Items filtered by date: Kamis, 11 April 2019
11 April 2019 In Berita & Peristiwa

Foto 1: Foto bersama sebelum acara Pelatihan Protokoler

FIB - Sebanyak 20 mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Unand, angkatan 2017 dan 2018 mengikuti Pelatihan Protokoler pada Rabu, 10 April 2019 di Ruang Sidang Dekanat FIB Unand. Pelatihan yang diselenggarakan oleh Humas FIB Unand ini adalah dalam rangka perekrutan anggota Humas FIB bidang protokoler.

Pada acara pembukaan, Imelda Indah Lestari, S.S., M.Hum., Wakil Dekan III FIB Unand, menyatakan bahwa humas dengan protoker tidak dapat dipisahkan. “Humas dan protokoler inilah yang akan membangun komunikasi baik internal maupun eksternal yang tentunya akan menciptakan citra positif bagi institusi kita,” ujarnya.

Tujuan diadakan pelatihan itu lanjutnya yaitu agar kegiatan-kegiatan resmi yang diselenggarakan di FIB Unand dapat dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. Kendala yang dihadapi selama ini menurutnya adalah mencari mahasiswa-mahasiswa yang dapat mengisi kegiatan tersebut, baik menjadi MC, pembaca doa, dirijen, dan lain sebagainya. Selain itu sebutnya pelatihan tersebut adalah untuk mengembangkan dan membangun kepercayaan diri mahasiswa.

“Ke depannya, kita berharap pelatihan ini bukan hanya bermanfaat ketika kuliah saja, tetapi juga bermanfaat ketika sudah memasuki dunia kerja. Selain itu, pelatihan ini jangan dijadikan penghambat akademik anda, tetapi jadikan ini motivasi untuk segera menyelesaikan kuliah,” ungkapnya.

Pelatihan tersebut dilaksanakan dalam dua sesi, yaitu sesi pertama yang berlangsung dari pukul 09.00-12.00 WIB dan sesi kedua pukul 13.00-16.00 WIB. Pada sesi pertama diisi dengan penyampaian materi mengenai hal-hal yang bersangkutan dengan protokoler, seperti cara menjadi MC yang baik dan benar. Lalu, pada sesi kedua dilakukan praktik oleh peserta dari materi yang sudah diberikan.

Foto 2: Deni Pratama, S. Hum., CPS.

Pemateri dalam acara itu yaitu Deni Pratama, S.Hum., CPS (Certified Public Speaker). Dia merupakan alumni Sastra Indonesia FIB Unand, angkatan 2006. Ia pernah bertugas di Kantor Gubernur Sumatera Barat di Bidang Protokoler sejak tahun 2011 dan sekarang sedang melanjutkan studi S-2 nya di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) YPTK, Padang, Prodi Magister Manajemen.. Dengan bidang keprotokoler itu, dia telah banyak melalang buana, seperti ke Belanda, Perancis, dan Malaysia.

Pada sesi pertama, Bang Deni (dia dipanggil oleh mahasiswa peserta pelatihan pada hari itu), banyak memberikan materi-materi mengenai protokoler, dari tata cara berbicara dan gestur tubuh, baik dari cara berjalan dan berdiri di depan ketika menjadi MC. Lalu, teknik dan trik menjadi seorang MC yang baik, dan lain sebagainya.

“Protokoler dan pembawa acara merupakan suatu hal yang berbeda. Pembawa acara merupakan orang yang bertugas memandu acara sedangkan protokoler merupakan orang yang mengatur jalannya sebuah kegiatan, sama seperti event organizer,” paparnya.

Bagi seorang protokoler maupun MC, tampilan menurutnya merupakan hal yang paling utama, karena seorang protokoler berada di barisan paling depan. “Penampilan kita harus tertata. Laki-laki pakai jas, sedangkan perempuan pakai blazer. Perempuan harus belajar menggunakan hills karena performance is number one,” jelasnya.

Menurutnya, syarat-syarat menjadi seorang MC yaitu berpenampilan dan body language yang menarik, kemahiran berbahasa dan berbicara di depan umum, suara yang berkualitas, pengetahuan dan wawasan yang luas, kepribadian yang menarik, dan kreatif serta berjiwa humor.