, 22 Februari 2019
22 Februari 2019 In Berita & Peristiwa

Foto: Suasana pe-launching-an Majalah Digital Cendikia yang ramai dihadiri oleh mahasiswa, terutama yang berasal dari Jurusan Ilmu Sejarah FIB Unand

 

FIB - Jurusan Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Unand melaksanakan Launching pertama Majalah Digital Cendekia pada Senin, 19 Februari 2019 di Ruang Seminar FIB Unand. Kegiatan Launchingyang digagas oleh Mahasiswa Ilmu Sejarah Unand sendiri turut dihadiri oleh Dekan FIB Unand, Sejarawan, Alumni, serta Pegiat literasi di Sumatera Barat. Selain itu, diadakan juga diskusi ilmiah yang bertema “Generasi Millenial dan Pers Masa Depan”.

Majalah Digital Cendekia ini sebetulnya sudah lama berdirinya sejak akhir tahun 1988-an. Sempat lama vakum, kemudian pada tahun 2018, beberapa Mahasiswa Ilmu Sejarah yang dimotori oleh Andreas Mazland dan Alif Maulana mencoba untuk memunculkan kembali.

“Sebenarnya majalah ini sudah lama ada dengan Pimred pertamanya Pak Wannofri Samry, Dosen Ilmu Sejarah sendiri, namun sempat vakum beberapa tahun lamanya dan kami berinisiatif untuk membangkitkan lagi,” ungkap Andreas Mazland ketika diwawancarai.

Hadirnya Majalah Digital Cendekia ini dirasa sangat bisa untuk memenuhi hasrat para generasi millenial sekarang. Dalam acara pe-launching-an ini, Dr. Hasanuddin, M.Si., Dekan FIB Unand, turut juga memberikan kata sambutan. Dikatakannya bahwa dengan adanya majalah ini, dapat memberikan nuansa keilmuan baru bagi mahasiswa di era sekarang, terlebih lagi ini murni dikelola oleh mahasiswa.

“Sesuai dengan namanya Cendekia, supaya dari majalah ini lahir para cendekiawan-cendekiawan yang berkontribusi bagi kehidupan masa depan nantinya,” harapnya.

Ketika tiba sesi pemaparan, Andreas Mazland selaku  Pemimpin Redaksi mengatakan didepan hadirin bahwa dia bersama teman-temannya juga sangat resah dengan keadaan sekarang. Maraknya perploncoan dan juga minimnya suatu wadah bagi mahasiswa sejarah untuk mengembangkan keilmuan yang sesuai dengan jurusan membuatnya bertekad kuat untuk bisa membangkitkan lagi Majalah Digital Cendekia ini.

“Selain itu kami juga ingin memberikan wadah yang memang sejalur dengan keilmuan kita.Kita tidak bisa menyangsikan bahwa sejarah dan literasi itu bergandengan, maka dari itu kami berusaha untuk bisa memunculkan lagi aset lama yang terkubur ini,” paparnya di depan hadirin.

Ditambahkannya lagi bahwa kenapa majalah itu adalah majalah digital (berbasis web), karena dengan majalah berbasis web ini sangat cocok dengan zaman millenial sekarang yang segalanya juga berorientasi kepada teknologi. Selain itu, dia mengatakan mahasiswa juga bisa mengirim tulisan secara reguler, tidak terikat pada penyaringan tulisan serta tidak melulu adanya proses yang panjang seperti majalah cetak umumnya.

Pembina Majalah Digital Cendekia, Yenny Narny, Ph.D. menyebutkan munculnya Majalah Cendekia itu juga tidak lepas dari tekad mahasiswa. Adanya keinginanan mahasiswa yang datang kepadanya untuk menyampaikan ide-ide terkait pendirian majalah itu. Setelah melakukan diskusi bersama, maka sepakat untuk memunculkan lagi majalah itu, tetapi dengan wajah baru dan tema baru yang lebih segar.

“Kami sepakat untuk mewadahi itu setelah berdiskusi dengan mahasiswa yang ingin kembali majalah ini hadir dan memberikan terobosan baru dalam majalah ini,” katanya.

Diskusi Ilmiah bertema “Generasi Millenial dan Pers Masa Depan” juga digelar dalam acara pe-launching-an itu dengan menghadirkan pembicara dari Dosen-Dosen Ilmu Sejarah, seperti Dr. Anatona, M.Hum.dan Dr. Wannofri Samry, M.Hum., serta Handoko, S.S, M. Hum. dari Jurusan Sastra Inggris Unand. Para pembicara itu selain membicarakan dunia pers juga menjelaskan kepada hadirin tentang nilai-nilai kepahlawanan serta peran teknologi di masa depan.

“Harapannya dengan adanya majalah ini, bisa mewadahi minat para Mahasiswa Sejarah dalam kegiatan tulis-menulis yang sangat diperlukan di era sekarang,” tutup Yenny Narny.

Reporter: Rian Rahman, Editor: Ayendi, Admin: Tri Eka Wira