Items filtered by date: Senin, 01 April 2019
01 April 2019 In Berita & Peristiwa

Foto: Dua narasumber, Donny Eros M.A. dan Sudarmoko, M.A., pada hari pertama Festival Budaya Korea tanggal 27 Maret 2019  memaparkan pengalamannya selama menjadi visiting lecturer di Korea

FIB - Donny Eros M.A. dan Sudarmoko, M.A., dua orang dosen FIB Unand yang pernah tinggal di Korea, serta duamahasiswa Jurusan Sastra Indonesia angkatan 2015yang mengikuti student mobility ke Korea tahun 2018 lalu, Annisa Istiqa Suwondo dan Nurul Alisa Putri,menjadi narasumber acara Life Experiencepada Festival Budaya Korea yang diselenggarakan oleh Pusat Bahasa Unandselama 3 hari dari tanggal 27 hingga 29 Maret 2019.

Festival yang secara resmi dibuka oleh Wakil Rektor III, Prof. Dr. Ir. Hermansyah, M.S.,M.Sc. ini bertujuan untuk mempromosikan Kelas Bahasa Korea yang akan dibuka di Pusat Bahasa Universitas Andalas. Festival ini diketuai oleh dosen Jurusan Sastra IndonesiaUnand, Elly Delfia, M.Hum, dan juga melibatkan beberapa mahasiswa FIB Unand dari berbagai jurusan.

Pada kesempatan pertama, narasumber yang menceritakan pengalamannya hidup di Korea adalah Donny Eros, M.A. Dia menjadi visiting lecturer pada tahun 2013 sampai dengan tahun 2016 di Busan University. Dia menceritakan saat pertama kali tiba di Korea, dia disuguhkan dengan pohon sakura yang sedang bermekaran. Kemudian, ketika pertama kali pergi ke restoran Korea,dia dihadapkan dengan huruf Hangeul (huruf Korea), sedangkan dia hanya bisa berbahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. Eros (namanya dipanggil) tidak mengetahui mana makanan yang halal dan mana yang haram.

Selanjutnya Eros menceritakan bahwa para mahasiswa di Korea sangat menghormati dosennya. “Jika dosen datang menghampiri jika dia sedang merokok, dia akan langsung mematikan rokoknya segera. Dan mahasiswa lebih senang belajar di café-café dibandingkan belajar dikelas karena sekaligus bisa minum kopi,” ujarnya.

Eros merasa terharu ketika dia menjadi salah seorang dosen berprestasi disana.Dia diapresiasi langsung oleh mahasiswanya dan dia juag diberi bucket bunga.

Terakhir, eros juga menjelaskan bahwasanya dia juga sebagai Pengurus Student Mobility. “Untuk tahun sekarang ini student mobility hanya untuk satu orang mahasiswa, berbeda dari tahun sebelumnya yaitu untuk dua orang mahasiswa. Hal tersebut terkendala dari jumlah dana,” katanyasambil berharap untuk tahun-tahun berikutnya bisa mengirim lebih dari satu atau dua mahasiswa atau bahkan lebih dari lima orang mahasiswa.

Kemudian acara Life Experiencedilanjutkan oleh Sudarmoko, M.A.,yang menjadi visiting lecturer pada tahun 2008 sampai tahun 2011 di Hankook University. Diamenjelaskan tentang bagaimana peluang dan persiapan beasiswa ke luar negri.Dia mengatakan bahwa banyak sekali beasiswa-beasiswa diluar negeri, bahkan mungkin hampir semua universitas di luar negeri memberikan beasiswa kepada mahasiswa asing yang ingin belajar disana.

Tips paling utama  yang dia katakan adalah keyakinan.“Dimana ada niat, kita yakin kita bisa. Pasti ada jalan kita bisa mendapatkan beasiswa tersebut,” ucapnya.

Ketika dia ditanya bagaimana tips lulus wawancara beasiswa,dia menjelaskan bahwa tes wawancara akan seputar pada CV, dan wawancara beasiswa biasanya gagal karena pada CV tidak dituliskan kontribusi pada masyarakat.“Padahal itu adalah salah satu poin plus agar kita bisa lulus tes wawancara,” ungkapnya.

Setelah itu presentasi tentang pengelaman tingal di Korea dilanjutkan Annisa dan Nurul (nama panggilan keduanya), mahasiswa yang mengikuti student mobility tahun 2018. Annisa  menjelaskan beberapa syarat untuk mengikuti student mobility, yang salah satunya yaitu skor TOEFL minimal 450, dan juga surat tugas dari dekan beserta syarat-syarat lainnya seperti paspor dan visa.

Berikutnya Nurul menceritakan bahwa ketika di Korea, mereka berdua tinggal di sebuah guest house yang rumahnya seperti rumah kos, dan alat transportasi yang sering digunakannya adalah bis. “Sampai akhirnya kami berdua hafal jalur pemberhentian bis yang ada di Busan,” kenangnya.

Ketika ditanya apa manfaat yang diperolehnya dari student mobility ini,Nurul menjelaskan bahwa kalau dirinya sebelumnya pemalu dan tidak percaya diri tampil didepan umum.Namun, setelah mengikuti student mobility ini,Nurul lebih percaya diri tampil didepan banyak orang.

Pertanyaan terakhir yang ditanyakan pada keduanya adalah bagaimana cara mereka ibadah disana.Annisa memberi jawaban bahwa ketika di universitas, dia sholat di ruangan dosen dan juga kadang-kadang di stasiun kereta di ruangan paling sudut dari stasiun.

Kemudian acara Festival Korea dilanjutkan dengan demo memasak masakan Korea dan festival ini berlangsung selama dua hari kedepan dihalaman gedung Pusat Bahasa Universitas Andalas.

Reporter: Hafizhah Ummul, Editor: Ayendi, Admin: Tri Eka Wira