Items filtered by date: Kamis, 21 Maret 2019
21 Maret 2019 In Berita & Peristiwa

Foto 1: Logo Sastra Rupa (Sarupa)

FIB - Seni adalah unsur kebudayaan yang merupakan sebuah manifestasi batin. Hasrat dan keinginan untuk berkarya dan menunjukkan aspirasi serta keluh-kesah dalam estetika akan selalu mencari tempat untuk mewadahinya. Hal ini juga yang melatar belakangi beberapa mahasiswa peminat seni rupa di Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Andalas untuk membentuk sebuah ruang untuk berkarya dan menggali potensi seni rupa bagi para peminatnya.

Ruang berkarya ini oleh para penggagasnya kemudian diberi nama Sastra Rupa (Sarupa). Sarupa mengkolaborasikan dua cabang seni yang berbeda, yaitu sastra yang bermediakan bahasa, dan seni rupa yang bermediakan unsur dimensi yang berwujud karya-karya yang segar dan unik.

Terbentuk sejak tahun 2017 yang lalu dari beberapa mahasiswa FIB yang mempunyai keluh-kesah dan pemikiran yang sama untuk berinisiatif memberikan ruang sekaligus inspirasi di Fakultas Ilmu Budaya dalam meghidupkan seni rupa, mereka kemudian mencoba mengkolaborasikan elemen sastra yang juga menjadi mayoritas cabang seni yang dipelajari mahasiswa di Fakultas Ilmu Budaya dalam menghasilkan karya- karyanya.

Sampai sekarang, Sarupa terus melakukan berbagai macam proyek seni, salah satunya diberi judul Suara Dinding. Hasil karya Sarupa yang dapat dilihat langsung di dinding Kafe Uniang Kamek Kampus FIB Unand berisikan suara hati dari seniman- senimannya dalam kehidupan kampus.

Selain itu, Sarupa juga menjalin kerjasama dengan organisasi kemahasiswaan lainnya, antara lain dengan Departemen Seni Budaya Lembaga Mahasiswa Jurusan (LMJ) Sastra Minangkabau dalam Kelas Seni Rupa.

Sarupa juga kerap mengisi acara kemahasiswaan di Universitas Andalas, serta mengikut sertakan karya-karyanya dalam beberapa sayembara dan pameran seni.

Meskipun tanpa adanya struktur organisasi dan jadwal rutin, menurut Rafiq Gusly Abdul Razak, salah seorang penggiat seni Sarupa, rasa persamaan dan tujuan yang sama sejatinya akan menjadi penggerak alami bagi teman-teman di Sarupa dalam berkegiatan dan membuat acara.

 ”Dalam Sarupa itu, kita tidak punya struktur, tidak ada yang memimpin dan tidak ada yang dipimpin,” ungkap mahasiswa FIB yang biasa dipanggil dengan nama Alun.

Foto 2: Salah satu contoh karya Sarupa

Sampai sekarang Sarupa masih tetap berkarya meski belum resmi menjadi sebuah Unit Kegiatan Mahasiswa resmi dari FIB Unand. Akan tetapi, Alun berharap Sarupa bisa menjadi elemen yang kuat di Fakultas Ilmu Budaya tanpa ada tumpang-tindih dari elemen lain.

Lebih jauh lagi, Alun berharap peminat Sarupa semakin bertambah. Karena Sarupa bersifat kolektifitas, Alun berharap mahasiswa lain yang mempunyai keinginan berkarya bersama Sarupa dapat langsung bergabung dalam kegiatan-kegiatan Sarupa.

“Keberadaan Sarupa ini patut diapresiasi sebagai salah satu bentuk kekayaan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas. Dengan melihat pergerakannya hingga saat ini, bukan tidak mungkin nantinya Sarupa bisa resmi menjadi UKMF yang kuat dan berpengaruh di Universitas Andalas. Amin..,” harap Alun.

Reporter: Ahmad Beni Albary, Editor: Ayendi, Admin: Tri Eka Wira